Possesive Brothers

Possesive Brothers
part8


__ADS_3

      Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, Adam, Farah, Darel dan Daren kini sudah sampai di depan rumah minimalis yang cukup nyaman untuk di tempati.


" Apakah ini benar tempatnya Jerry? " tanya Adam.


" benar Tuan" jawab Jerry seraya mengawal 4 Tuannya ini untuk masuk ke dalam halaman rumah.


'Jadi ini tempat dimana putriku dibesarkan' batin Farah.


TOK


TOK


TOK


 


  Jerry mengetuk pintu rumah tersebut dan menunggu cukup lama.


Ceklek


   Rani membuka pintu dan betapa terkejutnya Ia melihat rombongan Keluarga Maverick yang tersohor itu, Rani terdiam sejenak.


" Ada apa Tuan-tuan dan Nyonya datang kerumah saya? " tanya Farah gugup.


" bisakah kami masuk" bukannya menjawab, Adam meminta to the point masuk kerumah Rani.


" Mas kau tidak sop...


" Ohh ya...ya silahkan" ucapan Farah terpotong saat Rani dengan gugup mempersilahkan Keluarga Maverick masuk.


" Ayo silahkan duduk, saya akan membuatkan teh dan juga memanggil suami saya" pamit Rani dan pergi menuju dapur.


     Mata Farah mengelilingi ruang tamu Rumah Rani, Ia terpaku saat matanya menatap sebuah bingkai foto di dinding, Farah menatap foto tersebut dengan lekat. Mata Farah dengan teliti menatap seorang anak perempuan yang sedang di pangku oleh seorang laki-laki. Farah berpikir laki-laki yang memangku anak perempuan tersebut adalah Rian.


    Mata Farah mengamati dengan lekat gadis perempuan yang di pangku oleh lelaki itu.


" Putriku " lirih Farah


    Saat hendak berdiri untuk mengamati lebih jelas foto tersebut, Rani dan suaminya, Rian telah datang dan Farah menggurungkan niatnya dan kembali duduk dengan tenang.


    Kini keluarga Maverick duduk bersebrangan dengan keluarga Wickson.


" selamat datang di rumah kami Tuan dam Nyonya Maverick " sapa Rian seramah mungkin kepada keluarga tersohor itu.


    Walaupun di hati Rian masih ada rasa tidak suka pada keluarga ini. Ya... Rian mengetahui apa yang terjadi pada putri kesayangannya mengenai kejadian dimana seseorang menerobos masuk dan mengambil beberapa helai rambut putri tercintannya, Rani memberitahukannya.


" Ya terima kasih Tuan dan Nyonya Wickson " balas Farah tak kala ramah.


" langsung saja tak perlu berbasa-basi, dimana Putri ku?" tanya Adam menatap lekat kedua pasangan suami istri di depannya ini.

__ADS_1


" Put...putri Anda?!" ulang Rani kaget.


"Siapa?" tanya Rian memcoba santai.


   Mendengar nada santai yang di tanya kan Rian, membuat Adam tersenyum miring.


" Putri yang selama ini kalian rawat,  Aline adalah Putriku" jawab Farah.


" ahh lebih tepatnya Raline Clarissa Queen Maverick adalah putriku " sambung Adam datar.


DEG


" Kau senang Aline? " tanya Rey terkekeh melihat sedari tadi Adik kesayagannya ini terus-menerus tersenyum.


" iya Abang, seru banget... Besok  kita kesana lagi ya, biar kita bisa makan buanyaaaakk eskrim" ujar Aline menatap Rey dengan penuh binar.


'Gemasnya' bisik batin Rey


" tentu saja sayang" ucap Rey tak kalah semangat.


   Mobil yang mereka kendarai memasuki halaman Rumahnya, Ia pun turun dan tak lupa membuka pintu sebelah untuk Aline.


"Terima kasih Abang"


  Rey mencium gemas pipi Bulat imut Aline, Rey mengandeng tangan mungil Aline menuju pintu rumah, namun matanya melihat sebuah mobil mewah terpakir dan 4 pengawal di depan pintu rumahnya.


    Rey cukup terkejut dan tanpa ambil pusing, Rey menuju Ruang tamu dan tak lupa terus mengandeng tangan Aline, Aline yang notabenenya gadis yang polos hanya bisa menatap lugu.


  Sayup-sayup Rey mendengar suara-suara yang berasal dari ruang tamu, Ia pun beserta Aline menuju ke sana dan betapa terkejut nya dia melihat...


" Daren"


" putriku yang selam ini kalian rawat, Raline Clarissa dua Putri kandungku" jelas Farah


DEG


" Tidak mungkin " gumam Rani dan Rian.


" Maksud anda apa mengklaim putri saya menjadi putri anda?!" tegas Rani menatap Marah keluarga Maverick itu.


" ini buktinya bahwa Raline adalah anak perempuan yang selama ini kalian rawat adalah Putriku" Farah memberikan Kertas Tes DNA kepada Rani, Rani membacanya dan  betapa terkejut nya Dia.


9,99%  cocok


Rani mendadak lemas sama halnya dengan Rian yang memandang hampa keluarga Maverick.


"Tidak mungkin" lirih Rani.


" apa yang tidak mungkin Nyonya Wickson, dia putriku, anakku dan dia hilang 15 tahun akibat diculik oleh seorang pelayan" ucap Farah menahan tangis .

__ADS_1


Seketika mata Rani membola terkejut.


" pe...pelayan?!" kaget Rani


" Iya Nyonya, Putriku hilang diculik seorang pelayan ia masih berusia 8 bulan" tangis Farah pecah saat itu juga.


" dia Putriku yang selama ini kami cari" lanjut Adam sambil menghela nafas pelan.


" Daren"


  Semua yang berada di ruang tamu menatap dan menoleh ke asal panggilan, Daren yang terkejut melihat seseorang yang cukup ia kenal.


" Rey?" heran Daren melihat Rey apalagi Rey sedang mengandeng seorang gadis mungil.


'Imutnya' batin Daren


   Mata Mereka semua menatap seorang gadis mungil yang berada di samping Rey.


Gemasnya


Imutnya


Anakku


Putriku


Adikku


" apa yang kau lakukan di rum...


" BUNDA" teriak Aline melepaskan genggaman tangan Rey dan   berlari menuju Rani.


" Bunda kenapa nangis?" tanya Aline seraya menghapus air mata Rani dengan sayang.


  Perlakuan Aline terhadap Rani tak lepas dari pandangan Keluarga Maverick terutama Farah.


Sakit sekali rasanya, seharusnya Aline menuju kearahnya dan menghapus air matanya.


" Putriku " tangis Farah


Rey mendengar Itu terkejut


" maksud Anda?" tanya Rey penasaran


" adikmu Aline adalah adik kandungku" ujar seseorang dengan nada dingin, Darel.


" Apa?!" kaget Rey.


" Adik yang selama ini kau sayangi adalah adikku yang hilang selama 15 tahun, Raline Clarissa adalah putri dan Adik keluarga Maverick " sambung Daren menatap serius Rey yang syok karena terkejut.

__ADS_1


__ADS_2