Possesive Brothers

Possesive Brothers
__108__


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Tak di sangka sudah 2 tahun pertunangan antara Naf dan Aurel. Hubungan mereka semakin hari semakin erat begitu juga hubungan antara dua keluarga itu. Masalah pendidikan Aurel dan Abas sudah di tingkat akhir Sekarang sedangkan Altez dan Rei sudah memasuki jenjang perkuliahan.


"Mami kalau adek udah tamat SMA Adek boleh kuliah kayak bang Altez kan?"tanya Aurel


"Hmm.. Tanya sama Papi gih terus minta izin sama Naf juga kalau kata mereka iya pasti Mami juga iya"balas Ceysa.


"Ist Mami..! kalau tanya sama papi pasti gak di bolehin apalagi Naf"ujar Aurel sembari menggembungkan pipinya merajuk.


"Tanya aja dulu , Adek belum mulai kok udah ngerasa kalah"ucap Ceysa sembari mengelus rambut putrinya.


"Hehehe... Iyadeh nanti Adek tanya dulu siapa tau di bolehin"balas Aurel dengan cengiranya.


Aurel melangkahkan kakinya menuju ruang kerja sang ayah. di perjalanan ia menyiapkan kalimat-kalimat manis agar bisa membujuk sang ayah agar mengizinkannya untuk berkuliah.


"Hmm... Paman , apa papi ada di dalam?"tanya Aurel pada Jack yang berjaga di depan ruangan Brata.


"Ada nona , nona Langsung masuk saja"ucap Jack sembari membukakan pintu untuk Aurel.


Ketika masuk Aurel melihat Brata sedang serius pada berkas dan laptop yang ada di meja kerjanya , karena tak ingin mengganggu Aurel mendudukkan dirinya secara perlahan di sofa sampai pekerjaan papinya selesai.


20 menit menunggu dan hanya berdiam diri membuat Aurel mengantuk dan akhirnya tertidur. Sedangkan Brata yang baru saja ingin berdiri karena telah menyelesaikan tugasnya terkejut melihat sang putri yang tertidur di sofa ruangannya.


"Kapan ia masuk? , ah karena terlalu sibuk aku tidak tau jika putri kecil ku ada disini"gumam Brata sembari mendekati Aurel. Baru saja Brata akan menggendong Aurel sang empu langsung terbangun dengan wajah cengo Nya.


"Ugghhh... Papi udah selesai kerjanya?"Tanya Aurel sembari meregangkan tubuhnya.


"Sudah , Adek kenapa gak kasih tau papi kalau Adek kesini"ucap Brata.


"Tadi Papi Sibuk banget , Adek gak mau ganggu papi jadi Adek tungguin deh sampai selesai"balas Aurel.


"Putri papi baik sekali , tapi lain kali jangan gitu ya kalau Adek ada perlu Langsung kasih tau papi bagi papi Adek lebih penting dari apapun"ucap Brata Sembari mencium kening putrinya.

__ADS_1


"Iya papi , Adek janji gak akan ulang Lagi"Balas Aurel sambil mencium pipi sang ayah.


"Adek mau ngomong apa sama papi?"tanya Brata Sembari mengangkat tubuh Aurel untuk duduk di pangkuannya.


"Hm... Adek mau minta izin sama papi"balas Aurel.


"Izin apa? emang Adek mau kemana?"tanya Brata penasaran.


"No papi.. Adek bukan mau pergi , tapi Adek mau izin kalau Adek udah Tamat SMA Adek juga mau kuliah kayak Bg Altez dan bang Rei"ujar Aurel.


"Kuliah? hmm... Adek bisa kuliah di rumah kok homeschooling kayak biasanya"ucap Brata.


"Tapi adek mau kuliah kayak Abang , Adek mau kuliah diluar gak mau di rumah lagi , Adek bosan papi , Adek udah gak betah kalau dirumah terus , Adek juga mau punya temen"ucap Aurel dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.


"Hufft..... kamu tanya Naf yaa , kalau Naf bolehin kamu kuliah papi juga akan izinin kamu buat kuliah"ucap Brata. sebaiknya memang begitu ia juga tak tega melihat wajah memelas dari putrinya , Mungkin sudah saatnya juga Aurel menikmati kehidupan yang ia inginkan.


"Tapi kalau Naf gak bolehin Adek kuliah gimana?"Tanya Aurel.


"Papi yakin , Naf pasti nginzin kamu buat kuliah"jawab Brata.


"Hmm... yaudah , Adek nanti siang nganterin makanan buat Naf sekalian minta izin buat kuliah juga"ucap Aurel yang kembali Riang.


"Gitu dong , putri papi gak boleh sedih-sedih , nanti perginya di temenin sama Jack ya"ucap Brata.


"Oke Papiiiii... Adek sayang papi banyak-banyak"ucap Aurel sembari mencium kedua pipi Brata.


"Papi juga sayang Adek banyak-banyak"ucap Brata Sembari membalas kecupan di seluruh wajah putrinya


...S...


...K...


...P...


Saat ini Aurel sudah berdiri di depan Kantor Naf sembari menenteng paper bag yang berisi makanan untuk Sang kekasih.


"Paman Jack tunggu di lobi aja ya , Adek sendiri aja keruangan Naf nya"pinta Aurel.


"Nona yakin?"tanya Jack.


"Adek yakin , lagian Adek kan juga udah sering main kesini"ucap Aurel.


"Yaudah , kalau ada apa-apa langsung hubungi saya. Saya akan menunggu nona Disini"ucap Jack.


"Oke paman Jack , Adek pergi dulu ya"ucap Aurel.


"Hati-hati nona"ucap Jack yang di balas anggukkan oleh Aurel.


Sesampai diruangan Naf Aurel tak melihat sekretaris yang berjaga di depan pintu. mungkin sedang pergi pikirnya.


"Adek gak usah ketuk kali ya , Adek mau buat kejutan buat Naf"gumam Aurel.


Brakkk!!!


Pintu ruangan Naf terbuka dengan keras menyadarkan dua insan yang hampir saja ingin menyatu itu terkejut. Pandangan Aurel memburam melihat adegan menjijikkan di depan matanya.


"Naf...."lirih Aurel sembari menjatuhkan paper bag yang ia bawa.

__ADS_1


"****!!! sayang , yang kamu lihat ini semuanya gak benar aku di jebak "ucap Naf sembari memasang baju dan celananya.


"Gak!! aku udah liat semuanya , Naf jahat!!! aku benciiiii Naf!!!"ucap Aurel lalu pergi dari sana sembari berlari.


"INI SEMUA KARENA KAMU SIALAN!! BERANI SEKALI KAU MENJEBAK KU!!"bentak Naf pada wanita di depannya.


Mendengar suara ribut-ribut dari ruangan Naf , Max dan beberapa bodyguard memasuki ruangan tersebut.


"Cepat bawa wanita ini ketempat biasa, siksa dia dan ingat jangan sampai mati karena aku lah yang berhak membunuhnya"ucap Naf. Setelah itu Naf langsung berlari mengejar Aurel ia tak ingin kesalahpahaman ini berlanjut dan membuat hubungannya dan Aurel menjadi hancur.


Aurel terus berlari , hatinya sangat sakit sekarang. Sesampai di lobi ia bertemu dengan Jack tapi tak ia hiraukan sama sekali ketika Jack memanggilnya.


"NONA BERHENTI!! NONA AUREL..!!"teriak Jack tapi tak di dengarkan oleh Aurel.


Karena terlalu sibuk menangis , Aurel tak memperhatikan kendaraan yang sedang melaju kencang kearahnya.


Tiba-tiba.......


BRAKKK!!!!


"NONAAA!"


"AURELLL!"


Tubuh Aurel terlempar jauh akibat hantaman truk yang melaju kencang kearahnya. tubuhnya terasa sangat sakit sekarang , air mata yang berlinang di kedua pipinya menyatu dengan darah yang mengalir di kepala dan juga tubuhnya. pandangannya pun semakin memburam dan pasokan udara yang ia hirup semakin menipis sampai akhirnya mata indah itu tertutup dengan perlahan sebelum kesadarannya menghilang ia sempat mendengar beberapa orang meneriaki namanya.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...jeng jeng jenggggggg..........


...Helooooo I'm back😚😚...


...kangen aku gak ? pokoknya harus kangen🔪...


...Btw nih ya berhubung nama pena aku takim mulai sekarang panggil aku tata jangan author lagi , kadang juga Thor aku berasa jadi Thor beneran wkwkwk......


...Aurel meninggoyy atau gak yaaa😌😌...

__ADS_1


...pantengin terus cerita ini yang sebentar lagi end🙃...


...sampai berjumpa dua hari lagi , sayang kalian banyak-banyak 🤗😚...


__ADS_2