
...*HAPPY READING*...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Tiba-tiba....
"Eh ada cewek tuh , kayanya masih SMP tapi bodynya lumayan"ucap salah satu pria tersebut.
Aurel merapatkan tas yang ia bawa pada tubuhnya , ingin kabur rasanya tidak mungkin karena melihat jumlah mereka sangat banyak pasti akan cepat mengejarnya.
"Jangan woi , anak kecil itu" ucap pria lainnya.
"Bodolah , kecil-kecil kalau bisa bikin puas Kenapa enggak"Timpal pria yang sudah sangat mabuk.
"Maaf kak izinin Aurel lewat , Aurel mau pulang"ucap Aurel dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Eittss , gak bisa gitu dong. Kalau Lo mau lewat Lo harus puasin gua dulu"ucap pria yang mabuk tadi.
Yap , dia Andreas pria yang selama ini meneror Aurel.
"Udalah Ndre , kasian biarin dia lewat"ucap pria yang masih sedikit sadar.
"Gak , Sekarang Lo ikut guaa!"ucap Andreas Sembari menarik tangan Aurel menuju salah pondok yang berada di dekat semak-semak.
Pecah sudah air mata Aurel , ia sangat tau kemana arah pembicaraan pria tersebut.
"Gak!!! Hikssss..... Aurel mau pulang... hikssss Aurel gak mau disini... hikssss..."
"Diam!!! Ikut guaa!!"ucap Andre semakin menarik Aurel menuju pondok tersebut.
Sedangkan teman-temannya yang lain hanya menatap Andre dari jauh. Mereka sangat tau tabiat pria tersebut. Mereka juga takut untuk melawan Andre Karena Andre berasal dari keluarga yang sedikit terpandang.
Sesampai di pondok itu Andre menghempaskan tubuh Aurel dan langsung menindihnya.
"Lepas!!! hikssss... jangan sentuh Aurel... Aurel mohon lepasin Aurel... hikssss...."
"Bisa diam gak!! gua benci denger suara tangis Lo!!"
"TOLONG.... TOLONG.... TOLONGIN AUREL.. hikssss...."
Dengan perlahan Andre merobek asal baju yang dikenakan Aurel. Memberi kecupan pada setiap ini tubuh Aurel.
Aurel menangis dalam diam , sungguh ia sangat takut dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Tanpa sengaja Aurel melihat balok di samping tubuh di bagian bawah , ia berusaha menjangkau balok tersebut. Sedangkan Andre masih sibuk menciumi leher Aurel dan meninggalkan banyak jejak disana.
Setelah balok itu ada di genggamannya Aurel langsung mendorong tubuh Andre yang ada diatasnya lalu memukul Andre dengan balok itu.
__ADS_1
Bugh!!
kepala Andre langsung berdenyut Karena pukulan tadi , sepertinya Aurel menggunakan seluruh tenaga dalamnya.
"Oh shit!!"
Melihat Andre kesakitan Aurel langsung berlari keluar dari pondok itu. Dengan tertatih ia menghampiri teman-teman Andre yang masih berada Disana.
"Kak , tolongin Aurel.. hikssss... tolong bawa Aurel pergi dari sini... hikssss..."
Mereka yang ada disana melihat Aurel dalam keadaan kacau dengan baju yang sudah robek memperlihatkan bagian pundaknya.
Mereka yang notabennya juga sudah mabuk , jadi tergiur melihat tubuh Aurel yang lumayan montok untuk anak seumurannya.
"Wahh, ini anak yang tadi kan? pantesan aja si bos mau anaknya sexy begini."
Aurel yang berniat meminta tolong pada mereka menjadi lebih ketakutan ketika mendengar penuturan salah satu pria disana.
Aurel perlahan berjalan mundur menjauh dari sana. Tapi sayang saat ia berjalan mundur tubuhnya terasa membentur tubuh seseorang.
Aurel membalikkan badannya dan tatapannya bertemu dengan Andre yang menatapnya sangat tajam.
"Mau lari kemana Lo? Lo pikir bisa kabur dari gua?"ucap Andre.
"Hikssss.. kak maafin aku biarin aku pulang hikssss..."
"Pulang? oke setelah gua dan temen-temen gua ngerasain tubuh Lo"ucap Andre Sembari mendorong tubuh Aurel kearah teman-temannya.
"Gak.... lepas.... lepasin aku.... hikssss.... bunda.... hikssss..."
Andre dan ketiga temannya menarik paksa tubuh Aurel ke semak-semak.
Mereka melucuti pakaian Aurel.Kini tinggal celana pendek dan juga tanktop yang melekat pada tubuhnya.
Andre mengambil kedua tangan Aurel dan membawa keatas kepala Aurel dan memegang nya dengan kuat.Sedangkan tangannya yang lain menggerayangi tubuh Aurel.
"Hikssss...hiksss ,jangan kak hiks... lepasin Aurel... hikssss... Aurel mau pulang...."
"Diam!! gua bilang diam ya diam!!"bentak Andre.
plak!
plak!
Karena kesal Andre menampar wajah Aurel dengan keras.
Sepasang suami-istri yang baru saja pulang dari kantornya tidak sengaja melihat motor yang berada di tepi jalan tapi tidak ada pengendaranya.
"Mas , itu kenapa banyak motor disana?"
"Gak tau , kita liat dulu siapa tau ada pengeroyokan atau perampokan , kamu disini aja biar mas yang liat nanti kalau ada apa-apa mas langsung kabarin kamu"
"iya mas."
Pria tersebut berjalan menuju semak-semak samar-samar ia mendengar suara tangisan wanita yang berteriak meminta tolong. Dengan mengendap-ngendap ia berjalan mencari asal suara tersebut.
Tidak lama kemudian ia Melihat seorang anak perempuan yang akan di perkosa seorang pria. dan jauh dari sana ia juga melihat 3 orang pria yang memperhatikan temannya yang akan memperkosa gadis itu.
Merasakan tenaganya tidak cukup kuat melawan 4 pria itu ia memutuskan kembali ke dalam mobil.
"Bagaimana mas? apa ada sesuatu?"
"Ada seorang gadis yang akan di perkosa , aku ingin menolong tapi banyak pria disana."
__ADS_1
"Jadi bagaimana mas?"
"Kita telpon polisi aja , itu lebih baik"
"Oke mas , aku saja yang telpon."
Dengan segera ia mengeluarkan ponselnya dan langsung menelepon polisi.
Tidak lama kemudian polisi pun datang.
Di semak-semak..
Andre tersenyum bangga melihat hasil karyanya di tubuh Aurel.
"Mari kita mulai ke intinya sayang"ucap Andre dengan suaranya seraknya.
"Gakkk!!! hikssss.... kak... jangan... hikssss... aku mohon...... hikss.."
Baru saja Andre ingin membuka celana pendek Aurel terdengar suara tembakan yang diarahkan ke atas.
"Angkat tangan!!"ucap seorang polisi sembari mengarahkan pistol kepada Andre.
Sedangkan teman-temannya yang lain sudah kabur dan meninggalkan Andre disana.
Andre langsung mengangkat tangannya. dengan segera polisi tersebut memborgol tangan Andre.
Sedangkan sepasang suami-istri tadi langsung membawa Aurel kerumah sakit.
Setelah kejadian tersebut Aurel mengalami trauma berat dan memerlukan banyak waktu untuk menyembuhkan traumanya.
Sedangkan Andre sempat di penjara tapi tidak lama karena keluarganya langsung menjamin kebebasan dirinya..
flashback off
Naf menggeram dalam diam setelah mendengar cerita dari bunda Wita. Ternyata ia kecolongan. Sungguh ia tak menyangka gadisnya mengalami hal seberat itu.
Pulang dari sana ia langsung menelpon Max untuk segera mencari keberadaan Andre dan meminta Max agar membawa Andre hidup-hidup kehadapan nya.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
bikin beginian rasa aku yang di gituin🙃 greget sendiri , mana Abang duduk di sebelah , jadi agak ragu-ragu nulisnya.😌😌
jangan lupa tinggalin jejak ya:)
Bosen kan aku ngomong gitu terus wkwkwk
salam sayang buat kalian semua:*
__ADS_1