Possesive Brothers

Possesive Brothers
__111__


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Hari ini masih sama seperti hari-hari kemarin. walaupun ada sedikit perkembangan kesehatan Aurel tapi tidak mengubah apapun , mata indah itu belum juga terbuka sampai sekarang.


"Adek mimpi apa sih? kenapa gak bangun-bangun , Mami kangen banget sama Adek."ucap Ceysa lirih sembari mengelus pipi Aurel yang terlihat sedikit tirus dan juga pucat.


"Sayang , jangan sedih seperti itu kalau Adek tau pasti nanti dia marahin papi karena biarin Maminya sedih kayak gini"ucap Brata.


"Aurel kapan bangun sih Pi ? ini udah dua bulan dan belum ada tanda-tanda Aurel membaik sedikit pun"ucap Ceysa dengan Air mata mengalir di kedua pipinya.


"Sebentar lagi sayang , aku yakin sebentar lagi Aurel pasti membaik."ujar Brata sembari membawa Ceysa kedalam pelukannya.


Drt....


drt.....


Terdengar getaran dari ponsel Brata dengan segera ia langsung mengambilnya tertera dengan jelas jika Farez lah yang menelpon dirinya.


"Halo Farez , kenapa?"tanya Brata.


"Tidak ada , aku hanya ingin menanyakan bagaimana kesehatan Aurel sekarang Pi? apakah sudah ada perkembangan?"jawab Farez.


"Masih sama , walaupun keadaannya kian membaik tapi sampai saat ini ia belum sadar juga"balas Brata.


Huft.... Terdengar helaan nafas dari Farez.


"Dua Minggu lagi aku akan kesana bersama Altez , aku ingin melihat keadaan Aurel secara langsung"ucap Farez.

__ADS_1


"Baiklah , terserah mu saja tapi pastikan dulu sebelum pergi pekerjaan mu sudah selesai begitu juga dengan Altez"ujar Brata.


"Iya Pi , baiklah kalau begitu aku tutup telponnya sebentar lagi akan ada meeting dengan klien"ucap Farez.


"Yasudah kalau begitu , papi juga akan beristirahat sekarang"ucap Brata lalu menyudahi panggilan.


perbedaan waktu membuat mereka sangat jarang berkomunikasi tapi tetap menyempatkan untuk selalu menanyakan kabar masing-masing.


...............


Jam menunjukkan pukul 8 pagi , Ceysa dan Brata sudah bangun dari tidur mereka karena sebentar lagi dokter Felix akan memeriksa keadaan Aurel seperti biasanya.


Cklek.


"Selamat pagi tuan Brata dan nyonya Ceysa"ucap Felix sembari memasuki ruang rawat Aurel.


"Pagi juga dokter Felix , beberapa kali aku sudah bilang padamu panggil kami berdua dengan sebutan om dan Tante kenapa kau tetap memanggil kami formal seperti itu"omel Ceysa dengan raut kesal di wajahnya.


"hahahaha Oke-oke maafkan aku Tante , jangan marah-marah , lihat lah wajah om seperti akan membunuhku"ucap Felix sembari tertawa.


semenjak 2 bulan Aurel di rawat Felix dan kedua orang tua Aurel semakin dekat jadi mereka meminta Felix untuk memanggil om dan Tante saja supaya lebih akrab.


"Sudahlah , cepat periksa Putri om Felix"ucap Brata dengan wajah masamnya.


"Baiklah , aku akan melakukan tugas ku sekarang"ucap Felix sembari mendekati brankar Aurel lalu memeriksa gadis cantik tersebut. Baru saja ia akan memeriksa detak Aurel......


beppp.....bepppp.....bepp.......


terdengar bunyi mesin EKG berbunyi sangat nyaring diiringi dengan tubuh Aurel kejang-kejang , membuat Brata dan Ceysa langsung berdiri dari duduknya dengan wajah panik.


"Apa yang terjadi dengan Aurel Felix?"tanya Ceysa khawatir.


"Aku mohon Tante dan om untuk menunggu diluar terlebih dahulu"ujar Felix setenang mungkin.


"Apa maksudmu? kau meminta kami meninggalkan Aurel dengan keadaan seperti ini? APA KAU GILA?"bentak Brata.


"Aku mohon om , tolong percaya padaku aku kan melakukan yang terbaik untuk Aurel"ucap Felix.


Tanpa menjawab Ceysa langsung menyeret suaminya keluar dari ruangan Aurel. Sesampai diluar ia langsung menumpahkan tangisnya sungguh ia sangat takut Sekarang ia takut Aurel meninggalkannya lebih dahulu.


Melihat Ceysa yang menangis Brata langsung membawa Ceysa kedalam pelukannya. Sama dengan Ceysa ia juga panik sekarang.


"Tenanglah , putri kita kuat ia pasti bisa melewati Semua ini"ucap Brata menenangkan istrinya.


10 menit menunggu akhirnya Felix keluar dengan menampakkan wajah lelahnya.


"Bagaimana Felix? apa Aurel baik-baik saja?"tanya Ceysa.


"Syukurlah Tan , walaupun aku hampir saja kehilangannya tadi tapi sekarang sudah membaik , dan Aurel sudah melewati masa kritisnya , Satu atau dua hari lagi Aurel akan sadar"ucap Felix dengan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


"Benarkah? oh tuhan , terimakasih sudah mengembalikan Aurel kepada kami lagi , terimakasih Felix Tante sangat senang mendengarnya."ucap Ceysa dengan raut wajah tak kalah bahagia dari Felix begitu juga dengan Brata.


"Apa kami sudah boleh masuk?"tanya Brata.


"Tentu Om , kalau begitu aku pamit dulu , siang nanti aku akan kesini lagi"ucap Felix.


"Baiklah , sekali lagi terimakasih Felix"ucap Brata lalu berjalan memasuki ruangan putrinya.


Sesampai di dalam Ceysa langsung menghampiri Aurel. Sudah tidak ada lagi alat-alat penopang hidup Aurel. setetes air mata jatuh di pipinya dan pastinya itu air mata kebahagiaan.


.............


di Indonesia


Semenjak kepergian Aurel ke Belanda Naf terlihat sangat kacau. ia yang dulunya lelaki dingin Sekarang semakin dingin dan tak tersentuh. Hari-harinya hanya di isi dengan pekerjaan saja. para karyawan yang berkerja dengannya pun tidak ada yang berani berbuat kesalahan karena takut akan kemarahan bos nya itu.


"Sayang... aku sangat merindukanmu , lihatlah aku aku benar-benar hancur sekarang"gumam Naf sembari mengelus foto Aurel yang ia pajang di ruangannya.


sampai saat ini Naf belum tau bagaimana keadaan Aurel , keluarga Nelson benar-benar menutup akses agar ia tidak bisa melacak atau mencari tau bagaimana mana keadaan Aurel sekarang.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...helowwww para readers ku tersayang 😚😚...


...gak kerasa udah dua hari aja gak up 😌...


...kangen tata gak? kangen lah yaa masa enggak πŸ”ͺπŸ”ͺπŸ”«...


...Aku mau Double up nih :)...

__ADS_1


...tungguin yaaaa...


...selamat membaca... jangan lupa Tinggalin jejak kalian yaaaa babayyyyy.......


__ADS_2