Possesive Brothers

Possesive Brothers
__38__


__ADS_3

Di perjalanan menuju toilet Altez bersama yang lainya bertemu dengan Qila.


"Kok Lo disini? Aurel mana?"tanya Altez.


"Aurel masih di toilet bang , tadi gua di panggil guru jadi Aurel gua tinggal bentar"jawab Qila.


"Aduh Qil , dalam situasi kayak gini Aurel gak bisa di tinggal sendirian"ucap Abas.


"Jangan ribut disini mending kita samperin Aurel ke sana"ujar Ardhan.


Mereka semua langsung menuju toilet , sesampai disana Mereka melihat jika toilet dalam keadaan terkunci.


"Aurel beneran pakai toilet yang ini?"tanya Altez.


"Bener bang , kan gua yang nganterin sampe sini"jawab Qila.


"Trus kenapa toiletnya cepet banget ke kunci?"timpal Raka.


"Gua gak tau , gua belum sampe 10 menit Tinggalin Aurel gak mungkin dalam waktu secepat itu toilet ini langsung di kunci"ujar Qila.


"Ada yang gak beres nih, mending dobrak aja pintunya"timpal Rian.


Dengan segera para lelaki mendobrak pintu toilet tersebut.


BRAKKKK!!


BRAKKKK!!


BRAKKKK!!


Dobrakan ketiga akhirnya pintu tersebut terbuka.


AUREL!!!!!!


teriak semua orang melihat Aurel dalam keadaan tak sadar diri dengan darah yang mengalir di wajah dan Lengannya.


"Dek , bangun dek! sayang buka mata kamu!!"pekik Altez khawatir.


"Buruan bawa Aurel ke rumah sakit" ujar Rei.

__ADS_1


bas cepat siapin mobil!!"pinta Altez sembari menggendong Aurel menuju parkiran.


Sesampai di parkiran Abas telah siap dengan mobilnya dengan Altez Langsung duduk di bangku penumpang dengan berhati-hati agar kepala Aurel tidak terbentur.


sedangkan yang lain menyusul dengan kendaraan masing-masing.


Abas mengendarai mobil dengan kecepatan penuh , tak ulung banyak pengendara lain mengumpat karena ulahnya.


beberapa menit kemudian akhirnya mereka semua sampai di rumah sakit.


"DOKTER SUSTER TOLONG ADIK SAYA!"


"CEPAT! KENAPA KALIAN LELET SEKALI!"


sentak Altez yang membuat siapapun disana kaget dan dengan segera suster beserta para kebetulan sedangkan kosong langsung menuju kearah Aurel mengambil brankar . Setelah Aurel ditaruh diatas brankar dan membawa Aurel ke UGD.


"Bas telepon orang rumah." Titah Altez yang diangguki oleh Abas.


Mereka pun sama-sama terdiam menunggu kabar sang adiknya dan teman dari dokter yang memeriksa Aurel. mereka berharap semoga keadaan Aurel tidak buruk.


Tap tap tap


"Masih diperiksa." Jawab Altez seadanya.


"Orang rumah?" Tanyanya lagi. "Udah Abas telepon bang." Kali ini Abas yang menjawab.


Setelah itu terjadilah sebuah keheningan diantara mereka. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa dari ujung lorong membuat perhatian mereka semua tertuju kesana.


"Farez gimana adek? Bagaimana bisa begini?" Tanya Ceysa khawatir kepada Farez.


"Rei Adek gimana? Bukankah bunda sudah bilang jaga Adek dengan baik.


"Sinis sang bunda kepada Rei putranya.


Ya, orang yang berlari di ujung lorong itu adalah Brata Ceysa Ratih dan juga Bram.


Mereka terlihat khawatir- ah tidak sangat khawatir lebih tepatnya setelah mendengar kabar bahwa Aurel masuk rumah sakit lagi.


Maka dari itu mereka langsung berlari setelah turun dari mobil tadi.

__ADS_1


"Maaf Altez nggak bisa jaga Aurel." Lirih Altez.


Seketika tangis yang Ceysa tahan keluar dalam pelukan suaminya.


"Adek masih diperiksa didalam bun. Kita berdoa semoga dia baik-baik saja ya." Jelas Rei kepada bundanya yang sudah ada dipelukan Bram.


Sedangkan yang nya hanya terdiam menundukkan pandangan merasa bersalah tidak bisa menjaga Aurel. Semua termasuk para sahabatnya merasa bersalah dan khawatir yang sangat. Hingga perhatian mereka semua teralihkan ketika mendengar bunyi pintu yang terbuka dari dalam sana.


Cklek


Keluarlah dokter yang memeriksa keadaan Aurel membuat mereka semua langsung menghampiri dokter itu dan menyerbu dengan berbagai pertanyaan membuat dokter itu pusing ingin menjawab yang mana.


"Kalian diamlah biar dokter menjelaskannya lebih dulu." Jengah Brata melihat mereka semua secara tidak sadar membuat dokter itu bungkam. Mendengar ucapan Brata akhirnya mereka pun terdiam menunggu jawaban dokter.


"Baik Tuan, Nyonya. Dari hasil pemeriksaan kami tadi untung saja tidak ada hal yang fatal ditubuh nona. Untuk luka cuma goresan saja tidak sampai terluka parah.Dan yang terakhir nona hanya pingsan karena kelelahan dan pikiran yang terlalu terbebani."Jelas dokter itu.


membuat mereka menghela napas lega.


"Apakah perlu dirawat?" Tanya Ceysa.


"Mungkin untuk beberapa waktu nona akan dirawat disini mengingat keadaan nona yang seperti itu membutuhkan pengawasan lebih agar bisa stabil lagi.


"Baik dok terimakasih. Bawa anak saya keruang VVIP ya dok." Ucap Ceysa yang diangguki oleh dokter itu.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Hihihihi , lanjut besok pagi yaa.....

__ADS_1


jangan lupa like , vote dan komennya teman-teman:")


__ADS_2