
...HAPPY READING...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Kebahagiaan sangat terpancar di mata Ceysa , tak henti-hentinya ia mengucap syukur karena putrinya sudah sadar dari tidur panjangnya.
Brakkk!
Ceysa dan Brata terkejut mendengar suara pintu yang dibuka dengan keras.
"Tidak bisakah kalian membuka pintu dengan pelan? jika saja aku punya penyakit jantung mungkin aku sudah mati karena terkejut"ucap Brata.
"Sorry Pi , kami panik tadi"ucap Altez.
"Hm bagaimana dengan gadisku Pi?"tanya Naf dan mendapat pelototan tajam dari Ardhan yang berada di sampingnya.
"Aurel telah sadar dari komanya , sekarang ia hanya tertidur Karena efek samping obat"jawab Brata.
"Aku sangat bahagia , aku akan melihat gadis kecilku tersenyum kembali."ucap Naf.
"Berhentilah menyebut Aurel dengan sebutan gadis mu!! gua muak mendengar nya"ucap Ardhan.
__ADS_1
Seketika hawa di dalam ruangan Aurel menjadi panas.
"Kenapa? kau cemburu bocah jelek?"ledek Naf.
Melihat akan terjadinya baku hantam , Abas menarik tangan Ardhan untuk duduk bersamanya sedangkan Naf sudah ditarik oleh Farez untuk duduk di sebelahnya.
Sedangkan yang lain hanya menonton sembari menggeleng-geleng kan kepala Meraka melihat tingkah kedua lelaki beda umur itu.
"Sudahlah , kalian harus akur jangan bertengkar seperti ini bersaing lah Secara sehat semua tergantung Putriku"ucap Ceysa menenangkan mereka berdua.
Dua jam berlalu , semua melakukan aktivitas dengan ponsel masing-masing , kecuali Ceysa dan Brata memilih duduk di samping Aurel.
Ugghhh...
Lenguhan terdengar dari mulu Aurel menandakan gadis itu sudah bangun dari tidurnya.
"Akhirnya putri mami bangun juga"ucap Ceysa sembari menciumi kening Aurel.
"Hiksss.... hikssss.... jangan pukul aku , jangan sakiti aku....!!! hikssss... ampun... jangan pukul jangan..... hikssss..."teriak Aurel di sela-sela tangisnya.
"Sayang... ini mami nak.. tidak ada yang memukul mu.. jangan menangis sayang.. tidak ada yang akan menyakiti mu lagi! Aurel dengar mami nak "ucap Ceysa sembari memeluk tubuh putrinya.
Brata langsung memanggil dokter untuk memeriksa Aurel.
Farez dan yang lain ikut panik , tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu kedatangan dokter.
Akhirnya Dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Aurel. lalu menyuntikan penenang dan Aurel kembali tertidur.
"Gimana dok?"tanya Brata
"Sepertinya Aurel sedikit trauma akibat kejadian yang menimpa dirinya."ucap dokter itu.
"Jadi kami harus melakukan apa dok? apa perlu menggunakan bantuan psikiater?"tanya Naf.
"Tidak usah , ini hanya trauma ringan. Cukup mengajaknya bercerita buat ia nyaman dengan kalian, dan jangan Bebani pikirannya apalagi menanyakan masalah kemarin.
__ADS_1
"Baiklah dok , kami mengerti"ucap Brata.
"Kalau begitu saya permisi dulu"ucap dokter itu.
Setelah kepergian dokter itu keheningan melanda ruangan itu.
"Lihatlah putriku sangat banyak menanggung beban , aku merasa menjadi ibu yang buruk untuknya."ucap Ceysa.
"Tidak , mami adalah ibu yang terbaik untuk kamu semua. Ini bukan salah mami ini salah bajingan itu jadi berhentilah menyalahkan diri mami sendiri"ucap Farez.
"Yang di ucapkan putraku memang benar sayang , kau adalah istri sekaligus ibu yang terbaik. Aku berjanji padamu untuk selalu melindungi kalian semua"ucap Brata sembari mencium kening istrinya.
Semua yang ada di ruangan Aurel ikut terharu melihat keharmonisan keluarga itu , mereka semua berharap semoga tidak ada lagi masalah yang menimpa keluarga itu.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...*Sekian untuk hari ini , salam sayang untuk kalian semua:* jangan lupa like dan komen ya teman-teman*.....
__ADS_1