Possesive Brothers

Possesive Brothers
__40__


__ADS_3

Malam ini Aurel juga kembali merengek untuk bisa kembali kerumahnya.


"Papi , ayo pulang Adek udah gak betah disini"ucap Aurel.


"Besok aja yah sayang.."jawab Brata saat Aurel memintanya lagi untuk pulang


"gak mau pi.. sekarang aja.."ujarnya kesal


"Oke-oke , papi akan bicara pada dokter dulu"ucap Brata sembari berjalan menuju ruangan Dokter.


Setelah mendapat izin dari dokter Brata kembali keruangan Aurel untuk memberi tahu jika ia sudah boleh untuk pulang


Brata memasuki ruangan Aurel. sejenak ia termenung. Ia sangat bersyukur telah di beri kesempatan untuk bisa menjaga Aurel kembali , ia Sangat bahagia bisa menemukan Aurel kembali setelah lama kehilangan putri kesayangannya.


"kita akan pulang , seneng gak?"dengan memakaikan jaket berbulu tebal pada Aurel


"Aaa makasih papi , Adek seneng banget"ujar Aurel senang membuat mereka semua juga ikut senang melihat nya Langsung saja Brata menggendong putrinya ala koala.


Setelah selesai beres-beres mereka semua keluar dari ruangan itu dan langsung menuju parkiran.


putra lelaki Nelson satu mobil dengan Aurel sedangkan Brata dan Ceysa memasuki mobil yang lain. Bram dan Ratih tidak ada bersama mereka karna ia sedang ada urusan ia juga tidak tahu bahwa Aurel akan pulang hari ini. Dan El sedang bertugas di rumah sakit yang berada di Kalimantan jadi tidak bisa ikut menjemput adik kesayangannya.


Setelah sampai di mansion Farez Langsung membawa Aurel menuju kamarnya karena ia sudah tertidur saat di perjalanan tadi. Setelah dari kamar Aurel Farez turun kebawah untuk membahas tentang pelaku yang sudah melukai adiknya.

__ADS_1


"Gimana Rez? udah tau siapa orangnya?"tanya Brata.


"Saat kejadian cctv di sekitar toilet mati Pi , tapi ada satu cctv yang tersembunyi yang sengaja aku letakkan di dekat pohon merekam postur tubuh si pelaku Pi , yang aku lihat sepertinya ia seorang perempuan dan aku juga sudah memastikannya kemaren saat bertanya pada Aurel. sayangnya si pelaku memakai masker jadi aku tidak bisa melihat wajahnya"ucap Farez.


"Apa Adek memiliki musuh di sekolah?"tanya Brata.


"Setahu ku tidak pi , ia hanya berteman dengan Qila dan Rafa saat istirahat pun aku dan yang lain juga menjemputnya jadi tidak mungkin ia memiliki musuh ketika ia sendiri jarang berinteraksi dengan yang lain Pi"ujar Altez.


"Hm.. , papi minta kalian semua cepat menemukan siapa pelakunya , papi tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi",ujar Brata.


"Baik pi"ujar mereka serentak.


"Sekarang kalian semua tidurlah lah , sudah malam lagian kalian semua juga akan beraktivitas kembali besok , untuk Aurel biarkan dia libur dulu mami akan menjaganya sampai ia benar-benar sembuh"ucap Ceysa.


"Iya sayang , aku tahu"ucap Ceysa sembari mencium pipi suaminya.


"Yaampun , masih ada orang disini"sindir Abas.


"Dasar jomblo , Sirik aja jadi anak"balas Brata sembari menarik lembut tangan istrinya menuju kamar.


"Dasar pa tua , jangan nambah adik lagi ya mi"ujar Abas dengan cengiranya.


Dengan cepat Ceysa menarik tangan Brata agar cepat sampai kamar untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya.

__ADS_1


Dan yang lain pun memasuki kamar mereka masing-masing.


dilain tempat....


"SUDAH CUKUP AKU BERSABAR MENUNGGU KALIAN MENEMUKAN PELAKUNYA!! LIHAT GADISKU SAMPAI TERLUKA KARENA ORANG ITU!! AKU TIDAK MAU TAU KALIAN SEMUA HARUS CEPAT TEMUKAN PELAKUNYA BAWAKAN DIA KEHADAPAN KU DALAM KEADAAN HIDUP ATAUPUN MATI!!"teriakan sangat menggelegar dari seorang lelaki pada orang suruhannya.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


hm:) kita lanjut besok yaa , jadi pengen cepet-cepet ngasih tau pelakunya🙃


jangan lupa like dan komen ya:')

__ADS_1


__ADS_2