Possesive Brothers

Possesive Brothers
__92__


__ADS_3

...WARNING‼️...


...PART INI HANYA ADA KEUWUAN...


...NAF DAN AUREL...


...Menimbulkan efek samping seperti kejang-kejang , serangan jantung , meleyot bahkan mengakibatkan uwuphobia di harapkan untuk para pembaca agar bisa menahan segala keresahan di dalam hati agar tidak menimbulkan sesuatu hal yang tidak di inginkan....


...sekian dan terimakasih....


...*HAPPY READING*...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Hari ini Naf meliburkan diri dari pekerjaannya ,


Naf sedang menyiapkan peralatan lukisannya untuk di bawa ke kediaman Nelson. Karena ia sudah berencana sejak lama untuk menghabiskan waktu dengan gadis kesayangannya.


Hanya berdua!! bahkan Farez sudah di ungsikan oleh calon mertuanya ke kantor yang ada di kota lain begitu juga dengan Abas Altez dan Rei ia bahkan sudah meminta tolong pada pelatih basket dan juga futsal untuk menahan ketiga lelaki itu agar berlama-lama di sekolah.


Tidak terkecuali El yang mendapatkan banyak pasien dari rumah sakit yang sengaja di rujuk kerumah sakit tempat El bekerja. Itu semua tidak lepas dari kekuasaan dan pertolongan dari calon ayah mertua tentu saja dengan menggunakan embel-embel yang kalian pasti tidak menyangka apa itu ,Biarkan Naf dan Brata saja yang tau.


Setelah selesai mengemas semuanya Naf langsung menuju mobilnya , kali ini ia sendiri yang akan menyetir karena ia juga akan membawa pujaan hatinya ke suatu tempat jadi ia hanya ingin berduaan saja.


Sesampai di kediaman Nelson Naf meminta Beberapa bodyguard disana untuk membawakan peralatan lukisannya ke taman belakang dan ia sendiri langsung menuju kamar aurel.


Cklek...


pemandangan pertama yang ia lihat adalah Aurel yang sedang membaca novel dan bersandar di sandaran tempat tidurnya.


"Apa aku mengganggu mu baby?" ucap Naf sembari melangkahkan kakinya menuju gadis cantik itu.


"Naf! kau mengagetkan ku , tidak bisakah mengetuk pintu terlebih dahulu"balas Aurel dengan wajah garangnya tapi terlihat sangat menggemaskan bagi Naf.


"Maaf sayang , aku tidak sempat mengetuk karena aku terlalu merindukanmu. Maafkan aku yaa"


"Hmmm. 3 kinder joy dan dua coklat"


"Apa itu persyaratan agar kau memaafkan ku?"


"Iya , apa itu terlalu banyak? jika ia cukup satu kinder joy saja."


"Tidak baby , itu sangat sedikit bahkan jika kau meminta pabriknya aku bersedia membelikannya untuk mu"


"Ya ya ya , aku tau Naf bisa membelinya tapi itu terlalu berlebihan cukup yang tadi aku minta saja Naf"


"anything for you baby , tapi sebelum itu aku ingin mengajak mu ke taman belakang , apa kau mau?"


"Kenapa ke taman?, ada apa disana?"


"Nanti kau bisa melihatnya sendiri , ayo kita pergi"


"Aku ingin , tapi kaki ku masih lemas untuk di ajak berjalan" ucap aurel sembari menatap kakinya sendu. Beberapa hari yang lalu Aurel baru saja mengikuti kemoterapi pertamanya dan berefek samping pada kedua kakinya.


"Tidak masalah , aku akan menggendong mu"ucap Naf sembari menggendong Aurel koala.


Diperjalanan menuju taman belakang pandangan Naf tidak lepas dari gadisnya yang sedari tadi menggambar pola abstrak di dadanya sembari mengerucutkan bibirnya sungguh Naf mati-matian menahan dirinya untuk tidak menyentuh bibir kecil yang bewarna pink ceri itu. Ia masih menunggu sampai Aurel benar-benar menerimanya tanpa embel-embel teman kecil tapi kekasihnya.


Sesampai di taman Naf mendudukkan Aurel di kursi taman. Setelah merasa aman Naf berjalan ke tempat peralatan lukisnya dan menyusunnya satu persatu.


"Apa Naf ingin melukis pemandangan disini?"tanya Aurel penasaran.


"Tidak"jawab Naf singkat sembari menghampiri Aurel yang menatapnya penasaran.


"Lalu?"tanya Aurel bingung."


"Apa kau tau baby? , kau bahkan lebih indah dari setiap pemandangan yang pernah aku temui. Kau indah , ah bukan hanya indah tapi kau juga sangat cantik dari apapun. Aku bahkan tidak bisa melupakan setiap inci dari dirimu baby , kau membuat ku mabuk , mabuk akan dirimu"ucap Naf sembari menatap dalam mata indah gadisnya.


Aurel merona setiap mendengar Kalimat pujian dari Naf untuk dirinya. Bahkan jantungnya berdetak kencang serasa ingin lepas dari tubuhnya.


"N-naf , kenapa jantung ku berdetak sangat kencang?"tanya Aurel dengan wajah polosnya.


Naf terkekeh geli mendengar kejujuran dari gadisnya , kenapa Aurel bisa sepolos ini ia bahkan tidak menyadari jika dirinya sedang tersipu.


"Benarkah? apakah sangat kencang?"


"Ia , sangat kencang seperti ingin keluar dari tubuh ku , apa aku terkena penyakit jantung? kita harus kerumah sakit Naf agar jantungku di sembuhkan dokter"ucap Aurel


"Hahahaha , baby Kenapa kau sangat menggemaskan? aku tidak tahan aku ingin menggigit mu sekarang"


"Kenapa Naf tertawa?"


"Kau sangat lucu, sudahlah tidak usah dipikirkan jantung mu baik-baik saja baby kita tidak perlu ke Dokter. Sekarang bergayalah aku ingin melukis mu"


"Hmm , baiklah Naf tapi aku harus bergaya seperti apa?"


"Sesuka dan senyaman mu sayang , dan jangan lupa tersenyum"


Aurel menganggukkan kepalanya mengerti akan ucapan Naf.

__ADS_1


Naf mulai melukis Aurel dengan telaten. tidak butuh waktu lama akhirnya lukisan itu selesai. Naf sangat senang dengan hasil lukisannya.


"Selesai juga akhirnya , apa kau ingin melihatnya?"


"Tentu , bawa kesini aku ingin melihat hasilnya"ucap Aurel semangat.


Naf membawa lukisan tersebut menuju gadisnya. ia dapat Melihat pancaran kebahagiaan dari kedua mata Aurel. Sungguh ia sangat beruntung diberkahi bakat melukis oleh tuhan.


"Bagaimana? apa kau suka?"


"Suka! Sangat suka , kau sangat hebat Naf , aku tidak menyangka Naf bisa melukis sebagus ini"


"Syukurlah , aku sangat senang jika kau suka . dan kau boleh menyimpannya baby."


"Benarkah? kalau begitu tolong pajang di kamar ku ya"


"Tentu sayang, nanti aku akan meminta maid untuk memajangnya."


"Terimakasih Naf , Caca sayang Naf"ucap Aurel dengan suara yang ia buat seperti anak kecil.


"Aku tau"balas Naf dengan senyuman manisnya.


"Hmm , ayo kembali ke kamar Naf"


"Cepetan itu? aku bahkan ingin mengajakmu ke sesuatu tempat."


"Kemana? ini belum cukup? apa Naf tidak lelah?"


"Suatu tempat yang agak jauh dari sini , lelah? aku bahkan belum pernah merasa lelah jika berada di dekat mu baby. Jadi kau ikut dengan ku ya"pinta Naf sembari menggenggam tangan. Aurel.


"Baiklah , aku juga bosan jika di kamar terus"


"Oke , sekarang kita berangkat"ucap Naf sembari menggendong Aurel menuju mobilnya.


setelah mendudukkan Aurel di bangku samping pengemudi Naf langsung masuk kedalam mobil dan segera menjalankannya.


Di perjalanan menuju tempat itu hanya musik dari radio yang terdengar , sedangkan Naf sibuk menyetir dan Aurel menatap jalanan dari jendela mobil Naf.


Aurel mengerucutkan keningnya ketika mobil Naf memasuki kawasan hutan.


"Hm Naf kenapa kita ke hutan?"


"Lihat saja nanti , aku yakin kau pasti sangat menyukainya."


"Apa masih jauh?"


"Tidak , sebentar lagi kita akan sampai"


"Hm , baiklah."


Tidak lama kemudian akhirnya Naf dan Aurel sampai di tempat yang mereka tuju. Naf keluar terlebih dahulu dan langsung mengambil tikar yang sudah ia siapkan lalu menggelarnya di sana. Setelah menyiapkan semuanya Naf kembali ke mobil untuk menjemput Aurel.


"Apa aku berat Naf?"tanya Aurel yang sudah berada dalam gendongan Naf.


"Tidak , bahkan kau sangat ringan sayang. Sepertinya aku harus memupuk mu dengan banyak makanan."


"Memangnya kenapa kalau gendut?"


"Kata Qila jika perempuan gendut nanti tidak di sukai pria"


"Qila berbohong sayang , tidak ada yang seperti itu. Jika pria itu benar-benar mencintaimu ia akan tetap menerima dirimu bagaimana pun rupa dan keadaan mu."


"Jadi Qila berbohong?"


"Hm mungkin , kita sampai"ucap Naf sembari mendukung Aurel di atas tikar tadi.


"Wawww sangat indah , dari mana Naf tau tempat ini?"


"Tidak sengaja aku nyasar sampai disini , apa kau suka?"


"Suka , pokoknya Naf harus sering-sering mengajak ku kesini"


"Tentu sayang , apapun untuk mu."


Cukup lama mereka terdiam sembari menikmati suasana di tempat itu. Sampai akhirnya Naf membuka suaranya.


"Aurel"


"Yaa , Kenapa Naf?"


"Jika aku bilang , aku mencintaimu apa kau percaya?"


Aurel mematung mendengar pertanyaan Naf, Ayolah Aurel sudah tau kemana jalan ucapan Naf tadi ia sudah mengerti setelah Abas memberinya berbagai novel romantis.


"Hmm , sejak kapan?"


"Sejak pertama kali aku mengenal mu"


"Secepat itu? bahkan waktu itu kita masih kecil Naf"


"Aku tau , aku pernah menyangkalnya tapi entah kenapa rasa itu tumbuh semakin besar Aurel. Aku bahkan selalu memikirkan mu saat kita berjauhan."


"Aku mengerti Naf , tapi sekarang sudah sangat berbeda , aku bukan Aurel yang seperti dulu. Kau tau penyakit ku sudah stadium akhir aku bisa kapan saja meninggal mu Naf"


"Kenapa kau jadi pesimis begini? aku berharap banyak untuk kesembuhan mu aku juga telah mencari dokter terbaik agar cepat membantu kesembuhan mu , kau harus optimis untuk kehidupanmu Aurellia."


"aku mengerti Naf hanya saja aku sedikit takut jika aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi"


"Jangan bicara seperti itu. Aku sangat yakin Caca ku pasti segera sembuh"


"Aku harap juga begitu" balas Aurel dengan senyuman manisnya.


"Jadi?"tanya Naf penasaran.


"Jadi apa?" balas Aurel dengan tatapan polos nya.

__ADS_1


Sepertinya Naf harus banyak menyimpan stok kesabaran jika bersama gadisnya.


"Apa kau menerima ku?"


"Tidak tau , aku bingung Naf."


"Kenapa bingung? apa kau tidak pernah merasakan perasaan aneh jika bersama ku?"


Aurel diam , ia masih memikirkan hatinya sendiri. Ia sadar jantungnya selalu berdetak kencang jika bersama Naf , Tapi ia belum yakin akan perasaan itu.


"Lupakan , kau bisa menjawabnya jika kau telah siap , aku tidak akan memaksa mu untuk mencintai ku tapi jika boleh aku sangat berharap kau juga membalas perasaan ku"ucap Naf sembari menggenggam erat tangan Aurel.


"Terimakasih Naf , segera aku akan memberi jawaban"ujar Aurel sembari memeluk Naf.


"Hmm , aku harap jawaban itu seperti apa yang aku harapkan"


"Semoga saja Naf."


cukup lama mereka disana menikmati udara yang sejuk sambil sesekali bercanda dan tertawa bersama. Sampai akhirnya Naf memutuskan untuk pulang karena langit sudah mulai gelap.


Di perjalanan menuju mansion Aurel tertidur , sedangkan Naf fokus menyetir walaupun sesekali ia menatap gadisnya.


Sampai di mansion yang tadinya tidak berbuat membangunkan Aurel ternyata gagal , gadis itu terbangun saat Naf ingin membuka seatbelt.


Pandangan mereka Bertemu , cukup dekat mata itu saling memandang. Entah naluri atau bukan Aurel menutup matanya. Naf yang melihat Aurel menutup mata langsung menepis jarak tersebut dan..


Cup


Naf mengecup bibir yang selama ini ia inginkan. Naf mendorong tengkuk Aurel agar semakin dekat lalu ******* bibir itu dengan pelan.


Mmpphh.. mmpphh Terdengar suara lenguhan dari Aurel.


Naf melanjutkan aksinya dengan menggigit kecil bibir Aurel dan Yaps bibir itu terbuka langsung saja lidah Naf menelusuri setiap rongga mulut gadisnya.


mmpphh... mmpphh.. N-naf...


Naf ******* , dan menggigit lidah dan bibir Aurel dengan rakus dan semakin memperdalam ciuman tersebut hanya suara decapan dan Nafas yang terdengar di dalam mobil itu.


Sampai akhirnya suara ketukan menghentikan aktivitas Mereka.


"****! Sangat manis , aku kecanduan"batin Naf.


Aurel mematung setelah Naf menjauhkan dirinya. Lagi dan lagi jantung itu semakin berdetak kencang bahkan lebih kencang dari biasanya.


"Maaf baby , aku kelepasan"ucap Naf Sembari membersihkan sisa-sisa air liurnya di bibir Aurel.


"Hmm, ti-dak papa Naf."


"Kita akan turun sekarang , para singa mu akan menghancurkan mobil ku jika kita tidak juga keluar."ucap Naf.


Naf membuka kaca mobilnya untuk menghentikan ketukan yang lama-kelamaan makin keras.


"Kenapa kalian lama sekali di dalam mobil?"tanya Farez tatapan tajam pada Naf.


"Jangan terlalu ikut campur urusan orang lain tuan Farez."balas Naf dengan santai.


"Aurel adikku! urusannya juga menjadi urusan ku"ucap Farez.


"sudahlah bang , tadi Adek ketiduran dari tadi Naf berusaha bangunin adek"ucap Aurel bohong. Tidak mungkin ia menceritakan yang sebenarnya bisa-bisa Naf keluar dari rumahnya dalam keadaan babak belur.


"Yasudah kalau begitu sekarang turun Adek terlalu lama bermain dengan pria tua ini sampai-sampai Adek tidak ingat waktu untuk pulang"ucap Farez


"Abang , Naf masih muda jangan memanggilnya pria tua"ucap Aurel.


Sedangkan Naf tersenyum kemenangan karena di bela Oleh gadisnya.


"Jangan tersenyum! senyum mu sangat menyeramkan!"ucap Farez sembari menggendong Aurel"


"Baiklah , kenapa kau sangat sensitif tuan Farez , kalau begitu aku pulang dulu baby langsung istirahat ya , dan sampaikan salam ku kepada kedua calon mertuaku"ucap Naf sembari mengedipkan matanya pada Aurel.


"Iya Naf , terimakasih sudah mengajak aku jalan-jalan"balas Aurel


"Dasar pak tua genit! pulang sana"timpal Abas yang sedari tadi sudah jengah mendengar pertengkaran kedua pria dewasa itu.


"Hmm , baiklah sampai bertemu lagi semuanya"ucap Naf lalu menaikan kaca mobilnya.


"PD sekali! siapa juga yang akan bertemu dengannya lagi!"


"Abang...."


"Iya-iya , sekarang ayo kita masuk."ucap Farez sembari memasuki mansion dengan Aurel di gendongannya dan di ikuti oleh Abas di belakang.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Hehehe , gimana sama part ini? mau gak kalau aku juga bikin part uwu Aurel sama Ardhan?🙃...


...Aku rasa ini chapter terpanjang yang pernah aku buat wkwkwk Tungguin chapter selanjutnya teman-teman......

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya , karena itu sangat di butuhkan untuk kelangsungan cerita Aurel:) peluk sayang untuk semuanya 🤗😘...


__ADS_2