
...HAPPY READING...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Indonesia...
tepatnya di SMA Gold Garuda terlihat sekumpulan remaja sedang menikmati makanannya di kantin. siapa lagi kalau bukan Abas dan para sahabatnya termasuk juga Qilla dan Rafa.
"Bas , kalau Lo ada masalah Lo bisa cerita sama kita kok jangan di Pendem sendiri"ucap Raka yang sedari tadi melihat Abas yang tidak semangat hari ini.
"Gua oke kok , Lo tenang aja"ucap Abas sembari melanjutkan makannya.
"Oke apaan , dari tadi di kelas Lo udah kagak semangat , pegang sendok aja lu lemes"timpal Rian.
"Kalau ada apa-apa cerita"ujar Nathan.
"Bener , lu kayak kita baru temenan aja pakai rahasia-rahasia an segala"ucap Qilla.
"Hmm.. Gua cuma sedih karena gak bisa ikutan jenguk Aurel"ucap Abas akhirnya.
"Kan kita ujian bas , kalau gak ujian Lo juga pasti di bolehin jenguk Aurel , lagian Aurel kan belum sadar dia juga gak akan sedih walaupun Lo gak ikutan"ucap Raka.
"Sorry , gua lupa kasih tau kalian sebenarnya...
"Sebenarnya apaan dah? Lo lupa kasih tau kita apa?"timpal Rian tanpa membiarkan Abas menyelesaikan ucapannya.
"Lo diam dulu Bagong , dengerin dulu Abas ngomong"ucap Raka sembari memukul tengkuk Rian.
"jadi?"tanya Nathan penasaran.
"Sebenarnya Aurel udah sadar , maaf gua lupa ngasih tau kalian"ucap Abas sembari menatap satu persatu sahabatnya.
"Gua seneng banget Aurel udah sadar , kalau aja sekarang gak ujian gua pasti nyusul dia kesana"ucap Qilla dengan wajah bahagianya.
"Gua juga , akhirnya dedek gemes gua sadar juga gak sabar buat ketemu dan ngumpul lagi"ucap Rian dan di anggukkan oleh semuanya.
"Pantesan aja dari tadi lu lemah gemulai banget bas"ucap Raka.
"Adek Lo pasti kecewa bas"ledek Rian.
"Jangan gitu , Aurel pasti ngerti kan kita lagi ujian"ucap Nathan.
"Kapan Aurel balik lagi ke Indonesia bas?"tanya Rafa.
"Belum tau , yang pasti sekarang Aurel harus terapi jalan dulu kakinya gak bisa di gerakin karena komanya kemaren"jawab Abas
"Yang penting sekarang Aurel udah sembuh dan pastinya dia akan kembali lagi sama kita "ucap Qilla menenangkan para sahabatnya.
..............
Malam ini Naf tengah bersiap-siap menuju rumah sakit tempat Aurel di rawat. setelah menunggu beberapa hari agar Aurel bisa menikmati kebahagiaan Dengan keluarganya kini lah saatnya Naf menemui tunangannya itu.
"Bagaimana keadaan di rumah sakit Max?"tanya Naf sembari merapikan lengan bajunya.
"Dari laporan orang kita para keluarga Nelson sedang berada di kantin sekarang , hanya nyonya Ceysa yang menemani Aurel di kamarnya."jawab Max.
__ADS_1
"Hmm.. tidak masalah , ibu mertuaku itu sangat baik dia pasti mau menerima kedatangan ku"balas Naf.
Tidak ada lagi obrolan karena Naf sedang memikirkan nasibnya nanti apakah Aurel mau memaafkan dirinya atau tidak.
15 menit perjalanan akhirnya Naf sampai di tempat tujuan. Dengan bergegas ia menuju ruangan Aurel sebelum para lelaki Nelson sampai terlebih dahulu. Di lorong menuju kamar Aurel tidak begitu ramai bahkan hanya satu bodyguard yang menjaga di depan kamar gadisnya. saat akan membuka pintu gerakan Naf terhenti karena di halangi oleh bodyguard yang menjaga kamar Aurel.
"Maaf tuan , ada kepentingan apa tuan kemari?"Tanya pria itu.
Naf berfikir mungkin bodyguard ini masih baru jadi tidak mengetahui siapa dirinya.
"Tentu saja menjenguk seseorang yang berada di dalam"ucap Naf dengan wajah datarnya.
"Apa tuan sudah membuat janji?"tanya pria itu lagi.
"Apa memerlukan janji untuk menjenguk seseorang?"tanya Naf dengan menukik kedua alisnya ke atas karena merasa aneh dengan pertanyaan bodyguard itu.
"Tidak tuan.. Maaf tuan silahkan masuk"ucap pria itu sembari menyingkir dari depan pintu.
Hening yang Ia dapatin saat memasuki ruangan Aurel. Terlihat Aurel yang sedang tertidur dengan Ceysa duduk disampingnya yang juga dalam keadaan tertidur.
Bunyi langkah kaki yang berjalan ke arahnya membuat tidur Ceysa terusik , ia pikir mungkin Brata atau anaknya yang datang. Tapi saat matanya terbuka ternyata Naf lah yang berada di sampingnya.
"Mami.... , Forgive me" ucap Naf sembari menatap Ceysa dengan wajah sedih.
"untuk?"tanya Ceysa bingung melihat calon menantunya itu menatapnya dengan wajah sedih.
"Semuanya... jika aku memecat wanita itu mungkin kejadian ini tak akan pernah terjadi"ucap Naf dengan kedua mata yang sudah memerah.
"Sudahlah Naf , ini sudah takdir. Mami juga sudah memaafkan mu , Mami harap kejadian ini tidak terulang lagi"ujar Ceysa sembari menatap Naf Iba.
Ceysa sangat tau bagaimana hancurnya Naf setelah kejadian ini , apalagi saat suaminya menutup akses agar Naf tidak bisa mengetahui bagaimana keadaan Aurel.
"Yes mom , aku berjanji ini tidak akan pernah terjadi lagi."ucap Naf dengan tatapan tulus.
"Hm... omong-omong bagaimana kau tau jika Aurel dirawat disini?"tanya Ceysa yang cukup penasaran bagaimana Naf akhirnya bisa tau dimana keberadaan putrinya.
"Aku menugaskan seseorang untuk mengikuti Farez mi"ujar Naf dengan enteng.
Aurel yang tidurnya merasa terganggu karena mendengar suara tawa dari ibunya pun perlahan-lahan membuka kedua matanya.
"Mami...."
Obrolan Ceysa dan Naf seketika terhenti setelah mendengar suara Aurel yang memanggil Ceysa.
"Kenapa sayang? Adek haus?"tanya Ceysa
"Tidak... Mami kenapa pria ini ada disini?"tanya Aurel sembari menatap sengit ke arah Naf.
"Baby.... jangan begitu , maafkan aku sayang jangan seperti ini pada ku"ucap Naf sembari menggenggam tangan Aurel dan Langsung di tepis olehnya.
"Jangan memanggil ku seperti itu! bagaimana? sudah cukup puas bersenang-senang dengan wanita itu?"tanya Aurel dengan nada sinis.
"Mami keluar dulu ya , selesaikan permasalahan kalian secepatnya. , Adek dengarkan penjelasan Naf dulu ya.."ucap Ceysa lalu bergegas keluar dari ruangan Aurel.
"Aku yakin kau pasti sudah tau masalah sebenarnya baby.. , maaf karena kecerobohan ku membuat kau terluka.
"Ya kau benar Naf , ini semua salah kau!! kau bahkan sudah tau wanita itu tertarik padamu tapi kau memilih menutup mata dan tetap menerimanya Bekerja di sana.
Aurel sungguh merindukan Naf tapi apa boleh buat ia harus menghukum pria ini terlebih dahulu.
"Aku menutup mata karena aku tidak peduli sedikitpun padanya sayang... karena aku hanya mencintaimu Aurel, hanya kinerja yang aku butuhkan."ucap Naf sembari berusaha menggengam tangan Aurel lagi.
"Apa kau tidak bisa mencari seseorang yang bisa profesional dalam pekerjaannya? sangat banyak orang yang bisa kau pilih Naf tapi kenapa kau lebih mempertahankan nya ha? atau jangan-jangan kau juga punya perasaan padanya? tak henti-hentinya Aurel menatap Naf dengan wajah kesal.
"Tidak honey.. aku tidak ada rasa padanya. hanya kau , hanya kau yang aku cintai.. kau tau dengan baik bukan bagaimana aku mencintaimu selama ini? bagaimana bisa kau berfikiran seperti itu kepadaku...? Naf Sudah tak tahan lagi mendengar tuduhan dari Gadis yang Ia sangat cintai. Tanpa ia sadari cairan bening mengalir di kedua pipinya.
Aurel menatap Naf dalam diam , ia kesal sekaligus gemas melihat pria di depannya ini dengan wajah memelas bahkan air mata sudah menggenang di pipinya. tapi tak apa setidaknya ini cukup membuat Naf sadar akan kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi.
"Kesini..."titah Aurel sembari melebarkan kedua tangannya agar Naf bisa masuk dalam pelukannya.
Naf menatap bingung pada Aurel saat ini tapi tak urung ia maju dan Langsung memeluk Aurel dengan erat.
__ADS_1
"Maafkan aku terlalu kasar padamu mu Naf , aku hanya ingin kau paham dan tidak mengulanginya lagi"ucap Aurel Sembari mengelus kepala Naf yang sudah tenggelam di cekukan leher Aurel.
"Apa kau memaafkan ku?"tanya Naf dengan suara seraknya.
"Tentu. , tapi jika ini terjadi lagi aku akan benar-benar pergi dari hidup mu Naf"jawab Aurel dengan dingin.
"Tidak , aku berjanji ini tidak akan terjadi lagi aku bersumpah ini semua tidak akan terulang lagi."ujar Naf dengan mantap.
"Hmmm.... , jangan menangis kau tidak cocok seperti itu"ucap Aurel dengan nada menggoda.
Langsung saja Naf menjauhkan tubuhnya dari Aurel ketika mendengar ejekan dari sang gadis.
"Kenapa kau sangat nakal setelah sadar? apa mereka salah memberi mu obat?"tanya Naf dengan Kekehannya.
"Jangan menuduh dokter ku seperti itu , ah iya aku ingin mengenalkan mu dengan Felix , ia dokter yang merawat ku disini"ucap Aurel dengan bahagia.
"Felix?" tanya Naf penasaran.
"Yaaa , kau tau dia sangat tampan"ucap Aurel dengan jahil.
"Benarkah? mana yang lebih tampan? aku atau dia?"tanya Naf dengan raut wajah kesal.
"Tentu saja....."ucap Aurel dengan menggantung ucapannya
"siapa???? siapa????"tanya Naf penasaran.
"Tentu saja kau Naf...."ucap Aurel dengan di iringi tawanya. sungguh senang rasanya melihat pria dewasa yang sedang cemburu.
Obrolan mereka akhirnya berlanjut tanpa mereka sadari sedari tadi ada beberapa orang yang menguping bahkan melihat mereka berdua.
............
"Kalian lihat kan? mereka berdua sangat saling mencintai. jadi jangan lagi memisahkan mereka berdua lagi."ucap Ceysa yang terlihat terharu melihat Aurel dan Naf sudah berbaikan.
"Aku bahkan tidak menyangka pria dingin itu menangis"ejek Farez ketika mengingat bagaimana seorang Naf menangis karena adiknya.
"Aku tau , aku hanya memberi pelajaran padanya sayang.. , aku juga ingin melihat kesungguhannya dalam mencari keberadaan Aurel. yaa ternyata ia cukup hebat walaupun harus mengikuti salah satu dari kita."ucap Brata.
"Al percaya hanya Naf yang bisa mencintai Aurel seperti ini selain kita , Al harap mereka akan selalu bersama."ucap Altez dengan mata terus menatap dua sejoli itu.
"kamu benar sayang.. , yasudah lebih baik kita kembali ke mansion sekarang. Biarkan mereka melepas rindu terlebih dahulu."ucap Ceysa sembari menggiring ketika prianya menjauhi ruangan Aurel.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...Heloooo bestieee.........
...gimana nihhh? masih disinikan? jangan kemana-mana dulu pantengin terus sampe cerita ini tamat yaaawww...
...Duhh tata kangen banget sama kalian , yokk bisa yokk spam like sama komennya :)))))...
...Janji deh bakal up teratur lagi hihihihi...
...Kasih semangat donggg biar lebih semangat ngetiknya. hehehe...
...sampai jumpa di chapter selanjutnya.....
__ADS_1
...Babayyyyy ππππ...