Possesive Brothers

Possesive Brothers
__31__


__ADS_3

Altez , Abas dan para sahabatnya telah menuggu Aurel di depan kelas. Ia menjemput Aurel untuk pergi ke kantin bersama sama seperti biasanya.


"Lama banget sih keluarnya tu guru gak capek ngoceh terus"ucap Abas


"Bentar lagi keluar , Lo kenapa jadi kayak cewek gini sih gak sabaran banget jadi orang"ujar Raka yang jengah mendengar omelan dari mulut Abas.


beberapa menit kemudian pintu kelas Aurel pun terbuka , menampilkan seorang guru perempuan dengan wajah centilnya.


"Eh kenapa pada ngumpul diluar? nungguin ibu ya buat jajan bareng?"tanya guru tersebut.


"Siapa yang nungguin ibu? lain kali ibu ngajar nya ingat waktu dong kasian adiknya saya jadi kelaparan karena telat makan"ucap Abas.


"Maaf ya , kalau begitu ibu pergi dulu"ucap guru tersebut sembari bergegas pergi dari sana ia tak ingin menimbulkan masalah dengan bertengkar dengan anak pemilik sekolah.


"Abang!"pekik Aurel.


"Yuk kita ke kantin , pasti adek udah lapar kan?"tanya Altez.


"Iya , perut Adek udah bunyi-bunyi bang"jawab Aurel.


"Lain kali kalau Adek udah ngerasa lapar langsung kabarin Abang ya , biar Abang jemput sampe dalam"ucap Abas.


"Iya Abang"jawab Aurel Sembari memberi kecupan di pipi Abas.


Mereka semua berjalan menuju kantin , tiba-tiba Aurel berhenti , ia mengingat ada sesuatu yang harus ia ambil di dalam lokernya.


"Kenapa berhenti dek?"tanya Altez.


"Oh iya , Adek ke loker bentar ya bang , ada yang mau Adek ambil disana"ucap Aurel.


"Abang temenin ya"pinta Altez


"Gak usah , Abang sama yang lain langsung ke kantin aja Adek bisa sendiri kok"tolak Aurel.


"Gak boleh pergi sendirian dek , gimana kalau di temenin Qila aja"ucap Abas.


"Iya Rel , gua aja yang temenin Lo ya"ujar Qila.


"Yaudah deh , Adek pergi dulu semuanya"ujar Aurel Sambil menarik pelan tangan Qila.


Sesampai di loker Aurel membuka lokernya , ia melihat ada kotak seperti kado berada dalam lokernya.


"Ini dari siapa ya?"batin Aurel.


"Eh Rel Lo Dapat kado tuh , coba buka Rel"ucap Qila.


Dengan segera Aurel membuka kado tersebut lalu.....


"AHHHKKKKKKKK"teriak Aurel sembari terjatuh di lantai dengan badan yang sudah bergetar hebat.


para siswa yang berada di sekitar sana juga terkejut akibat teriakan Aurel.


Qila yang tak tau isi kado tersebut lalu mendekati Aurel untuk melihat.Alangkah terkejutnya ternyata isi kado tersebut adalah bangkai kucing yang berlumuran darah.


"Woi Lo!! tolongin panggil Abas sama bang Altez kesini"teriak Qila pada salah satu siswa yang ada disana


Dari kejauhan terlihat seorang gadis sedang tersenyum bahagia melihat hal tsb.


"Ini baru permulaan Aurel dan lu udah ketakutan gimana kalau gua langsung ke intinya"batin gadis tersebut.

__ADS_1


Dengan segera siswa tersebut berlarian menuju kantin untuk menemui Abas dan Altez. sesampai di kantin ia langsung berjalan kemeja Abas dengan cepat.


"hosh... hosss bas bas" panggil siswa tersebut sambil mengatur nafasnya.


"ada apa? kenapa lu lari-larian gini"jawab Abas.


"Adik lu bas , mending Lu buruan ke loker deh"ucap siswa tersebut.


Mendengar kata adik Abas dan Altez Langsung teringat Aurel yang kini berada di loker. Dengan segera ia dan teman-temannya langsung berlarian menuju ke sana.


Sampai di loker hal pertama yang mereka lihat adalah Aurel yang sedang menangis dalam pelukan Qila dan sebuah kotak kado yang tergeletak berisikan bangkai kucing yang berlumuran darah .langsung saja Altez menghampiri adiknya tersebut.


"hiksss... Adek takut hikss... ada yang mau nyakitin Adek bang"ujar Aurel dengan Isak tangisnya.


"Jangan takut sayang ada Abang disini , gak ada yang berani nyakitin kamu , udah ya jangan nangis lagi"ucap Altez berusaha menenangkan adiknya.


"Siapa yang berani-beraninya bikin dedek gemes gua kayak gini"ucap Rian menggebu-gebu.


"Udah berisik , mendingan lo semua bersihin ini semua dan Lo bas minta rekaman cctv yang ada disini"perintah Altez.


"Dhan Lo bawa mobil kan hari ini?"tanya Altez karena tadi pagi ia dan abas membawa motor dan tidak mungkin ia membonceng Aurel dalam keadaan seperti ini.


"Bawa bang"jawab Ardhan.


"Tolong gua ya , anterin gua sama Aurel pulang"pinta Altez.


"Oke , yuk buruan"ajak Ardhan.


Dengan segera Altez mengangkat tubuh Aurel lalu menggendongnya dan langsung berjalan menuju parkiran.


"Lo gapapa kan sendirian di depan? Aurel gak mau lepas dari gua"ucap Altez yang tak enak hati melihat Ardhan seperti sopir.


Di perjalanan menuju mansion hanya suara tangisan Aurel yang terdengar , sudah berkali-kali Altez menenangkan adiknya tetapi nihil dan pada akhirnya suara tangis itu berhenti dan digantikan dengan suara hembusan nafas teratur dari Aurel. Akhirnya Aurel tertidur.


"Duh akhirnya tidur juga , matanya jadi bengkak gini"ucap Altez memperhatikan wajah Aurel.


akhirnya mereka bertiga telah sampai di mansion , Ardhan keluar lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Altez agar tidak kesusahan saat keluar karena menggendong Aurel.


"Makasi ya Dhan , mampir dulu gak?"tanya Altez.


"Gak usah bang, gua langsung balik sekolah aja"tolak Ardhan.


"Oke deh, sekali lagi makasih ya Dhan"ucap Altez.


Setelah melihat mobil Ardhan sudah keluar dari perkarangan mansion Altez segera masuk kedalam.


Di ruang tamu terlihat Ceysa yang sedang membaca majalah langsung berdiri ketika melihat kedua anaknya pulang saat masih jam sekolah.


Baru saja Ceysa ingin bertanya Altez langsung meletakan jarinya pada bibir isyarat untuk diam. mengerti akan maksud Altez Ceysa kembali pada kegiatannya.


sampai di kamar Aurel , Altez Langsung meletakkan Aurel di atas tempat tidur dengan perlahan agar ia tidak terbangun, setelah memastikan Aurel telah nyaman diposisi tidurnya Altez keluar dari kamar dan tidak lupa memberi kecupan pada kening adiknya.


Sesampai dibawah Altez Langsung di minta oleh Ceysa untuk menjelaskan apa yang terjadi.


"Aurel kenapa bang?"tanya Ceysa.


"Ada yang teror Aurel di sekolah ma"jawab Altez.


"Teror? siapa yang berani teror putri mami ha?"pekik Ceysa.

__ADS_1


"Abas lagi nyelidikin mi , orang itu sengaja taruh Bangkai kucing di lokernya Adek"ujar Altez.


Brakkkkk!!!


pintu rumah dibuka dengan kasar oleh Farez yang baru saja pulang dari kantornya setelah mendengar kabar dari Altez jika adik tersayangnya di teror orang.


"Mana Adek?"tanya Farez to the point'.


"Adek lagi tidur , baru aja tidur dari tadi Adek nangis terus bang"jawab Altez.


tanpa membalas ucapan Altez , Farez langsung berlari menuju kamar adiknya.


Ia melihat Aurel tidur dengan lelap , terlihat olehnya jejak air mata di pipi Aurel seketika ia menggeram dalam diam memikirkan siapa yang berani-beraninya meneror adik kecilnya.


"Abang akan cari orang tersebut sampai ketemu dek"ucap Farez sambil mencium kedua pipi Aurel dan Langsung pergi ke dalam kamarnya.


Sedangkan di sekolah Abas dan teman-temannya sedang melihat rekaman cctv yang ada disekitar loker tapi sayangnya saat kejadian itu terjadi cctv Yanga ada disana mendadak mati.


"Sial!! kita gak bisa remehin orang ini , gua yakin sebelum meneror Aurel dia pasti matiin cctv dulu"ucap Abas.


"Kita bakal bantu Lo cari pelakunya , Lo tenang aja bas yang penting jangan biarin Aurel pergi sendirian mulai sekarang"ucap Ardhan.


Percayalah ini adalah kalimat terpanjang yang pernah Ardhan ucapkan.


"Buset , Lo ngomong bisa panjang juga Dhan"ucap Raka.


"jangan becanda Rak"ucap Javas yang jengah melihat adik kelasnya itu tidak melihat momen untuk bercanda.


Raka Langsung menutup rapat mulutnya.


"Sekarang Lo pulang aja bas, besok pikirin lagi gimana cara temuin pelakunya."ucap Rian.


Abas bangkit dari duduknya segera jalan ke parkiran untuk mengambil motornya dan langsung pulang ke mansion.


Setelah memastikan semuanya pulang , Ardhan mengeluarkan ponselnya lalu menelpon seseorang.


"Gua gak mau tau , cepat cari siapa dalang yang udah neror milik gua!! jangan lama gua tunggu kabar dari Lo"ucap Ardhan lalu menyimpan ponselnya kembali.


Milik gua? Ardhan udah nge klaim Aurel jadi miliknya? sebenarnya siapa ardhan? kenapa ia seperti sudah mengenal Aurel sejak lama?


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Hmm.... besok lanjut:)...


...selamat menerka-nerka 😌...

__ADS_1


__ADS_2