Possesive Brothers

Possesive Brothers
__52__


__ADS_3

Saat ini Aurel sudah berada di ruang inapnya , begitu banyak alat untuk menopang kehidupan Aurel. Tampak semua keluarga dan para sahabat berada disini. Ceysa selaku ibu berada di samping putrinya Sembari menggenggam tangan Aurel dengan erat.


"Sayang bangun dong , mami kangen banget sama kamu mami pengen kamu manja-manja sama mami , mami pengen liat kamu jailin Abang-abang kamu lagi , bangun nak jangan lama-lama tidurnya."ucap Ceysa dengan air mata yang sudah mengalir di wajahnya.


Brata menghampiri istrinya yang Sedang menangis. Sungguh ia tak bisa melihat raut sedih di wajah Ceysa.


"Sayang kamu jangan nangis ,nanti kalau Adek bangun terus liat mata maminya bengkak Adek bisa marah sayang , kita beri Adek kesempatan untuk istirahat sebentar ya. kalau sudah cukup Adek pasti bangun"ucap Brata menenangkan istrinya.


Ceysa mengangguk dalam diam , yang dikatakan suaminya memang benar Aurel perlu istirahat putrinya mungkin sangat Lelah menanggung semua ini.


Beralih ke para sahabatnya..


"Rafa , Aurel pasti bangun kan?"tanya Qila pada Rafa.


"Pasti , Aurel anaknya kuat kita harus optimis untuk kesembuhan Aurel"jawab Rafa dan di iyakan oleh semuanya.


"Hm, sekarang udah malam sebaiknya kalian semua pulang. Lagian besok kalian sekolah kan?"tanya Farez.


"Iya bang , kalau gitu kita semua pulang dulu ya bang besok kita balik lagi"jawab Raka mewakili.


"Hm.. baiklah , kalian semua hati-hati di jalan"ucap Farez.


dan kini yang tinggal hanya keluarga Naf dan juga Ardhan.


"Kamu bukannya besok juga sekolah? pulanglah sekarang!!"ucap Naf pada Ardhan.


"Bukan anda juga ke bekerja besok? Anda juga harus pulang"balas Ardhan dengan delikan matanya.


"Saya bosnya , saya tidak perlu harus setiap hari di kantor sedangkan kau seorang pelajar dan harus sekolah itu kewajiban mu!"ucap Naf mengelak.


"Yang dikatakan oleh Naf memang benar , kau pulanglah Ardhan jika kau tak pulang jangan harap bisa menemui adikku lagi"ucap Farez.


"Baiklah , aku pulang sekarang"ucap Ardhan mengalah.


"Papi sama ayah mending pulang aja , kasian mami sama bunda kalau harus tidur disini"ucap El.


"Benar Pi , biar aku El dan Naf saja yang menjaga Aurel , Altez Abas kalian pulang saja. Tidak ada kata untuk bolos pulang sekolah kalian masih bisa kesini"ucap Farez.

__ADS_1


"Tapi bang.."


"Tidak ada tapi-tapian!! pulanglah"ucap Farez final.


"Sayang kita pulang ya"bujuk Brata.


"Gak , aku mau disini temenin Adek"tolak Ceysa.


"Sayang besok kita kesini lagi, kita gak mungkin tidur disini , kamu juga harus istirahat sayang"ujar Brata.


"Benar mi , biar kami saja yang jaga Adek mami pulang ya nanti kalau mami sakit Adek bisa marah sama kita semua"ucap Farez membantu membujuk Ceysa.


"Baiklah , mami pulang tapi kalau ada apa-apa cepat kabari mami ya"ucap Ceysa.


"Pasti mi"balas Farez


"Kalau gitu kita pulang ya , baju kalian nanti di antar sama sopir"ucap Brata.


"iya Pi"Balas El dan Farez serentak.


Sedangkan Naf sudah di kirimkan baju oleh ibunya.


"Apa kau benar-benar mencintai adikku?"tanya Farez pada Naf.


"Jika aku tidak cinta tidak mungkin aku menjaga adik mu dari kecil hingga sebesar ini"jawab Naf.


"Aku hanya ingin yang terbaik untuk adik ku , aku tidak ingin Aurel terluka atau patah hatinya karena cinta"ucap Farez.


"Aku tahu itu , aku juga tak ingin membuat adik mu terluka bahkan aku sudah menjadikan diriku jaminannya."balas Naf.


"Baiklah, aku merestui mu dengan adik ku"ucap Farez.


"Bahkan jika kau tak merestui pun aku akan tetap menjadikan Aurel milikku"ucap Naf.


"Hei , aku ini calon kakak ipar mu tidak bisakah kau sedikit sopan pada ku?"tanya Farez.


"Tapi aku lebih tua dari mu , seharusnya kau yang harus sopan padaku"ucap Naf.

__ADS_1


"Kita hanya beda satu tahun!!"balas Farez.


El menatap jengah kedua pria dewasa yang gila hormat ini.


"Bisakah kalian diam!! , kalian jika ingin bertengkar keluar sana jangan ribut disini! nanti adik ku terganggu."ucap El


"Adik ku juga"Balas Farez dengan delikan matanya.


"hanya adik , Aurel calon istriku!"ucap Naf.


"Masih calon , jangan terlalu berharap"ucap Farez.


"Terserahlah , aku muak melihat kalian berdua"ucap El lalu memejamkan matanya.


Sedangkan Naf memilih duduk di samping Aurel untuk memutuskan perdebatan yang tidak berfaedah itu.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...sekian untuk hari ini 😊😊😊...


...besok kita lanjut lagi:*...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan komen para readers ku tsalam sayang untuk kalian semua😚😚...


__ADS_2