Possesive Brothers

Possesive Brothers
__61__


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Aurel terbangun dari tidurnya , ia melihat sekeliling tapi terasa berbeda saat ia tidur tadi.


"Tadi kan Adek tidur dirumah bunda Lina , kenapa Adek bisa sampe rumah"batin Aurel.


Tidak ingin terlalut dalam pikiran Aurel memilih untuk membersihkan diri saja. Setelah selesai ia pun turun kebawah untuk bertemu keluarganya yang lain.


"Mamiiiii"panggil Aurel ketika melihat Ceysa sedang memasak di dapur.


"Putri mami sudah bangun ya , kenapa sayang? apa Adek lapar?"tanya Ceysa.


"Adek tidak lapar , tapi Adek mau makan cake mi"ucap Aurel.


"Tunggu sebentar mami ambilkan dulu ya"ucap Ceysa sembari menuju kulkas.


"Ini sayang , tadi mami membelikan cake untuk mu"ucap Ceysa.


"Wah terimakasih mami , Adek sayang mami banyak-banyak"ucap Aurel sembari mencium kedua pipi ibunya.


"Oh iya bunda mana mi?"tanya Aurel.


"Bunda sedang di kantor ayah , mungkin sebentar lagi pulang"jawab Ceysa.


"Oo begitu ya.."Balas Aurel.


"Yasudah , bawa ini sekalian keruang keluarga ya , semuanya sedang berkumpul disana"ucap Ceysa.


"Baiklah mi"balas Aurel sambil membawa piring yang berisikan cake dengan kedua tangannya.


Sesampai diruang keluarga Aurel mendudukkan dirinya di sebelah Farez. Ia melihat Farez sedang mengerjakan sesuatu di tablet nya , Altez yang sibuk dengan ponsel dan Abas sedang bermain PS bersama Rei. Sedangkan El Masih dirumah sakit begitu juga dengan Brata masih sibuk di kantornya.


"Ist , sangking sibuknya Abang gak ngeliat Aurel yang udah duduk anteng disini"ucap Aurel sembari menggembungkan pipinya seperti orang merajuk. Tapi didalam hati ia sedang tertawa tidak apa-apa kan mengerjai para abangnya ini.


keempat abangnya langsung menghentikan kegiatannya masing-masing lalu menghadap kearah Aurel.


"Maaf sayang, Abang tidak sadar kamu disini"ucap Farez sembari mengangkat Aurel keatas pangkuannya.


Aurel tidak membalas ucapan Farez ia masih memasang wajah sebalnya.


"Hm, apa yang harus Abang lakukan supaya bisa di maafkan oleh princess abang ini"ucap Farez.

__ADS_1


Aurel melirik sekilas wajah Farez , sangat jelas baginya Farez menatap dirinya dengan tatapan sendu Sungguh ia tak suka itu.


Tak tahan dengan itu Aurel langsung memeluk Farez dengan sangat erat.


"Abang jangan sedih , tadi Adek hanya bercanda"ucap Aurel.


"Benarkah , jadi Adek mengerjai Abang ya"ucap Farez.


"Wah-wah seperti ada yang ingin kita gelitik"timpal Abas sembari mendekati adiknya.


Aurel semakin merapatkan tubuhnya pada Farez tapi ia terkejut reaksi Farez malah menjauhkan tubuhnya dari dirinya.


Melihat Aurel sudah berjarak dari Farez Abas dan Rei langsung menggelitik Aurel.


"Hahaha abang hahaha , sudah hentikan ini sungguh geli hahaha abang , sudahh hentikan"ucap Aurel disela-sela tawanya."


Melihat wajah Aurel sudah memerah Farez menyuruh kedua adiknya berhenti.


"Sampe merah gini"ucap Farez sembari mengelap keringat Aurel.


"Ist Abang sih , Adek udah mandi tauu sekarang Adek jadi lengket dan bau keringat lagi"ucap Aurel.


"princess nya Abang tidak bau kok , selalu wangi"ucap Farez.


"Benarkah? kalau begitu Adek tidak perlu mandi lagi jika ke sekolah"ucap Aurel.


"Kenapa begitu"tanya Abas.


"Tad bang Farez bilang Adek selalu wangi , jadi tidak usah mandi-mandi lagi"jawab Aurel dengan riang.


"Selalu wangi bukan berarti tidak perlu mandi sayang"timpal Brata yang baru saja datang.


Brata langsung menggendong tubuh Aurel lalu mendudukkan dirinya di sebelah Farez.


"Sepertinya ada yang rindu"balas Brata.


"Ia , Adek sangat merindukan papi kenapa papi lama sekali pulangnya"ucap Aurel.


"Pekerjaan papi tadi sangat banyak sayang , Pai berjanji tidak akan pulang lama lagi"balas Brata.


"Promise?"ucap Aurel sembari mengangkat jari kelingkingnya.


"Promise"balas Brata sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari Aurel. Tidak lupa juga mencium seluruh wajah Putrinya.


"Kenapa ini? kenapa anak mami terlihat sangat bahagia"ucap Ceysa yang baru saja datang dari dapur.


"Tidak ada apa-apa mi , papi hanya berjanji tidak akan terlambat pulang lagi"ucap Aurel.


"Hm begitu ya , oh ya sayang kenapa tadi Aurel bisa dirumahnya bunda Lina?"tanya Ceysa sebenernya ia sudah tau dari Farez tapi ia ingin mendengarkan sendiri dari Aurel.


"Bunda Lina?"ucap Aurel sambil meletakkan jari di kening seperti Sedang berpikir.


"Iya sayang , bunda Lina"ucap Ceysa.


"Ooo Aurel tau sekarang , tadi Aurel tolongin bunda Lina mi"ucap Aurel.


"tolongin apa sayang?"timpal Brata.

__ADS_1


"Tadi Adek gak sengaja lihat bunda Lina hampir di jambret , trus Adek tolongin"ucap Aurel.


"Gimana caranya?"tanya Abas penasaran.


"Tadi sebenarnya Adek takut , tapi Adek gak tega liat bunda Lina teriak minta tolong , Adek ambil kayu trus Adek pukul jambret nya.. puk! jambretnya langsung jatuh terus.."seketika Aurel mengehentikan ucapnya.


"Terusss?"ucap Altez.


"Bentar Adek minum dulu"ucap Aurel.


Farez langsung menyodorkan air pada adiknya Sembari menahan tawa.


"Terus jambretnya pukul adek balik , tapi Adek gak nyerah adek berdiri lagi terus Adek pukul jambretnya sampai minta ampun"ucap Aurel sembari memperagakan gerakan tinjunya ke arah lain seperti meninju Angin.


Semuanya tak tahan lagi menahan tawa melihat Aurel bertingkah Seperti itu , tapi mereka harus menahannya takut Aurel salah tangkap dan bisa saja melukai perasaan gadis cantik itu jadi hanya senyuman yang mereka berikan.


"Kenapa kalian tersenyum?"tanya Aurel


"Tidak ada , papi hanya bangga ternyata putri papi sangat hebat bahkan sangat berani"ucap Brata.


"Tapi sayang , dari mana kamu belajar semua itu?"tanya Ceysa.


"Hmm , dari SMP adek udah ikut karate mami"ucap Aurel sembari menunduk.


"Benarkah? wah ternyata putri mami seorang jagoan"ucap Ceysa bahagia.


"Mami tidak marah?"tanya Aurel.


"Kenapa mami harus marah , malahan mami Sangat bangga"Balas Ceysa.


"Papi tidak menyangka putri kecil papi Suka seni beladiri"ucap Brata.


"Kalau begitu Adek harus sering-sering melatih kemampuan , nanti abang akan bantu"timpal Farez.


"Abang juga"ucap Abangnya yang lain.


"Yasudah , sekarang kalian bersih-bersih sebentar lagi kita makan malam"ucap Ceysa.


"Iya mi "balas mereka serentak lalu pergi ke dalam kamar masing-masing.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Lanjut besok ya:))...

__ADS_1


...jangan lupa tinggalin jejak kalian:*...


__ADS_2