
Seminggu telah berlalu , hari ini adalah hari kepulangan Naf dari Itali ke Indonesia. jet pribadinya baru saja mendarat di mansion mewah miliknya. Kali ini ia hanya pulang sendiri sedangkan kedua orang tuanya masih menetap di Italia.
Sesampai di mansion ia memilih mengistirahatkan tubuhnya terlebih dahulu karna nanti malam ia akan berkunjung ke tempat gadisnya.
"Max , siapkan barang yang aku bilang padamu tadi , Pastikan semuanya kecil agar tidak bisa terlihat oleh orang lain"suruh Naf.
"Baik tuan , saya permisi dulu tuan"ujar Max.
...*****...
Malam ini keluarga Nelson sedang menghabiskan waktu bersama di ruang keluarga. Aurel yang saat ini duduk di pangkuan Farez sesekali memakan cemilan yang ada di depannya.
Abang Aurel yang lain yang memperhatikan Aurel yang sedang memakan makanannya terlihat gemas ketika pipi Aurel menggembung akibat terlalu banyak makanan di dalam mulutnya. sesekali Abas menoel-noel pipi Aurel dan membuat si empu merasa kesal.
"Abang Ihh , jangan ganggu Adek"rengekannya.
bukannya berhenti Abas semakin gencar menoel-noel pipi adiknya.
"Mami , lihat tu Abang nakal"ucap Aurel mengadu.
"Abas jangan iseng sama Adek"ucap Ceysa.
seketika Abas menghentikan kegiatannya , ketika melihat tatapan tajam dari Ceysa.
"Hahahaha , Abang lucu"tawa Aurel melihat Abas ketakutan.
"Oohh jadi Adek sekarang udah berani ya ngeledek abang"ucap Abas sembari mendekati Aurel.
__ADS_1
"Adek tadi cuma becanda"ujar Aurel.
"Adek harus di hukum"ucap Abas dengan langsung menggelitik tubuh Aurel.
"hahahaha , Abang udahh geli hahahaha ,Abang berhenti"ucap Aurel di sela-sela tawanya.
"Abas udah , liat tuh wajah Adek udah merah"ucap Ratih.
Aurel langsung berhenti tertawa setelah Abas selesai menggelitiknya.
"Sampai keringatan begini" ujar Farez
"Bas ambilin tisu"titah Farez.
Dengan segera Abas menyerahkan tisu tersebut pada Farez-abangnya.
"Udah malem , sekarang tidur ya"ujar Farez setelah membersihkan keringat di tubuh adiknya.
Dengan segera Farez menggendong Aurel menuju kamarnya.
Aurel masuk ke dalam kamar dengan farez yang menggendong dirinya. Farez menurunkan Aurel di atas kasur, membantu Aurel membaringkan badan lalu menyelimuti tubuh kecilnya.
"Sekarang tidur,"
Aurel mengangguk dengan tersenyum pada Farez.
Cup.
__ADS_1
Sebelum pergi Farez mengecup kening Aurel dan gadis itu hanya menutup mata.
"semoga mimpi indah sayang" ucapnya lalu pintu tertutup sempurna.
Naf dengan berhati-hati memasuki kamar Aurel lewat jendela.
Ia mendekati Aurel lalu naik keatas tempat tidur gadis itu , dengan hati-hati ia memeluk tubuh kecil gadisnya , Aurel yang merasakan tidurnya terganggu lantas berusaha untuk membuka matanya. Sebelum itu terjadi Naf mengelus kepala Aurel agar terlelap lagi , dan benar saja Aurel menutup mata dan tidurnya kembali nyenyak.
Naf tidak bisa berlama-lama disana bukan apa-apa ia hanya tak ingin ada yang melihat dirinya sebelum ia memperkenalkan dirinya secara langsung pada keluarga itu , sebelum pergi ia memasang beberapa cctv di kamar dan juga ruangan lain di kediaman Nelson dan juga memasang alat pelacak pada kalung dan hp Aurel, dia tau dia tak mungkin langsung memperlihatkan Dirinya pada Aurel , jadi sebelum saat itu tiba ia lebih memilih untuk melihat Aurel dari jauh saja.dan memastikan jika gadisnya selalu berada dalam keadaan baik. sudah cukup dirinya kecolongan waktu itu.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
possesive ya wakk😌
__ADS_1
segini dulu untuk hari ini:)
jangan lupa like dan komen supaya lebih rajin buat up hehehehe✌️✌️