Possesive Brothers

Possesive Brothers
__89__


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Ardhan pun segera menggendong Aurel dan segera membawa nya ke mansion, Ardhan tampak memperhatikan wajah Aurel, wajah nya yang dulu tampak putih merona sekarang sangat pucat, bibir yang biasanya berwarna pink lembut tampak kering dan pucat,pipi nya tampak lebih tirus dari biasanya, ardhan tidak menyangka bahwa perempuan yang sangat ia cintai itu mengidap penyakit yang cukup mengancam nyawa nya...


"ya Tuhan, Aurel kenapa?" tanya Ceysa yang saat itu tengah bersantai diruang tamu


"tadi ada pria yang berusaha menyakiti Aurel mi" balas Ardhan


"yasudah tolong antar ke kamar mami ya Ardhan" balas Ceysa cepat sambil menghubungi El dan juga Brata


saat di tangga Ardhan pun berpapasan dengan Abas yang hendak turun ke lantai bawah,,,


"loh Adek gua kenapa pingsan gini, lo ngapain anjing" jawab Abas emosi


"kalem bas, bukan gua pelaku nya, cepat temenin gua bawa Aurel ke kamar mami" jawab Ardhan yang berlalu meninggalkan Abas


kemudian mereka pun menidurkan Aurel di kamar Ceysa dan Brata, sambil menyelimuti tubuh Aurel yang sudah sangat dingin, dan memberikan wewangian aromaterapi agar ia cepat siuman,,,


"jadi gimana ceritanya Lo bisa sama Aurel?" tanya Abas sambil sibuk mengolesi kepala dan hidung Aurel dengan minyak aromaterapi


"gua sebenarnya mau masuk gerbang mansion kan, nah pas itu gua lagi denger orang ribut-ribut, semakin gua dengerin semakin jelas kalau itu suara Aurel, yaudah gua samperin dong, untung nya Aurel jago bela diri, jadi bisa ngelawan, tapi ya kan namanya juga perempuan pasti kekuatan nya ga sebanding sama cowok, makanya dia pingsan, dan pelaku nya kabur, gua Gatau itu siapa, tapi sampai saat ini gua masih ingat itu muka nya" jawab Ardhan menjelaskan pada Abas


*bugh bugh bugh* tiba-tiba muncul Naf yang langsung meninju rahang Abas

__ADS_1


"apa-apaan sih Lo pak tua" jawab Ardhan yang kaget seketika dapat pukulan dari Naf


"kamu bikin Aurel pingsan !!!, kalau kamu ga bisa ikut jagain Aurel, seenggaknya jangan bikin Aurel dalam bahaya!!!" balas Naf sambil melayangkan tinju ke arah rahang Ardhan , tapi di tepis oleh Ardhan


"kalo Lo Gatau kejadian nya kaya gimana, jangan asal nuduh gua, apa salah nya Lo nanya dulu kejadian nya kaya gimana, Lo lebih tua dari gua tapi apa yang Lo lakuin ini kaya anak kecil anjing" balas Ardhan setengah berteriak


tak lama kemudian El datang bersama Pinka, untuk memeriksa keadaan Aurel, sehingga pertengkaran itu terhenti,,,


"apa-apaan kalian ini, kenapa harus disini berantem, kalau mau pakai kekerasan diluar bukan di depan Aurel, kalian itu sudah besar" balas El dingin


"dokter Pinka segera periksa Adek saya dok" jawab Abas mempersilahkan Pinka dan El untuk memeriksa Aurel


hingga saat ini Aurel belum sadar sudah hampir 6 jam ia pingsan, dari hasil pemeriksaan dokter Pinka dan juga El Aurel dalam keadaan mengalami goncangan yang sangat hebat, sehingga tubuh nya mengalami syok, Aurel saat ini hanya butuh menenangkan pikiran nya dan beristirahat dengan cukup...


"sepertinya kemoterapi untuk Aurel kita tunda dulu ya, karena kondisi psikis maupun fisik Aurel sedang dalam keadaan tidak bagus, kita tunggu tubuh nya kembali normal, baru kita rencanakan untuk kemoterapi" ujar dokter Pinka menjelaskan ke seluruh keluarga Aurel


" jadi dok, sampai kapan anak sayang tidur seperti ini?" tanya Brata cemas


"iya dok, Aurel gapapa kan dok?" tanya Ceysa yang ikut bertanya


"saya dan El telah melakukan observasi setiap jam dalam 6 jam ini, Aurel hanya butuh istirahat untuk mengembalikan lagi tenaga nya, sejauh ini keadaan nya sudah stabil, hanya ia harus mengesampingkan pikiran yang menganggu nya dan harus banyak istirahat" jawab dokter Pinka menjelaskan kembali


"baiklah kalau begitu aku pamit dulu mau balik ke RS karena udah mau jadwal poliklinik kami, kalau nanti Aurel kenapa-kenapa, telfon aja ya Mi ,Pi" ucap El sambil berpamitan


"Yah, Bun kami pamit ya" ujar El sambil menjabat tangan orang tuanya


"hati-hati ya nak" ujar Ratih dan Bram


Setelah dokter Pinka dan El pergi, mereka semua berkumpul di ruangan tamu, terkecuali Abas yang masih setia menunggui saudara kembar nya itu di kamar,,,


"saya sudah cek seluruh cctv di titik sekitar taman, dan mencocokkan dengan foto yang kamu kirimkan Naf, pelaku nya adalah Andre, dia sudah mulai berani menampakkan diri di depan Aurel, tetapi sepertinya dia ga sendiri, ada seseorang berjaket hitam dan menggunakan topi dan masker yang tidak bisa saya pastikan itu siapa, sepertinya ia kaki tangan nya Andre" jawab Farez menjelaskan


"kaki tangan nya itu cewe apa cowo bang?" ujar Altez penasaran


"dari bentuk tubuhnya seperti nya perempuan" jawab Farez lagi


"tuh kan lu cari tau dulu kejadian nya kaya gimana, liat nih wajah ganteng gua jadi rusak Karena lo" ujar Ardhan yang tampak kesal


"iya saya minta maaf, Karena tadi terbawa emosi mendengar kabar Aurel pingsan" jawab Naf tulus


"ya" balas Ardhan singkat

__ADS_1


"sudah kalian jangan bertengkar" balas Bram yang menyudahi adu mulut tersebut


"saya akan cek ulang nanti rekaman cctv nya, jika kita tidak bisa menemukan Andre, maka kita harus mencari siapa kaki tangan nya" jawab Naf mantap


***


to be continued


"bang, sampai kapan gua jadi suruhan Lo kaya gini" tanya seorang perempuan


"diem Lo , Gausah banyak tanya, Lo lakuin aja apa yang gua perintahkan" jawab seorang pria itu


"gua capek bang, gua ga mau lagi" balas perempuan tersebut lirih


"gua takut bang" kata perempuan itu sambil memohon


"alah bangsat!!! , anjing kecil itu ngancurin semua rencana gua ,sialan !!!" ujar pria tersebut berteriak murka


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Ada yang tau gak cewek itu siapa?๐Ÿ˜Œ...


...Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya :) salam Sayang untuk semuanya ๐Ÿ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2