
...HAPPY READING...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Pagi ini Aurel masih terlelap di kamarnya , karena tadi malam ia tidur sangat larut karena merayakan kesembuhannya bersama keluarga. walaupun hanya acara kecil-kecilan di taman belakang rumah tapi tetap saja memakan waktu.
Cklek.
Ceysa membuka pintu Putih yang bertuliskan princess Nelson. Pasti kalian tau kan siapa orangnya? Tentu saja si cantik Aurel.
Ceysa masih belum menyangka Aurel putrinya berhasil pulih dari penyakit yang sangat parah itu. Sungguh ia sangat bersyukur ternyata Tuhan masih memberikannya waktu untuknya menjaga Aurel. Karena terlalu banyak waktu yang dulunya terbuang karena kehilangan putri kecilnya ini.
"Sayang bangun yuk , sekarang udah siang kamu harus sarapan."ucap Ceysa sembari mengelus pipi Aurel yang sudah mulai berisi kembali.
"Ugghhhh , five minutes lagi mi"ucap Aurel dengan mata yang masih tertutup.
"No baby , ini udah terlalu siang. kami harus bangun sekarang."ucap Ceysa sambil mencoba mendudukkan putrinya.
Tapi tidak ada pergerakan sedikitpun , sungguh Aurel sangat mengantuk sekarang untuk membuka matanya saja ia tak bisa.
Kalau begini Ceysa harus meminta bantuan para pria. Ceysa berdiri dan langsung ke meja makan menemui anak dan suaminya.
"Adek mana mi?"tanya Altez yang melihat Ceysa turun sendiri tanpa Aurel.
"Dia gak mau bangun , mami rasa Adek kelelahan. Lebih baik kamu jemput Adek dan gendong ia kemari"ucap Ceysa.
citttt...!
Terdengar suara decitan kursi yang cukup banyak membuat para orang tua terkejut Karenanya.
Siapa lagi pelakunya kalau bukan para abang Aurel yang berebutan untuk membangunkan Aurel.
"Kalian kenapa sih? mau bikin bunda jantungan?"tanya Ratih dengan sengit.
"Abang sih , kenapa ikut-ikutan? biar aku aja yang bangunin Adek"ucap Abas.
"Gak bisa gitu dong , yang nanya kan Abang jadi harus Abang yang jemput Adek"ucap Altez.
"Gak! sekarang giliran gue yang bangunin Adek"Timpal Rei.
"Rei.. please correct your speech"Timpal Bram yang tak suka mendengarkan kosa kata yang kurang sopan dari putranya.
Ayolah.. Lo gue hanya berlaku jika di luar rumah dan jangan pernah mencobanya di rumah para orang tua akan mengamuk jika mendengarnya.
"Sorry yah"balas Rei.
"Farez , jemput adikmu kekamar"ucap Brata.
yang lain tidak dapat membantah jika sudah para orang tua yang berkehendak.
"baik Pi"ucap Farez berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju kamar Aurel sembari mengejek para adiknya dengan memeletkan Lidah.
sikapnya seperti ini tidak tampak seperti dirinya yang sebenarnya.
Farez membuka pintu kamar Aurel. Pandangannya langsung tertuju pada Aurel yang tidur terlalu menepi , jika bergerak sedikit lagi sudah di pastikan Aurel akan terjatuh.
"Yaampun, kenapa tidur Aurel bisa seperti ini"batinnya.
"Sayang ayo bangun"ucap Farez sembari menepuk pelan pipi Aurel.
__ADS_1
"Ugghhh , Adek Masih ngantuk bang , nanti aja bangunin Adek lagi"ucap Aurel Dengan suara seraknya.
Benar kata ibunya , seperti Aurel sangat kelelahan. Tapi jika di biarkan Aurel akan sakit jika tidak makan. Bahkan saat ini sudah lewat dari jam sarapan.
Tanpa aba-aba Farez Langsung menggendong koala Aurel yang membuat si empu terkejut.
"Abangggggg , turunin adekkk... Adek masih ngantuk....."ucap Aurel sembari memukul bahu Farez karena kesal.
"No! Adek harus makan sekarang dan gak ada bantahan."ucap Farez final'.
Karena tidak memiliki tenaga lagi Aurel memilih merebahkan kepalanya di bahu Farez sembari mengomel-ngomel tak jelas.
Sesampai di meja makan Farez mendudukkan dirinya dengan Aurel yang berada di pangkuannya.
"Adek bangun dulu , makan dikit ajaa ntar sambung lagi tidurnya"ucap Ceysa sembari mengelus rambut Aurel.
"jahat! mami jahat sama Adek. Adek masih ngantuk"ucap Aurel dengan bibir sudah melengkung kebawah.
Huft.. Semua di yang di meja makan menghela nafas kasar.
"Kalau Adek sarapan , Abang janji beliin kinder joy satu dus"ucap El dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari semuanya. Tapi tidak dengan Aurel , ia langsung membuka matanya lebar-lebar ketika mendengar El menyebutkan makanan kesukaannya.
"Abang janji?"tanya Aurel.
"Janji , tapi Adek harus sarapan dulu"ucap El.
"Mami ambilin Adek makan yang banyak"pinta Aurel sembari menyodorkan piring pada Ceysa.
"Semangat banget anak Mami"ucap Ceysa.
"Iya dong , demi kinder joy Adek akan makan banyak-banyak"ucap Aurel penuh semangat.
Semua yang di meja makan terkekeh geli melihat tingkah Aurel yang sangat menggemaskan.
Mereka semua makan dengan hikmat , sesekali terdengar gelak tawa karena tingkah Abas yang selalu menjahili Aurel.
...*******...
Naf tengah bersiap untuk berangkat ke Bandara sekarang. Tadi malam ia mendapat telepon dari kedua orangtuanya jika mereka akan berangkat ke Indonesia. Jadi ia ingin menjemput mereka.
Kenapa tidak naik jet pribadi? Ketika ia bertanya orang tuanya hanya menjawab"Mama ingin menjadi orang biasa saat ini" Hmmm mungkin karena terlalu kaya mereka jadi bosan jadi ingin mencoba untuk menjadi biasa.
"Baik den , hati-hati ya"ucap bi Rosma.
di mobil Naf sempat menelpon Aurel agar bersiap-siap untuk makan malam bersama keluarganya.
Sesampai di bandara Naf langsung menemukan kedua orangtuanya yang sedang duduk di bangku tunggu dengan beberapa bodyguard di sampingnya.
"Katanya mau jadi orang biasa , tapi bawa bodyguard sebanyak itu."batin Naf.
"Sudah lama?"tanya Naf pada kedua orangtuanya.
"Kau ini , Kenapa masih dingin saja pada kami?" tanya Caroline-ibu Naf.
"Hmmm"Jawab Naf singkat.
"Sayang , lihat anak mu ini aku seperti merasa bukan ibunya."ucap Caroline.
"sudahlah sayang , kau seperti tidak mengenal putra mu Saja"balas Marino-ayah Naf.
"Sebaiknya kita pulang sekarang , aku ingin mengajak mama dan papa bertemu dengan Aurel"ucap Naf.
"Benarkah? Aurel gadis menggemaskan yang tinggal di panti dulu?"tanya Carol.
"Iya"jawab Naf.
"Kalau begitu ayo kita pulang , mama gak sabar buat ketemu Aurel."ucap Carol semangat sembari menggenggam kedua tangan lelaki yang tercengang melihat sikap ibu dan istrinya. sungguh tidak mencerminkan seperti seorang mafia.
...*****...
Saat ini Aurel tengah bersiap Di bantu oleh bunda dan Maminya. Ratih dan Ceysa langsung bersemangat ketika mendengar Naf ingin mengajak Aurel makan malam bersama orangtuanya. Sedangkan para Abang Aurel merenggut tidak suka melihat Aurel bertemu dengan orang tua Naf. Mereka takut nantinya Naf makin mempercepat waktu untuk memiliki Aurel sepenuhnya.
"Selesai"ucap Ratih dan Ceysa serentak setelah menyelesaikan tugasnya merias Aurel secantik mungkin.
"Yaampun , putri mami cantik sekali."ucap Ceysa gemas.
"Siapa dulu dong yang dandanin"ucap Ratih sembari mengajak Ceysa bertos ria.
__ADS_1
"MAMIIIII , ADEK UDAH SIAP BELUM? NAF UDAH DI BAWAH NIH"Teriak Abas dari luar kamar Aurel.
"UDAH , BILANG KE NAF TUNGGU SEBENTAR."balas Ceysa yang juga berteriak.
Sedangkan Ratih dan Aurel menutup kuping mereka karena tak kuat mendengar teriakan ibu dan anak itu.
"ayok sayang , sekarang kita turun"ucap Ratih sembari menggenggam tangan Aurel agar berjalan beriringan.
...(style Aurel malam ini)...
...make up Aurel...
...(visualnya sesuka kalian aja)...
...(Model rambut Aurel)...
Aurel menuruni tangga bersama kedua bunda dan Maminya. langkah kaki yang beriringan membuat para pria yang duduk di ruang tamu mengalihkan pandangan mereka ke arah tangga. Semua mematung melihat Betapa cantiknya Putri Nelson ini. Bahkan Naf tidak sadar Aurel sudah berada di depannya Karena terlalu fokus menatap gadis itu.
"Ehemmm"suara deheman dari Farez membuat Naf tersadar dan langsung terkejut melihat Aurel sudah berada di depannya.
"Biasa aja dong lihatnya , jangan na*s* gitu"ucap Abas dengan mulut lemesnya.
"Adek gak usah pergi ya , Abang gak rela bagi kecantikan Adek sama sama orang lain"ucap Farez sembari membawa Aurel ke dalam pelukannya.
"Tapi , Adek mau ketemu mama Carol dan papa Rino Abang"ucap Aurel dengan tatapan polosnya.
"Sudahlah Farez , biarkan Adek pergi kan dia kangen sama mertuanya."timpal Ceysa menggoda Aurel membuat gadis itu tersipu malu.
"Mami jangan gitu , Adek kan malu"ucap Aurel sembari menutup wajah dengan kedua tangannya.
"Sudahlah kak , jangan menggodanya lagi. Lihat itu wajahnya sampe merah."timpal Ratih.
"Baiklah , kalau begitu kalian berangkat sekarang ntar keburu malam"ucap Ceysa.
"Iya mi , saya dan Aurel akan pergi sekarang.
"Hati-hati di jalan , pulangkan putri papi tanpa lecet sedikitpun"ucap Brata.
"Baik Pi , nyawa saya taruhannya"ucap Naf dengan dengan keseriusan di setiap katanya.
Naf membukakan pintu mobil sportnya untuk Aurel , setelah memastikan Aurel Duduk dengan nyaman barulah ia memasuki bangku kemudi.
Di perjalanan hanya ada keheningan. Ketahuilah Walaupun Aurel sudah mengenal kedua orang tua Naf itu semua tak menampik jika ia merasa gugup sekarang.
"Jangan gugup baby , mama dan papa sangat menantikan kedatangan mu."ucap Naf membuat Aurel supaya lebih nyaman.
"Iya Naf , kamu fokus aja nyetirnya.
"Iya sayang"ucap Naf tanpa sadar telah membuat Aurel jantung Aurel berdetak kencang karena ulahnya.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...Part selanjutnya ketemu ibu mertua 🌝...
...jangan lupa tinggalin jejak ya , peluk sayang untuk kalian semua🤗😘...
__ADS_1
...jangan lupa baca my beloved CEO juga ,besok up part selanjutnya....