Possesive Brothers

Possesive Brothers
__77__


__ADS_3

...*HAPPY READING*...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Seminggu telah berlalu semenjak Aurel dan Naf berbaikan. Semua telah kembali seperti biasanya , Masih dengan Naf dan Ardhan yang berlomba-lomba menarik perhatian Aurel.


Malam ini Aurel sedang bermanja-manja dengan Ceysa-ibunya. Bahkan ketika Ceysa ingin berdiri untuk mengambil ponsel di kamar Aurel merengek dan makin mengeratkan tangannya pada pinggang Ceysa.


"Mami ke kamar bentar ya"ucap Ceysa.


"gak boleh... mami disini aja jangan pergi"rengek Aurel.


"Cuma bentar sayang , mami mau ngambil ponsel aja"ucap Ceysa.


"Aaa mami... Nanti aja Adek masih mau peluk mami , Adek takut nanti Adek gak bisa peluk mami lagi"ucap Aurel.


"Kenapa gak bisa? sampai kapanpun Adek bisa peluk mami kok , jangan ngomong kayak gitu mami gak suka"ucap Ceysa sembari mengelus rambut putrinya.


Sebenarnya sudah beberapa hari ini Ceysa merasa aneh dengan sikap Aurel. Manja dan selalu saja menempel pada dirinya , tapi ia tak mengerti dengan perasaan ini sedikit resah dan juga cemas takut ada sesuatu yang buruk akan menimpa dirinya atau Aurel. Tapi Ceysa cepat-cepat mengindahkan pikiran tersebut. apapun itu ia tak ingin berprasangka yang tidak-tidak.


"ADEKKKK SAYANG ABANG PULANG"Teriak Abas yang baru saja pulang dari rumah Rian bersama kedua Abangnya.


"ABAS JANGAN TERIAK- TERIAK!!"Teriak Ceysa.


"MAMI JUGA TERI-"


ucapan Abas langsung terpotong sembari ada sepatu yang melayang ke arah punggungnya yang berasal dari Altez yang sudah geram mendengar suara cempreng milik abas.


"Aww!! bisa gak sih gak main kasar"ucap Abas sembari mendelikan matanya pada Al.


"Lo Berisik!! , buruan masuk gak usah teriak-teriak ini rumah bukan hutan"ucap Al lalu pergi dari hadapan Abas yang menatap dirinya dengan kesal.


"Untung Abang , kalau bukan gua Gibeng lu"Batin Abas sembari mengikuti Al.


Memasuki ruang keluarga Al , Rei dan Abas di suguhi dengan pemandangan ibu dan anak yang sedang menyalurkan rasa kasih sayang. Walaupun Ceysa terlihat lebih menyayangi Aurel , tidak pernah sekalipun terlintas perasaan iri di hati mereka. Mereka sadar Aurel lah yang sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang berlebih dari Ceysa maupun Brata.


"Mentang-mentang lagi manja sama mami abang gak disamperin kedepan"ucap Abas merengek.

__ADS_1


"Hihihi , Abang kayak cewek kalau kayak gitu"ledek Aurel.


"Ganteng gini di bilang kayak cewek , Abang gak like sama Adek"ucap Abas sembari mengerucutkan bibirnya.


"Udah dek , jangan dengerin dia lagi sawan kayaknya"ucap Rei menimpali.


"Udah-udah , bersih-bersih sana bentar lagi kita makan malam"ucap Ceysa menengahi perdebatan anak-anaknya.


Selepas ketiga Abangnya ke pergi ke kamar masing-masing , Aurel kembali asik bermanja-manja dengan Ceysa kembali.


"Udah ya , mami mau ke dapur sayang"ucap Ceysa.


"Ist mami mahhhh....."rengek Aurel sembari mendudukkan dirinya.


"Jangan marah dong , nanti habis makan Adek boleh manja-manja sama mami lagi"kata Ceysa sembari mengecup kening putrinya dan langsung menuju ke dapur.


Karena tak ingin bosan menunggu Aurel kembali ke kamarnya. Sampai di kamar ia teringat jika tadi ada tugas yang harus di kumpul besok.


"Sambil nunggu mami masak mendingan aku ngerjain PR dulu deh"ucap Aurel sembari mengeluarkan buku dari dalam tasnya.


Tidak butuh waktu lama akhirnya PR nya selesai juga. Aurel menyusun buku pelajaran yang akan ia bawa besok dan langsung memasukkan kedalam tas. Saat akan menyusun buku yang kemaren ke rak buku tak sengaja Aurel melihat ada kertas terlipat yang terjatuh dari dalam salah satu buku tulisnya. langsung saja Aurel mengambil kertas itu lalu membukanya.


apa kabar cantik? sepertinya hidupmu sangat menyenangkan saat ini , apa kau tidak merindukan sentuhan ku sayang? atau hanya aku yang merindukan mu? tunggulah sebentar lagi aku akan menemui mu.


...A.J...


Tubuh Aurel bergetar hebat setelah membaca surat itu , ia sangat tahu inisial nama yang tertera di kertas tersebut. Perlahan-lahan cairan bening keluar dari kedua matanya. Kilatan masa lalu yang sangat menyakitkan untuknya teringat kembali.


"hikssss.... Bahkan hikss.. aku baru saja merasakan hikss.... kebahagiaan kenapa hikssss..... tuhan cepat hikss...sekali ingin Mengambilnya? apa aku tidak boleh bahagia?"ucap Aurel disela-sela tangisnya.


tok..tok..tok


Aurel langsung menghentikan tangisnya , ia tak ingin keluarganya mengetahui masalah ini. Sudah cukup ia memberi banyak masalah. Untuk kali ini Aurel ingin menyelesaikan masalahnya sendiri.


"Iya mi , Adek lagi pakai baju bentar lagi Adek turun"ucap Aurel berbohong.


"Oke , buruan ya sayang semuanya udah Kumpul"ucap Ceysa.


"Iya mi"Balas Aurel.


Setelah tidak mendengar suara maminya lagi Aurel langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan jejak air matanya , lalu duduk di meja rias sembari mengoleskan sedikit concealer di bagian matanya yang terlihat bengkak.


"Hm , udah gak keliatan lagi mendingan sekarang aku cepat turun pasti yang lain udha nungguin aku"gumam Aurel lalu melangkahkan kakinya menuju ruang makan.


Sampai diruang makan Aurel melihat semua Anggota keluarganya telah berkumpul. ia merasa tak enak Karena telah membuat yang lain menunggu terlalu lama.


"Hmm, maaf semuanya Adek telat"ucap Aurel sembari menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa sayang, sini duduk Deket papi"ucap Brata-papinya


"Iya Pi"ucap Aurel sembari duduk di samping papinya.


Makan malam berlangsung dengan hikmat , sesekali mereka bercanda untuk mengisinya kesunyian. Kecuali Aurel walaupun ia juga ikut tertawa tapi ia terlihat pendiam.


"Are you okey princess?"tanya Farez yang sedari tadi memperhatikan tingkah Aurel yang sedikit berbeda.

__ADS_1


"I'm fine, Brother, why?"tanya Aurel.


"Tidak ada , abang hanya merasa kamu terlihat berbeda malam ini"ucap Farez. Membuat semua keluarga mengalihkan pandangannya pada Aurel.


"Adek kayak biasanya aja kok , mungkin perasaan Abang aja"ucap Aurel mengelak.


"Hm.. maybe , Mungkin Abang terlalu lelah jadi Abang berhalusinasi"ucap Farez di iringi kekehanya.


Setelah makan malam , semua keluarga Nelson sedang berkumpul di ruang keluarga sembari menonton TV , kecuali para orang tua yang sedang asik mengobrol tentang perusahaan masing-masing.


"Dek... udahan dong , jangan sama mami Terus"ucap Abas yang merajuk ketika Aurel lebih memilih duduk di samping Maminya sembari melanjutkan adegan bermanja-manja tadi.


"Iya nih , Adek tumben manja banget sama mami."ucap Rei menimpali.


"Udah biarin aja , kenapa kalian pada ribut"ucap El.


"Yaaa kita juga mau di peluk Adek bang"ucap Abas.


Sedangkan si empu yang sedang di bicarakan semakin menyembunyikan wajahnya di perut Ceysa. Bukan tidak mendengar hanya saja ia sedang tidak mood meladeni para abangnya.


Karena terlalu nyaman Aurel pun sudah tertidur di pelukan bundanya.


"Rez bawa Adek kekamar ya , udah tidur nanti badannya bisa sakit-sakit kalau tidur kaya gini"Titah Ceysa pada putra tertuanya.


"Baik mi , kalau gitu Farez nganterin Adek kekamar dulu"ucap Farez sembari menggendong Aurel dengan hati-hati menuju kamar Aurel.


Setelah sampai di kamar Farez meletakkan Aurel di atas ranjang Secara perlahan-lahan lalu menyelimuti tubuh kecil adiknya.


"Abang merasa jika kamu menyembunyikan sesuatu dari kita semua. Apapun itu Abang akan segera mencari taunya sayang. Sweet dreams my little sister"ucap Farez sembari mencium kening adiknya.


Setelah mematikan lampu dan menghidupkan lampu tidur di samping ranjang Aurel Farez langsung turun untuk kembali bergabung dengan yang lainnya.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


......hey hey hey I'm backπŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒ......


...Maaf aku lama banget up nya , lagi sibuk banget ortu baru aja buka usaha yang mengharuskan aku untuk membantu , untuk kedepannya aku bakal Rajin up lagi:)...

__ADS_1


...jangan lupa tinggalin jejak kalian ya:*...


...salam sayang buat semuanya πŸ€—...


__ADS_2