Possesive Brothers

Possesive Brothers
__36__


__ADS_3

Pagi ini Ceysa dan Ratih sedang memasak makanan untuk sarapan dengan di bantu beberapa maid.


"Kak , kenapa anak-anak belum pada turun?"tanya Ratih pada Ceysa.


"Mungkin sebentar lagi Mereka turun"jawab Ceysa.


Benar saja beberapa menit kemudian turunlah El bersama Farez dan diikuti oleh Abas dan Rei.


"Kok cuma kalian? Al sama Adek mana?"tanya Ceysa.


"Al lagi bangunin adek mi"jawab Farez.


"Adek kalau tidur sudah bangun ya kak?"tanya Ratih.


"Iya ,sama kayak papinya kebo banget kalau gak di bangunin gak bakal bangun"ucap Ceysa.


"Kayaknya ada yang lagi ngomongin papi ya? telinga papi jadi panas gini"ujar Brata yang baru saja datang bersama Bram.


"Iya Pi , mami bilang kalau papi tidurnya kayak kebo susah di bangunin"kompor Abas.


"Masa sih? kayaknya papi gak gitu deh"balas Brata.


"Gak gitu gimana? liat tu jadi ketularan ke Adek"ucap Ceysa.


Aurel yang baru saja datang bersama Altez mendengar namanya di sebut-sebut Ceysa lantas bertanya.


"Mami kok udah ngomongin Adek aja pagi-pagi"ujar Aurel dengan wajah cemberutnya.


"Iya dek , mami gak asik masa kita di bilang kebo sama mami"kompor Brata.


"Mami mah ,Adek ngambek sama mami"ucap Aurel lalu menghampiri Brata dan langsung duduk di pangkuannya.


"Mami cuma bilang papi yang kebo kok dek , kamu jangan ngambek ya"pinta Ceysa dengan wajah memelas.


"Bohong dek , mami bohong itu" kompor Brata semakin menjadi-jadi.


"Oh gitu , kamu mau Aurel ngambek sama aku yaaa , oke malam ini jangan tidur di kamar!!"ucap Ceysa dengan wajah masam.


"Eh , gak sayang maafin aku tadi cuma becanda kok"ucap Brata dengan wajah di buat-buat sedih.


Semua yang di meja makan tak kuasa menahan tawa Melihat wajah nelangsa Brata.


"Papi tadi bohong ya? ist papi mah gak boleh gitu sama mami"ucap Aurel lalu bangkit dari pangkuan Brata dan langsung menghampiri Ceysa


"Sayang ,papi tadi cuma becanda"ucap Brata.


"Alah , papi pasti seneng kan liat Adek marahan sama mami"ucap Abas memanas-manasi.


"Mami jangan marah maafin Adek yaa tadi Adek marah sama mami"ucap Aurel dengan mata berkaca-kaca.


"Mami gak marah sama Adek kok, yaudah Sekarang makan ya nanti Adek telat kalo kita ngobrol terus"ujar Ceysa.


Semuanya makan dengan tenang , setelah selesai mereka pun kembali ke aktivitas masing-masing , sebelum pergi anak-anak berpamitan dulu pada orang tua.


"Mami , bunda papi , ayah , Adek pergi dulu ya"izin Aurel lalu mencium kedua pipi Ceysa dan Ratih dan dikuti juga oleh kelima kakaknya.


Setelah anak-anak pergi kini giliran para suami lah yah berpamitan kepada istri mereka masing-masing.


"Bun , ayah berangkat dulu ya jangan kangen"ucap Bram lalu mencium kening istrinya.


"Mi , Papi juga pamit ya tadi papi bercanda kok jangan marah ya sayang"ucap Brata lalu memeluk istrinya.


"Iya udah mami maafin"ucap Ceysa datar.


"Kalau gitu aku pergi dulu"ucap Brata


Saat Brata ingin memasuki mobilnya terdengar suara istrinya memanggil.


"Pi"


"Iya sayang"

__ADS_1


"Nanti malam gak usah pulang ya , tidur di kantor aja"ucap Ceysa dengan senyuman manisnya.


Baru saja Brata ingin menjawab Ceysa Langsung menutup pintu rumah dengan keras.


"Gak bisa manja-manja deh malam ini"batin Brata sembari menghela nafasnya kasar.


...*****...


Sampai di sekolah Al mengantarkan Aurel sampai ke kelas. sedangkan Abas menemani Rei ke kantor kepala sekolah untuk mencari tahu di mana kelasnya.


"Adek nanti kita kantin bareng ya , jangan pergi sendirian kalau ada apa-apa langsung kasih tau Abang atau Abang yang lainnya"ucap Altez


"Iya abangg"jawab Aurel


"Yaudah kalau gitu Abang ke kelas dulu"ucap Altez sembari mencium kedua pipi Aurel.


Setelah Altez tidak terlihat lagi Aurel pun memasuki kelasnya.


"Pagi Qila , Pagi Rafa"sapa Aurel.


"Pagi juga Aurel"jawab mereka serentak.


"Kok Adel belum datang ya , atau kaki Adel masih sakit?"batin Aurel.


"Woi Rel Napa Lo bengong?"tanya Qila


Aurel yang sedang melamun langsung terkejut mendengar suara Qila yang lumayan keras.


"Aku gak bengong kok , kamu ngomongnya jangan keras-keras kuping aku sakit nih"jawab Aurel dengan wajah masam.


"Iya-iya , maafin gue Yee"


"Karena aku baik jadi aku maafin kamu"ujar Aurel dengan polos.


"Buset dah ni anak , jangan bikin gua kesel ya Rel"ucap Qila dengan delikan matanya.


"Tuh kan Qila baru aja minta maaf sekarang udah marah-marah lagi"balas Aurel.


Akhirnya percakapan mereka terhenti setelah guru yang mengajar memasuki kelas.


...****...


Aurel yang kini sedang berada di kantin bersama dengan yang lainnya.


"Adek mau makan apa?"tanya Abas.


"Adek mau pesen mie ayam boleh gak bang 👉👈 "tanya Aurel.


"Gak , gak boleh makan mie!"jawab Abas.


"Cuma kali ini aja Abang , Adek mau mie aya boleh ya ya ya"pinta Aurel dengan menunjukkan puppy eyes nya.


"Shit!! kalau Aurel natap gua gini jadi gak bisa nolak gue nya"batin Abas.


"Udah lah bas , kan cuma sekali doang"ujar Raka.


"Yaudah deh , kali ini aja yaa"ucap Abas.


"Yan pesen yan"pinta Altez.


"Ujung-ujungnya pasti gua yang pesen"gumam Rian yang masih bisa di dengar oleh yang lainnya.


"Jangan ngedumel deh , buruan pesen"suruh Altez.


"Kalian semua pesen apa?"tanya Rian.


"Samain aja"ujar Abas.


"Gua beda , gua mau nasi bakso aja"ucap Ardhan.


"oke"balas Rian.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Rian datang dengan membawa nampan di kedua tangannya.


"Makanan datang" ujar Rian.


Mereka semua makan dengan tenang , tapi tidak dengan Aurel yang dari tadi memperhatikan ardhan yang sedang mengaduk baksonya.


Merasa di perhatikan seseorang Ardhan pun mengalihkan matanya pada si empu. Aurel yang di tetap balik langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Aurel mau?"tanya Ardhan.


semua yang ada di meja pun melihat ke arah Aurel.


Aurel yang di tanya seperti itu langsung menundukkan kepalanya karena malu.


"Adek mau bakso?"tanya Rei.


"Adek mau , tapi kan Adek udah pesen mie ayam"ujar Aurel pelan.


"Aurel mau nyobain gak?"Tanya Ardhan.


"Tuh di tanyain , jawab dong"ujar Altez.


"Adek mau , boleh minta dikit gak kak?"Tanya Aurel.


"Boleh , ni cobain aja"ujar Ardhan sembari menggeser mangkok baksonya ke arah Aurel.


"Pedes gak kak?"tanya Aurel.


"Gak pedes kok"jawab Ardhan.


Dengan segera Aurel menyendok bakso tsb lalu memakannya.


"Enyakkk"ucap Aurel sembari mengunyah bakso tsb.


"Telen dulu sayang"ujar Abas.


Setelah memakan 3 Basko Aurel mengembalikan bakso tersebut pada Ardhan.


"Udah? gak mau lagi?"tanya Ardhan.


"Udah , Adek mau lanjutin makan mie ayam lagi"ujar Aurel.


Ardhan mengambil mangkok tsb dan Langsung memakan dari sendok bekas Aurel tadi.


"Lo langsung makan? gak tuker sendok nya dulu?"tanya Abas.


"Emang kenapa?"tanya ardhan.


"Gak kenapa-napa sih , tapi itu kan bekasnya Aurel,"ujar Abas.


"oh , lanjutin makan kalian"pinta Ardhan.


Semuanya pun kembali memakan makanan Mereka sembari mengobrol ringan.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Hmm , benih-benih cinta mulai terlihat jelas:)


Sayang banget dedek Aurel masih polos jadi kagak peka wkwkw.


lanjut hari ini. janji✌️

__ADS_1


__ADS_2