
...HAPPY READING...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Malam ini di kediaman Nelson semua orang sedang berkumpul diruang keluarga. kecuali Farez dan El yang masih sibuk dengan urusan pekerjaannya.
Aurel masih sama seperti beberapa hari yang lalu. , tidak ada Aurel yang ceria atau Aurel yang selalu bertanya tentang segala hal pada keluarga Nya.
"Adek ke kamar dulu ya mi"ucap Aurel.
"Kok cepet banget, mau ngapain?"tanya Ceysa.
"Adek mau bikin PR" semuanya Adek duluan"ucap Aurel lalu beranjak dari ruangan tersebut.
Selepas Aurel pergi , para Abangnya pun juga kembali ke kamar masing-masing.
"Sayang, kenapa princess ku seperti itu? aku merindukan Aurel yang ceria."ucap Ceysa sendu.
"Tenanglah sayang , para abangnya dan juga Naf sedang menyelidiki tentang ini"ucap Brata menenangkan Ceysa.
"Hmm, apa ini ada hubungannya dengan pesta waktu itu?"tanya Ratih.
"Pesta? apa hubungannya?"tanya Bram.
"Aku melihat perubahan Aurel semenjak pulang dari pesta waktu itu sayang"ucap Ratih.
"Benar , aku pun juga merasa begitu. Semenjak pulang dari pesta Aurel menjadi pendiam."ucap Ceysa.
Brata memijit pelipisnya , sungguh jika itu karena pesta waktu itu , lebih baik ia tidak mengajak Putrinya.
sedang asik dengan pikirannya , terdengar notifikasi dari ponsel Brata dan itu adalah pesan dari Ardhan.
"Video? video apa ini?"gumam Brata.
"Ada apa mas?"tanya Ceysa
"Ardhan teman Abas mengirim video padaku"jawab Brata.
"Video apa?"tanya Bram penasaran.
__ADS_1
"Sebentar , aku sedang mengunduhnya."jawab Brata.
Setelah selesai mengunduh Brata meletakkan ponselnya di tengah-tengah agar mereka berempat bisa melihatnya bersama-sama.
Terlihat dua orang wanita sedang berbicara yang tidak-tidak tentang Putrinya , dan gawatnya lagi Aurel mendengar itu semua.
..."Lo udah liat anaknya perempuan keluarga Nelson belum?"...
..."Udah , yaampun gua gak habis pikir anak perempuannya biasa aja , kata Adek gua yang satu sekolahan sama tu anak pak Brata siapa sih namanya gua lupa."...
..."Aurel "...
..."Bener Aurel , si Aurel itu katanya kayak cewek jalang , sana sini nempel sama cowok"...
..."Masa sih? kalo dilihat dia kayaknya polos deh"...
..."itu kan kayaknya , Lo belum tau aja aslinya kayak gimana"...
..."Kasian juga keluarga Nelson , anak perempuan satu-satunya Malah kayak jalang"...
..."Bener, kan dia ditemuin di panti , ya wajarlah pas dia tau dia orang kaya malah keluar aslinya kayak gimana."...
..."Bener, padahal semua keluarganya berkualitas tapi dia kayak gitu."...
..."Iya , kasian banget. gak pantes banget dia masuk keluarga Nelson."...
"Kurang ajar!! berani sekali mereka berdua menghina putriku"ucap Brata dengan rawut muka penuh Amarah.
Sedangkan di lain tempat Naf menggeram marah setelah melihat video yang dikirimkan oleh Brata bukan hanya video itu yang membuatnya marah, tapi ia sangat marah karena merasa kalah dari Ardhan yang terlebih dulu menemukan penyebab Aurel nya menjadi murung.
"Sial!! seharusnya saya yang dapetin itu semua bukan bocah sialan itu!!"gumam Naf kesal.
Tapi sudahlah , lagian itu juga baru pertama ia bisa berhasil , tak akan ada yang dapat merubah apapun itu, Aurel akan tetap menjadi miliknya.
Tanpa berpikir apapun lagi Naf langsung menyuruh anak buahnya mencari kedua wanita yang ada dalam video itu.
Beda dengan Naf , Farez langsung pulang untuk menemui adiknya setelah melihat video itu.
Sesampai dirumah ia langsung masuk dan menuju ke kamar Aurel.
tok
tok
tok
"Dek , ini bang Farez. Boleh Abang masuk?"tanya Farez.
Aurel yang sedang melamun langsung terkejut setelah mendengar pintunya diketuk dan ternyata Abang tertuanya yang datang.
Aurel membuka pintu dan menyuruh Farez masuk ke dalam.
__ADS_1
"Hmm , ada apa bang? Abang baru pulang kan? kenapa gak langsung istirahat?"tanya Aurel.
Tanpa menjawab pertanyaan Aurel , Farez langsung membawa Aurel kedalam pelukannya.
"Yang mereka bilang itu semuanya omong kosong!!, bagi kita semua adek itu anugerah , permata dalam keluarga ini. dan Adek juga sangat pantas berada dalam keluarga ini sayang."ucap Farez.
"A..Apa maksud Abang?"tanya Aurel gugup.
"Sudahlah sayang, Abang sudah tau semuanya. Kenapa kamu tutupi ini semua dari kami? Apa Adek gak percaya sama Abang?"tanya Farez setelah meregang pelukannya dan mata menatap Aurel.
"Hmm , adek gak mau ngerepotin abang dan yang lain, Adek udah biasa kok di bilang kayak gitu jadi Adek bisa nanggung semuanya sendiri."jawab Aurel dengan senyuman tulus dari bibirnya.
"Abang gak pernah merasa direpotkan Oleh Adek begitu juga yang lainya. Jadi Abang mohon kamu gak perlu sungkan lagi sama kita semua."ucap Farez.
"I..iya bang"jawab Aurel gugup.
"Mulai sekarang , apapun yang menggangu pikiran Adek , Adek harus cerita sama Abang atau keluarga yang lain"ucap Farez tegas.
"Iya bang,"jawab Aurel.
"Promise?"ucap Farez Sembari mengangkat jari kelingkingnya.
"Abang ngeledek adek ya"ucap Aurel kesal tapi tak urung juga ia mengaitkan kelingkingnya pada Farez.
Farez tertawa mendengar ucapan Aurel apalagi rawut wajahnya yang sangat-sangat menggemaskan jika sedang kesal.
Tanpa mereka ketahui semua anggota keluarga Melihat itu semua , mereka ikut senang Aurel mereka telah kembali menjadi Aurel yang dulu , Aurel yang Ceria dan bawel juga jahil kepada semua keluarga.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Tipis-tipis dulu ya , besok kita lanjut lagi.
jangan lupa tinggalin jejak kalian:)
Salam sayang untuk semua readers kuu:**
__ADS_1