Possesive Brothers

Possesive Brothers
part5


__ADS_3

    Setelah kejadian beberapa saat tadi, dimana Darel dan Daren mendengar semuanya, Kini Adam, Darel dan Daren beserta Jerry tengah berada di ruang tamu kamar inap Farah.


    Adam yang duduk di sofa single, Darel dan Daren duduk berdampingan, Sedangkan Jerry berdiri menghadap Tuan-tuannya itu.


  " Nah Jerry bisa jelaskan lebih rinci lagi mengenai keberadaan adikku" ucap Darel kepada Jerry yang tetap berdiri tegap.


" Adik anda sekarang berada di salah satu desa di Northwell, Adik anda dirawat dengan baik di sana oleh keluarga kecil tersebut, nama keluarga yang merawat Putri dan Adik anda merupakan salah satu orang yang anda kenal tuan" ucap Jerry


  " siapa keluarga itu" tanya Adam


" Keluarga Wickson tuan"  sambung Jerry.


" bukankah keluarga itu yang memiliki kebun anggur yang cukup terkenal itu ya" ucap Adam dan diangguki oleh Jerry.


  " keluarga Wickson ya...Ren bukannya salah satu temanmu dari keluarga Wickson ya?" tanya Darel,mendengar ucapan Darel, Daren mengangguk.


" iya,ada" jawab Daren


" Jadi,kapan kita akan menjemput adik kami pah" tanya Darel antusias.


"  iya pah, lagi pula Papa sendiri mengenal keluarga Wickson itu kan" tambah Daren.


" Papa akan pergi setelah Mama kalian sembuh " jawab Adam.


" Kami ikut Pah" tegas  Darel dan Daren bersamaan.


   Adam menatap lekat kedua putranya itu, Hening sejenak.


" Pah, kami juga ingin menjemput nya,kami merindukannya" lirih Darel kepada Adam.


Mendengar lirihan Darel, Adam menhembuskan nafas pelan.


"Baiklah"


 


" Jerry " sambung Adam memanggil Jerry.


"  Iya Tuan" sahur Jerry.

__ADS_1


" Siapkan semua hal-hal yang mengenai Putriku, setelah Istriku sembuh Aku dan Anak-anakku akan menjemput putriku" perintah Adam.


  " Baik Tuan, kalau begitu saya undur diri,permisi" pamit Jerry melangkah keluar dari ruangan tersebut.


  Setelah Jerry pergi, keheningan melingkupi Adam, Darel dan Daren, namun keheningan itu pecah saat Mereka mendengar ringisan seseorang.


  Farah sudah siuman


   Seketika Mereka beranjak menuju brankar Farah.


" Ada yang sakit sayang?" tanya Adam kepada Farah dan diangguki oleh Farah. Melihat anggukan sang istri, Adam menekan tombol di samping brankar Farah. Ia memanggil Dokter.


  " Apa Mama baik-baik saja sekarang?" tanya Darel kepada Farah.


" Kalian disi... Awhh" ucapan Farah terpotong saat ia merasakan sakit luar biasa di kepalanya.


" Mama jangan banyak gerak dulu" imbuh Daren menatap lembut Farah.


   Mendengar ucapan khawatir kedua putranya itu, Farah hanya bisa tersenyum lemah, Ia bahagia walaupun Aldrick, Damian, dan Elard tidak ada disini, setidaknya Darel dan Daren tetap setia menemaninya. Kemudian Dokter datang memeriksa keadaan Farah.


    Kini Farah sedang duduk menyender di brankar tempat tidur rumah sakit, farah yang sedang disuapi bubur oleh sang suami dengan telaten memakannya.


   Dokter sempat datang dan mengatakan bahwa Farah baik-baik saja sakit kepala tadi merupakan efek obat bius, mendengar itu Adam lega karena istrinya tidak apa-apa.


    Setelah sekian lama hening, Adam angkat suara.


  " kau baik-baik saja sayang?" Tanya Adam ragu kepada Farah.


  Mendengar pertanyaan Adam, Sontak Farah menatap Adam dengan lekat, Namun tiba-tiba Farah menangis. Hal itu langsung membuat Adam menarik Farah ke pelukannya.


  " Hiks...aku ibu yang buruk, aku tidak bisa menjaga putriku sendiri,hiks...aku ibu yang bodoh" tangis Farah pecah saat itu juga dalam pelukan Adam.


   Adam merasa sakit jika melihat Farah seperti ini, Ia pun mengelus punggung Farah dengan lembut.


  " Kau sudah menjadi ibu yang baik Farah, kau tidak salah, kita tidak salah hanya saja ini kesalahan pelayan sialan itu yang membawa putri kita,jangan salahkan diri mu sayang" ucap Adam lembut menenangkan Sang istri.


   Perkataan Adam tadi, membuat tangis Farah semakin pecah dan seunggukan.


  "  Coba saja aku tidak percaya omongan pelayan itu, pasti putriku masih bersamaku, dan coba saja aku tidak mempercayakan putriku padanya pasti putriku sudah tumbuh besar dan menemaniku disini" isak Farah.

__ADS_1


   Adam semakin mengeratkan pelukannya kepada Farah karena Ia tau bahwa Farah butuh mengeluarkan semua unek-uneknya mengenai putri mereka. Farah sangat merindukan Putrinya itu.


  " Ma" panggil seseorang dalam ruangan Farah.


 


Farah mendongak dan menatap orang yang memanggilnya.


" Darel...Daren" ucap farah menatap kedua putranya itu.


  Darel dan Daren pun berjalan memeluk Farah dengan sayang. Ya... Darel dan Daren mendengar semua apa saja yang dikatan sang ibu, hal itu membuat Darel dan Daren tak tahan langsung memeluk erat Farah yang ada dalam dekapan Adam.


   Sakit rasanya saat Farah menyalahkan dirinya sendiri karena tidak dapat menjaga adik kesayangannya.


  " Ma, Mama jangan menyalahkan diri mama sendiri, ini salah pelayan sialan itu yang membuat adikku hilang Ma, aku bersumpah jika aku menemukan pelayan sialan itu Aku aku membawanya ke hadapan Mama dan Mama sendiri yang akan menghukumnya" ucap Darel sungguh-sungguh.


   Perkataan Darel yang penuh Ambisi untuk memusnahkan siapa saja yang mengambil adik tercintanya.


   Farah mendengar ucapan Darel, langsung melepaskan pelukan dan menatap Darel serius.


  " baiklah,tapi kamu janji kan akan membawa pelayan Itu ke hadapan Mama"


" Iya mah, Darel janji" tekad Darel


    Farah hanya bisa tersenyum, Ia senang karena kedua anaknya ini setia menemaninya, Tidak seperti ketiga anaknya yang pergi.


  Memikirkan itu saja membuat Farah sedih, dan tak lepas dari 3 orang di depannya yang menatapnya dengan penuh tanya.


  " Mama kenapa"  tanya Darel


    Farah hanya menggelengkan kepalanya, seolah mengatakan Ia tidak apa-apa.


  " Mama jangan sedih dong, Mama harus senyum biar makin cantik" goda Daren.


   Farah kembali tersenyum menatap kedua putranya itu penuh sayang.


  " cepatlah sembuh sayang, aku sudah menemukan putri kita" ucap Adam.


Farah terkejut luar biasa, Ia menatap Adam...

__ADS_1


" APP..PA"


See you next time😊✋


__ADS_2