Possesive Brothers

Possesive Brothers
__60__


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


"Ini kan alamat rumahnya Ardhan"ucap Abas.


"Rumah gue? kenapa Aurel bisa ada dirumah gue?"tanya Ardhan


"Seharusnya gue yang di tanya kenapa Aurel ada dirumah Lo"ucap Altez.


"Gua gak tau bang , dari tadi gua latihan basket sama yang lain"balas Ardhan.


"Sudah-sudah , dari pada terus berdebat lebih baik kita jemput Aurel sekarang"ucap Farez.


"Benar , lagian sudah jelas Aurel pasti dalam keadaan aman sekarang"timpal Rei.


Mereka semua pun langsung menuju rumah Ardhan , terkecuali para sahabat mereka memilih untuk pulang kerumah masing-masing saja


20 menit kemudian mereka semua telah sampai di kediaman keluarga Miller. Mansion yang cukup besar tetapi masih lebih besar mansion keluarga Nelson.


Mereka semua memarkirkan kendaraan lalu bergegas masuk kedalam mansion.

__ADS_1


Sedangkan Lina yang berada di dapur , langsung bergegas keluar setelah mendengar dari seorang maid jika anak dari keluarga Nelson sedang berada dirumahnya. Tentu ia tau kenapa mereka kesini apalagi kalau bukan untuk menjemput permata keluarga itu.


"Sore bunda , ucap Abas sembari mencium tangan Lina.


dan diikuti oleh Altez dan Ardhan.


Sedangkan Ardhan langsung masuk ke kamarnya untuk mengganti baju terlebih dahulu.


"Sore juga bas , kenapa kalian semua datang kemari?"Tanya Lina berbasa-basi.


"Hm, adik kecil ku menghilang nyonya Miller saat kami melacaknya kami menemukan titiknya disini"ucap Farez.


"Jangan panggil nyonya nak , cukup panggil bunda saja seperti adikmu"ucap Lina.


"Baiklah bunda , lalu dimana adikku? apa dia baik-baik saja?"tanya Farez.


"Tenanglah , adik kalian baik-baik saja ya walaupun tadi terjadi sedikit insiden"balas Lina


"Insiden apa Bun?"timpal Ardhan yang baru saja menuruni tangga.


"Benarkah? apa bunda terluka?"tanya Ardhan sembari memeriksa seluruh tubuh ibunya.


"Bunda tidak papa sayang , untuk saja Aurel tadi menolong bunda"ucap Lina sambil tersenyum.


"Aurel menolong bunda? tapi bagaimana?"tanya Abas penasaran begitu juga yang lainnya.


"Bunda juga tidak menyangka , gadis sekecil dan seimut Aurel yang menyelamatkan bunda , dia sangat hebat dalam berkelahi , seperti seorang atlet karate"ucap Lina.


Semua orang terkejut akan penuturan dari Lina , bagaimana mungkin Aurel bisa melakukan itu semua pikir mereka.


"Adikku? hebat berkelahi? benarkah?"batin Farez.


"Nanti saja kalian tanyakan padanya , sekarang temui lah adik kalian , ia sedang tertidur di kamar tamu sepertinya ia sangat kelelahan"ucap Lina.


Farez dan yang lain langsung memasuki kamar tamu , dan benar saja adiknya sedang terlelap.

__ADS_1


"Saat perkelahian tadi Wajah Aurel terkena tonjokan dari salah satu penjambret itu , jadi ada sedikit robekan di ujung bibirnya tapi tenang saja lukanya sudah bunda obati"ucap Lina. Ia tadi tidak sengaja melihat Farez menggeram pelan ketika melihat luka di bibir adiknya. Lebih baik ia jelaskan sebelum Farez berpikir yang tidak-tidak.


"Tak apa Bun , kalau begitu saya akan membawa Aurel pulang. Terimakasih Bun sudah menjaga Aurel kami"ucap Farez.


"apa kalian tidak mau menunggunya bangun dulu?"tanya Lina.


"Tidak usah Bun , nanti mami dan papi khawatir jika Aurel belum pulang"timpal Abas.


"Yasudah kalau begitu , tapi kapan-kapan ajak Aurel kesini ya"ucap Lina.


"Baik bunda"balas Abas.


Farez menggendong Aurel bridal style secara perlahan , takut jika nanti adiknya terbangun.


Setelah memastikan Aurel tidur dengan nyaman di dalam mobil Farez pun langsung menjalankan mobilnya diikuti oleh ketiga Adiknya dengan mobil yang berbeda.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Lanjut gak nih?πŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒ...


...jangan lupa tinggalin jejak yaaaaa:*...

__ADS_1


__ADS_2