Possesive Brothers

Possesive Brothers
__109__


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Tepat di depan mata Naf tubuh Aurel terpental jauh akibat tabrakan itu. cairan bening perlahan jatuh di kedua matanya ketika menyaksikan orang yang sangat ia cintai mengalami hal mengerikan seperti ini apalagi ia lah penyebab ini semua.


Saat tubuh itu tergeletak dengan genangan darah yang menjalar dari tubuh dan kepala Aurel Naf langsung menggendong Aurel menuju mobilnya untuk langsung di bawah kerumah sakit dan disinilah ia sekarang ia sedang berada di depan ruangan Aurel bersama Jack sedangkan keluarga Aurel dalam perjalanan menuju kerumah sakit.


Dari kejauhan terdengar langkah kaki yang terburu-buru menuju kearahnya. Saat Naf mendongakkan kepalanya tiba-tiba...


BUGH


BUGH


BUGH


tingga pukulan mendarat ke wajahnya dari kakak pertama gadisnya. tak ada gerakan membalas sekalipun karena ia sadar ini memanglah kesalahannya.


"SAYA SUDAH MENYERAHKAN ADIK SAYA PADA ANDA!! TAPI APA SEKARANG YANG ANDA PERBUAT? KARENA ULAH ANDA ADIK SAYA TERLUKA!!!"bentak Farez dengan Kilat emosi di wajahnya.


"Tenanglah sayang , jaga emosi mu kita dirumah sakit sekarang"ucap Ratih menenangkan Farez Sedangkan Ceysa tidak bisa berkata-kata ia hanya bisa menangis di pelukan Brata.


Mereka semua sudah mengetahui penyebab Aurel seperti ini dari orang suruhan yang menjaga Aurel selama ini , ya walaupun Aurel bersama Naf mereka tetap menjaga Aurel dari jarak jauh dengan beberapa bodyguard dan tentu saja Naf tau dan ia tidak mempersalahkan itu.


"Kau sangat gagal menjaga putri ku Naf. aku sudah memberikan mu kepercayaan untuk menjaga putriku yang sangat berharga dan lihat sekarang kau membuatnya sakit dan juga terluka. jika terjadi sesuatu pada putriku jangan salahkan aku jika aku membawanya pergi menjauh dari mu."ucap Brata Sembari menatap istrinya yang sedang menangis di pelukannya.


Naf menjatuhkan dirinya kelantai , ia berlutut di depan Brata dan juga Ceysa.


"Maaf , maaf ini memang salahku , aku bodoh tidak bisa menjaga Aurel pi , aku benar-benar minta maaf , tolong jangan pisahkan aku dari Aurel jangan bawa dia kemanapun"ucap Naf dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.


Semua orang yang berada Disana terkejut melihat tindakan yang dilakukan Naf , sungguh mereka tidak menyangka pria arogan sepertinya mau berlutut demi Aurel gadis yang sangat ia cintai.


Ceysa melepaskan dirinya dari pelukan Brata lalu merendahkan dirinya di depan Naf , ia bisa melihat penyesalan begitu dalam di kedua mata pria itu. ia juga mengetahui Naf di pengaruhi obat jadi ini tidak murni kesalahan tunangan putrinya itu.


"Sudahlah , mami tau kau tidak akan melakukan hal menjijikkan itu jika tidak di pengaruhi obat , mami hanya menyayangkan kau kurang hati-hati dalam mencari karyawan , bahkan kau tidak mencari dulu latar belakang dari wanita sialan itu. jangan memohon seperti ini , berdirilah tunjukan kau lelaki yang bertanggung jawab di hadapan Mami."ucap Ceysa sembari membawa tubuh Naf untuk berdiri bersamanya.


Para Boys Nelson menatap tak suka akan tindakan Ceysa yang selalu membela Naf , kadang mereka berpikir apa yang telah Naf lakukan sampai Ceysa begitu menyayangi Naf seperti saat ini.


Sebenarnya Ceysa sudah tau lama tetang sekretaris Naf itu dari Aurel bahkan Aurel sering bercerita tentang wanita itu pada Ceysa bagaimana wanita itu berusaha menarik perhatian Naf Secara terang-terangan di dapan Aurel. Tapi ia juga tak ingin ikut campur terlalu jauh dalam hubungan Naf dan juga Aurel dan ia pikir Naf pasti juga akan cepat menyadarinya tapi apa boleh buat Naf terlalu menganggap sepele dan tidak memikirkan sikap sekretarisnya itu.


Ceklek


terlihat dokter yang memeriksa Aurel keluar dari ruangan dengan segera mereka menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan Putriku?"tanya Brata to the point.


"Putri tuan mengalami pendarahan hebat di kepalanya kita harus segera melakukan operasi untuk mencegah hal buruk terjadi"ucap dokter itu.


Membuat semua yang berada Disana terdiam kaku , bahkan Ceysa dan Ratih mendadak pingsan dan langsung di bawah Abas dan Rei keruangan lain

__ADS_1


"Lakukan!! berikan yang terbaik untuk kesembuhan Putriku"ucap Brata.


"baik tuan , kami akan segera melakukan operasi ini sebelum di mulai saya harap tuan menanda tangani surat izin operasi di bagian administrasi."balas dokter itu.


"Baik , saya akan menandatangani surat itu sekarang juga"ucap Brata.


"Kalau begitu saya akan memindahkan putri tuan keruangan operasi dengan segera"ucap dokter itu.


"Ya , saya mohon lakukan yang terbaik"ucap Brata dengan tatapan memohon pada dokter itu.


"Lihat semua ini kau penyebabnya! dasar tidak becus!!!"bentak Farez lalu meninggalkan Naf yang berdiam diri di depan ruangan Aurel.


Setelah menyelesaikan administrasi dokter Langsung membawa Aurel kedalam ruangan operasi. Naf menyaksikan tubuh gadisnya melekat berbagai alat rumah sakit sebelum gadis itu memasuki ruangan operasi.


Ceysa dan Ratih yang tadinya pingsan sudah sadar dan ikut menunggu Aurel di depan ruangan operasi bersama yang lain. Tak hanya keluarga saja yang disana para sahabat Aurel dan abangnya juga ikut menunggu Aurel dengan perasaan cemas.


Naf berdiri agak jauh dari rombongan itu , ia juga ingin menenangkan diri sembari merapal kan doa-doa untuk kesembuhan gadisnya. karena terlalu fokus ia tak menyadari ada seseorang yang menghampirinya.


"Pak tua"panggil orang itu kalian tau bukan siapa yang memanggil Naf dengan sebutan pak tua? Yaps! ia adalah Ardhan.


Naf yang tadinya fokus langsung mendongakkan wajahnya untuk menyantap orang yang tadi memanggilnya.


"Jika gue tau Lo gak bisa jaga Aurel dengan baik gua gak akan serahin Aurel buat Lo"ucap Ardhan.


"Diamlah! saya tidak ingin berdebat dengan mu sekarang"ucap Naf dengan nada seraknya.


"Lo bodoh!! mana yang katanya mafia tapi gak bisa jaga gadis yang ia cintai dengan benar! kalau Lo udah gak mau sama Aurel serahin Aurel sama gua lagi!"ucap Ardhan dengan tatapan tajam pada Naf.


Seketika Amarah Naf langsung naik mendengar kata-kata yang keluar dari mulut laki-laki yang berdiri di hadapannya.


"SAYA BILANG DIAM YA DIAM!! APA KAMU TIDAK LIHAT SAYA JUGA MENYESALI APA YANG TERJADI PADA AUREL!! SAYA TAU INI KESALAHAN SAYA! KEBODOHAN SAYA! DAN INGAT SAYA TIDAK AKAN PERNAH SEKALIPUN MENYERAH AUREL PADAMU KARENA AUREL HANYA MILIK SAYA! HANYA MILIK SAYA!!!"bentak Naf pada Ardhan membuat yang berada Disana memusatkan pandangan mereka pada kedua pria itu.


Ardhan bisa melihat ketulusan dari setiap kalimat yang keluar dari mulut Naf , ia juga tidak bisa merubah takdir yang tidak berpihak padanya. Ya gadis itu , gadis yang selama ini ia cintai bahkan sampai sekarang tidak akan bisa ia miliki.


Dari kejauhan Abas dan juga Raka berlari menuju kearah keduanya sebelum perkelahian terjadi ya walaupun tidak ada tanda-tanda dua pria itu berkelahi.


"Lo ngapain kesini sih , yuk balik kesana lagi"ucap Raka sembari menarik tangan Ardhan untuk mengikutinya.


"Gue tau Lo gak salah , tapi apa boleh buat itu semua gak akan mengurangi rasa benci semua Abang gue sama Lo , Lo gagal jaga adik yang paling gua sayang dan paling kami jaga selama ini , gua harap kedepannya hal seperti ini gak terjadi lagi itupun kalau Aurel masih mau sama Lo"ucap Abas lalu meninggalkan Naf sendiri setelah mengucapkan kata-kata menohok pada Naf.


dokter keluar dari ruang operasi dengan wajah yang sulit untuk di baca. tanpa aba-aba Brata langsung menghampiri dokter tersebut.


"bagaimana ? apakah operasinya berjalan lancar?"tanya Brata.


"syukurlah operasi berjalan dengan lancar tapi ada sedikit kendala tuan"jawab dokter itu.


"Kendala apa? apalagi yang dibutuhkan putriku ?"tanya Brata.


"Walaupun operasi berjalan lancar tapi nona Aurel belum melewati masa kritisnya. di bagian tubuhnya yang lain juga mengalami masalah salah satunya kaki dan juga tangan. akibatnya benturan itu nona Aurel bisa saja mengalami kelumpuhan dan itu bisa saja permanen jika tidak cepat di obati"ucap dokter itu.


jantung Naf terasa tertusuk jarum ketika mendengar penuturan dari dokter , ia sungguh tak menyangka akan se fatal ini terjadi pada gadisnya.


"Jadi apa yang harus saya lakukan sekarang untuk kesembuhan Aurel dok?"tanya Brata


"untuk itu saya menyarankan tuan untuk membawa Aurel berobat ke luar negeri yang alatnya lebih memadai , kalau tuan mau saya akan merekomendasikan satu dokter yang juga berteman dekat dengan saya ia sedang bertugas di Jerman saat ini"ucap dokter itu panjang lebar.


"Jerman? berarti saya harus membawa putri saya keluar negeri? apa tidak ada dokter atau rumah sakit di Indonesia yang bisa menanganinya ?"timpal Bram.


"Untuk saat ini tidak ada tuan , maka itu saya menyarankan tuan untuk membawa nona Aurel kesana."ucap dokter itu.


"Lakukan saja Pi , aku tidak ingin Aurel terbangun dalam keadaan lumpuh aku tidak ingin melihat Putriku hancur untuk kesekian kalinya"ucap Ceysa.


"Benar yang di ucapkan Ceysa kak , ini semua juga demi kesembuhan Aurel"timpal Bram.


"Iya Pi , ayah benar lakukan yang terbaik untuk kesembuhan adikku."ucap Farez.


"Baiklah , saya setuju"ucap Brata


"Baik tuan , nona Aurel besok pagi bisa langsung berangkat ke Jerman , maaf tuan untuk pesawat tuan ingin dari rumah sakit atau bagaimana?"Tanya dokter itu hati-hati


"Gunakan jet pribadi milik ku , aku rasa itu lebih nyaman untuk Aurel"ucap Brata.

__ADS_1


"baik tuan , Setelah nona Aurel di pindahkan kalian semua bisa melihatnya , saya pamit dulu tuan untuk mengecek pasien yang lain"ucap dokter itu sembari berlalu dari hadapan mereka semua.


"Kau dengar bukan? adikku bisa lumpuh karena ulah bodoh mu!!"ucap Altez yang sedari tadi menahan amarahnya karena Naf yang gagal menjaga Aurel.


"Sudahlah Al , jangan menyalakan Naf Terus ini semua sudah takdir"ucap Ceysa menenangkan putranya.


"Naf , papi harap kau tidak usah ikut dengan kami , biar kami yang menjaga Aurel dari Belanda."ucap Brata.


"kenapa? aku harus ikut Pi , Aurel tunangan ku! aku harus bersamanya sampai ia sembuh kembali"tolak Naf.


"Papi benar Naf , biarkan mami dan yang lain yang menjaga Aurel di sana kau tetaplah disini dan lanjutan hidupmu seperti biasa."ucap Ceysa.


"Mi , Naf mohon.. biarkan Naf Ikut menjaga dan merawat Aurel disana"ucap Naf dengan tatapan sendu tanpa ia sadari air matanya sudah membasahi kedua pipinya.


"Kau disini saja , lanjutkan pekerjaan mu mami janji akan selalu memberi kabar apapun tentang Aurel"ucap Ceysa sembari mengelus kepala Naf dengan sayang. Sebenarnya ia juga tak tega tapi harus bagaimana lagi , melihat kondisi seperti ini tidak memungkinkan untuk Naf ikut bersama mereka.


"Naf sayang banget ya sama Aurel, lihat aja tuh sampai nangis Bombay begitu"bisik Qila pada Rafa dan masih bisa terdengar oleh orang di sampingnya.


"Gua juga bisa kayak Naf kalau lu mau jadi pacar gua"timpal Rian yang berdiri di samping Qila dan juga Rafa.


"Lu mah buaya burik , gak ada yang bisa di percaya setiap kata yang keluar dari mulut Lo"ucap Qila.


"enak aja gua ganteng begini Lo samain sama buaya! cinta gua baru tau rasa Lo!"ucap Rian tak mau kalah.


"Berisik! kalian gak lihat semua orang lagi kalut sekarang kalian berdua malah ribut!"timpal Raka yang sudah jengah mendengar perdebatan non berfaedah itu.


"Lo lagi , bukannya sedih sahabatnya sakit ini malah ngomel-ngomel"ucap Rafa pada Qila membuat gadis itu langsung menunjukkan wajahnya dengan rasa bersalah.


"Maaf"ucap Qila dengan suara seraknya seperti menahan tangis.


"Yee , di bilangin langsung nangis"ucap Rafa sembari membawa Qila kedalam pelukannya.


tanpa mereka sadari Rian tampak mengepalkan tangannya menahan gejolak aneh di dadanya.


sepertinya Rian sedang cemburu. memang tak semua orang mengetahui jika Rafa dan Qila itu Sepupuan malahan mereka berdua seperti sepasang kekasih jika bersama.


Kembali ke Naf...


"Baik mi , tapi Mami janji ya selalu kabarin apapun tentang kesembuhan Aurel."ucap Naf.


"Mami janji Sayang"ucap Ceysa sembari memeluk tubuh Naf yang bergetar menahan tangisnya.


mereka semua juga tak tega pada Naf , tapi anggap saja pelajaran untuk Naf yang telah lalai menjaga berliannya keluarga Nelson.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Hey hey hey tata comeback again........


kangen aku gak? πŸ”ͺπŸ‘ˆ wkwkwk


gimana sama part ini? hmm kalau ada kesalahan tentang penyakitnya Aurel maklum aja ya aku bukan dokter jadi ngasal aja bikinnya wkwkwk. kalau ada typo kasih tau ya , berlaku untuk semua part :)


sampai bertemu dua hari lagi teman-teman πŸ™ƒ

__ADS_1


peluk sayang untuk kalian semua πŸ€—πŸ˜˜


Note: semakin banyak like , komen dan vote semakin cepat aku up part selanjutnya.


__ADS_2