Possesive Brothers

Possesive Brothers
__34__


__ADS_3

Mata pelajaran ke tiga kelas Aurel melaksanakan pelajaran olahraga , Aurel sangat bersemangat saat ini , karena ini juga hari pertama ia mengikuti kegiatan olah raga.


Setelah mengganti pakaian di ruang ganti bersama Qila Aurel langsung melangkah menelusuri koridor untuk pergi kelapangan.


Sesampai di lapangan pak Tomi selaku guru olah raga Langsung memerintahkan muridnya untuk melakukan pemanasan.


"Baik murid-murid bapak sekalian hari ini tema olahraga kita adalah basket. sebelum mulai ke pelajaran inti ada baiknya kalian pemanasan dulu. Cakra kamu sebagai ketua kelas pimpin pemanasan"perintah pak Tomi.


Dengan ogah-ogahan Cakra maju ke depan , sebenarnya ia sangat bingung kenapa dirinya yang pemalas ini bisa ditunjuk jadi ketua kelas.


Setelah beberapa menit pemanasan , Pelajaran inti pun di mulai , ya walaupun bisa di bilang bukan pemanasan karena dari tadi Cakra hanya bergerak sangat absurd di mata teman-temannya.


Semua murid telah mengambil nilai olahraganya. Tinggal Aurel dan Qila saja yang belum.


"Rel gua ambil nilai duluan ya , Lo cepetan belajar dribble nya"ucap Qila.


"Iya , bentar lagi Aurel bisa kok"ujar Aurel. Ketahuilah Aurel bisa berbagai macam olahraga bahkan dia juga bisa beberapa seni bela diri hanya saja itu semua tertutupi dengan sifat polos dan kemanjaannya dan juga terlalu takut menunjukkan sisi dirinya yang lain.


Setelah menunggu Qila yang sedang mengambil nilai akhirnya datang juga gilirannya untuk mengambil nilai.


kali ini Aurel ingin menggunakan 2 cara. Cara pertama Aurel menggunakan gerakan In and out dribble gerakan menggiring bola dengan memasukkan bola (menggerakkan bola dari sisi luar ke dalam) lalu mengeluarkannya lagi secara cepat. setelah melakukan cara pertama Aurel langsung ke cara kedua between the legs


Dribble between the legs merupakan variasi dari gerakan dribble crossover. Dribble ini dilakukan dengan cara memantulkan bola di antara kedua kaki lalu menangkapnya dengan tangan lain.


Semua yang ada di lapangan menatap takjub pada Aurel , mereka semua tak menyangka jika gadis kecil nan imut ini sangat pandai bermain basket. Begitu juga dengan abang-abang Aurel dan juga para sahabatnya. pandangan mereka semua tidak lepas dari si kecil Aurel.


Selesai mengambil nilai , Aurel Langsung duduk di tepi lapangan bersama Qila dan Rafa.


"Lo hebat banget Rel , gak nyangka gua Lo yang masih kecil gini jago main basket"ujar Qila.


"Aurel udah gede ya , Qila tuh yang masih kecil"balas kita sambil mengerucutkan bibirnya seperti sedang merajuk.


"ulu ulu ulu gitu aja ngambek , katanya udah gede"ucap Qila.


"Aurel gak ngambek kok"ujar Aurel.


"Iya-iya Aurel udah gede , Aurel gak ngambek"ujar Qila mengalah.


Aurel yang sedang memainkan tanah dengan menuliskan namanya terkejut karna rasa dingin di pipinya. Ia langsung menoleh dan ternyata adalah Ardhan dan di belakang ardhan ada kedua Abangnya dan juga para sahabatnya.


"Jangan main tanah , nanti kamu cacingan"ujar Ardhan.


"Iya , Aurel cuma iseng doang"jawab Aurel Sembari mengambil minuman dingin yang Ardhan bawa.


"Aurel doang yang di kasih? kita berdua?"tanya Rafa.


"Beli sendiri lah , lagian juga udah istirahat"jawab Abas.


"Rel kita ganti baju dulu yuk" ajak Qila.


"Yuk , Aurel udah gerah nih"Jawab Aurel dan langsung pergi mengganti pakaiannya.


setelah sampai di pembatas lapangan dan koridor tiba-tiba terdengar teriakan yang memanggil nama Aurel sambil berlarian ke arahnya.


"AUREL AWASSSSS!!


Brakkk!!

__ADS_1


Terdengar bunyi benda terjatuh dari lantai dua dan ternyata itu adalah pot yang cukup besar untung saja Aurel di dorong oleh orang yang meneriakkan namanya tadi jadi Aurel hanya tersungkur tapi tidak dengan orang tersebut kakinya terluka akibat serpihan pot tersebut.


"Dek kamu gapapa kan?"Tanya Altez yang baru saja datang.


"Adek gak papa bang , tapi kaki Adel luka"ujar Aurel sambil menunjuk ke arah Adel.


Ya , orang yang menyelamatkan Aurel adalah Adel.


Sedangkan Abas dan Ardhan langsung berlari ke atas guna mencari siapa orang yang menjatuhkan pot tersebut.


"Raka tolong bawa Adel ke UKS"ucap Altez. karna luka di kaki Adel tidak terlalu parah dan masih bisa di atasi di UKS saja.


Dengan segera Raka menggendong Adel dan langsung membawanya ke UKS.


"Adel kakinya berdarah karna Adek bang , Adek salah , seharusnya Adek yang kena"ucap Aurel dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Gak , ini bukan salah adek itu cuma kecelakaan sayang."ucap Altez menenangkan adiknya.


Dari kejauhan tampak Abas dan Ardhan berlari ke arah mereka dengan wajah kesal.


"Gimana? ketemu?"tanya Altez.


"Gak bang , sayangnya gak ada satupun orang yang melihat kejadian tersebut karena lantai dua kosong bang"ucap Abas.


"Cctv?"tanya Altez lagi.


"Mati bang , bahkan cctv yang baru kita pasang udah di sabotase."Jawab Abas.


"Brengsek!! , ini gak main-main lagi sepertinya orang ini emang berniat nyelakain Adek"ujar Altez.


Altez langsung menggendong Aurel dan membawanya ke Rooftop.


Setelah sampai di Rooftop Altez mendudukkan dirinya di atas sofa dengan Aurel masih dalam pangkuannya. Altez mengelus punggung Aurel agar ia bisa tertidur. Setelah beberapa menit kemudian terdengar bunyi dengkuran Alus menandakan jika Aurel telah tertidur.


"Udah tidur?"tanya Altez.


Ardhan yang berada di samping Altez Langsung mengecek.


"Udah"jawab Ardhan.


"Jadi gimana? kalian curigai siapa?"tanya Altez.


"Gua curiga sama Adel bang , gerak-geriknya sangat mencurigakan"ujar Rafa.


"Maksud Lo?"tanya Abas.


"Gua sering liat dia selalu ngeliatin Aurel sambil membalas cht seseorang , kayak ngelapor gitu"ujar Rafa.


"Dari kapan?"tanya Ardhan penasaran.


"Dari awal masuk"ujar Rafa.


"Tapi tadi yang nolongin Aurel kan Adel"ujar Rian.


"Iya juga , gimana cara dia jatuhin tu pot sedangkan dia bawah"ujar Abas.


"Bisa aja dia suruh orang lain, trus dia pura-pura nolongin"timpal Qila.

__ADS_1


"Bisa juga itu"timpal Javas.


"Kita gak bisa nuduh kalau belum ada bukti yang kuat"ujar Daniel.


Masih ingat daniel kan? temennya Altez juga tapi jarang gua sebutin namanya hihihi.


back to topic


"Iya , bener kata Daniel kita gak bisa nuduh Adel kalau belum punya bukti."ujar Altez.


tiba-tiba terdengar bunyi pintu terbuka ternyata adalah Raka yang baru saja datang.


"Eh Lo Rak , gimana Adel?"tanya Abas.


"Dia lagi tidur di UKS gua males ganggu jadi gua kesini aja , kalian lagi ngomongin apa?"tanya Raka.


"Menurut Lo , mungkin gak kalau Adel dalang semua ini?"Tanya Rian.


"Gak tau gua , kalian curiga sama Adel?"tanya Raka.


"Iya , selama ini kalau gua perhatiin cuma dia yang berpotensi untuk di curigai"ujar Rafa.


"Kalau gitu cari dulu kebenarannya supaya kita gak salah nuduh orang"ucap Raka.


"Gua setuju , untuk di kelas gua minta tolong sama Lo dan Qila buat jagain Aurel"pinta Altez.


"Iya bang, kita bakal jagain Aurel kok"ujar Qila dan Rafa serentak.


Yaudah , hari ini kalian semua pulang aja biar gua yg izinin kalian semua lagian kita udah telat dua jam pelajaran"ujar Altez pada semuanya.


Dilain tempat...


Terlihat seorang gadis tertawa sangat bahagia sembari memandangi foto Aurel yang baru ia ambil dari dalam kantongnya.


"Segitu aja udah panik , gua gak sabar buat Langsung ke intinya. Papa sih seharusnya Langsung aja malah pakai pemanasan dulu"gumam gadis tersebut sedikit terlihat kesal.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Jadi siapa dalangnya?🤔


Jadi penasaran 🙃 , lanjut besok:)


jangan lupa like dan komennya untuk menghargai kerja keras author yang gemoy ini hihihihi✌️✌️

__ADS_1


__ADS_2