
" AP...PPA" kejut Farah mendengar kalimat yang dilontarkan Adam.
" Ya Farah, aku sudah menemukan putri kita".
Farah, Ia sungguh terkejut luar biasa dan menangis.
" Dimana Putriku? dimana dia Mas, apakah putriku masih hidup?!...
Pasti...pasti Putri ku masih hidup, siapa yang merawatnya?! Ayo mas ayo kita jemput putriku" cerca berbagai pertanyaan yang dilontarkan Farah.
" Ayo kita jemput putriku" gegas Farah, Ia sangat bersemangat bertemu putri yang amat sangat ia rindukan, sangkin semangat nya ia beranjak dan hampir melepas paksa jarum infus yang masih melekat di punggung tangannya. Namun Adam lebih dulu mencegahnya.
" Apa yang kau lakukan sayang?" tegas adam kepada Farah.
" Ya aku akan menjemput putriku, jangan cegah aku mas" jawab Farah sembari mencoba melepas tangan Adam yang memegang tangannya erat. Sedangkan Darel dan Daren menatap diam kedua orang tuanya itu, biarkanlah Papanya yang menyelesaikannya.
" Lepas Mas, lepas" ronta Farah.
" mas lep...
" Farah!" tegas Adam menatap lekat Farah. Mendapati tatapan Adam Farah mendadak terdiam dan menatap sedih Adam.
" Farah dengarkan aku, aku juga sangat ingin bertemu putri kita, Apapun keadaannya aku juga akan melaluinya hanya untuk menjemput putri kita, tapi lihatlah keadaanmu, kau masih sakit Farah kau butuh banyak istirahat, jika kau menemui Putri kita dalam keadaan seperti ini pasti putri kita akan sedih melihat nya, jadi sehat lah dulu setelah itu kita akan menjemput nya" jelas Adam panjang lebar agar Farah tenang.
Mendengar yang di ucap kan Adam, membuat Farah merasa bersalah, ia terlalu bersemangat untuk menemui putrinya sampai Ia lupa bahwa Ia sedang sakit.
" Maafkan aku mas" lirih Farah menangis
Adam memeluk erat sang istri
" tak apa, aku tau kau sangat merindukannya sayang, aku bersumpah akan membawanya kembali dan hidup bersama kita" tekad Adam penuh semangat .
" bersumpahlah" ucap Farah mendongak menatap Adam.
" Aku bersumpah" jawab Adam tanpa ragu. Farah tersenyum menatap sang istri sampai Farah kaget mendapat sebuah kecupan basah di bibirnya.
"MAS"
"PAPA"
Kobaran teriakan kedua putranya dan istrinya membuat Adam tertawa bahagia, Darel dan Daren melengus melihat kemesraan orang tuanya itu namun mereka bahagia melihat Papanya bisa mengembalikan senyuman Mama mereka. Sedangkan Farah menenggelamkan kepalanya dalam dekapan Adam, Ia tersenyum malu, sunggh Adam tidak tau tempat jika sudah bermesraan. Farah pun mencubit pinggang sang suami.
__ADS_1
" awww" desis Adam, mendapat tertawaan dari anak dan istrinya.
" kenapa mencubitku sayang?" tanya Adam
" tidak apa-apa hanya iseng" santai Farah menjawab
HAHAHAHA
Ting
Tong
Ting
Tong
Bunyi bel mengema di rumah minimalis milik Rani. Saat sedang ingin mencuci piring, ia dikagetkan dengan suara bel, karena bel tidak berhenti². Akhirnya Rani turun tangan dan menuju pintu utama rumahnya.
" Iya sebentar, ck tidak sabaran sekali orang ini" gerutu Rani kesal.
Rani pun membuka pintu dan betapa kagetnya ia saat melihat 3 orang pria berpakaian seperti pengawal yang menatap dirinya. Seketika itu juga Rani terdiam dan sedikit takut.
" Ma...af ada ke...keperluan apa anda² ini datang kesini?" tanya Farah gugup kepada ke-3 pengawal yang sedang menatapnya datar.
" hei apa yang kau lakukan" marah Rani dan saat hendak mengejar orang yang masuk kerumahnya itu, kedua tangan Rani di pegang erat oleh 2 pengawal itu.
"Lepaska...
" Diam atau kubunuh kau" ancam salah satu pengawal datar itu, Rani pun terdiam. Ia baru sadar bahwa pengawal yang masuk kedalam rumahnya itu menuju lantai 2 yang otomatis...
'Tuhan tolong selamat kan putriku' batin Rani.
Jerry berhenti tepat di depan pintu kamar berwarna purple.ya...Jerrylah yang datang kerumah Rani beserta 2 pengawal lainnya, dan Ia pun menyelonong masuk ke rumah ini hanya untuk melaksanakan perintah dari Tuan nya, Adam.
Tok
Tok
Jerry mengetuk pintu kamar purple itu, dan tanpa babib sang pemilik kamar ia masuk dan mendapati seorang gadis mungil menatapnya dengan tatapan polos yang sangat menggemaskan.
Jerry berdehem pelan dan mengalihkan pandangannya, dan tatapan Jerry menatap sebuah meja rias mungil di kamar gadis Itu, ia pun menuju meja rias Itu dan mengambil sebuah sisir yang Ada beberapa helai rambut di sisir itu.
__ADS_1
Jerry mengeluarkan plastik medis dan memasukkan 2 helai kedalam plastik medis. Ia memasukkan kembali plasti tersebut kedalam sakunya. Saat hendak keluar, Ia dihadang oleh sang pemilik kamar, Aline.
Ya, Aline lah pemilik kamar purple itu, ia sangat terkejut saat pintu kamarnya di buka dan mendapati seorang berpakaian hitam masuk menyelonong dan anehnya mengambil beberapa helai rambut Aline yang tertinggal disana.
" Apa yang paman lakukan di kamar Aline? " Tanya Aline bersedekap dada. Hal tersebut membuat Jerry malah gemas sendiri setengah mati. Ingin rasanya jerry membanting gadis mungil di hadapannya ini dan menciumi seluruh wajah gadis ini hanya saja ia sadar bahwa gadis di depannya ini adalah putri tuannya yang hilang, mungkin saja.
Ehem
Jerry berdehem pelan dan menatap datar gadis mungil ini. Jerry mengeluarkan sesuatu dari kantong jasnya sebuah kartu berwarna emas, Jerry menyodorkan kartu tersebut kepada gadis di depannya.
Aline yang tadinya besedekap dada, menjulurkan tangannya mengambil kartu tersebut.
" Apa ini paman?" tanya Aline penasaran." ini adalah kartu tiket ke toko es krim, dengan kartu ini kamu bisa makan es krim secara gratis dan makan sepuasnya selama 4 hari" terang Jerry.
" Waahhh" binar senanh terucap bibor Aline, matanya membelalak bahagia dan Itu tak luput dari pandangan Jerry.
'Imut sekali gadis ini, jika saja dia bukan anak dari keluarga Maverick, pasti aku akan membawanya pulang ke rumahku' angan batin Jerry.
Jerry menggelengkam kepalnya untuk mengusir pikiran² aneh tentang gadis di depannya ini.
" Paman tidak bohong kan?" tanya Akine selidik, Jerry hanya menggelengkan kepalanya membuat Aline bersorak senang.
" Yee makan es krim gratis" sorak Senang Aline.
" Uhmm nama paman siapa?" tanya Aline.
" nama saya Jerry" jawab Jerry datar.
" oh paman Jerry, terima kasih paman sudah memberikan Aline kartu ini" ucap Aline seraya tersenyum manis.
" Sama- sama" datar Jerry.
Jerry pun pergi dari kamar tersebut membiarkan Aline besenang²dengan kartu es krimmya Itu.
Saat sampai di lantai bawah, ia masih melihat 2 pengawal yang sama dengannya masih menahan Rani, Jerry memerintahkan untuk kedua pengawal itu pergi karena misi mereka sudah selesai. 2 pengawal Itu pun melepas tangan Rani dan pergi dari rumahnya.
" apa yang mereka inginkan" lirih Rani menatap kepergian para pengawal itu.
Rani baru ingat...
" ALINE " teriak Rani khawatir sembari berlari menuju lantai atas kamar Aline.
__ADS_1

( Raline Clarissa Queen Maverick remaja)