
Setelah beberapa bulan lamanya Aurel di rawat akhirnya gadis cantik itu sudah di perbolehkan untuk pulang , itupun harus melewati beberapa tes kesehatan agar tidak ada yang terlewati.
Bibir cantik itu tak henti-hentinya tersenyum saat melewati beberapa perawat yang ia kenali termasuk perawat laki-laki yang terpesona akan kecantikan Aurel. Sedangkan di belakang Aurel terlihat Naf menampakkan wajah masamnya saat para pria mencuri - curi pandang pada gadisnya.
"Sudahlah Naf , kau tidak seharusnya memperlihatkan wajah seperti itu. Aurel tidak akan berpaling dari mu "ejek Ceysa pada calon menantunya itu.
"Ahhh , rasanya aku ingin menggendong Aurel agar cepat sampai ke mobil. Aku tidak suka saat milikku di tatap orang lain"ucap Naf sembari menatap tajam para pria yang melihat gadisnya.
"cihh!! , percaya diri sekali! Aurel bukan hanya milik mu , dia juga milikku , milik keluarga Nelson."timpal Al yang jengah melihat ke posesifan Naf.
padahal dia sendiri lebih posesif -_-
"ya ya ya.. terserah kau saja"jawab Naf dengan delikkan matanya.
"Jangan begitu Al , suatu saat kau juga akan. merasakan apa yang di rasakan ole Naf saat ini. Apa kau belum mau memperkenalkan seseorang pada mami?"tanya Ceysa penuh harap.
seketika Al terlihat cemas ketika mendengar pertanyaan itu kembali lagi keluar dari mulut sang ibu , sungguh ia belum memikirkan hal itu , saat ini hanya perkejaan dan Aurel lah yang lebih penting dan tentu saja Aurel lebih penting dari apapun. kebahagiaan adiknya adalah hal yang utama.
"Tidak ada , dan sepertinya tidak akan pernah sebelum aku melihat Adik kecilku hidup bahagia."jawab Alfarez dengan wajah datar.
"Terus saja seperti itu , padahal mami ingin cepat mempunyai cucu"ucap Ceysa dengan wajah kesal.
"Mami tenang saja , biar aku dan Aurel yang memberikannya untuk mami"timpal Naf.
tanpa ia tau Al menatapnya dengan wajah menyeramkan.
"Mami senang mendengarnya Naf , kau harus cepat menikahi putri cantik mami ini karena saingan mu pasti banyak"ucap Ceysa dengan nada bercanda.
Sedang Aurel hanya bisa tersipu malu mendengar ucapan Naf dan Maminya.
Indonesia...
Saat ini Abas sedang berkumpul dengan para sahabatnya di rooftop sekolah. Senyum di bibirnya tak pernah pudar dari saat ia datang kesekolah pagi ini. Membuat para sahabatnya menatap aneh , apa yang terjadi sehingga abas tersenyum seperti itu.
"BAS!!"pekik Rian ketika melihat senyum Abas sudah tidak terkontrol lagi.
"Apa?!, Lo bikin gua kaget aja"sengit Abas dengan wajah datarnya.
"Yaa , habisnya Lo senyum senyum gak jelas banget dari tadi , gue pikir Lo kesambet hantu sekolah ini"balas Raka.
"Enak aja , gue cuma lagi bahagia aja sekarang. Tadi pagi gua dapat kabar kalau Aurel udah keluar dari rumah sakit. Itu berarti dia bakalan pulang ke indo secepatnya."jawab Abas.
"Beneran bas? Syukurlah akhirnya gua bakal ketemu Aurel lagi , pokoknya gue harus me time berdua aja tanpa kalian semua"sela Aqila dengan senyuman merekahnya.
"Gak bisa gitu dong , harus bareng kita kita juga. Kalian berdua gak bisa di biarin pergi berdua doang"ucap Rian dengan nada tak senang.
"Bener Qil , Lo berdua itu perempuan yang lemah.. Harus di dampingi pria pria gagah kayak kita semua dan yang pastinya yang paling gagah ya gue dong"ucap Raka percaya diri.
"Gagah dari mana?? Ngaca dong kalian semua itu suka ribut kayak ibu ibu apalagi Lo rak sama Rian"jawab Qilla tak mau kalah.
__ADS_1
"Ya tapiiii-
"Udah deh rak , Lo beneran kayak ibu ibu kalau ngejawab terus"sela Abas yang sudah jengah Melihat keributan temanya.
"Btw , kapan Aurel Balik indo bas??"tanya Nathan yang penasaran kapan kepulangan gadis yang pernah mengisi hatinya itu.
"Belum tau , gue belum di kabari. Kemungkinan satu atau dua Minggu lagi mungkin "jawab Abas.
"Pokonya Lo harus kasih tau pastinya ya bas , kita harus bikin pesta penyambutan untuk Aurel"ucap Qilla.
"Pasti dong , keluarga gue juga gak mungkin lupa hal itu. Yaudah kita sekarang balik kelas lagi bentar lagi istirahatnya selesai"ucap Abas mengakhiri percakapan ini.
Kembali lagi pada gadis cantik kita...
"Mi , Adek kapan balik ke indo lagi?? Adek udah kangen banget sama mereka semua"tanya Aurel pada Ceysa yang sedang menyuapinya makan.
"Sebentar lagi , beberapa hari ini kita harus balik ke rumah sakit dulu buat ngecek kesehatan mu ,kalau kata dokter udah oke semua , hari itu juga kita langsung balik ke indo"ucap Ceysa meyakinkan putri kecilnya.
"Apa adek gak mau jalan-jalan disini dulu?"tanya Brata pada Aurel.
"Iya honey, kalau ingin berjalan jalan aku akan menemanimu kemanapun dan kapanpun saja."timpal Naf.
"Aurel masih bisa pergi dengan kami yang jelas keluarganya. Bukankah kau punya perusahaan yang harus kau urus? Kenapa tak pulang duluan saja ke Indonesia"tanya Alfarez dengan wajah masamnya.
"Untuk apa aku punya tangan kanan jika aku juga yang harus mengerjakan semuanya?"jawab Al dengan wajah tengilnya.
"Sudah sudah, kenapa kalian jadi ribut? Ingat tidak boleh bertengkar di depan makanan"ucap Brata menengahi keributan dua pria dewasa itu.
Setelah makan , mereka semua kembali berkumpul di ruang keluarga dengan Aurel yang duduk di antara Alfares dan Altez.
"Papi... Kalau adek udah balik ke Indonesia, adek boleh lanjut sekolah lagi kan??"tanya Aurel dengan wajah berharapnya.
"Tentu , apapun untuk Putri Papi. Kalau adek senang akan hal itu papi akan wujudkan semuanya"jawab Brata.
Sejujurnya pihak keluarga tidak ingin Aurel kembali kesekolah umum lagi , tapi mereka juga tak ingin melihat senyuman indah itu luntur dari bibir sang putri.
"adek gak mau tanya Naf juga? Naf izinin adek sekolah lagi gak?"timpal Ceysa dengan melirik calon menantunya itu.
"aku boleh sekolah lagi kan Naf?"tanya Aurel
"Tentu, tapi kita harus melangsungkan pernikahan terlebih dahulu "ucap Naf tegas.
"Pernikahan? kenapa terbaru buru sekali? Dan Aurel pun masih sekolah tidak mungkin di bersekolah dengan status seseorang istri"ucap Brata dengan wajah kesal.
"Ayolah Pi.. Aku tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang kembali. Dan pernikahan ini hanya para sahabat dan keluarga saja yang tau. Jadi tidak akan terjadi masalah di kemudian harinya."jawab Naf dengan percaya diri.
"Itu ide bagus Naf , Mami setuju. Papi juga harus memikirkan ini dengan baik baik Pi "timpal Ceysa yang sangat mendukung keputusan calon menantunya.
"Bagaimana dengan Adek? Apa adek setuju dengan permintaan Naf?"tanya Al penasaran.
__ADS_1
Aurel menatap kedua orang tuanya dengan seksama. ia Setuju saja dengan keinginan Naf, tapi sejujurnya ia belum ingin pisah jauh dari kedua orangtuanya.
"kalau adek nikah , berarti adek harus tinggal sama Naf dong? "tanya Aurel.
"Tentu--
"Tentu tidak sayang, kamu akan tetap tinggal dengan kami."potong Al sebelum Naf melanjutkan ucapannya.
"Kenapa? Aku juga punya rumah yang bisa dijadikan tempat tinggal setelah kami menikah nanti"ucap Naf dengan kerutan di keningnya.
"Bener yang di ucapkan Al , Naf. Ingat kau menikahi putriku yang notabennya masih gadis di bawah umur , dan juga masih sekolah. harus ada bimbingan dari kami para keluarga dan tentunya para orang tua "timpal Brata membenarkan ucapan putra sulungnya.
"Benar Naf , mami juga belum ingin mempunyai cucu terlalu cepat , terlebih kehamilan muda banyak memicu kematian."ucap Ceysa.
"Oke , aku setuju saja.. Yang penting aku menikah dengan Aurel"ucap Naf dengan pasrah. Mau bagaimana lagi , dari pada di batalkan lebih baik seperti ini saja.
"Bagaimana Aurel?? Kamu mau kan??"tanya Naf sekali lagi.
"Aku mau"jawab Aurel tersipu malu.
"Papi tidak menyangka , sebentar lagi putri papi akan menjadi seorang istri" ucap Brata dengan senyuman tulusnya.
"Papi jangan bicara seperti itu , adek masih jadi putri papi kok , sampai kapanpun adek akan selalu menjadi putri dan adik keluarga ini"ucap Aurel sembari menghampiri Brata dan langsung memeluknya.
Mereka semua menghabiskan malam ini sambil bercerita, tidak lupa sesekali membuat Naf kesal dengan ejekan-ejekan kecil yang di ucapkan Alfarez dan juga Altez.
...****************...
......................
...----------------...
...----------------...
......................
**Hai para redears ku tercinta....
Maaf banget baru bisa up hari ini:')
Jujur aku pengen banget nulis tiap hari buat kalian.. Tapi apa boleh buat , sekarang aku udah ada kerjaan dan itu sibuk banget.. Sampe buat mikir pun aku gak bisa ðŸ˜ðŸ˜
Btw buat kalian yang bingung dengan panggilan panggilan baru , kayak Al atau apapun itu , aku harap kalian baca dari awal yaa biar gak lupa jalan ceritanya aku aja suka bingung karena lupa.
Jangan bosen nya nungguin aku up lagi..
Jangan lupa like dan komen juga , sekalian ingetin kalau aku ada typo hehehe
Sampai jumpa , dan selamat malam
__ADS_1
peluk jauh untuk kalian semua🤗🤗**