Possesive Brothers

Possesive Brothers
__46__


__ADS_3

Kini semuanya telah berkumpul di ruang rawat Aurel. Semua hanya diam tidak ada satupun yang berbicara disini.


Kedua orang tua Aurel dan ketiga Abangnya sedang duduk di sofa bersama para sahabat Mereka , sedangkan Naf dan Ardhan berada di sisi kiri dan kanan Aurel sembari saling menatap dengan penuh kebencian. jika disini tidak ada Brata dan Ceysa sudah di pastikan kedua orang itu pasti akan baku hantam kembali.


"Sampai kapan kalian duduk disitu?"tanya Farez yang dari tadi sudah jengah melihat kedua pria itu duduk di samping adiknya.


Tak ada yang menjawab , ardhan dan Naf sama-sama bungkam.


"Apa kalian tidak mendengar apa yang ku ucapkan?"tanya Farez.


Naf yang tidak ingin ada keributan memilih berdiri dan langsung keluar dari ruangan itu.


Ardhan yang melihat Naf keluar tersenyum miring menatap kepergian pria tersebut.


"Woi Dhan sini duduk , ngapain Lo masih duduk di sana?"tanya Abas.


"Hm" balas Ardhan sembari berdiri dan duduk di sebelah Abas.


"Apa kalian semua mengenal laki-laki tadi?"tanya Brata.


"Tidak Pi , ini pertama kali kami bertemu dengan-nya"jawab Altez mewakili.


"Tapi mengapa ia terlihat sangat khawatir melihat putri Aurel?"tanya Brata.


"Sudahlah sayang , nanti kita tanyakan saja padanya langsung"ucap Ceysa.


"Kau benar sayang,"balas Brata.


Farez berdiri dan berjalan menuju brankar adiknya dan Langsung mendudukkan dirinya di kursi samping kanan Aurel.


"Sayang ayo bangun , lama Banget sih tidurnya Abang kangen nih"ujar Farez sembari mengelus lembut tangan adiknya.


Dari hasil pemeriksaan Aurel, dia tidak apa-apa untung saja Altez cepat membawa adiknya kerumah sakit. Ia hanya perlu istirahat untuk memulihkan tenaganya kembali.


ugghhh


terdengar lenguhan dari Aurel , membuat semua yang di ruangan tersebut menatap ke arah brankar.


"Sayang akhirnya kamu bangun"ujar Farez sembari mengecup sudut bibir adiknya.


Ceysa Langsung berdiri dan segera menghampiri Putri kecilnya.


"Sayang , apa kamu butuh sesuatu?"tanya Ceysa.


"A-dek haus mi"jawabnya serak.


Dengan segera Ceysa membantu anaknya untuk duduk dan bersandar di kepala brankar dengan di bantu oleh Farez. lalu memberikan air pada Aurel.


Setelah minum Aurel melihat ke arah sofa , dan tatapannya bertemu dengan Ardhan yang sedari tadi sudah memperhatikan dirinya.


Seperti terkejut Aurel langsung melihat ke arah lain.

__ADS_1


Sedangkan di kantin rumah sakit...


"Permisi tuan"ujar Max.


"Ada apa Max?"tanya Naf.


"Nona Aurel sudah sadar tuan"jawab Max.


Dengan segera Naf Langsung berdiri dan menuju keruang rawat gadisnya.


Sesampai di ruangan Aurel Naf segera masuk dan menghampiri Aurel yang sedang mengobrol dengan Ceysa.


"Apa kau mengenali putriku tuan?"tanya Ceysa penasaran.


Sebenernya bukan hanya Ceysa penasaran tapi semua orang yang berada di ruangan tersebut juga penasaran dengan laki-laki tampan itu.


"Aku sangat mengenal putri mu nyonya Nelson"jawab Brata.


Naf yang melihat Aurel bingung menatap ke arahnya langsung maju dan menggeser Farez yang berdiri di sebelah gadisnya.


Farez berdecak tak suka , tapi ia juga penasaran siapa pria ini jadi ia memilih menyingkir dari sana.


"Apa Caca tidak mengenali Dadan nya?"tanya Naf.


Aurel merasa tidak asing dengan panggilan tersebut , ia menatap intens Naf dari ujung rambut sampai kaki pria itu , sampai tatapannya berhenti di tangan Naf dan melihat gelang yang sama persis dengan gelang di tangannya.


Mata Aurel berkaca-kaca Sembari menatap kembali wajah Naf.


Naf mengangguk sembari tersenyum manis pada Aurel.


"Iya , ini Dadan nya Caca. apa Caca tidak merindukan Dadan?"tanya Naf.


Dengan segera Aurel memeluk erat tubuh Naf yang saat ini berada disampingnya.


"Caca rindu Dadan hiksss.. , kenapa Dadan baru datang sekarang? hikssss.."tanya Aurel di sela-sela tangisnya.


"Maafkan aku sayang , aku membuat mu terlalu lama menunggu , aku janji tidak akan meninggalkan kamu lagi"Jawab Naf sembari mengecup kening Aurel.


Semua yang ada disana terdiam , Meraka masih mendengarkan obralan kedua insan tersebut.


Beda dengan yang lain , Ardhan menatap cemburu di kala Naf mencium Aurel nya Bahkan kedua tangannya mengepal sudah siap untuk meninju laki-laki itu.


Setelah melepaskan pelukannya , Naf membersihkan sisa-sisa air mata di kedua pipi Aurel itu semua tidak lepas dari pandangan kedua orangtuanya dan juga ketiga Abang-abangnya.


"HMM!" terdengar suara deheman kertas dari Brata.


"Apa kau tidak ingin memperkenalkan dirimu anak muda?"tanya Brata.


"Ah maaf , karena saya terlalu mengkhawatirkan gadis saya , saya jadi lupa memperkenalkan diri"ujar Naf.


"Hm, jadi?"tanya Brata

__ADS_1


Naf berjalan kearah Sofa dan langsung mendudukkan dirinya di depan Brata.


"Perkenalkan nama saya Nafdhan Resendriya Lawrence, saya adalah teman kecil dari Aurel dan sebentar lagi akan menjadi suaminya"ucap Naf percaya diri.


Brata terkejut ketika mendengar nama belakang Naf , siapa yang tidak mengenal keluarga Lawrence , keluarga mafia terbesar di Itali dan mungkin juga dunia.


"Kau putra dari keluarga Lawrence?"tanya Brata memastikan lagi.


"Iya tuan , apa ada masalah?"tanya Naf.


"Tidak , kenapa kau percaya diri sekali untuk menjadi suami dari putriku?"tanya Brata.


"Karena aku sudah mengklaim dirinya menjadi milikku sebelum kalian semua menemukan gadisku kembali. Dan dirimu pasti tau tuan dalam keluarga Lawrence apapun yang sudah dia klaim itu sudah pasti akan menjadi miliknya."ucap Naf dengan senyum miring di bibirnya.


Brata terdiam , ia tak masalah dengan itu ia hanya takut jika Putrinya akan berada dalam bahaya jika hidup bersama keluarga Lawrence.


"Baiklah , itu semua tergantung putriku jika ia mau aku pun tidak akan menentang"ujar Brata dan langsung mendapat tatapan tajam dari ketiga putranya dan juga Ardhan.


"Piiii"ucap ketiga putranya.


"Sudahlah Boys itu semua tergantung adik kalian"ucap Brata menenangkan putranya.


Sedangkan Aurel hanya diam memperhatikan obrolan tersebut. Ia sama sama sekali tidak mengerti dengan apa yang mereka bahas.


"Mami , Mereka lagi ngebahas apa?"tanya Aurel Sembari berbisik pada Ceysa.


"Tidak ada sayang , tidak usah dipikirkan lebih baik kamu sekarang istirahat lagi ya"titah Ceysa.


Dengan segera merebahkan dirinya kembali dan menutup kedua matanya.


Sedari tadi Ardhan menatap Naf , ia tau saingannya cukup kuat tapi ia tidak ingin mundur begitu saja , bagaimana pun Aurel harus tetap menjadi miliknya.


Kita semua tidak ada yang tau bukan? kepada siapa hati Aurel akan berlabuh?


Hanya Aurel dan author yang tau jawabannya. hahahaha


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Sekian dulu untuk hari ini:) atau kalian pengen aku up lagi?🙃 besok aja kali yaa......


...Jangan lupa like dan komennya teman-teman:*...

__ADS_1


__ADS_2