Possesive Brothers

Possesive Brothers
part3


__ADS_3

Di atas mulmednya REY ya💗


  Raline atau yang biasa di panggil Aline Itu sekarang berada di kamarnya.Aline tidak bersekolah,tetapi dia Home Schooling,karna Rian dan Rani melarang Aline untuk sekolah karena suatu hal.


    Proses belajar Aline sudah selesai 2 jam yang lalu.sekarang Aline hanya cukup mengulangi pelajarannya. sebenarnya Aline itu adalah gadis yang pintar,hanya saja ia terlampau polos.


    Rani dan Rian membatasi pergaulan Aline,karena mereka tau bahwa Aline adalah gadis yang banyak diincar orang di luaran sana.


   "Huft...membosankan,kapan sih kak Rey pulang?" tanya Aline pada dirinya sendiri menunggu sang kakak pulang.


   Namun,saat ingin menutup  ,Aline mendengar suara deru kendaraan yang memasuki garasi rumah.


"Ya, itu kak Rey,dia udah pulang"


   Dengan buru-buru,Aline membereskan peralatan belajarnya  dan turun menghampiri sang kakak.


"Kak Rey"  teriak Aline kepada sang kakak sembari berlari dan...Hap    Aline memeluk tubuh jangkung  Rey yang baru saja memasuki rumah.


  "Jangan lari-lari sayang" ucap Rey sembari mengecup pucuk kepala Aline.


"Harum" batin Rey


"Kak,Aline bosen" rengek Aline pada Rey


  Rey yang melihat tingkah menggemaskan Aline hanya bisa terkekeh.


"Hmm,bosen ya?gimana kalau kita jalan-jalan?" ajak Rey


 


"mau-mau kak" riang Aline seraya melompat girang.


"Hmm,bosen ya?gimana kalau kita jalan-jalan?" ajak Rey


 


"mau-mau kak" riang Aline seraya melompat girang.


"Kalau begitu,Aline siap-siap du ku, kakak juga harus ganti baju" ucap Rey


"Oke kak" ucap Aline menuju kamarnya untuk bersiap-siap,begitu juga dengan Rey.


  Setelah beberapa menit,akhirnya mereka pergi untuk jalan-jalan.sebelum Itu Rey meminta izin kepada orang tuanya dan Rani dan Rian membolehkannya.


   Dan sekarang mereka berada di dalam mobil.Aline yang tadinya ingin mengajak menggunakan sepeda motor,hanya saja Rey melarang karena cuaca panas dan banyak debu,dan berakhirlah mereka naik mobil.


    Keluarga Rey terbilang orang yang berkecukupan.Ayahnya,Rian memiliki kebun anggur yang luas milik mereka sendiri,Sedangkan ibunya,Rani adalah pemilik toko roti yang cukup terkenal.


   "Humm,kak Rey, kita mau kemana dulu?" tanya Aline dengan lugunya,yang membuat Rey gemas sendiri.

__ADS_1


  "Aline maunya kemana?" tanya Rey balik.


Aline tampak berpikir sejenak dengan raut yang dapat membuat siapa saja gemas,termasuk Rey sendiri.


"Gimana kalau kita makan eskrim dulu, Aline pengen kak" rengek Aline.


"Baiklah,apasih yang tidak buat adik tersayang kakak" ucap Rey mencubit gemas pipi gembul Aline.


  Hingga beberapa menit berkendara,Rey dan Aline sampai di depan toko es krim.


  "Aline ingin es krim rasa coklat,vanilla,stroberi dan...rasa buble gum" ucap Aline semangat kepada pelayan toko tersebut.


  "Baik..."


ucapan sang pelayan tersebut terpotong


"Tidak,Aline jangan banyak- banyak makan es krim,Aline pesan 2 es krim saja,ok?sisanya di bungkus,Aline kan belum makan siang"  ucap Rey kepada Aline.


"Ya...kak Rey gak seru...yaudalah Aline pesan rasa coklat sama stroberi aja mbak,sisanya di bungkus" ucap Aline kepada pelayan tersebut dan diangguki.


Setelah pelayan itu pergi,Aline menatap sebal Rey.melihat tatapan Aline, Rey hanya menunjukkan wajah santai seolah tak terpengaruh tatapan


Aline.


  "Huh gemesnya" batin Rey


 


  Aline memicingkan matanya menatap Rey


"Aline pengen makan banyak es krim tau,taoi kenapa kakak larang,sebel tau" rengek Aline sambil bersedekap dada dan mengundang banyak decak kagum dari pada pengunjung toko.


Ih imutnya


Manisnya


gemes sekali


Wah pengen cubit pipinya


Wow sibling goals


 


      Mendengar decakan itu,Aline hanya menatap polos mereka,Aline tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


   "Aline dengerin kakak, Aline belum makan siang,jadi perut Aline harus diisi nasi dulu,ok" ucap Rey


"Iya kak Rey" ucap Aline mematuhu ucapan Rey.

__ADS_1


 


  Setelah sekian lama berbincang-bincang,es krim pesanan Aline sudah datang dan mereka menuju restoran yang tak jauh dari toko es krim tersebut untuk makan siang.


   Saat akan memasuki restoran,tak sengaja Aline menabrak seseorang sehingga es krim yang ia pegang  jatuh dan mengenai sepatu mahal pemiliknya.


"Hah,maaf Aline tidak sengaja" cicit Aline, namun masih bisa di dengar oleh orang yang ia tabrak.


  Aline hanya bisa menunduk sambil memainkan ujung bajunya,Ia takut.


'Kak Rey,Aline takut' batin Aline.


Orang yang Aline tabrak hanya diam mengamati gerak-gerik gadis mungil yang ada di hadapannya ini.


Ia merasa tak asing


"Tak ap..." ucapan pria tersebut terpotong saat seorang pemuda datang dan langsung menarik gadis mungil yang ada di hadapannya ini ke dalam pelukan sang pemuda tersebut.


"Aline,kamu tidak papa?" tanya Rey khawatir kepada Aline sembari memeluk Aline.


"Aline tidak sengaja menabrak paman ini kak Rey" ucap Aline menahan tangis,mendengar itu Rey mencium pucuk kepala Aline.


"Tak apa,ada kakak di sini"


" tuan maaf,adik saya tidak sengaja menabrak anda dan untuk sepatu an..."


"Tidak masalah,ini hanyalah kecelakaan kecil" ucap pria itu memotong ucapan Rey.


"Sekali lagi saya minta maaf tuan...


" panggil saja saya Damian" ucap pria yang bernama Damian Itu.


   Dan hanya diangguki oleh  Damian,Damian pun pergi dari restoran tersebut untuk menuju kantornya.


 


   Saat Damian melihat kejadian di restoran tadi dimana pemuda  memeluk erat sang gadis yang tak sengaja menabrak nya tadi,Damian  sama sekali tidak marah,hanya saja ada perasaan iri  dan ingin marah melihat dimana pemuda Itu memeluk erat gadis itu.ia merasa tal asing dengan gadis itu ia merasa seperti melihat Queennya.


  Sejenak Damian terdiam


"Jangan bilang dia...


Halo  guys


Maaf ya kalo up cerita ini lama dan buat kalian bosan nunggu cerita yang asal-asalan ini😖


Tpi nanti saya usahain up sering-sering ya.


Sekali lagi jangan pernah bosan ya nunggu cerita ini.and jangan lupa VOTE,COMENT,AND FOLLOW   saya  ya.

__ADS_1


See you...


__ADS_2