
Pagi ini suana di meja makan keluarga Nelson ramai , semua keluarga sudah duduk rapi di kursi masing-masing. Tapi masih ada satu orang lagi yang sangat di tunggu kedatangannya. siapa lagi kalau bukan si cantik Aurel.
"Al , tolong jemput Aurel ke kamarnya ya"suruh Brata pada Putranya.
"O-kk"
"Biar aku saja yang jemput"potong Farez.
"Kan gua yang disuruh bang"ujar Altez dengan wajah masamnya.
"please don't use that language at home"ucap Brata.
"Sorry Pi"balas Altez.
"Yasudah , aku akan memanggil Aurel"ucap Farez sembari beranjak dari tempat duduknya.
Baru saja Farez akan melangkah terdengar terlihat Aurel menuruni tangga dengan berlarian.
"Sayang jangan lari nanti ja--"
Brukkk!!
Kok gak sakit ya , gumam Aurel yang masih menutup matanya.
"Buka matamu princess",ucap seseorang yang sedari tadi memeluk pinggang Aurel erat.
Aurel membuka matanya dan langsung bertubrukan dengan mata Farez yang menatap nya sangat tajam.
"Bisa tidak turunnya jangan lari-lari , kalau jatuh gimana?"tanya Farez yang sedari tadi menahan amarahnya.
"Maafin Aurel bang, Aurel janji gak bakal ngulang lagi"ucap Aurel sembari menundukkan kepalanya dengan kedua mata yang sudah siap menumpahkan cairannya.
Farez yang tidak tega melihat adiknya yang akan menangis langsung menggendong Aurel koala dan membawanya ke meja makan.
"Jangan nangis sayang , maafin abang ya"ucap Farez sambil menepuk-nepuk punggung Aurel.
"Jantung mami hampir saja copot Rel, untung aja ada Farez yang nangkep kamu"ucap Ceysa sembari mengelus dadanya.
"Sudah-sudah , sekarang ayo kita makan."ucap Brata.
"Kamu mau makan apa sayang?"tanya Farez yang masih memangku Aurel.
"Aurel mau nasi goreng pake telur mata sapi ya bang"ujar Aurel.
Dengan segera Farez mengambil Aurel makanan untuk Aurel dan Langsung menyuapinya.
"Abang gak makan?"tanya Aurel.
"Nanti Abang makan setelah selesai suapin kamu"jawab Farez.
"Aurel ngerepotin abang ya?"tanya Aurel Dengan wajah sendu.
"Gak , abang gak pernah merasa di repotin sama Aurel. Malahan Abang seneng kalau Aurel manja sama Abang"ucap Farez.
"Beneran?"tanya Aurel dengan mimik wajah yang sangat imut membuat semua Yanga dan di meja makan gemas melihatnya.
"Iya sayang , sekarang lanjutin makannya ya"ujar Farez.
"Abang siniin piringnya"pinta Aurel.
"Kenapa?"
Karena Farez tidak juga memberikan piring tsb Aurel sendiri merebut piring tsb dari tangan abangnya.
"Aurel juga mau suapin Abang"ucap Aurel dengan malu-malu.
Fares yang mengerti langsung membuka mulutnya ketika Aurel menyendok kan nasi ke mulutnya.
"Jadi kita sama-sama kenyang deh"ucap Aurel dengan riang.
Boys Nelson yang lain sangat iri melihat adegan live tersebut , bahkan sesekali Abas mengunyah makanannya dengan kasar.
Sedangkan para orang tua terkekeh geli melihat tingkah absurd anak-anaknya.
...∆∆∆∆∆...
Setelah selesai makan semua anggota keluarga duduk di ruang keluarga.
Aurel yang duduk di tengah Abas dan Rei di atas sofa dan El , Al dan juga Farez berada di bawah di samping kaki Aurel.
__ADS_1
Sesekali Abas memainkan rambut Aurel dan juga Al yang mengelus-ngelus kaki Aurel.Aurel sama sekali tidak terganggu dengan kegiatan abangnya , matanya masih fokus menonton kartun Disney yang di putar di televisi.
Sedangkan para orang tua sedang asik bercerita tentang masalah kerjaan masing-masing.
"Papi"panggil Aurel.
Semua anggota keluarga mengalihkan pandangannya pada Aurel termasuk papinya.
"Apa sayang?"tanya Brata.
"Besok Aurel udah boleh sekolahkan?"tanya Aurel.
"Emangnya putri papi udah kuat buat sekolah?"Tanya Brata.
"Udah kok , kan Aurel udah sembuh buktinya tadi pagi Aurel udah bisa lari-lari"jawab Aurel.
"Hmm , gimana ya? sekolah gak ya?"ucap Brata sambil memegang dagunya seperti sedang berpikir.
Aurel yang takut papinya menolak keinginannya langsung berdiri dan duduk di atas pangkuan Brata.
"Boleh ya pi , Aurel pengen banget sekolah"rayu Aurel dengan menampakkan wajah puppy eyes nya.
Brata yang tidak tahan di tatap seperti itu oleh Aurel Akhirnya luluh dengan permintaan Aurel.
"Iya , papi izinin kamu buat sekolah"ucap Brata sembari mengecup semua permukaan wajah putrinya.
"Papi hentikan , Aurel geli"ucap Aurel di sela-sela tawanya.
"Sudah pi, wajah putriku sampai merah begitu"ucap Ceysa.
Brata langsung menghentikan aksinya , takut jika nanti malam disuruh tidur di luar lagi oleh istrinya.
"Aurel , sini sayang ayah juga ingin memeluk mu"ucap Bram yang sudah gerah melihat adegan anak bapak itu.
"Jangan , Aurel sama papi aja"ucap Brata melarang putrinya.
"Kenapa kau memisahkan aku dengan Putriku?"tanya Bram.
"Eh , Aurel putriku bukan putrimu"ucap Brata membantah ucapan adiknya.
Aurel hanya mengerjap polos melihat pertengkaran papi dan ayahnya.
El langsung menggendong Aurel koala dan membawanya ke kamar untuk menjauhkan Aurel dari ayah dan papinya.
"Abang , kenapa papi dan ayah selalu bertengkar? Tanya Aurel pada El yang masih dalam gendongan abangnya.
"Hanya masalah orang tua sayang , tidak usah di pikirkan nanti ayah dan papi juga pasti berbaikan lagi"jawab El.
"Hm , begitu ya"balas Aurel.
"Abang , Aurel gak mau di kamar terus"ujar Aurel dengan wajah cemberut.
"Emang Aurel mau kemana?"tanya Abas.
"Aurel mau makan eskrim yang ada di mall bang"ucap Aurel.
"Oke , sekarang kita ke mall Tapi Aurel ganti baju dulu ya"ucap Abas.
"Yeeeee , Aurel ke mall"ucap Aurel ruang menuju ruang ganti baju dengan larian kecilnya.
Semua Boys Nelson tersenyum melihat tingkah Aurel yang sangat menggemaskan di mata mereka.
...*****...
Sesampai di mall Aurel dan para Boys Nelson berjalan menuju kedai eskrim yang minta Aurel.
Sepanjang perjalanan orang-orang tidak henti-hentinya menatap mereka. Banyak yang iri melihat Aurel di apit oleh Boys Nelson.
Untung saja Meraka juga membawa beberapa bodyguard jadi tidak ada pengunjung yang berani melakukan kontak fisik pada boys Nelson dan juga Aurel.
Sesampai di kedai eskrim , Aurel langsung memesan beberapa eskrim yang di inginkan nya.
"Sayang apa itu tidak terlalu banyak?",tanya Farez pada Aurel.
"Nggak kok , lagian Aurel udah dua bulan gak makan eskrim jadi gak papa kan kalau mesennya banyak?"Tanya Aurel dengan menampilkan wajah imutnya.
"Hm , oke. Untuk kali ini Abang bolehkan",ucap Farez pasrah.
Sedang asik menikmati eskrim nya masing-masing terdengar suara seseorang yang memanggil Abas.
__ADS_1
"Abas , Lo juga disini"ucap orang tersebut yang ternyata adalah Rian.
"Eh elo yan , gua kira siapa"ucap Abas.
"Eh ada dedek gemes"ucap Rian sembari ingin mengelus rambut Aurel tapi tangannya Langsung di singkirkan oleh Farez.
"Eh , sorry bang gua refleks"ucap Rian dengan cengiranya.
"Sama siapa Lo disini?"tanya Abas.
"Tuh sama mereka"ucap Rian sembari menunjuk Raka dan Ardhan yang berjalan kearah meja Mereka.
"Kok Lo gak ngabarin gua kalo Aurel udah keluar dari rumah sakit?"tanya Rian.
Sedangkan orang yang di bicarakan masih fokus dengan eskrim nya tanpa menghiraukan kan keributan di sampingnya.
"Emang kenapa gua harus ngabarin Lo?"tanya Abas.
"Ya , gua juga pengen jemput dedek gemes gua"ucap Rian dengan wajah di imut-imut kan.
"Sumpah gua jijik liat Lo yan"ucap Altez yang sedari tadi memperhatikan Abas dan Rian.
"Bibir lu bisa biasa aja gak? "ujar Abas.
dengan segera Rian langsung mengubah ekspresinya.
Aurel yang sudah selesai menghabiskan eskrim nya lalu mengangkat kepalanya , ia langsung terkejut melihat abang-abangnya dan juga teman Abas memperhatikannya sangat intens.
"Kok pada ngeliatin Aurel kayak gitu?"tanya Aurel.
"Eskrim nya enak banget ya Rel sampe gak ingat kalo ada Abang disini"ucap Rei meledek adiknya.
"Iya , sampe gak sadar kalo ada kita disini"ucap Raka.
"Hehehe , habisnya eskrim nya enak sih , maafin Aurel ya"ucap Aurel dengan wajah imutnya.
"Yaampun , Dede gemes jangan natap kayak gitu Abang jadi pengen bawa pulang jadinya"ucap Rian yang terlihat sangat gemas melihat Aurel.
"Enak aja Lo mau bawa adik gua"ucap Abas sembari menjitak kepala Rian.
"Aw , kasar banget jadi temen"ucap Rian dramatis.
"Abang gak boleh kasar gitu"ucap Aurel
"Eh iya , maaf ya Abang gak sengaja"ucap Abas takut jika adiknya tiba-tiba marah padanya.
"Hm , kita pulang ya udah mau sore nanti mami papi nyariin"ucap Farez.
"Iya , Aurel juga udah kenyang bang sampe jadi ngantuk gini"ucap Aurel dengan mata yang sudah sayu.
"Sini Abang gendong"ucap El sembari menggendong Aurel koala.
"Semuanya kita pulang dulu ya , sampai bertemu hari Senin teman-teman bangsat ku"ucap Abas pada ketiga temannya.
setelah Boys Nelson dan Aurel pergi tinggal lah Rian Raka dan juga ardhan Disana.
"Lo jangan cemburu Dan , inget itu Abangnya Aurel"ucap Rian Yang sedari tadi melihat Ardhan menampilkan wajah masamnya ketika melihat Aurel di gendong oleh El.
"Gua tau"ucap Farez lalu pergi dari sana.
"Tuh anak main tinggalin orang aja"ucap Rian yang misuh-misuh sendiri sembari mengekori Ardhan dari Belakang.
Sedangkan Raka geleng-geleng melihat Rian yang selalu merecoki Ardhan jika ada kejadian bersangkutan dengan Aurel.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
...Segini dulu ya:) Demi kalian aku usahain buat up tiap hari , jadi jangan lupa like , komen dan votenya supaya aku lebih semangat nulisnya😊 salam sayang buat semua readers ku😘...