Possesive Brothers

Possesive Brothers
__26__


__ADS_3

Farez tidak henti-hentinya memandangi wajah Aurel yang sedang terlelap.Ia sangat bersyukur memilik Aurel di hidupnya. Adik kecil yang manja dan sangat menggemaskan baginya.


"Sayang bangun ini sudah pagi"ujar Farez sembari menepuk-nepuk pelan pipi Aurel.


"eughhhh"gumam Aurel , bukannya bangun ia malah makin erat memeluk Farez sembari menyembunyikan wajahnya di dalam dekapan Farez.


Farez terkekeh geli melihat tingkah menggemaskan adiknya.


"Apakah princess Abang tidak ingin sekolah hari ini?"tanya Farez.


Mendengar kata sekolah langsung saja Aurel bangun dan berlari menuju kamar mandi tanpa menghiraukan Farez yang menatapnya geli dari tadi.


"Gemes banget sih"batin Farez sembari kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap juga.


Selesai bersiap-siap Aurel langsung turun dan menuju ruang makan.


"Good pagi semua"ucap Aurel sesampai di meja makan.


pagi sayang


*pagi honey


pagi princess*


balasan seluruh keluarganya.


"Mau sarapan apa sayang?"tanya Ceysa.


"Mau roti aja mi"jawab Aurel


"No!! kamu harus makan nasi sayang , ini kan Senin , kita upacara jadi harus punya tenaga yang cukup."ucap Altez yang menolak adiknya hanya memakan roti saja.


"Tapi Aurel maunya roti! kalau gak Aurel gak makan"balas Aurel dengan wajah kesalnya.


"Sudahlah, biarkan saja yang penting Aurel sarapan"ujar Brata menengahi perdebatan pagi ini.


"Nih sayang rotinya , habisin ya"ucap Ceysa


"Dengan segera Aurel mengambil roti itu dan langsung memakannya.


Setelah menyelesaikan sarapan mereka bertiga berpamitan dan langsung menuju ke sekolah.


"UNTUK SEMUA MURID-MURID DIHARAPKAN LANGSUNG MENUJU LAPANGAN KARENA KITA AKAN SEGERA MELAKUKAN UPACARA BENDERA"ucap selah satu guru menggunakan pengeras suara.


Semua murid-murid pun langsung menuju kelapangan begitu juga Aurel dan kedua temannya.


Pagi ini Cuaca sangat panas , banyak anak-anak yang sudah mengeluh karena tidak kuat berdiri lagi. Begitu juga dengan si cantik Aurel , dari tadi ia merasakan kepalanya sangat sakit dan juga perut seperti ingin memuntahkan isinya.


"Rel lo gak papa kan? atau lo mau gua anterin ke UKS aja?"tanya Qila Yang khawatir melihat Aurel sedari tadi seperti menahan sakit.


"Aku gak papa Qila , aku disini aja"tolak Aurel halus.


"Tapi Lo pucet banget Rel, kita ke UKS aja ya"ajak Qila sekali lagi.


tapi Aurel tetap kukuh untuk melanjutkan upacaranya.


Sedari tadi keduanya Abangnya terlihat cemas melihat Aurel seperti menahan rasa sakit.


Begitu juga dengan Ardhan ia juga sedari tadi menatap Intens ke arah Aurel dengan raut wajah yang khawatir.


kembali ke Aurel..


Kepalanya semakin terasa sakit , lama kelamaan Aurel sudah tidak bisa melihat sekelilingnya dengan baik dan akhirnya...


Brukkkkkkkkk!!!

__ADS_1


"AUREL!!"pekik Qila dan langsung menahan badan Aurel yang akan jatuh.


Dari kejauhan terlihat tiga lelaki berlari dengan sangat cepat. siapa lagi kalau bukan kedua Abang Aurel dan Ardhan.


Ardhan lah Yang sampai terlebih dulu disana dengan segera ia mengambil alih tubuh Aurel dari Qila dan langsung membawa Aurel menuju UKS.


Sesampai di UKS ia langsung memerintahkan dokter yang bertugas di UKS untuk langsung memeriksa Aurel.


Selang beberapa menit datanglah Abas , Altez dan juga para sahabatnya di UKS.


dokter yang memeriksa Aurel menghela nafas melihat ruangannya begitu penuh sekarang. ingin mengusir pun ia tak sanggup ia masih sayang dengan nyawanya.


"Adik saya gak kenapa-napa kan dok?"tanya Altez Panik.


"Ia cuma kelelahan dan kurang asupan makanan dan sebentar lagi ia akan sadar"jawab dokter tsb.


Altez langsung mengusap dadanya pelan , dan raut ke khawatiran pun sudah memudar dari wajahnya.


"Setelah ia bangun langsung beri makanan ya , jangan yang keras kalau bisa anda membelikannya bubur saja"ujar dokter tsb.


"Baik dok"balas Abas dan Altez serentak.


"Baiklah , kalau begitu saya keluar dulu" ucap dokter itu sembari melangkahkan kakinya keluar dari ruang UKS.


"Rak , tolongin gua beli bubur ya buat Aurel"ucap Abas.


baru saja Raka ingin menjawab perkataannya langsuang di potong oleh Ardhan.


"Biar gua aja"ujar Ardhan lalu pergi meninggalkan teman-temannya yang menatap cengo kearah nya.


"Buset dah tuh es balok , kagak ada sopan-sopannya sama kakak kelas"ucap Javas.


"Emang Lo siapa harus di hormatin segala"timpal Abas.


"Abang kelas Lo"jawab Javas dengan mendelikan matanya.


"Kayaknya Ardhan beneran suka deh sama Aurel"ucap Raka


"Gua mah , oke-oke aja lagian Ardhan baik gak playboy kayak Lo bedua"ucap Abas sembari menunjuk kedua temannya.


Raka dan Rian mendelikan matanya pada Abas.


"Udah deh , jangan ribut disini Lo gak liat Adek gua lagi istirahat"ucap Altez yang sudah jengah melihat pertengkaran sahabatnya dengan sahabat adiknya.


Seketika mareka pun kembali hening dan fokus pada kegiatan masing-masing.


Terdengar pintu UKS terbuka memperlihatkan ardhan yang masuk dengan nampan ada di tangannya.


"Belum bangun?"tanya Ardhan singkat.


"Seperti yang Lo lihat"jawab Abas.


Dengan segera Ardhan Langsung maju dan menyingkirkan Abas yang berada disisi kiri Aurel.


Abas ingin protes tapi ia berusaha menahan keinginannya itu.


Sedari tadi Ardhan memperhatikan Aurel , ia tau Aurel sudah bangun dari pingsannya tapi ia masih tetap setia memejamkan kedua mata indahnya itu


"Kamu masih mau memejamkan mata mu itu Aurellia? "tanya Ardhan sedikit menyindir.


Semua orang di dalam ruangan tersebut mendengar ucapan Ardhan.


Altez yang sudah mengetahui adiknya ini sudah bangun langsung mengapit hidung Aurel dengan tangannya.


Aurel yang sudah sesak Karena tidak bisa bernafas dengan benar langsung membuka kedua matanya.

__ADS_1


"Abang ih , lepasin Aurel gak bisa nafas"ucap Aurel sembari menjauhkan tangan Altez dari hidungnya.


"Kenapa pura-pura tidur segala?"tanya Altez.


"Takut , nanti Abang marahin Aurel karena gak makan nasi tadi pagi"ucap Aurel Dengan mengerucutkan kedua bibirnya.


"Abang gak marah , lagian kamu sih gak mau dengerin omongan Abang jadi pingsan kan"ucap Altez.


"Iya-iya , maafin Aurel ya bang"ucap Aurel dengan menampilkan puppy eyesnya.


Altez berusaha untuk mengalihkan pandangannya dari Aurel. ia tak sanggup jika ditatap seperti itu oleh adiknya , bisa-bisa ia luluh nanti.


Aurel yang melihat Abangnya mengalihkan pandangan semakin gencar membujuk Altez untuk memanfaatkannya.


Ia menarik tangan Altez lalu menangkup wajah Altez dengan kedua tangannya.


"Maafin Aurel ya ya ya"ucap Aurel manja.


Runtuh sudah pertanahan Altez melihat Aurel seperti ini , Aurel terlihat sangat-sangat menggemaskan dimatanya.


"Oke fine!! abang maafin"ucap Altez menyerah.


Yang lain hanya terkekeh geli melihat tingkah Aurel yang seperti bayi di mata mereka.


"Kalian gak belajar?"tanya Aurel pada semua orang yang berada di ruangannya.


"Gak , mau disini aja nemenin dedek gemes"ucap Rian dan langsung mendapat tatapan tajam dari kedua Abang Aurel dan juga Ardhan.


"Yaelah , gua becanda kali."ucap Rian Dengan cengiranya.


"Kalian semua balik kelas aja , biar gua yang jagain Aurel."ucap Altez.


"No no no , semuanya! Abang juga harus ke kelas"ucap Aurel.


"Trus siapa yang jagain kamu disini?"tanya Abas.


"Aurel bisa sendiri kok , kalian semua ke jelas aja"ucap Aurel.


"Tapi Rel..


"Ke kelas atau Aurel gak mau lagi ngomong sama kalian semua"ucap Aurel mengancam.


"Oke fine , kami semua ke kelas"ucap Altez final.


Lebih baik ia mengikuti keinginan Aurel dari pada harus di diamkan oleh adik tersayangnya.


"Tapi ingat , kalo ada apa-apa langsung kabari Abang ya"ucap Abas.


"Iya-iya , yaudah buruan pergi"ucap usir Aurel.


Semuanya keluar dari UKS dan tinggal lah Aurel sendirian. Ia pun memelih melanjutkan tidurnya saja.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...:)...


__ADS_2