Possesive Brothers

Possesive Brothers
part 14


__ADS_3

" Pu...pulang? " cicit Aline menatap Adam.


" Iya sayang, kita harus pulang ke rumah Mama sama Papa" sahut Adam mengelus surai lembut Aline .


Aline ragu-ragu menatap Rani, Rian, dan Rey. Mereka yang menyadari tatapan Aline mencoba tersenyum.


" Iya, Aline harus pulang ke rumah orang tua Aline, tempat Aline ada disana sayang, bu..bukan disini" ucap Rani menahan tangis.


Aline yang melihat itu, menghampiri Rani dan memeluknya.


" Tapi Aline tidak mau jauh dari Bunda, Ayah, dan Kak Rey " cicit Aline di pelukan Rani.


Rani mengangkat wajah Aline dan mengelus lembut pipi Aline.


" Mereka itu orang tua kandungnya Aline, mereka juga berhak atas Aline dan pastinya mereka akan lebih menyayangi Aline lebih dari sayangnya Bunda kepada Aline" ucap Rani mengecup pipi tembem Aline.


Aline mengerjapkan matanya dan menatap Rian dan Rey.


Rian mengangguki ucapan Rani, dan Menatap Aline.


" pulanglah sayang, pulang kerumah Aline yang sesungguhnya" ujar Rian tenang, namun hatinga porak-poranda takut kehilangan Aline.


Aline tersenyum kecil, mata coklat terangnya menatap Rey yang juga menatapnya.


Rey tersenyum lembut pada Adik kesayangganya ini, Aline menghampiri Rey dan....


Hap


Aline memeluk erat leher Rey.


" Aline sayang kak Rey " bisik Aline pada Rey.


" kak Rey juga sayang Aline, Aline juga harus pulang bersama mereka, orang tua kandungnya Aline. Aline jangan nakal-nakal, Aline jangan terlalu manja sama mereka cukup sedikit aja manjanya biar lebihnya sama kak Rey, soalnya kak Rey bakalan rindu sama manjanya Aline, dan Aline kalo rindu kak Rey telpon aja ya,soalnya kak Rey 24 jam bakalan selalu ada buat Aline walaupun kita jauh " titah Rey mengelus pipi Aline.


" Aline paham?" tanya Rey dan diangguki Aline.


Aline menatap keluarga Maverick.


" Aline akan pulang bersama Papa dan Mama"


Dan saat itu juga kebahagiaan serta kehilangan melanda 2 keluarga itu.

__ADS_1


Perjalanan menuju kediaman keluarga Maverick cukup memakan waktu lama. Namun perjalanan kali ini terasa berbeda. Perjalanan ini tidak membuat keluarga Maverick bosan bahkan rasanya mereka ingin berlama-lama di mobil ini karna kini sang putri yang selama ini mereka nantikan telah kembali.


Aline yang kini berada di mobil dengan diapit oleh Darel dan Daren. Adam yang menyetir dan Farah yang duduk disampingnya. Sedangkan para pengawal mengikuti mereka dari belakang dengan mobil lain.


Tak henti-hentinya Darel dan Daren menatap terang-terangan Aline. Aline yang memang dasarnya polos menatap keduanya bingung. Sedangkan kedua orang tuanya yang berada di kursi kemudi hanya senyum-senyum sendiri.


Cup


Aline terkejut di saat pipi kanannya di kecup oleh Daren. Aline menoleh ke Daren dan mendapati jika kakaknya itu tersenyum senang.


" kenapa Aline di cium?" tanya Aline gugup, mendengar suara Aline saja ntah mengapa membuat keluarga Maverick senang.


" Karena Kakak sayang Aline " ucap Daren dan mengangkat Aline ke pangkuannya.


Aline yang kembali kaget karena perlakuan Daren. Tak tahan dengan keimutan Aline, Darel pun ikut mencium pipi Aline.


Aline yang mendapati 2 ciuman di pipinya itu reflek menangkup kedua pipinya dan menatap kedua kakaknya itu.


" Jangan cium Aline lagi, Aline malu..." cicit Aline dan membuat Darel dan Daren senyum menahan gemas.


" Aline harus terbiasa sayang, Nanti gimana kalau Aline dicium sama ketiga kakak Aline lagi nanti " ucap Daren menatap Aline yang masih berada di pangkuannya.


" 3 kakak? " tanya Aline.


" Iya, Kakak Aline itu sebenarnya ada 5" timpal Darel.


Hah...ngomong soal ke 3 kakaknya itu, Bagaimana reaksi mereka jika adik yang selama ini mereka nantikan dan rindukan sekarang ada disini dan sudah di temukan.


" Hah Ada 5?" kaget Aline tanpa sadar bibirnya sedikit terbuka.


'Imutnya' batin Daren dan Darel


Jari tangan Daren mengatupkan bibir Aline.


" Iya, kakak Aline itu ada 5, Kakak yang pertama itu namanya Kak Aldrick, dia itu kejam, suka memerintah dan datar seperti triplek, dan Aline jangan dekat-dekat dengan Kak Aldrick, oke" ucap Darel membujuk Aline agar tidak dekat-dekat dengan Aldrick, Karena jika Aline bersama Aldrick, sudah pasti Aline akan selalu bersamanya tanpa boleh siapapun menyentuh Aline.


Aline bergidik ngeri seraya mengangguk.


' yes' batin Daren-Darel


Adam dan Farah hanya bisa terkikik geli, Ya biar saja mereka merencanakan itu, ya sedikit memberi pelajaran kepada ke 3 putranya itu.

__ADS_1


" Nah, Yang ke 2 itu namanya kakak Damian, nah yang satu ini licik dan egois, suka marah gak jelas. Sedangkan kakak ke 3 Aline itu namanya kakak Eland, Nah yang satu ini beda lagi, kak Eland ini orangnya Baik tapi sayang ...orangnya pelit dan jahil, ihhh menakutkan" ucap Daren seolah-olah ketakutan agar Aline mempercayainya. Adam dan Farah tersenyum geli.


Siapa suruh ketiga kakak nya itu pergi meninggalkan mereka.


Aline yang ikut ketakutan seketika memeluk Daren.


Daren yang untuk pertama kalinya dipeluk sang Adik amat sangat bahagia dan membalas pelukan Aline dengan erat.


Darel merasa iri.


" Hei...seharusnya Aline memelukku, turun kan dia dari pangkuanmu" kesal Darel mencoba menggapai Aline namun di tepis Daren.


" Jangan seperti itu, Aline sedang ketakutan, Bersabarlah" ucap Daren mengelus punggung Aline, Aline yang merasakan elusan di punggungnya merasa nyaman dan merebahkan kepalanya di bahu Daren. Bahkan Aline mendusel hidungnya ke bahu sang Kakak.


Daren yang mendapati perlakuan Aline itu tersenyum lebar , Daren pun menarik Aline agar semakin dekat ke dalam dekapannya.


Darel yang iri itu pun membuang muka ke jendela seraya mengepalkan tangannya.


Sedangkan Adam dan Farah hanya bisa tersenyum lembut. Ingin rasanya mereka memeluk Aline, Tapi semua butuh waktu, Biarlah dulu Aline nyaman dan terbiasa dengan mereka, Nah jika Sudah, jangan harap mereka melepaskan Aline, Karena Aline adalah Adik serta Anak mereka yang sangat berharga.


Tiba-tiba Darel mendapat sebuah ide, Ia pun mengeluarkan ponsel canggih nan mewahnya, Darel membuka kamera dan mengarahkan kameranya ke arah Aline yang tertidur di pelukan Daren,Rambut Aline yang menutupi wajah Aline sehingga samar-samar tidak terlihat.


Gotcha!!


Daren tersenyum licik dan mengirimkan foto tersebut ke grup keluarga Maverick.


Senyum licik terpantri di wajah rupawannya.


Darel mematikan Handphonenya dan menyimpannya.


Adam dan Farah hanya mengacungkan jempolnya sembari tersenyum.


Darel mendekat ke arah Aline dan mengecup pipi tembem adik kesayangannya.


' kita lihat bagaimana reaksi ketiga monster itu melihat poto tersebut' batin Darel senyum iblisnya


" Finally, Kami menemukanmu..My little sister".


Author punya novel baru loh, mampir juga ya wak wak readerku, Hehe siapa tahu suka. ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


__ADS_1


__ADS_2