
Aurel , Qila dan Rafa saat ini sedang berjalan menuju kantin. Dengan Aurel yang berada di tengah seperti di lindungi oleh bodyguardnya , bagi Qila Aurel adalah sosok gadis yang kelewat polos dan harus di jaga agar tidak terkontaminasi oleh virus-virus jahat lainnya.
Sesampai di kantin Aurel celingak-celinguk mencari keberadaan Al dan Abas , dan sosok yang di cari pun akhirnya ketemu. Mereka bertiga berjalan ke meja paling pojok tempat Al Abas dkk duduk.
"Eh neng Aurel udah datang"ucap Raka dengan cengiranya.
"Maaf ya kak kalian jadi terlambat makan. lain kali kakak semua duluan aja makanya."ucap Aurel merasa tak enak karena membuat mereka semua menunggu terlalu lama.
"Gak lama kok princess , lagian kita semua belum lapar kan?"ucap Altez sembari Menatap semua yang ada di meja itu untuk membenarkan ucapannya.
Mereka semua mengangguk kan kepala untuk mengiyakan.
"Yaudah sekarang kita makan , Adek mau makan apa?"tanya Abas.
"Adek mau Basko bang" jawab Aurel
"Yan pesen makanan"suruh Altez pada Rian.
"Lah , kok gue bang?"tanya Rian dengan wajah masam.
"Jangan banyak tanya , buruan pesen"jawab Altez.
"Buset dah udah nyuruh maksa lagi , Lo semua pada mesen apa?"tanya Rian.
"Samain aja biar gak ribet"timpal Ardhan.
Rian pun langsung berjalan ke tempat stand makanan.
Sambil menunggu Rian membeli makanan , mereka menghabiskan waktu saling bertukar cerita , sedang asik bercerita datanglah seorang gadis ke tempat mereka dan Langsung mendudukkan dirinya di samping Ardhan.
"Hai semua , gua boleh gabung gak?"tanya gadis tersebut.
"Hai Adel"sapa Aurel
ya gadis tersebut adalah adel.
"Ngapain Lo izin kalo lu sendiri udah duduk"ujar Qila yang tak suka melihat Adel bergabung disini.
"Qila gak boleh gitu"ucap Aurel yang tak enak hati melihat Adel di ketusin oleh Qila.
"Lo bisa geser dikit gak? Lo terlalu mepet ke gua Lo gak liat di sana masih ada tempat"ucap Ardhan yang merasa risih ketika Adel duduk terlalu merapat ke arahnya.
"Maaf kak"ujar Adel sembari menggeser badannya agak menjauh dari Ardhan.
Akhirnya yang di tunggu pun datang , terlihat Rian membawa nampan makanan dengan wajah masamnya.
"Nih makanan kalian , berasa jadi babu gua"ucap Rian Dengan delikan matanya.
"Lo kayak emak-emak komplek rumah gua yan berisik banget dari tadi"ujar Raka ikut menimpali.
Rian mengatupkan bibirnya dan memilih untuk melanjutkan makannya.Sebelum ia menyendok kan bakso pada mulut penglihatannya pun teralih pada seorang gadis yang duduk di samping Ardhan.
"Woi Dhan , lu punya cewek gak mau dikenalin sama gue?"ucap Rian.
"Cewek mana maksud Lo?"tanya Ardhan.
"Tuh yang duduk di samping Lo"jawab Rian sembari menunjuk ke arah Adel.
"Itu bukan cewek Ardhan ogeb , itu teman sekelasnya Aurel"timpal Raka
__ADS_1
"OOO kirain"gumam Rian.
"Adel gak makan?"tanya Aurel.
"Gak , Lo makan aja gua bisa nanti"jawab Adel.
"Nih , makan punya Aurel aja belum Aurel cobain kok"ujar Aurel pada Adel.
"Tapi ini kan punya Lo Rel kalo dia laper ya pesen sendirilah",ucap Qila yang tidak setuju akan kata-kata Aurel.
"Gapapa kok Qila , Aurel masih bisa makan berdua sama bang Altez"ucap Aurel.
"Bener Rel yang di bilang Qila , gua bisa pesen sendiri kok"tolak Adel dengan senyumannya.
"Adek buruan makan bentar lagi bel loh"ucap Abas menengahi perdebatan mereka bertiga.
"Yaudah deh , maaf ya Del aku makan duluan"ucap Aurel sembari memakan baksonya.
Semua orang makan dengan tenang , tanpa menghiraukan adanya Adel Disana. diam-diam Rafa memperhatikan tatapan Adel yang selalu mengarah pada Aurel dan ia yakin ada maksud dari tatapan tersebut.
Setelah menghabiskan makanan masing-masing mereka pun kembali ke kelas masing-masing.
skip pulang sekolah.
Aurel , Qila , Rafa dan juga kedua Abang serta sahabat-sahabat abangnya sedang berjalan di koridor menuju gerbang sekolah.
"Raf , Qil aku duluan ya"ujar Aurel Sembari melambaikan tangannya.
"Iya , hati-hati di jalan Rel"ucap Qila sambil membalas lambaian tangan Aurel.
Sesampai di mobil ia hanya melihat Altez di dalam dan kemana Abas?
"Dia ada latihan basket hari ini , nanti Abas pulang bareng temennya"jawab Altez
"hm gitu"gumam Aurel
baru saja keluar dari gerbang Aurel tidak sengaja melihat Adel duduk di halte seperti sedang menunggu jemputan.
"Abang di depan ada temen Aurel kayaknya dia belum ada jemput deh , boleh gak kasih tumpangan buat dia?"pinta Aurel.
Altez mengalihkan pandangannya pada sosok yang berdiri sendirian di dekat halte , ia mengingat gadis tsb, jujur ia kurang suka melihat adiknya dekat dengan Adel tapi mau bagaimana pun ia tidak boleh egois kebahagiaan adiknya lah yang paling utama.
"Boleh sayang"jawab Altez.
sesampai di halte Aurel keluar dari mobil untuk menemui Adel.
"Hai Adel, kamu belum ada yang jemput ya? mau bareng sama kita gak?"tanya Aurel.
"Gak papa ni aku bareng kalian? gak ngerepotin kan?"tanya Adel.
"Gak kok , ayok masuk"ajak Aurel Sembari membukakan pintu belakang untuk Adel.
setelah memastikan Adel masuk. , barulah Aurel masuk kedalam mobil.
"Rumah Lo dimana?"tanya Altez
"jalan anggrek no 15 kak , nanti turunin aku di depan gang aja"jawab Adel.
"Kenapa gak sampe rumah aja Del?"tanya Aurel.
__ADS_1
"Gapapa , lagian dari gang kerumah aku Deket kok"jawab Adel.
"Hm., oke deh"
Beberapa menit kemudian mereka semua sampai di depan gang rumah Adel. Altez menepikan mobilnya lalu berhenti.
"Hm , makasih ya kak , Rel buat tumpangannya maaf kalau aku jadi ngerepotin kalian"ujar Adel.
"Gapapa kok , aku gak merasa di repotin"jawab Aurel.
"Yaudah , aku masuk dulu ya"ucap Adel sembari berjalan menuju rumahnya.
Altez sempat terdiam beberapa saat ia merasa sudah pernah ke tempat ini tapi ia tak ingat kapan dan bagaimana ia kesini.
"Abang kenapa ngelamun?"tanya Aurel.
"Gak kok , sekarang kita pulang ya nanti yang lain pada nyariin"ucap Altez dan di jawan anggukkan oleh Aurel.
Sesampai di rumah Aurel Langsung ke kamar untuk mengganti pakaiannya.
Saat sedang memasang baju Aurel melihat ada memar pada bahunya.
"Ini kenapa ya? perasaan aku gak pernah jatuh deh tapi kenapa ada memar disini"gumam Aurel pelan.
Aurel memegang memar tsb tapi ia tak merasakan sakit sama sekali.
"Tapi gak sakit , ah mungkin ke bentur biarin aja deh nanti juga hilang sendiri"batin Aurel.
Setelah mengganti baju Aurel memilih mengistirahatkan kan badannya sebentar dengan tidur.
Sedangkan di bawah...
"Adek mana Al? tanya Farez yang baru pulang kerja.
"Di atas , kayaknya Adek tidur"ucap Al
"Hm"
Dari bawah Farez langsung menuju ke kamar adik kecilnya , perlahan Farez membuka pintu dan benar saja kata Altez jika Aurel sedang tidur.
Farez masuk kedalam kamar dan ikut berbaring di samping Aurel memeluknya dengan erat seperti takut Aurel akan hilang setelah ia bangun nanti.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Maaf ya up nya lama , lagi sering badmood nulis sekarang padahal banyak ideðŸ˜ðŸ˜ gimana sih cara ngatasinnya?
__ADS_1
selamat membaca semua:)