Possesive Brothers

Possesive Brothers
__67__


__ADS_3

Altez dan lainnya , telah berkumpul di depan kelas Aurel , Mereka akan Ke kantin bersama hari ini. Tapi saat murid-muri lain keluar Altez tidak menemukan Aurel disana.


"Qilla"panggil Abas saat melihat Qilla baru saja keluar dari kelas.


"Lo nyariin Aurel ya?"tanya Qilla.


"Tuh tau , jadi mana princess gua?"tanya Abas balik.


"Aurel tadi di usir dari kelas Karena ketahuan bengong sama ibu yang ngajar"ucap Qilla.


"Di usir?"sela Altez.


"Iya bang , tu guru masih baru jadi mungkin dia gak tau siapa Aurel"ucap Qilla.


"Mau lama , mau baru kek tetap aja di gak boleh ngusir Adek gua!! Gua pastiin hari ini jadi hari terakhir guru itu ngajar di sekolah ini"ucap Abas berapi-api.


"Gua setuju , enak aja tu guru ngusir dedek gemes gua"timpal Rian


"Jadi sekarang Aurel dimana?"tanya Altez.


"Gua gak tau bang , kan gua baru keluar dari kelas mending di telpon aja"ucap Qilla.


Dengan segera Altez mengeluarkan ponsel , lalu menghubungi adiknya.


"Gimana bang?"tanya Abas.


"Nomornya gak aktif"jawab Altez mulai khawatir.


"Hm , kok ada yang kurang dari kalian , si Ardhan mana?"tanya Qila.


"Lah iya , kok gua gak nyadar"timpal Raka.


"Bego banget sih lu , kan si Ardhan tadi bolos"ucap Rian.


"Oh iya , lupa gua"ucap Raka.


"Coba telpon Ardhan siapa tau Aurel lagi sama dia"ucap Altez.


"Bener juga , Bentar gua telpon dulu"ucap Abas sembari mengeluarkan ponselnya dari dalam saku.


"Halo , Lo dimana Dhan?"


"Rooftop"(ardhan)


"Aurel sama Lo?"


"Ya , kesini aja sekalian bawa makan buat gua sama Aurel" (ardhan)


"Oke"


Telepon terputus.


"Gimana?"tanya Altez.


"Dia di Rooftop sama Adek"jawab Abas


"Yaudah , kita langsung kesana aja"timpal Rei.


"Kalian duluan aja , gua sama Raka beli makanan dulu buat mereka"ucap Abas.


"gua juga ya bas"sela Rian dengan cengiranya.


"Hmm , gimana kalau kita makan di Rooftop aja"ucap Qilla.


"Boleh juga , yaudah gua sama Raka beli makanan buat kita semua dan kalian langsung ke Rooftop aja"ucap Abas.


"oke, kalau gitu kami duluan"ucap Altez.


Sesampai di Rooftop mata Altez langsung tertuju pada Aurel yang berada dalam dekapan Ardhan. Tentu saja ia marah , berani sekali lelaki ini memeluk adiknya.

__ADS_1


"Kenapa harus pelukan segala?"tanya Altez kesal.


Ardhan yang sedari tadi fokus pada Aurel langsung terkejut mendengar suara Altez yang lumayan keras.


"syut"ucap Ardhan sembari meletakkan jari telunjuknya di bibir mengisyaratkan untuk mereka semua untuk diam.


"Kenapa?"tanya Rei dengan suara kecil.


"Aurel tidur , "jawab Ardhan singkat.


Mereka semua mengerti dan memilih diam sembari menunggu makanan datang.


"Bang"panggil Ardhan


"apa?"jawab Altez singkat karena masih marah melihat Aurel di pelukan Ardhan.


"Dirumah ada masalah?"


"nggak ada , dirumah aman-aman aja kenapa lu nanya begitu?".


"Tadi Aurel nangis, kayaknya dia punya masalah berat soalnya nangisnya lama Banget"


"Adek gua nangis?Kenapa bisa?"


"Karena gua gak tau , makanya gua nanya sama lu bang,"


"Tapi ya , kalau gua perhatiin semenjak pulang pesta tadi malam Aurel jadi berubah , gua udah nanya sama dia tapi di jawab gak ada apa-apa terus.


Ardhan terdiam , seperti ada sesuatu yang ia pikirkan tapi ia lebih memilih diam sebelum membuktikan apa yang pikirkan itu benar atau tidaknya.


Setelah lama menunggu , akhirnya Abas dan Raka datang juga dengan membawa 4 kantong makanan dan 2 kantong minuman.


"Buseeeet , banyak bener"ucap Rian ketika membuka salah satu kantong tersebut.


"Sengaja, buat ngemil Ampe pulang gua males ke kelas kalo udah nyampe Rooftop"ucap Abas enteng.


"Iya juga , disini adem enak buat tiduran"timpal Rei.


"Tidur , kalian makan duluan aja nanti gua nyusul bareng Aurel"ucap Ardhan.


"Wokehh"jawab mereka serentak.


Setelah menghabiskan makanan mereka semua sibuk dengan kegiatan masing-masing , kecuali Qilla yang kembali ke kelas.


ugghhh


Aurel mengerjap-ngerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk.


"Udah puas tidurnya atau masih ngantuk?"tanya Ardhan yang masih memeluk tubuh Aurel.


"Udah puas , puas banget malahan hmm.. makasih kak Ardhan karna udah mau pinjemin tubuh kakak buat Aurel peluk"ucap Aurel malu-malu.


"Santai aja , kalau Aurel butuh pelukan Kakak lagi tinggal bilang aja , oh iya Aurel lapar gak?"ujar Ardhan.


"Iya , Aurel lapar banget"ucap Aurel


"Kalau gitu ayo kita makan"ucap Ardhan sembari melepaskan pelukannya.


Aurel yang dari tadi hanya melihat kearah Ardhan langsung terkejut ketika dirinya melihat ketiga abang dan juga para sahabatnya sedang menatap kearahnya.


"Aurel mah gitu , mentang-mentang di peluk cogan jadi gak nyadar kalau kita disini"Sindir Rian.


"Gak gitu , ist kak Rian mah"ucap Aurel merajuk.


"Udah-udah , makan dulu tadi katanya lapar "ujar Altez yang tadi juga ikut mendengarkan obrolan Ardhan dan adiknya.


"Abang gak makan?"tanya Aurel.


"Abang udah , tinggal kamu sama Ardhan aja yang belum"jawab Altez.

__ADS_1


"Nanti lagi ngobrolnya , sekarang makan dulu"ujar Ardhan sembari menyodorkan sendok yang Sudah Terisi nasi pada Aurel.


"Aurel bisa makan sendiri kok , kak Ardhan makan aja"tolak Aurel.


"Udah diem , buka mulut"tita Ardhan.


Dengan dengusan Aurel menerima suapan dari Ardhan.


Setelah selesai makan , Aurel langsung disidang oleh kedua Abangnya bahkan ada teman-temannya juga Disana.


"Jadi , kenapa Adek ngelamun di kelas tadi? Adek mikirin apa?"tanya Altez dengan mata menyipit penuh selidik.


"A...adek cuma ngantuk kok bang ,gak lagi Mikirin apapun."ucap Aurel gugup.


"Kalau ngantuk tidur dong , tapi kenapa kamu malah ngelamun?"timpal Rei.


Aurel terdiam , ia tak tau harus menjawab apalagi.


"Tuh kan , jujur sama Abang kamu kenapa? apa yang bikin kamu jadi gak ada semangat gini?"tanya Abas.


"Gak ada bang , ini Adek udah Jujur kok"ucap Aurel.


"Udah, sampai berbusa tu Mulut Lo bertiga Aurel gak bakal jawab apapun"Timpal Ardhan yang jengah melihat perdebatan kakak dan adik itu


Aurel menundukkan kepalanya , takut jika ia menatap ketika abangnya ia akan luluh dan mengatakan semuanya.


"Oke , Abang gak akan nanya-nanya lagi tapi ingat kalau kamu masih aja gak fokus apalagi sampe ngelamun kayak tadi Abang bakal cari tau.


Aurel membalas dengan anggukan kepalanya.


"Hm, kita beneran gak ke kelas?"tanya Raka.


"Gak usah , bentar lagi juga pulang"ucap Abas.


"Oh ya bang , kok gua gak liat bang Daniel sama bang Javas?"tanya Rei pada Altez.


"Mereka lagi sibuk belajar , nilai mereka banyak yang kurang"ucap Altez.


"Hmm gitu , kirain gua Abang lagi berantem sama mereka."ujar Rei.


"Gila aja , gua udah temenan dari bocil sama mereka gak mungkin gua berantem"balas Altez.


"Bener juga"sela Raka.


Tidak lama kemudian mereka semua mendengar suara bel pulang telah berbunyi.


"Udah bel , turun ambil tas dan pulang kerumah masing-masing."titah Altez


Tanpa membalas ucapan Altez mereka semua langsung turun kebawah dan kembali ke kelas .


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


^^^.^^^


...lagi buntu banget aku 🙃...

__ADS_1


...Readers ku tercinta mungkin untuk beberapa hari ini aku up sedikit karena lagi mau pindahan jadi sibuk banget, tapi tenang aja aku pastiin tetap up:) tungguin yaa.....


...salam sayang buat semuanya:*...


__ADS_2