Possesive Brothers

Possesive Brothers
__49__


__ADS_3

...Happy reading:*...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Farez baru saja sampai di kantornya pagi ini. Walaupun sekarang adalah tanggal merah ia terpaksa tetap ke kantor karena ada sedikit masalah yang harus ia atasi.


drtt


drtt


drtt


fokus Farez teralihkan ketika merasakan getaran ponselnya. Ternyata itu telpon dari orang suruhannya.


"Maaf tuan saya mengganggu , saya ingin menyampaikan data tentang siswi yang bernama Zeline sudah saya kirimkan ke email tuan"ujar orang itu.


"Baiklah , saya akan cek sekarang"balas Farez dan langsung memutuskan panggilan itu.


Dengan segera Farez mengecek data tersebut , setelah melihat secara detail Farez sedikit terkejut dengan fakta yang ia temukan di data itu.


SHIT!!!!


Dengan segera Farez langsung menghubungi orang rumah , untuk memastikan sesuatu.


Di kediaman Nelson....


Aurel terlihat gelisah ketika mendapat pesan dari zeline yang akan mengajaknya untuk ke mall.


"kalau aku minta izin pasti gak di bolehin , tapi kalau gak izin gimana caranya aku bisa keluar?"batin Aurel.


Setelah berpikir cukup lama akhirnya Aurel memilih untuk pergi melewati jendela saja , alias kabur. Dengan cekatan Aurel mengikatkan satu persatu kain yang ada di kamar agar menjadi panjang. Setelah cukup panjang Aurel langsung menuju balkon dan mengikat kain tersebut pada tiang dengan kuat setelah selesai mengikat ia melihat kebawah untuk memastikan jika tidak ada bodyguard yang menjaga , dengan perlahan Aurel turun dengan hati-hati agar tidak terjatuh.


Setelah sampai bawah Aurel berjalan mengendap-ngendap agar tidak ketahuan oleh bodyguard ataupun keluarganya. karena saat ini semua keluarga ada dirumah kecuali Farez El Bram dan Brata.


"yes , akhirnya Aurel bisa keluar juga dengan selamat"gumamnya.


Aurel celingak-celinguk untuk mencari dimana Zeline berada.


Tin


Tin


Tin


Bunyi klakson mobil mengagetkan Aurel. Mobil itu berhenti di depan Aurel lalu membuka kaca mobilnya.


"Aurel , buruan masuk"ujar seorang gadis yang berada di dalam mobil itu.

__ADS_1


Aurel sedikit bingung karena ia baru pertama bertemu dengan gadis tersebut.


"Buruan Rel , ini gua zeline"


"Haa? kok kamu beda?"tanya Aurel.


"Nanti gua jelasin sekarang Lo masuk dulu"balas zeline.


Dengan sedikit keraguan Aurel memasuki mobil tersebut. Setelah zeline menjalankan mobilnya baru Aurel memulai percakapan.


"Hmm , zeline kok kamu beda?"tanya Aurel


"Beda gimana? gua biasa aja kok"jawab Zeline dengan mata tetap melihat Jalanan.


"Ternyata kamu bisa bawa mobil , tapi kenapa selama di sekolah kamu pulangnya jalan kaki Ze ?"tanya Aurel.


"Sengaja!"jawab Zeline sedikit ketus.


"Hmm.. , kita beneran ke mall kan Ze?"tanya Aurel memastikan.


" Lo mending diem deh!! berisik banget dari tadi"bentak Zeline.


Membuat Aurel terkejut , dan memilih menutup mulutnya dengan rapat sembari mengalihkan pandangannya ke jalanan.


Aurel sedikit bingung , karena jalan yang ia tempuh sekarang berbeda dengan jalan yang ia tempuh bersama keluarganya ketika pergi ke mall.


"Hm Ze , kok jalannya beda ya ? bukannya mall nya udah kelewat?"tanya Aurel gugup.


"Siapa yang ngajak Lo ke mall?"tanya Zeline.


"Bukannya kemarin kamu bilang kita mau main ke mall?"jawab Aurel.


"Gak! jangan harap!!! tenang aja gua mau bawa Lo ketempat yang nantinya bakal jadi tempat terindah yang pernah Lo datangin"ucap Zeline dengan senyuman manis diwajahnya.


...****...


"Halo bang? kenapa?"tanya Altez yang baru saja mengangkat telepon dari Farez.


"Adek dirumah kan?"tanya Farez.


"Ia , dirumah kok dari tadi Adek juga di kamarnya"balas Altez.


"Sekarang coba kamu cek , pastiin lagi kalau Aurel benar-benar di kamar"titah Farez.


"Ada apa sih? kenapa Abang kedengarannya cemas banget?"tanya Altez.


"Zeline, Zeline teman Aurel ternyata anak musuh papa yang dulu pernah culik Aurel waktu kecil"ucap Farez.


Tubuh Altez menegang membuat keluarga yang lain menatapnya dengan Heran.


"Bentar , aku kamar Adek dulu"ujar Altez sembari berlari menuju kamar Aurel dan dikuti keluarga lainnya.


sesampai disana ia tidak menemukan Aurel ,tidak ingin berburuk sangka ia lantas mengecek toilet dan juga walk-in closet dan tidak juga menemukan Aurel sana.


"Bas tolong cek balkon!"ucap Altez.


Abas langsung berlari ke balkon dan terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat.


"ABANG!!!"teriak Abas


Mendengar teriakan Abas Altez langsung berlari menuju balkon.

__ADS_1


"Sial!!" ucap Altez yang masih terdengar oleh Farez.


"Kenapa Al? Adek dirumah kan?"tanya Farez.


"Adek kabur Lewat balkon bang"jawab Altez.


"Pasti adek Udah pergi sama zeline , Abang akan lacak hp Adek"ucap Farez yang dengan panik.


"Gak bisa bang, hp Adek tinggal"balas Al.


Sedangkan yang lain terlihat bingung dengan apa yang dibicarakan oleh Al dan Farez dan juga panik ketika tidak menemukan Aurel di kamar.


"Sudah , jelaskan kepada yang lainnya dengan perlahan Abang dan Dady akan berusaha mencari Adek sampai ketemu"ucap Farez berusaha tenang.


"Iya bang"ucap Altez dan panggilan terputus.


"Ada apa Al? apa yang terjadi? Adek kemana Al? cepat jelaskan ke mami Al"ucap Ceysa dengan panik.


"Adek kabur mi , Adek pergi sama zeline teman sekolahnya"jawab Al.


"Tapi kenapa kamu terlihat sangat panik? emang siapa Zeline?"tanya Ratih.


Altez tercekat ia tak sanggup memberi tau mami dan bundanya yang terlihat sangat khawatir.


"Hm Ze- line"ucap Altez gugup


"Kenapa? siapa Zeline? cepat beritahu mami Altez!!"bentak Ceysa dengan mata yang Sudah berkaca-kaca begitu juga dengan bundanya.


"Zeline anak dari orang yang telah menculik Adek waktu kecil mi"jawab Altez dan membuat semua keluarga terkejut.


"Jadi Adek sama dia sekarang?"tanya Abas memastikan.


"Iya"


"Adek hikss... dalam keadaan hikss .. bahaya Al kita harus cari hikss.. Adek sekarang!!"ucap Ceysa terisak-isak.


sedangkan Ratih juga menangis dalam pelukan Rei.


"Abang sama Dady dan ayah sedang mencari Adek mi kita disuruh tetap dirumah aja , sekarang mami tenang ya Adek pasti baik-baik aja"ucap Altez berusaha menenangkan keluarganya yang lain walaupun di dalam hatinya cukup resah.


Sedangkan di lain tempat Naf baru saja mendapat kabar bahwa gadisnya dalam bahaya Langsung melacak dimana keberadaan Aurel sekarang. Untung saja ia sempat terpikir untuk memberi Aurel kalung yang sudah di pasang alat pelacak.


"Kalian sendiri yang mengantarkan nyawa kalian padaku ,sentuh sedikit saja gadisku sudah ku pastikan kuburan tempat terakhir yang akan kalian tempati!!"batin Naf.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...lanjut besok(:...

__ADS_1


...see u teman-teman:*...


...Jangan lupa like dan komen ya:)...


__ADS_2