Possesive Brothers

Possesive Brothers
__110__


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Hari ini adalah hari keberangkatan Aurel ke Jerman. Semua barang telah dikemas tak lupa juga Brata membeli satu Mansion untuk mereka tempati Disana. Tak semua keluarga Nelson yang pergi hanya Ceysa dan Brata yang menemani Aurel disana sedangkan para Abangnya akan tinggal bersama Ratih dan Bram , mau bagaimanapun harus ada yang menetap di Indonesia untuk memantau perusahaan untuk itu mereka semua sepakat Ceysa dan Brata lah yang paling berhak untuk menemani Aurel. Sedangkan yang lain hanya di bolehkan sesekali mengunjungi jika tidak ada kesibukan.


"Papi sama Mami berangkat ya , baik-baik di rumah jangan bandel terutama kamu Abas dengerin apa kata ayah sama bunda , dan untuk kamu Farez selalu awasi para adikmu selama papi di Belanda."ucap Brata


"Iya Pi , aku akan selalu mengawasi mereka. terutama Abas dan Rei"ucap Farez. karena ia tau betul bagaimana tabiat para adiknya yang sangat nakal jika tidak di awasi ya walaupun Rei tidak separah Abas tapi jika mereka bersama bukankah itu tambah parah? lebih baik ia mewanti-wanti itu semua dengan menyuruh beberapa bodyguard untuk mengawasi kegiatan yang di lakukan para bungsu.


"Kenapa abas sih? Abas kan anak baik gak mungkin nakal-nakal"ucap Abas dengan wajah kesalnya.


"Kamu ini , bunda sudah tau semua kegiatan mu dengan Rei kalian berdua sama saja nakalnya awas aja kalau bunda tau kalian bikin masalah bunda gak izinin masuk rumah"omel Ratih pada putra dan ponakannya.


"Mami , Abas ikut mami aja yaa , Abas juga bisa kok jagain Aurel disana"pinta Abas dengan wajah memelas.


"Yang ada Papi sama mami yang jagain kamu , gak ada cerita kamu disini sama kita semua"Timpal Bram.


"Semoga Adek cepat sembuh trus balik kesini lagi sama kita semua , rumah sepi kalo gak ada Adek"ucap Abas sendu. Diantara semua keluarga Abas lah sepertinya paling terpukul karena ia kembaran Aurel pasti ia juga merasakan rasa sakit yang dirasakan oleh Aurel .


"Amin... semoga pengobatan disana berjalan lancar dan kita semua bisa berkumpul lagi"ucap Ceysa sembari mengelus lembut kepala Abas yang bersandar padanya. Mau bagaimanapun Abas juga bungsu disini ia pasti merasa kesepian di saat Brata dan Ceysa pergi.


"Udah , jangan sedih-sedih gak cocok sama kamu yang biasa begajulan"ucap Brata bermaksud menghibur putranya.


"Yah... papi gak asik"ucap Abas sembari memeluk pinggang Ceysa.


"Altez kenapa diam aja dari tadi? ada yang menggangu pikiran mu?"tanya Ceysa melihat Altez hanya diam atau lebih tepatnya melamun.


"Ehh e-e gak kok mi , gak ada yang ganggu pikiran Altez kok"ucap Altez dengan tersenyum sedikit di paksakan.


"Hmm.. kalau kamu kangen Adek , kamu boleh kok jenguk Adek , mami gak pernah ngelarang siapapun buat jenguk Adek asalkan kalian free dan gak sibuk kalian boleh ke Belanda susul kami"ucap Ceysa. Ibu mana yang tidak tau kerisauan hati anaknya , di mata Altez Sangat jelas ia tak ingin berpisah dari Aurel tapi kesehatan Aurel Lebih penting dari apapun.


"Iya mi , Altez mau Lebih giat lagi terus selesain dengan cepat Semua tugas Al , supaya bisa samperin Adek ke belanda"ucap Al dengan serius.


"Mami yakin , kamu pasti bisa. Kalau ada apa-apa jangan sungkan buat hubungin papi ataupun mami ya nak"ucap Ceysa.


"Iya Mi"ucap mereka serentak.


"Dan kamu Farez , semua urusan kantor Papi serahin sama kamu. Jangan gegabah dalam mengambil keputusan , dan jangan terburu dalam mengambil langkah , kamu mengerti maksud papi kan?"tanya Brata.


"Aku ngerti Pi"jawab Farez dengan singkat.

__ADS_1


"Hmm.. papi gak mau ngasih petuah sama Rei juga?"Tanya Rei dengan wajah lempengnya.


"Jangan nakal"ucap Brata singkat.


"Itu doang?"tanya Rei.


"Hm..."


"El , kamu dan Farez awasi mereka bertiga."ucap Brata pada El.


"Siap Pi"balas El.


"Yasudah , kalau gitu kami berangkat ya , suster bilang Adek udah siap , tinggal di jemput aja di rumah sakit."ucap Ceysa yang baru saja membaca pesan masuk di handphonenya.


Aurel akan berangkat ke Belanda dengan alat-alat yang masih menempel di tubuhnya. Karena hidupnya memang bergantung pada alat-alat tersebut. untuk kendaraan mereka mereka akan pergi dengan menggunakan jet pribadi keluarga Nelson dengan membawa beberapa dokter dan juga suster untuk memantau Aurel selama di perjalanan.


keluarga yang lain tidak mengantarkan kepergian karena nanti pasti akan banyak kerumunan orang yang mencari tau tentang keluarganya. itu permintaan dari Brata ia tak ingin semua orang tau kejadian Nyang menimpa Aurel.


Setelah kedua orangtuanya pergi para putra Nelson lebih memilih untuk berdiam diri di kamar masing-masing. Sungguh jika tidak ada Aurel disini rumah terasa begitu hampa tanpa celotehan adik bungsu mereka.


di kediaman Lawrence...


Brakkk!


BUGH!


Prang!!!


"Bodoh! Bodoh!!! , aku benar-benar laki-laki paling bodoh!! Karena diriku Aurel pergi dengan luka di hati dan tubuhnya."gumam Naf sembari membanting apapun yang ada di depannya.


Para maid dan bodyguard menatap sendu dari luar kamar Naf , mereka juga merasakan betapa hancurnya Naf saat tidak di bolehkan untuk ikut dan menemui Aurel di Belanda. itu semua keputusan mutlak dari Brata dan tidak bisa di bantah oleh Naf sama sekali.


"MAX , SIAPKAN MOBIL AKU INGIN MENEMUI WANITA SIALAN ITU!"teriak Naf dari dalam kamarnya.


Brakkkkkkk!!


Naf menendang kursi yang di duduki oleh sekretaris yang berani menjebaknya.


Perempuan itu terbangun dari pingsannya dengan sesekali mengerjakan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk. Dirinya tidak dalam keadaan yang baik. Sekujur tubuhnya terasa perih akibat siksaan orang-orang yang menyekapnya.


"Tu-ann Naf"ucapnya gugup.


"JANGAN MENYEBUT NAMA SAYA DENGAN MULUT KOTOR MU ITU!"BENTAK NAF.


"Ma-af kan saya tuan"


"DENGAN DIRIMU MEMINTA MAAF KAU PIKIR BISA MEMBUAT GADISKU KEMBALI PADA KU HA? DASAR JALA*NG SI*LAN!!


"ampun tuan hiks... , maafkan.. hikss... saya tuan"


"KAU , CEPAT AMBILKAN SAYA ALAT-ALAT YANG BIASA SAYA GUNAKAN UNTUK MEMBASMI HAMA SEPERTINYA"titah Naf pada salah satu anak buahnya.


"Baik tuan".


Dengan segera ia menuju satu ruangan Nyang berisi berbagai senjata tajam, racun dan juga beberapa binatang buas yang memiliki racun seperti kalajengking , ular dll. setelah mengambil beberapa alat dan racun dan juga binatang ia Langsung bergegas menemui Naf sebelum tuanya mengamuk karena lama menunggu.


"Ini tuan"


"Let's play b*cth!" ucap Naf dengan seringaian di bibirnya.


Dan terjadilah sesuatu yang menyenangkan bagi Naf...

__ADS_1


(kalian pasti tau apa yang terjadi selanjutnya)


.


.


.


.


Setelah menempuh 17 jam perjalanan akhirnya Brata Ceysa dan juga Aurellia yang masih dalam keadaan tidak sadar sampai di rooftop rumah sakit yang akan di tempati Aurel.


Para dokter dan suster yang sudah menunggu di sana langsung membantu menurunkan Aurel dari pesawat. Setelah turun dengan aman Aurel langsung di bawa ke ruangan VVIP yang sudah disiapkan oleh rumah sakit. sesampai di ruangan Brata dan Ceysa dapat melihat sudah ada dokter yang akan menangani putrinya.


"Selamat datang tuan Brata dan nyonya Ceysa. , perkenalkan saya Felix Anderson , saya adalah dokter yang akan menangani putri anda kedepannya"ucap Felix sembari menjulurkan tangannya pada Brata.


"Kau pasti sudah mengenal ku dan istriku Felix , aku harap kau bisa memberikan yang terbaik untuk putri kecilku"ucap Brata sembari membalas uluran tangan Felix.


"Saya akan berusaha sebaik mungkin tuan , tapi tetap tuhan lah yang menentukan"ucap Felix.


"Ya , kau benar Hanya tuhan yang bisa menentukan kesembuhan Putriku yang pasti melalui dirimu."ucap Brata


"Aku akan memberikan yang terbaik untuk putrimu"ucap Felix dengan matanya tak henti memandangi Aurel dengan penuh Minat.


Jika kalian berfikir Felix dokter tua dan buncit kalian salah paham , Felix termasuk salah satu dokter tampan dan juga muda di rumah sakit itu. Memiliki wajah tampan dan juga tubuh yang ideal untuk pria seusianya tak jarang para dokter dan suster perempuan mengaguminya dan di tambah lagi ia memiliki kepribadian yang ramah dan juga baik terhadap sesama menambah poin plus dirinya Dimata kaum hawa. Di usia 22 tahu ia sudah menjadi dokter dan itu semua pasti berkat prestasi yang ia miliki.


Hmm... sepertinya saingan Naf bertambah:)


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Hey hey hey hey tayooo ia bus kecil ramah,.,...


...skip skip skip!! Heyyyy tata comeback again:) gak terasa udah dua hari aja ya🙃......


...Ketika niat mau tamat , tetapi otak dan hati berkata lain , malah nambah orang baru , udah tau otak sering ngeleg tapi tetep aja sok hebat wkwwkkwkw......


...Selamat membaca para readers ku tercinta , salam sayang untuk kalian semua 🤗...


...jangan lupa tinggalin jejak yaa🔪🔪...

__ADS_1


...{ Adegan kekerasannya gak bisa di jabarkan nanti aku di kasih peringatan lagi :') }...


__ADS_2