Possesive Brothers

Possesive Brothers
__106__


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore tapi belum satupun keluarganya yang pulang kerumah membuat Aurel uring-uringan Sedari tadi.


"Pada kemana sih? Tadi katanya mau ajak Adek jalan-jalan tapi kenapa gak ada satupun yang pulang , Abang juga katanya mau bawa Rafa sama Qilla kerumah belum datang juga dari tadi"omel Aurel sembari menghentak-hentakkan kakinya kesal.


"Nona Aurel jangan seperti itu nanti kaki non Aurel sakit."ucap salah satu maid yang melihat Tingkah Aurel sedari tadi.


"Habis Aurel kesel, pokoknya Aurel ngambek sama semuanya!"ucap Aurel lalu berlari menuju kamarnya.


"Nona jangan lari-lari"pekik maid tersebut tapi tidak dihiraukan oleh Aurel.


tidak lama setelah kepergian Aurel ke kamarnya pintu depan terbuka menampakkan Ceysa , Brata dan juga Bram bersama Ratih memasuki mansion.


Ia melihat maid yang berdiri di samping tangga dengan rawut wajah khawatir.


"Apa terjadi sesuatu? kenapa wajah mu panik seperti itu?"tanya Ceysa.


"Hmm i-itu nyonya non Aurel berlarian menuju kamar sepertinya ia sedang marah"jawab maid itu.


"Marah kenapa?"tanya Brata.


"Non Aurel marah karena tak satupun keluarga berada di rumah dan juga saya dengar katanya nyonya Ceysa berjanji akan mengajak Aurel ke pantai"ujar maid itu.


"Ya ampun , aku lupa Pi tadi pagi aku bilang akan mengajak Adek ke pantai tadi kita pulang terlambat"ucap Ceysa.


"Kakak ke kamar Aurel saja sekarang , jelaskan Padanya ia pasti mengerti"Timpal Ratih.


"Kau benar , aku ke kamar Adek dulu ya Pi"ucap Ceysa.


"Yasudah , panggil aku Jika kamu memerlukan bantuan ya"ucap Brata sembari mengecup kening istrinya.


Ceysa kini berada di depan kamar putrinya. ia sangat yakin Aurel pasti akan mendiamkan nya sekarang.


Cklek.


Ceysa membuka pintu kamar Aurel yang untung saja tidak ia kunci.


"Sayang..."panggil Ceysa.


Aurel yang sedang menikmati tontonan di laptopnya tetap diam ia sedang marah sekarang.


"Adek jangan marah dong , tadi Mami Emang mau ajak Adek ke pantai tapi pekerjaan papi belum selesai jadi Mami telat pulangnya"ucap Ceysa dengan nada di buat sendu untuk meluluhkan si empu yang sedang marah.


Benar saja , Aurel yang tidak mau melihat Maminya sedih langsung menutup laptopnya dan menatap Ceysa yang juga sedang menatapnya.


"Maaf mi , habis Adek kesel semua orang gak ada dirumah , Adek cuma sendirian"ucap Aurel.


"Maaf ya , besok Mami gak kemana-mana kok bisa nemenin Adek dirumah"ucap Ceysa.


"Beneran? Mami gak bohong kan?"Tanya Aurel.


"Iya sayang , Mami gak bohong Mami janji bakal dirumah sama Adek sorenya kita ke pantai sama yang lain"ujar Ceysa.


"Yes!! Adek gak sendirian lagi besok"ucap Aurel dengan mata penuh binar.


Sepertinya Ceysa Memang Harus meluangkan banyak waktu untuk putrinya sekarang.


Tok


tok


tok


"Siapa?"tanya Ceysa dari dalam kamar Aurel ketika mendengar ketukan pintu dari luar.


"Saya nyonya"jawab maid yang mungkin Ceysa tau siapa orangnya.


"Kenapa bi?"tanya Ceysa.


"Dibawah ada tuan Naf nyonya , ia bilang mau ketemu non Aurel."jawab maid tersebut.


Aurel yang mendengar nama Naf langsung berlari menuju pintu untuk turun kebawah.ia sangat merindukan pria itu sekarang. Semenjak mereka jadian baru kini Naf menghampirinya.


"Adek jangan lari-lari , turun nya pake lift aja"ujar Ceysa tapi tak didengar Aurel si empu semakin bersemangat menuruni tangga sambil berlari tanpa memikirkan ia yang akan terjatuh nantinya.


Tersisa dua tangga lagi Aurel tak memperhatikan langkahnya tiba tiba...


Brrukk!!!!

__ADS_1


"Aduhh.... Mami.... kaki Adek sakit.... huaaaaaaaaaa....huaaaaa"tangis Aurel kencang membuat semua orang yang berada di ruang tamu berlari menghampirinya.


"BABY!!"pekik Naf ketika melihat Aurel jatuh terlungkup sembari menahan badan dengan kedua tangannya. alhasil lututnya lah yang merasakan kerasnya lantai tersebut.


Naf langsung menggendong Aurel koala dan mendudukkan dirinya di kursi dengan Aurel yang berada di pangkuannya.


"Kamu nakal banget , aku udah pernah bilang jangan lari-larian tapi malah di lakuin."Omel Naf.


"Aku kangen banget sama Naf makanya aku lari-lari biar cepat ketemu sama Naf"ucap Aurel dengan wajah cemberut , mata yang tampak merah , pipi yang semakin hari semakin gembul membuat dirinya menggemaskan berkali-kali lipat.


"Wah...ceritanya ada yang kangen ni"goda Carol yang sedari tadi melihat perdebatan anak dan calon menantunya tersebut.


"Mama kok ada disini? trus papa kok juga ada disini?"tanya Aurel dengan wajah bingungnya.


"Emang mama sama papa gak boleh kesini?"tanya Carol.


"Boleh dong , malahan Aurel seneng akhirnya mama sama papa mau kerumah Aurel"ucap Aurel Riang Sampai melupakan kakinya yang sakit akibat terjatuh tadi.


"Tapi Naf kok gak ngasih tau Aurel dulu kalau mau kesini?"tanya Aurel.


"sengaja , aku mau kasih surprise buat kamu"ucap Naf.


"hmm, Naf kemaren kemana aj...


"ADEKKK ABANG PULANG"Teriak Abas yang baru saja pulang diikuti Altez Rei dan juga para sahabatnya dan tentu saja ada ardhan Disana.


"Eh! ada tamu"ucap Abas karena melihat Naf dan juga dua orang yang seumuran dengan orangtuanya dan ia pastikan itu pasti orang tua Naf.


"Kebiasaan banget pulang-pulang pasti teriak"omel Ceysa kepada putranya.


"Maaf mi , kalian semua duluan aja kekamar gua ntar gua nyusul"ucap abas pada sahabatnya.


"Oke , dada Dede gemesnya Bg Rian"urap Rian pada Aurel sembari melambaikan tangannya pada Aurel di balas kekehan oleh si empu sedangkan Naf melorotkan matanya pada Rian karena berani menggoda miliknya.


Karena Suasananya sedikit beda akhirnya mereka semua memilih untuk langsung ke kamar Abas saja.


"Abang tadi Adek jatuh"adu Aurel pada Altez yang duduk di depannya.


"Jatuh? kenapa bisa? trus ada yang luka gak?"tanya Altez sembari mengecek tubuh adiknya.


"Tadi Adek lari-larian di tangga trus jatuh , gak ada yang luka kok cuma memar aja di lutut"ucap Aurel sembari menunjuk lututnya.


"Nakal sih , kan udah di bilang jangan lari-larian masih aja di ulang"omel Altez di balas cengiran oleh si empu.


"Ekhemm.. , jadi apa tujuan kau datang bersama kedua orang tuamu Naf?"tanya Brata to the point.


"Maaf saya memotong , sebaiknya di bicarakan jika semua keluarga anda sudah berkumpul disini semuanya"timpal Rino.


"Hmm.. baiklah. Sebentar lagi putra sulung saya dan sepupunya akan datang."ucap Brata.


"Keluarga ku sudah semuanya disini. ,jadi langsung saja utarakan maksud dan tujuan kalian kesini"ucap Brata.


"Hmm.. baiklah. Anda sudah tau bukan jika Aurel sudah di lamar oleh Naf secara Pribadi?"tanya Rino


"Benar , saya sudah tau"jawab Brata.


"Untuk itu , saya ingin melanjutkan ke hubungan lebih serius yaitu mengadakan pertunangan untuk mereka berdua"ucap Rino.


"Saya pribadi sudah merestui hubungan mereka tapi untuk bertunangan tidakkah terlalu cepat?"tanya Brata.


"Ini hanya bertunangan , mengikat mereka untuk lebih serius menjalani hubungan ini kalau menikah itu terserah mereka"ucap Rino


"Tapi mereka masih bisa berhubungan serius dengan berpacaran tidak perlu bertunangan segala"Timpal Farez dan di anggukan oleh semua abangnya.


"Berpacaran itu hanya untuk bocah yang sedang kasmaran , aku sudah terlalu tua untuk itu"ucap Naf.


"Kau benar , kau tua tapi masih mau sama yang masih muda seperti adikku"timpal Abas kesal.


"Abas.."ucap Ceysa sembari melotot pada Abas.


"Kan Abas bener mi , Aurel masih kecil"ucap Abas.


"Adek udah besar Abang"ucap Aurel yang kesal mendengar ucapan Abas.


"Hmm.. saya mengerti maksud anda tapi saya tidak bisa memutuskan apapun itu semua hanya Aurel yang bisa menentukan"ucap Brata.


"Sayang... kamu ngerti kan apa yang dimaksud oleh Naf"tanya Ceysa.


"Ngerti , Naf ngajak Adek tunangan kan mi? trus nanti Adek pake cincin yang di kasih sama Naf"ucap Aurel dengan tampang polosnya.


semua orang terkekeh mendengar Jawaban polos dari Aurel kecuali abangnya yang sedang was-was mendengar Jawaban Aurel.


"Adek mau gak tunangan sama Naf?"tanya Ceysa.


Sebelum menjawab Aurel menatap Naf yang sedang tersenyum padanya. Naf semakin terlihat tampan saja.


"Adek mau , kan Adek cinta sama Naf"ucap Aurel sembari menganggukkan kepalanya cepat.


"Kalian sudah mendengar jawaban putri ku kan? jadi sekarang kita bisa tentukan tanggalnya.


"Papi...."ucap para Abang Aurel memelas.


"Sudahlah Boys.. kalian mau melihat adik kalian bahagia?"tanya Bram.


"I-iya mau yah tapi.."


"Kami hanya bertunangan bukan menikah , Aurel masih tetap bersama kalian , saya tidak akan egois demi kebahagiaan gadis saya"ucap Naf memotong perkataan Farez.

__ADS_1


"Kalian dengar kan , tidak Aurel masih bersama kalian disini"ucap Brata.


para Boys Nelson hanya bisa menghela nafasnya kasar , mereka semua tidak bisa apa-apa lagi terlebih mereka melihat pancaran kebahagiaan di kedua mata Aurel.


"Baiklah , aku harap kau tidak mengecewakan adikku , satu tetes air mata saja karena ulah mu aku akan membawa Aurel jauh darimu"ucap Farez dengan tegas.


"Aku tau ,bahkan aku sudah menjaminkan nyawa ku untuknya"ucap Naf tak kalah tegas.


"Ekhemm! baiklah sekarang kita bisa tentukan tanggalnya."timpal Carol menyudahi perdebatan itu.


"Bagaimana kalau tanggal 25 besok bertepatan dengan ulang tahunnya twins"timpal Ceysa.


"Bagaimana menurut mu Naf?"tanya Carol pada putranya.


"Aku ikut saja , lagian tidak masalah juga kita bisa mengadakan dua pesta"jawab Naf.


"Tanggal 25 berarti Sabtu depan , apakah itu tidak terlalu cepat?"tanya El.


"Jangan menunda-nunda hal baik nak"Timpal Ratih.


"Kau benar , hal baik harus cepat di segerakan"ucap Ceysa.


"Adek gimana?"tanya Brata.


"Adek mau kok , jadi ulang tahun Adek lebih banyak makanannya"ucap Aurel dengan Riang.


"Yasudah , Sabtu depan saja dan tempatnya biar kami saja menentukan"ucap Ceysa.


"Hmm.. baiklah nyonya Ceysa. Aku harap semua berjalan dengan lancar"timpal Carol.


"Panggil Ceysa saja , kita sekarang akan menjadi besan"balas Ceysa


"Kau benar Ceysa , aku sangat senang sekarang"ucap Carol.


"Kalau begitu saya pamit dulu , masih ada hal lain yang harus kami urus"ucap Rino.


"Apa Naf juga akan pergi?"tanya Aurel sembari menatap Naf.


"Iya sayang , besok aku akan kesini lagi , jagan sedih dong"jawab Naf.


"Promise?"tanya Aurel sembari mengangkat jari kelingkingnya.


"Promise baby"jawab Naf sembari menyatukan jari kelingkingnya dengan kelingking Aurel.


"Baiklah , kalau begitu saya pamit dulu Ceysa."ucap Carol


"Ayo kami antar ke depan"ucap Ceysa.


semua Anggota keluarga Nelson ikut mengantarkan Naf dan orangtuanya ke depan tentu saja si cantik Aurel juga ikut sebenarnya ia tak rela Naf pergi tapi Mau Gimana lagi.


"Kami pulang dulu , sayang mama pulang ya jangan lari-lari lagi nanti jatuh"ucap Carol sembari mencium kening Aurel di ikuti oleh Rino lalu berjalan menuju mobilnya.


"Iya Mama.. hati-hati di jalan ya"ucap Aurel Sembari melambaikan tangan.


"Baby aku pulang ya , sebelum tidur nanti aku telfon kamu"ucap Naf sembari mengecup kedua pipi Aurel tanpa menghiraukan tatapan tajam dari seluruh keluarga Nelson.


"Iya Naf"ucap Aurel sembari membalas kecupan tersebut.


tanpa mereka sadari semua sahabat Abas melihat kejadian tersebut termasuk Ardhan yang menatap sendu kedua insan yang sedang kasmaran itu.


"Anak mami Genit banget"ucap Ceysa setelah melihat mobil Naf dan orangtuanya meninggalkan perkarangan.


"Berarti Mami juga Genit dong , Adek juga sering liat Mami cium-cium papi"ucap Aurel dengan tampang polosnya.


"Duh anak ini!! Mami gemes banget sama kamu"ucap Ceysa sembari menggelitik Aurel.


"Papi tolongin adek..."pekik Aurel sembari memeluk tubuh Brata erat.


Sedangkan yang lain tertawa melihat tingkah Aurel Yang semakin lama semakin jail saja.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...kasian sama Ardhan:') , mau gak kalau ardhan aku bikinin cerita sendiri? hmm........


...Jangan lupa tinggalin jejak kalian yaaa....


...sayang kalian banyak-banyak 😘🤗...


Nb: kalau ada typo kasih tau aku ya, maklum kalau udah selesai aku langsung up gak dibaca dulu hehehe✌️

__ADS_1


__ADS_2