
Pagi ini semua keluarga sedang berkumpul diruang makan , Beda dari biasanya ruang makan hari terasa sangat sepi. Tidak ada celotehan dari bibir Aurel membuat semua keluarga bertanya-tanya ada apa dengan gadis ini.
"Adek kenapa? kok mami perhatiin dari tadi Adek kok diem aja?"tanya Ceysa.
"Adek gak kenapa-napa kok mi"jawab Aurel seadanya.
"Kalau ada masalah cerita sama Abang ya , jangan di pendam sendiri"ucap Farez menimpali.
"Tapi Adek beneran gak kenapa-napa kok , Adek juga gak ada masalah"ujar Aurel.
"Yaudah , buruan habisin makannya nanti telat kalo kelamaan ngobrol"titah Brata.
Setelah selesai sarapan Mereka memulai aktivitas masing-masing.
"Adek sama supir aja boleh gak bang?"tanya Aurel Altez yang hari ini berangkat bersamanya sedangkan Rei dan Abas pergi menggunakan Motor.
"Kenapa? bukannya kita satu sekolahan?"Tanya Altez sedikit bingung dengan sikap adiknya.
"Adek tau , tapi Adek cuma mau coba berangkat bareng supir aja bang"jawab Aurel yang tak masuk akal.
"Hmm yaudah , kamu boleh bareng supir hari ini"ucap Altez.
Aurel tersenyum ketika Altez membolehkannya kesekolah bersama supir
"Kalau gitu Adek duluan ya bang , Dada Abang"ucap Aurel sembari memasuki mobil.
Altez tersenyum kecut melihat Aurel memilih pergi dengan supir daripada dirinya.
Sesampainya disekolah Aurel langsung masuk ke dalam kelas tanpa menunggu Abangnya terlebih dahulu.
"Pagi Aurel"sapa Qilla saat melihat Aurel memasuki kelas.
"Pagi Qilla"balas Aurel seadanya.
"Hm , Lo ada masalah? kok gua liat muka Lo kusut banget hari ini"tanya Qilla.
"Gak ada kok , aku lagi badmood aja"jawab Aurel.
"Okedeh , gua percaya"ucap Qilla tanpa bertanya lebih panjang lagi.
Selama mata pelajaran berlangsung Aurel sama sekali tidak fokus. Ia masih terbayang dengan ucapan kedua wanita tadi malam.
__ADS_1
Apa benar jika dia tidak pantas berada dalam keluarga Nelson? apa ia cuma menjadi sumber masalah untuk keluarganya? Jika ia ingat kembali memang benar adanya sejak ia masuk dalam keluarga tersebut banyak masalah yang di hadapi keluarga itu.
Aurel!! bentak guru yang saat ini sedang mengajar di kelasnya.
semua murid di kelas memusatkan pandangannya pada Aurel saat ini.
sontak Aurel terkejut dan langsung menunduk karena malu.
Jika kamu ingin melamun , keluar dari kelas ini!!"bentak guru itu lagi.
"Maaf buk , Aurel gak akan ngilangin lagi"ucap Aurel.
"Saya tidak mau tau , keluar dari kelas ini sekarang juga!"ucap guru tersebut tidak ingin dibantah.
Lantas Aurel berdiri dan bergegas keluar dari kelas sebelum guru tadi memarahinya kembali.
Setelah Aurel keluar , guru itu kembali melanjutkan penjelasannya lagi.
"Buset tu guru baru , kalau sampai keluarga Nelson tau gua pastiin hari jadi hari pertama dan juga hari terakhir guru itu ngajar di sekolah ini"gumam Qila.
...*******...
Saat ini ia sedang duduk di Rooftop sembari menangis , belum juga masalah tadi malam selesai sekarang ada masalah baru lagi yang menghampirinya. Katakan ia cengeng , tapi mau bagaimana mana lagi gadis kecil ini sangat perasa , dan sangat mudah membuat ia menangis.
Ardhan yang menaiki tangga Rooftop dengan semangat mendadak memperlambat jalannya ketika mendengar suara tangisan dari dalam Rooftop. Saat sudah masuk kedalam ia dapat melihat pujaan hatinya dalam keadaan tidak baik-baik saja. Dengan perlahan Ardhan mendekati Aurel yang saat ini duduk di salah satu sofa yang berada Disana.
Peka akan adanya orang yang berjalan kearahnya, Aurel mendongakkan kepalanya dan matanya langsung bertatapan dengan mata Ardhan.
"Kenapa hm?"tanya Ardhan sembari membawa Aurel kedalam pelukannya.
"Gak papa , Aurel cuma mau nangis aja hari ini"jawab Aurel.
"Trus kenapa nangisnya pas masih jam pelajaran? kamu bolos ya?"tanya Ardhan.
"Gak , Aurel gak bolos tapi tadi Aurel gak sengaja ngelamun trus ketahuan sama ibu guru jadi Aurel di usir"ucap Aurel dengan Segugukan.
"Siapa yang berani ngusir kamu? kita kelas sekarang"ucap Ardhan Sembari menarik tangan Aurel.
"Jangan! , Aurel mau disini aja lagian kalo masuk kelas Aurel juga gak bakal fokus."ucap Aurel sembari menarik Ardhan untuk duduk kembali.
"Iya-iya , kita disini aja."ujar Ardhan.
__ADS_1
"Makasih kak ardhan"ucap Aurel.
"Kalau ada masalah jangan segan-segan buat cerita sama kakak ya"ucap Ardhan sembari mengelus rambut Aurel.
"Iya , tapi Aurel gak papa kok "ujar Aurel.
"Oke , kakak percaya."ujar Ardhan.
"Aurel boleh peluk kakak gak?"tanya Aurel malu-malu.
Tanpa aba-aba Ardhan langsung membawa Aurel kedalam pelukannya lagi.
"Aurel ngantuk , Aurel Bobok sebentar ya kak kalau udah istirahat jangan lupa bangunin Aurel"ucap Aurel sembari membalas pelukan Ardhan.
Ardhan tak menjawab ucapan Aurel , ia makin merapatkan tubuhnya pada Aurel sembari mengelus punggung gadis itu agar cepat tertidur.
Ardhan sangat merasakan ada yang beda dengan Aurel saat ini , jika gadisnya tak ingin memberi tau lebih baik dirinya sendiri yang mencari tau.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Gak gantung kan(:
lanjut sekarang atau besok?:)
jangan lupa tinggalin jejak kalian yaa:*
__ADS_1