
...HAPPY READING...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
BRAKKK!!!!!!!!
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA GADISKU WANITA SIALAN!!!!"Bentak seseorang yang baru saja datang yang di ikuti beberapa anak buahnya dan langsung mendobrak pintu dengan keras.
Ze yang tadi ingin menusuk Aurel terpaksa berhenti ketika mendengar bentakan dari orang itu.
"Wahh , pangeran penyelamatan sudah datang yaa , hmm ternyata kau bisa menemukan keberadaan ku tuan Naf yang terhormat."ucap Ze
Yap! orang tersebut adalah Naf.
"Itu sangat mudah bagiku , bahkan kau bersembunyi di lobang semut pun aku pasti bisa menemukan mu"balas Naf.
"Aku tau itu , kau benar-benar mafia yang sangat cerdik Tapi sepertinya kau tidak datang sendiri apakah kau membawa tua Bangka itu bersama mu?"tanya Ze.
"Siapa yang sebut tua Bangka nona Yogaswara?"Timpal Brata yang baru saja datang.
"Tentu saja kau!! hmm aku sangat senang kalian semua berkumpul disini jadi kalian bisa menikmati siaran live kematian gadis bodoh ini!"ucap Ze dengan seringai di wajahnya.
"Hm , gadisku? atau malah dirimu yang mati?"ucap Naf.
Naf memberi kode pada anak buahnya untuk mendekati Zeline , Ze yang peka akan itu langsung mengapit Aurel dan mengarahkan pisau tadi ke leher Aurel.
"Jangan mendekat!! atau ku bunuh dia"ucap Zeline sembari menekankan pisau itu ke tubuh Aurel.
"Papi.. hikss.. hikss sakit... ini sakit.... papi tolong Adek...."ucap Aurel sambil terisak-isak.
Brata tak sanggup melihat itu semua , tapi ia berusaha tersenyum untuk menenangkan Aurel agar ia tidak terlalu cemas.
"JAUHKAN TANGAN MU DARINYA !! ATAU AKU AKAN MEMBUNUH AYAH MU"bentak Naf.
"Ayah? ayahku tidak disini hahahaha , ancaman mu tidak akan berhasil tuan Naf!!"ucap Zeline.
"Kau pikir aku bercanda? baiklah!! perlihatkan rekaman itu padanya!!"titah Naf pada salah satu anak buahnya.
Zeline terkejut saat melihat rekaman dimana ayahnya sedang disiksa oleh Abas dkk.
"Bagaimana? apa aku bercanda? sekarang lepaskan gadisku!!"ucap Naf.
"Tidak! aku tidak akan melepaskannya"tolak Zeline
Merasa muak dengan ocehan gadis itu Naf maju dan langsung menendang tubuh Zeline kearah dinding membuat punggung Zeline terbentur sangat kuat.
Brata menghampiri Aurel dan langsung memeluk tubuh anaknya Sangat erat.
"Hikss... hikssss Adek takut dia jahat... di pukul adek.. dia tampar Adek Pi.. hikssss"
__ADS_1
cup
cup
cup
"Sudah-sudah Jangan takut sayang ada papi disini , jangan menangis lagi sayang"ucap Brata menenangkan putrinya sembari memberi kecupan pada seluruh wajah Aurel.
Zeline yang melihat itu emosinya semakin bertambah , diam-diam ia mengeluarkan pistol yang ada di dalam tasnya.
Aurel yang melihat gelagat Zeline yang mencurigakan langsung memusatkan penglihatannya pada tangan Zeline dan ya Aurel melihat sangat jelas jika yang di pegang zeline itu adalah sebuah pistol.
Saat Zeline akan menekan pelatuk dan mengerahkan nya pada papinya , Aurel langsung mendorong kuat tubuh papinya dan....
DOR!!
"AUREL!!!!!!"
"BABY!!!!!"
Aurel terjatuh dengan darah yang mengalir deras di perutnya.
Brata maju dan langsung memeluk tubuh putrinya yang di penuhi darah.
"Pa...pi maa- afin aa..dekk Kar..na Adek gak den..gerin perin..tah pa..pi , pa..pi ja..ngan nangis , a..adek Ga...papa kok , a..adek seneng pa...pi selamat "ucap Aurel terbata-bata dengan mata yang perlahan mulai tertutup.
"Kamu gak salah hikssss... , papi yang salah maafin hikssss... papi sayang hikssss...sayang jangan tidur buka mata kamu sayang , dengerin papi sayang buka mata kamu!!!"ucap Brata sembari menepuk-nepuk pipi Aurel.
" Pi cepat bawa Aurel kerumah sakit sebelum Aurel semakin parah"ucap Naf
"Siapkan mobil sekarang!"titah pada bodyguardnya dan Brata langsung menggendong Aurel keluar menuju mobil yang sudah disiapkan.
"DASAR GADIS SIALAN!! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN MU HIDUP KALI INI!!"Ucap Naf sembari mengambil pistol dari dalam jasnya dan langsung menembak Zeline.
DOR!!
DOR!!
DOR!!
...|| Skip rumah sakit ||...
"DOKTER SUSTER TOLONG ANAK SAYA!"
"CEPAT! KENAPA KALIAN LAMA SEKALI!"
sentak Brata yang membuat siapapun disana kaget. Dengan segera dokter beserta para suster datang Sembari membawa brankar menuju kearah Brata , Setelah itu Aurel ditaruh di atas brankar dan dibawa ke UGD.
Brata terduduk lemas di kursi ia sangat-sangat terpukul , ia begitu menyalahkan dirinya atas apa yang menimpa putri kecilnya.
Dari kejauhan nampak Naf berlari menuju ke arah Brata.
"Papi , bagaimana Aurel?"tanya Naf.
"Masih di dalam , dokter masih memeriksanya"balas Brata.
"Apa papi sudah menelepon orang dirumah?"tanya Naf.
tanpa menjawab Brata langsung mengambil ponselnya dan langsung mengabari putranya.
"Hm, bagaimana?" tanya Naf.
"Mereka akan kesini , sebentar lagi Meraka sampai."ucap Brata
Beberapa menit kemudian terdengar langkah kaki yang tergesa-gesa menuju ruang UGD.
__ADS_1
Yap!! yang datang adalah Ceysa , ketiga putranya dan juga sahabat mereka.
Ceysa langsung berhamburan ke pelukkan Brata dan menangis sejadi-jadinya.
"Aurel gimana Pi? hiksss... , Aurel baik-baik aja kan? hiksss.... Aurel selamat kan Pi?"tanya Ceysa dalam tangisnya.
"Putri kita anak yang kuat sayang , Aurel pasti selamat"ucap Brata.
Sedangkan ketiga Abang Aurel hanya bisa diam sembari menahan tangisannya.
cklek
Keluarlah dokter yang memeriksa keadaan Aurel membuat mereka semua langsung menghampiri dokter itu dan menyerbu dengan berbagai pertanyaan.
"Kalian diamlah biar dokter menjelaskannya lebih dulu." ucap Brata melihat mereka semua Mendengar ucapan Brata akhirnya mereka pun terdiam menunggu jawaban dokter.
"Baik Tuan, Nyonya. kita harus segera melangsungkan operasi untuk mengeluarkan peluru yang ada di dalam tubuh pasien"ucap dokter itu.
"Baiklah dok , cepat lakukan berikan peralatan yang terbaik untuk putriku dan pastikan putri ku selamat dok"ucap Brata.
"Baik tuan , kami akan melakukan sebaik mungkin dan selanjutnya kita serahkan pada Tuhan"balas dokter itu.
Dengan segera Aurel langsung di bawa keruangan operasi , semua yang ada Disana menunggu di luar sembari berdoa demi keselamatan Aurel.
Beberapa jam kemudian , lampu operasi yang tadi menyela kini sudah mati menandakan operasi telah selesai. Dokter keluar dari ruang operasi dan langsung di hampiri seluruh keluarga Aurel.
"Bagaimana dok?"tanya Brata.
"Syukurlah operasinya berjalan dengan lancar , untung saja peluru itu tidak mengenai organ dalam pasien"
"terimakasih tuhan"ucap mereka serentak.
"Tapi maaf sebelumnya selain luka tembak kami juga menemukan luka goresan dan luka cambukan di seluruh tubuh Aurel. dan untuk saat ini pasien koma."ucap dokter itu.
Deg
Bagai dihantam badai , semua yang disana tak kuasa menahan tangisannya.
"Papi hikssss.. putriku pasti sangat kesakitan Pi hikssss.... dan...
Brukkkk!!
Ceysa pingsan dalam dekapan suaminya. Dengan segera Brata langsung membawa istrinya ke salah satu ruangan yang ada dirumah sakit itu untuk di periksa oleh dokter.
"Apa aku sudah bisa melihat adik ku dok?"tanya Farez.
"Bisa , tapi sebelum itu saya akan memindahkan pasien keruangan inap dulu"jawab dokter itu.
"berikan ruangan VVIP untuk gadisku"ucap Naf.
"Baiklah."ujar dokter itu sembari pergi dari hadapan mereka semua.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
lanjut gak?πππ
Jangan lupa like dan komen para readers ku tersayang:*