
...*HAPPY READING*...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Saat ini Naf telah sampai di panti asuhan Aurel dulu , ia kembali teringat saat pertama mengenal gadis cantik itu. Saat semua orang takut Berteman dengannya tapi Aurel malah mendekati dan mengajak dirinya Berteman.
Naf berjalan memasuki perkarangan panti , ia menatap setiap sudut panti , tak ada yang berubah dengan panti ini masih sama saat terakhir kali ia kesini.
"Kakak cari siapa"sapa salah satu anak perempuan yang bermain di luar.
Naf melihat gadis anak itu dengan tatapan yang dibuat selembut mungkin. Ayolah hanya Aurel yang bisa membuatnya menjadi pria yang lembut.
"Hmm , ada bunda di dalam?"Tanya Naf.
"Ada , mau aku panggilkan?"tanya anak itu yang bernama Putri.
"Boleh , katakan pada bunda kalau kak Naf ada disini."jawab Naf.
"Baiklah , tunggu sebentar ya kak"balas Putri sembari masuk kedalam panti.
"Bunda , di luar ada kakak-kakak yang cari bunda"ucap putri setelah menemukan keberadaan bunda panti.
"Cari bunda? siapa?"tanya bunda Wita.
"Katanya tadi namanya Naf Bun"jawab putri.
"Naf? oh bunda ingat , yaudah Bunda mau samperin dulu"ucap WIta sembari berjalan keluar.
Sesampai di luar ia melihat pria yang sedang berdiri membelakangi dirinya.
__ADS_1
"Naf"panggil Wita.
Naf yang sedari tadi sibuk memperhatikan anak-anak yang sedang bermain sedikit terkejut karena panggilan tersebut . Dengan segera ia memutar tubuhnya.
"Bunda Wita , apa kabar Bun?"tanya Naf sembari mengambil tangan bunda dan menyalaminya.
"Astaga Naf , lihatlah dirimu sangat tampan. Bunda sampe pangling liat kamu dan Kabar bunda Sangat baik bagaimana denganmu?"Tanya Wita.
"Aku juga , sangat baik"balas Naf.
"hm , apa yang membuat dirimu mendatangi bunda sejauh ini?"tanya Wita.
"Aurel"ucap Naf.
"Aurel? ada apa dengan dia? dia baik-baik saja kan?"tanya Wita panik.
"Tenanglah Bun , Aurel baik-baik saja. Tapi ada satu hal yang menggangunya sekarang dan menurut Naf hanya bunda yang mengetahui penyebabnya."ucap Naf.
"Siapa yang berani mengganggu Putri bunda? eh , mari masuk kita bicara di dalam saja"ajak bunda sembari menarik tangan Naf supaya mengikuti dirinya.
"Jadi , apa yang ingin kamu tanyakan?"tanya Wita.
"Apa bunda tau tentang seseorang yang berinisial A.J?"tanya Naf.
"A.j? , Emangnya ada apa? kenapa kamu menanyakan itu?"tanya Wita.
"Hmm, apa kamu membawa suratnya? Bunda ingin memastikan dulu"ucap Wita.
Dengan segera Naf mengambil surat yang berada di saku jasnya dan langsung memberikan pada buda Wita.
Wita memperhatikan isi surat tersebut dan pikirannya langsung tertuju pada salah satu kejadian yang pernah menimpa Aurel ketika SMP dulu.
"Sejak kapan Aurel mendapatkan surat ini?"tanya Wita yang tampak sangat khawatir.
"Belum lama bunda , dan ini sering terjadi. Apa bunda mengetahui sesuatu?"tanya Naf ketika Melihat perubahan ekspresi Wita ketika membaca surat tersebut.
"Ya , bunda tau.. A. j alias Andreas Jonathan. Ia ada pria yang hampir saja melakukan hal yang tidak pantas pada Aurel."ucap bunda.
"Kapan? kenapa aku tidak tau Bun , padahal aku selalu mengawasi Aurel selama ini"ucap balas Naf.
"Waktu itu...
Flashback On
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam , acara perpisahan sekolah yang dia adakan di SMP tempat Aurel menuntut ilmu baru saja selesai. Para murid sudah banyak pulang Karena sudah sangat larut.
"Rel , mau pulang bareng gak?"tanya tata
__ADS_1
(kalau lupa tata coba baca chapter awal yaa)
"Kamu duluan aja , bentar lagi ojek yang aku pesan datang kok"tolak Aurel.
"Beneran nih? atau mau gua tungguin?"tanya tata.
"Gak usah , aku sendiri aja lagian udah malem nanti kamu di cariin"ucap Aurel.
"Yaudah , kalau gitu gua pulang ya dan kalau Lo udah sampe rumah kabarin gua"ucap tata.
"Oke tata , hati-hati di jalan tata"ucap Aurel.
Kini tinggal Aurel dan beberapa murid yang masih menunggu jemputannya.
"ojeknya mana sih? kok lama Banget"gumam Aurel kesal.
Sudah 20 menit Aurel menunggu anak-anak yang tadi juga sudah banyak yang pulang tinggal ia dan satu siswi lagi yang ada disana.
"Udah mau jam 11 , Aku jalan aja deh dari pada Disni sendirian"batin Aurel.
Aurel berjalan sendiri menuju panti , walaupun ia anak karate tetap saja ia seorang perempuan yang mempunyai rasa takut apalagi saat ini jalanan juga sepi.
Dengan meyakinkan diri Aurel terus berjalan , ia berusaha menahan rasa takutnya. Di ujung jalan Aurel melihat sekumpulan pria berjumlah empat orang yang sedang duduk di atas motor sembari meminum minuman keras.
Ia sungguh takut Sekarang.
tiba-tiba...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...lanjut gak?🙃...
...jangan lupa tinggalin jejak kalian ya:')...
__ADS_1
...Salam sayang buat semuanya:)...