
...HAPPY READING...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Malam ini Naf tengah bersiap-siap untuk berangkat ke Jerman , setelah seharian penuh Naf meminta anak buahnya mengikuti Farez akhirnya kini ia mengetahui bagaimana keadaan gadisnya.
Naf berjalan menuruni tangga menuju dapur untuk berpamitan dengan bi Rosma , untuk kedua orangtuanya sekarang tidak ada di mansion karena ada beberapa masalah dengan Perusahaan di Itali mengharuskan orangtuanya untuk menetap sementara di sana.
"Bi.."
"Eh iya , ada apa den"
"Untuk beberapa hari kedepannya saya akan berada di Jerman , jadi bibi tidak perlu memasak yang banyak"
"baik den , kapan den Naf berangkat?"
"Saat ini juga , saya Kesini mau berpamitan dengan bibi"
"Oh begitu , hati-hati di jalan den"
"iya bi , terimakasih kalau begitu saya berangkat dulu"
"Iya den"
Setelah berpamitan dengan bi Rosma Naf langsung berjalan menuju jet pribadinya yang sudah terparkir di halaman belakang mansion.
"Selamat malam tuan"ucap Max yang sudah menunggu kedatangan Naf.
"Malam , semuanya sudah siap kan?"
"Sudah tuan"
"Bagaimana dengan Farez , apa dia sudah berangkat?"
"Dari laporan orang kita , ia sudah berangkat setengah jam yang lalu"
"Ikuti Farez terus , aku tak ingin sampai Jerman harus mencari lagi itu bisa memakan waktu lama untuk aku bertemu dengan gadis ku"
"Baik tuan"
"Yasudah , sekarang kita berangkat"
__ADS_1
Dengan segera Max memerintahkan pilot untuk memulai perjalanan.
perjalanan menuju Jerman menempuh waktu yang lumayan lama. Untuk menghilangkan rasa bosan Naf memilih membuka galeri handphonenya untuk foto dirinya bersama sang pujaan hati. Jika kalian pikir Naf tenang saja itu salah besar! hatinya sedang berdegup kencang sekarang ia sangat takut jika nanti Aurel menolak kedatangan dirinya.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh akhirnya Naf telah sampai di Jerman , untuk jet pribadinya sendiri sengaja ia parkir di salah satu hotel yang sudah ia boking. Tanpa mengulur waktu Naf langsung berjalan menuju lantai dasar karena sudah ada anak buahnya yang sudah menunggu.
"Apa dia sudah mengirimkan nama rumah sakitnya Max?"
"Sudah tuan , rumah sakitnya juga tidak jauh dari sini"
"hmm"
sesampai di lantai dasar Naf langsung ke mobil yang sudah di siapkan oleh anak buahnya.
............
Farez dan Altez telah sampai di rumah sakit tempat adik kecilnya di rawat. dengan langkah cepat mereka segera menuju ruangan Aurel.
Sesampai di depan ruangan Aurel Farez dapat melihat sang ayah sedang menerima telepon di depan pintu. Langkah kaki yang saling bersahutan membuat Brata memutar tubuhnya untuk dapat melihat siapa yang berjalan ke arahnya. Raut wajah bahagia tampak jelas terlihat di wajah pria paruh baya itu ketika melihat sang putra telah datang menemuinya.
"akhirnya kalian sampai jug"ucap Brata menyambut kedatangan Farez dan Altez.
"Tentu , aku tidak akan mengulur waktu untum bertemu dengan adik kesayanganku"ujar Farez.
"Yasudah , kalian Langsung masuk saja tapi tolong jangan berisik Aurel baru saja tertidur."ucap Brata
"hmm.. Papi gak mau masuk bareng kita?"tanya Altez.
"Nanti , papi ingin ke kantin sangking senengnya mami kalian jadi lupa makan"jawab Brata.
"Yasudah , kami masuk dulu Pi"ujar Farez sembari masuk kedalam ruangan Aurel bersama Altez.
Karena terlalu fokus menonton ia bahkan tidak menyadari kedatangan Farez dan juga Altez. sedangkan Ceysa sudah menyadari kedatangan kedua putranya tapi ia memilih diam ketika di kode oleh putra keduanya.
"EKHEMMMMM
deheman keras dari Farez membuat Aurel mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk. Raut wajah bahagia langsung terlihat di wajah cantik dan menggemaskan itu.
"Abangggggggg" pekik Aurel sembari merentangkan kedua tangannya minta di peluk.
dengan segera Farez bergegas mendekati Aurel dan langsung memeluk tubuh kecil yang selama ini ia rindukan.
"Adek kangen banget sama Abang"ucap Aurel sembari mendusel duselkan wajahnya di dada sang abang.
"Abang juga kangen sama Adek , maaf ya Abang gak ada si samping Adek saat Adek sadar"ucap Farez sembari mengelus rambut Aurel.
"Gak papa Abang , Abang kan kerja"ujar Aurel dengan senyuman termanisnya.
"Abang di lupain nih"timpal Altez yang sedari melihat keromantisan Farez dan Aurel.
"Hehehehe , Abang sini juga dong Adek mau peluk Abang juga"ucap Aurel sembari melebarkan satu tangannya agar Altez dapat bergabung dengannya.
dengan segera Altez Langsung menghampiri Aurel dan Farez dan jadilah mereka berpelukan Bertiga.
"Nanti lagi di lanjutin pelukannya Adek harus habisin dulu makanannya"ucap Ceysa.
"Tunggu dulu mi , Adek masih kangen sama abang"ucap Aurel sembari semakin mengeratkan pelukannya.
"Nanti lagi ya , makan dulu nanti Abang peluk lagi"ucap Farez sambil mengelus rambut Aurel dengan sayang.
__ADS_1
"Yah... yaudah deh"gumam Aurel lalu melepaskan diri dari pelukan kedua Abangnya.
Sambil menunggu Aurel menghabiskan makanan Farez dan Altez mengobrol dengan Brata yang sudah kembali keruangan.
"Gimana Abas? apa anak itu masih nakal?"tanya Brata.
"Tidak Pi , semenjak Aurel di rawat Abas lebih pendiam bahkan ia jarang keluar kamar"jawab Altez yang selalu mengetahui gerak gerik Abas.
"Apa dia tidak merengek untuk ikut dengan kalian?"tanya Brata
"Tidak , dia sedang ujian Sekarang Pi dia juga bilang Walaupun Abas gak ikut Abas tetep seneng kok karna Adek udah sembuh dan bentar lagi pasti pulang" jawab Altez.
"Abas semakin dewasa sekarang"ujar Brata dengan senyuman terbaiknya.
"Papi benar , aku suka melihat perubahannya"timpal Farez.
"Ayah , bunda dan para sepupu kalian bagaimana?
"Ayah masih kerja , bunda lebih banyak dirumah Karena ngurusin Rei dan Abas sedangkan El masih sibuk dengan pekerjaan dokternya"ucap Farez.
"Hmm... Sebentar lagi kita akan berkumpul bersama seperti dulu lagi , dan papi harap kejadian ini tidak pernah terulang lagi"ucap Brata sembari menatap dalam Aurel yang sedang fokus dengan film dan makanannya.
"Aku juga , sudah cukup adik kecil ku menderita dan aku tidak ingin terjadi lagi"timpal Farez.
"Hmm.. apa kalian mendapatkan kabar tentang Naf?"tanya Brata.
"Dari yang ku dengar-dengar dia semakin tak tersentuh , dan lebih banyak menghabiskan waktu di kantornya"jawab Farez
"Apa papi menerima ia kembali walaupun ia sudah membuat Adek seperti ini?"tanya Altez penasaran.
"Entahlah , ini juga bukan 100 % kesalahannya dan Aurel juga sudah tau kebenaran yang terjadi , papi tidak akan menghalangi kebahagiaan putri papi , semua tergantung Aurel jika ia masih mencintainya papi bisa apa"ucap Brata.
"Papi benar , aku juga tidak ingin melihat Aurel bersedih karena kita menjauhinya dengan Naf."ujar Farez.
"Semoga saja bedebah itu tidak menemui Aurel dalam waktu dekat ini"ucap Altez.
tanpa mereka sadari Naf sedari tadi mendengar semuanya , tanpa terlewatkan sedikitpun , entah kebetulan atau tidak para bodyguard Brata tidak ada yang berjaga satupun membuat Naf dengan gampang bisa berdiri di depan ruangan Aurel. Ia ingin masuk tapi melihat situasi ia memilih untuk mengundur beberapa hari lagi , ia ingin Aurel menghabiskan waktu dengan para abangnya dulu , setidaknya ia tidak perlu risau lagi dengan penolakan yang ia dapatkan dari Aurel karena gadisnya sudah mengetahui semuanya. dan para lelaki Nelson pun tidak menghalanginya juga.
"tunggu sebentar lagi baby , kita pasti akan bersama lagi seperti dulu dan aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama atau yang lainnya. you are mine forever" batin Naf.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...jangan lupa tinggalin jejak kalian...
__ADS_1
...see you next time teman - teman :)...