
" Tidak mungkin" Rey syok atas perkataan Daren.
" Ya, aku tau kau tak akan percaya, tapi Tes DNA ini yang akan menjadi bukti kalau Raline adalah adikku" sambung Daren menyodorkan kertas DNA kepada Rey.
Dengan ragu, Rey mengambil kertas tersebut dan membacanya.
99,9% cocok
DEG
'Tidak...ini tidak mungkin, Aline adalah adik nya...walau Rey tau bahwa Aline bukan adik kandungnya'
" ini tidak...
" Aline adik siapa?" tanya Aline melihat raut wajah orang-orang di sekitarnya.
" TIDAK...ALINE ADALAH ADIKKU, BUKAN ADIK ATAUPUN ANAK KALIAN?!" teriak Rey kepada keluarga Maverick yang seenaknya mengklaim bahwa Aline adalah anak dan adik keluarga Maverick.
Rey juga tau bahwa Tes DNA ini tidak berbohong, Ia melakukan ini agar Aline tetap bersamanya menjadi adiknya...ya walaupun terkesan egois.
" Aline adik siapa bunda? Apa maksud semua ini?" tanya Aline, sungguh ia sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi, Aline tidak mengerti dia adik dan anak siapa, yang Aline dia adalah anak ayah dan bunda serta adik dari kakaknya, Rey.
" Aline dengerin bunda ya...Aline itu sebenarnya bukan...bukan anak bunda...Aline bukan anak kandung bunda"
Ctarrr
Ucapan Rani seolah melumpuhkan pikiran Aline, Aline syok seolah-olah jantungnya berhenti berdetak saat itu juga.
__ADS_1
Tidak mungkin
" Apa maksud bunda?, bunda udah gak sayang ya sama Aline, makanya bunda bilang kayak gitu?" tangis Aline, Ia sangat amat kecewa mendengar ucapan Rani tadi.
" Bukan sayang, bunda amat sayang sekali sama Aline, tapi bunda gak berhak atas Aline karena...karena bunda bukan bunda kandung Aline " isak Rani menatap putri yang amat sangat ia sayangi ini.
" jadi bunda kandungnya Aline siapa Kalo bukan bunda Rani?!" seunggukan Aline menanya pada Rani.
" saya mama kandung kamu sayang" jawab seseorang, Farah.
Aline menoleh dan mendapati seorang wanita paruh baya yang menatapnya dengan penuh kerinduan dan kasih sayang yang amat mendalam. Aline menatap lekat wanita itu, Dan Aline sadar bahwa ia Dan wanita itu memiliki sedikit kemiripan.
" saya mama kandung Raline, mama yang melahirkan Raline, kamu putri mama yang hilang dan sekarang mama menemukan Raline , ini buktinya" dengan cepat Farah memperlihatkan bukti tes DNA kepada Aline dan Aline pun membacanya...
" ENGGAK ,ENGGAK...ALINE ITU ANAKNYA BUNDA " histeris Aline berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
'Raline'
'Sayang'
'Nona'
Panggilan-panggilan yang diserukan kepada Aline tidak di gubrisnya, Aline kecewa, kenapa bundanya melakukan ini pada nya.
" bagaimana ini mas, Putriku tidak mau mempercayai kalau aku adalah ibu kandungnya, Aline tidak mau pulang dengan kita...hiks...padahal aku sudah menyiapkan semuanya, aku sudah sangat senang dan bahagia hikss...tapi Aline tidak mau pulang dengan kita, ak...aku merindukan Putriku mas, aku sangat merindukan Putriku mas...sangat merindukan nya" tangis menyedihkan Farah membuat semua orang yang ada disana menatapnya Iba...kasihan.
" Ma...kamu akan membujuk Aline agar pulang bersama kita" ujar Darel yang mencoba menenangkan Farah.
__ADS_1
" biar aku saja yang membujuk Aline agar mengakui kalian adalah keluarga kandungnya" ucap Rey.
Ucapannya itu mengagetkan semua orang, terutama keluarga Maverick. Rey sadar, Farah adalah seorang ibu yang sangat menyayangi Aline, Rey melihat itu dari tatapannya.
Rey juga tau perjuangan keluarga Maverick untuk mencari keberadaan Aline, Jika bundanya mengalami hal yang sama seperti Farah, Pasti bundanya akan merasa sangat sedih dan Rey pun akan menjadi seperti mereka yang akan terus berjuang akan menemukan adiknya...jika itu terjadi.
Rey juga sadar bahwa keluarga Maverick berhak atas Aline, dan Ia sebagai kakak...bukan, tapi sebagai kakak gadugannya akan menyatukan Aline dengan keluarga kandungnya walau ia tau pasti sakit rasanya,sangat sakit.
" benarkah, kau akan membujuk Putriku? Terima kasih nak, terima kasih " binar bahagia terpancar di mata Farah saat Rey bersedia membujuk Aline demi mereka walau dengan resiko Ia harus merelakan adik kesayangannya demi keluarga kandungnya, ya sudalah.
Rey mengangguk dan pergi, sebelum pergi Rey menatap Daren dan Darel yang juga mereka menatap Rey, Rey tersenyum kepada keduanya...dan Darel-Daren tau bahwa senyuman itu senyuman keputusasaan dan kesedihan yang besar.
" Rey " panggil Rani parau menatap Rey dan Rey pun menoleh menatap Bundanya.
" Rey bisa bunda" lirih Rey melanjutkan langkahnya menuju kamar Aline.
Rani menatap Farah, dan Farah juga menatapnya.
" Nyonya" panggil Rani
"Ya?" saut Farah menatap Rani yang memandangnya dengan lekat.
" saya akan memberi tahu Anda bagaimana kami bisa menemukan dan merawat Aline selama ini" ucap Rani menatap keluarga Maverick dengan senyuman lirih nya.
Adam yang sedari tadi diam, kemudian tersenyum.
" ceritakanlah"
__ADS_1