
...HAPPY READING...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Ini hari kedua setelah Aurel sadar dari komanya. Sudah dua hari juga semua keluarga memulai pendekatan ke Aurel lagi ya walaupun hanya satu-satu yang ia tanggapi.
Contohnya sekarang , Ceysa terus saja mengajak Aurel mengobrol tapi hanya pandangan kosong yang ia tunjukkan pada Ceysa.
"Sayang.. , Kamu cape ya mami ajak ngobrol terus?"tanya Ceysa dengan tatapan sendunya.
Aurel mengalihkan pandangannya pada Ceysa , ia merasa iba melihat tatapan sendu yang di tunjukkan Ceysa padanya.
"Hiksss... hikssss maafin Adek udah buat mami sedih.. hiksss maafin Adek mi.."ucap Aurel di Sembari terisak-isak.
"Gak , Adek gak salah jangan minta maaf sayang.. Gapapa kalau Adek belum mau ngomong sama mami tapi jangan nangis , mami ngerti nak , mami ngerti"balas Ceysa Sembari memeluk erat tubuh putrinya.
semua yang di sana menatap ibu dan anak itu dengan pandangan sendu , siapapun pasti bisa merasakan betapa hancurnya Ceysa melihat Putri seperti ini.
Ceysa mengurai pelukan dan menangkup wajah Aurel dengan kedua tangannya.
"Sayang , Mulai sekarang kamu harus lupain masalah kemaren . Ada kita semua disini untuk kamu , jadi mami mohon kembali jadi Aurel yang dulu , Aurel yang selalu ceria dan manja sama kita semua"ucap Ceysa sembari mencium seluruh wajah Putrinya.
Aurel mengangguk pelan , ia membenarkan perkataan ibunya . ia tak ingin membuat ibunya bersedih. mau bagaimana pun keadaannya mereka semua selalu bersamanya.
"Senyum dong , mami kangen banget sama senyum kamu"ucap Ceysa.
__ADS_1
perlahan Aurel mengangkat sudut bibirnya , walaupun senyum itu sangat tipis Ceysa tetap bahagia melihat Aurel perlahan-lahan mulai membaik.
"Sekarang kita makan ya , bunda bikinin bubur buat kamu"ucap Ceysa.
"Te-rus bundanya mana mi?"tanya Aurel ragu.
Ceysa sengat bahagia karena Aurel sudah mulai berbicara padanya. itu semua tak luput dari pandangan kelima abangnya dan juga para sahabat mereka.
"Bunda lagi ke kantor ayah nganterin makanan , nanti bunda juga balik kesini lagi"jawab Ceysa.
Tiba-tiba Naf maju dan menawarkan dirinya yang menyuapi Aurel makan.
"Mi , biar Naf aja yang suapin Aurel."pinta Naf.
"Hm , gapapa kan kalau Naf yang suapin kamu?"tanya Ceysa.
Sebenarnya Aurel ingin Ceysa saja yang menyuapinya tapi ia tak tega juga menolak permintaan Naf.
"Gapapa mi , lagian mami pasti capek mami istirahat aja dulu"balas Aurel.
"Baiklah sayang , buburnya di habisin ya"ucap Ceysa.
"Iya mi"
Ingin marah pun ia tak bisa , apalagi dalam keadaan Aurel yang baru saja mulai membaik jika ia membuat keributan sudah di pastikan ia tak akan boleh menjenguk Aurel lagi.
"duhhhh , ada luka tapi tak berdarah , ada retak tapi bukan kaca"ucap Rian memanas-manasi Ardhan.
"Bunyi retakannya sampe sini njirrrr"timpal Abas.
"akitt hati babang dek"ucap Raka.
"Diam Lo semua"balas Ardhan dengan wajah datarnya. Disini ia sangat tau jika Meraka meledek dirinya.
Farez El dan Altez geleng-geleng kepala melihat kelakuan Abas dkk.
"Sudah-sudah ,liat tu wajah Ardhan jadi merah jangan diledekin lagi"ucap Ceysa melerai.
"Kamu udah nyerah aja buat deketin anak papi?"tanya Brata.
"Tidak ada kata menyerah dalam kamus aku Pi , lihat aja nanti."balas Ardhan percaya diri.
__ADS_1
"Papi sangat suka kepercayaan dirimu , semua hasilnya ada di tangan Aurel . papi hanya bertugas untuk merestui saja"ucap Brata.
"Ardhan tau Pi , Ardhan akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadikan Aurel milik Ardhan seutuh , dan selamanya.
"WAWWWW , akhirnya kulkas gua bisa ngomong panjang juga"ucap Rian histeris.
Semua orang terkejut mendengar teriakan Rian , termasuk Aurel yang langsung tersedak karena terkejut.
"Lo bisa gak sih gak usah pakai teriak-teriak segala?"tanya Abas jengah.
"Hehe , sorry bro gua tadi kaget aja jadi lupa ngasih aba- buat kalian semua"ucap Rian dengan cengiranya.
"Lihat karena dirimu gadisku jadi tersedak"ucap Naf.
"Eh , sorry bang gua gak sengaja"ucap Rian cengengesan.
"Lo sih! si om kalau marah bisa di mutasi Lo dari negara ini"bisik Abas yang masih bisa dengar oleh yang lainnya untuk menakut-nakuti Rian.
"Kan gua gak sengaja bas"ucap Rian dengan wajah yang dibuat memelas.
Ceysa yang berada di samping Abas terkekeh mendengar obrolan Abas dengan sahabatnya itu.
"Sudah-sudah , Naf gak sejahat itu kok kamu cuma di kerjain sama Abas."ucap Ceysa.
"Ih Abas mah , bikin dedek jadi takut aja"ucap Rian manja
"Ih najis!! , jauh-jauh Lo sana"ucap Abas sembari mendorong tubuh Rian.
Dan mereka semua pun tertawa melihat Rian yang ternistai.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
...Masih ada yang baca gak sih jam segini? sengaja banget aku up tengah malam gini hihihihi ✌️✌️ jangan lupa tinggalin jejak kalian😚😚...