Possesive Brothers

Possesive Brothers
__104__


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Saat ini Aurel masih mengurung dirinya di kamar , ia masih kesal terhadap para abangnya karena masalah tadi pagi. Dari tadi ia hanya berbaring di tempat tidur sesekali melihat sosial media di handphonenya. Aurel yang tadinya berselancar di dunia Maya akhirnya tertidur.


Detik demi detik , jam demi jam berlalu tak terasa telah tiba saatnya makan malam.


Di ruang Makan..


"Adek mana Al?"tanya Ceysa pada Altez.


"Masih di kamar mi, tadi Al samperin gak ada sautan dari dalam kayaknya Adek ketiduran"jawab Altez.


"Yaudah , biar Mami aja yang manggil Adek"ujar Ceysa sembari berdiri dari kursi yang ia duduki.


"Biar Farez aja Mi"Timpal Farez.


"Yakin? bukannya Adek masih marah sama kalian semua , nanti malah gak mau turun lagi"Timpal Ratih.


"Hmm.. bener kata bunda mu nak , biar Mami aja yang panggil Adek kalian disini aja ya"ucap Ceysa membenarkan ucapan Ratih.


"Iya Mi"Balas Farez.


Ceysa langsung menuju kamar putrinya yang berada di lantai tiga. Sesampai disana Ceysa langsung membuka pintu kamar Aurel dengan kunci cadangan yang sengaja ia bawa karena ia sangat yakin Aurel pasti mengunci kamarnya.


Cklek..


Bunyi pintu yang terbuka membuat tidur Aurel sedikit terganggu , tapi apa boleh buat karena ia masih mengantuk ia menghiraukannya saja.


"Sayang... Bangun yuk udah malam nih kamu tadi siang gak makan masa makan malam telat juga"ucap Ceysa mengelus rambut putrinya.


"Ugghhhh.. Mami... Adek makan disini aja ya adek gak mau ketemu abang-abang"ucap Aurel dengan menyembunyikan kepalanya di perut Ceysa.


"Adek jangan gitu ngomongnya , nanti kalau mereka denger pasti mereka sedih"ucap Ceysa.


"Habis mereka nyebelin sih. Harusnya mereka dukung Adek sama Naf , mami kan tau Adek juga sayang dan cinta sama Naf tapi mereka semua malah suruh Adek tolak Naf"ucap Aurel menggebu-gebu.


"Iya Mami ngerti.. tapi kan masih bisa di omongin baik-baik dek , nanti mami bantu deh"ucap Ceysa.

__ADS_1


"Gak mau , pokoknya Adek tetap Marah sama Abang! Adek makan disini aja ya mi Adek gak mau turun"ucap Aurel memohon pada Ceysa.


Ceysa hanya bisa menghela nafasnya kasar , Aurel memang keras kepala sama seperti dirinya dan Brata.


"Yasudah , sekarang Adek mandi dulu nanti Mami suruh bibi nganterin makanan kesini"ucap Ceysa sembari mencium kedua pipi Aurel.


"Oke Mami Aurel yang paling cantik"ucap Aurel sembari memberi satu kecupan di pipi Ceysa.


Setelah memastikan Aurel Masuk kedalam kamar mandi Ceysa langsung turun kebawah ia yakin semua keluarganya pasti sudah kelaparan sekarang.


"Ayok kita makan"ucap Ceysa sambil mendudukkan dirinya di samping Brata.


"Adek mana Mi?"tanya El.


"Adek gak mau turun , dia masih marah sama kalian semua"balas Ceysa.


Farez yang mendengar ucapan Maminya lantas berdiri bermaksud untuk menghampiri Aurel ke kamarnya.


"Kau duduk saja Farez , Adek akan makan di kamar jika kau memaksa turun itu akan membuat Aurel semakin marah padamu"ucap Ceysa melihat pergerakan putranya.


Farez pun kembali duduk , yang di katakan Maminya memang benar. Lebih baik selesai makan saja ia menghampiri adiknya.


di kediaman Lawrence


saat ini Naf dan kedua orangtuanya sedang menikmati makan malam bersama. Saat ini hatinya sedikit gelisah karena memikirkan sang gadis sedang yang sedang marah pada para Abangnya. Sepertinya ia harus cepat-cepat mengikat Aurel dalam ikatan pertunangan sedangkan untuk menikah mungkin ia harus menunggu Aurel menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu.


"Sayang.. kamu kenapa?"ucap Carol yang melihat putranya sedang melamun.


"Tidak ada"jawab Naf singkat.


"hmm.. jadi kapan kamu akan melaksanakan pertunangan dengan Aurel?"tanya Carol.


"Papa dan mama tidak akan lama disini , perusahaan di Itali gak mungkin di tinggalkan terlalu lama jadi papa harap acara pertunangan itu cepat dilakukan"Timpal Rino.


"Benar kata papamu Naf , kalau begitu besok malam kita akan ke kediaman Nelson untuk membicarakannya"ucap Carol.


"Baiklah , aku akan mengaturnya"ucap Naf.


Kembali ke kediaman Nelson...


Setelah menyelesaikan makan malam sendirian Aurel memilih duduk di ranjangnya sembari menonton Disney di laptopnya.


Karena terlalu fokus menonton ia tidak menyadari jika Farez dari tadi memperhatikan dirinya.


"Ekhemm"


suara deheman Farez membuat Aurel langsung menetap dirinya dengan wajah yang sedikit terkejut. Aurel langsung menutup laptopnya lalu merebahkan dirinya di ranjang serta menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Farez tersenyum geli melihat Aurel yang tampak menggemaskan saat merajuk seperti ini.


"Sayang.... , udah dong marahnya , maafin Abang yaa"ucap Farez sembari mengelus kepala Aurel dari balik selimut.


Aurel tak menjawab , ia bahkan semakin kuat memegang selimutnya agar tidak terlepas dari tubuhnya.


"Buka dulu selimutnya , Abang udah kangen banget sama Adek sampe selera makan Abang jadi hilang karena Adek gak ikutan makan dibawah"ujar Farez.


Itu memang benar adanya , para Boys Nelson makan sedikit karena memikirkan Aurel yang sedang merajuk.

__ADS_1


"Abang janji , Abang gak larang hubungan Adek sama Naf lagi"ucap Farez Sembari mencoba membuka selimut yang membungkus tubuh adiknya.


tangan Aurel yang memegang selimut dengan erat perlahan mengendur membuat Farez akhirnya bisa melepaskan selimut itu dari tubuh Aurel.


Lantas Farez Langsung mengangkat tubuh Aurel dan langsung mendudukkan Aurel di atas pangkuannya.


"Sampe keringetan gini"ucap Farez sembari mengelap keringat tersebut dengan tangannya.


Aurel masih diam , tapi tatapannya tidak pernah lepas dari gerak-gerik abangnya. Ia Ingin sekali memeluk Farez , sungguh ia pun juga rindu bermanja-manja pada Farez dan semua abangnya.


"Sayang...


pukk!


Aurel langsung memeluk tubuh Farez sangat erat , Farez yang mendapat pelukan itu langsung membalasnya tak kalah erat.


"Maafin abang ya ,itu semua karena Abang belum siap lepasin kamu , kita bahkan baru ketemu setelah sekian tahun berpisah. maafin abang yaa.."ucap Farez sembari mengelus punggung adiknya.


Aurel melepas tubuhnya dari pelukan Farez tapi tetap duduk di pangkuan itu sembari menatap Farez dengan mata berkaca-kaca. Sungguh ia merasa adik yang jahat Sekarang.


"Seharusnya hikssss.... Adek yang minta hikssss..... maaf , Adek egois yang bang , Adek gak mikirin hikssss... perasaan Abang bahkan Adek gak hikssss... denger penjelasan hikssss.... Abang dulu"ucap Aurel dengan air mata mengalir di kedua pipinya.


"No baby , Adek gak salah Adek gak perlu minta maaf. Abang tau Adek pasti sangat mencintai Naf jadi Abang sangat mengerti kenapa Adek marah sama Abang , kita hanya kurang komunikasi. jadi tidak ada yang salah disini."ucap Farez sembari menghapus air mata Aurel yang terus mengalir.


Aurel kembali memeluk Farez , menyandarkan kepalanya di bahu abangnya entah terlalu menikmati Elusan tangan Farez atau ia memang sudah mengantuk akhirnya Aurel tertidur di pangkuan Farez.


Mendengar deru nafas Aurel yang sudah teratur Farez menyadari jika adiknya sudah tertidur. Dengan perlahan Farez membaringkan tubuh Aurel di ranjang agar ia tidak terbangun kembali. Setelah memasangkan Selimut Farez langsung mematikan lampu kamar lalu menghidupkan lampu tidur setelah itu ia langsung ikut bergabung bersama Aurel di atas tempat tidur. Ya malam ini ia ingin tidur sambil memeluk tubuh Adiknya.


tanpa ia sadari semua keluarga melihat kejadian mengharuskan tersebut. Mereka bangga Farez memang patut menjadi yang Abang sulung di keluarga Nelson walaupun ia termpramental tapi ia memiliki sisi bijak sana dan juga sisi penyayang.


Lain di kediaman Nelson lain pula di kediaman Lawrence. Naf terlihat mencak-mencak melihat Aurel tidur dalam pelukan Farez walaupun ia tau mereka saudara kandung tetap saja rasa cemburu itu akan timbul.


"Sepertinya aku harus menambah stok kesabaran ku"batin Naf."


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Mau punya Abang kayak Farez πŸ‘‰πŸ‘ˆ...


...gimana sama chapter ini? Sudah siap untuk menuju ending? hmm... sad or happy?...

__ADS_1


...Selamat membaca jangan lupa tinggalin jejak kalian yaa , sayang kalian banyak-banyak πŸ˜˜πŸ€—...


__ADS_2