Possesive Brothers

Possesive Brothers
__101__


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Sesampai di kamar Naf Aurel langsung mengetuk pintu kamar yang bercat hitam itu tapi ada jawaban sama sekali , Dengan mengumpulkan keberaniannya Aurel langsung saja membuka pintu kamar tersebut.


"Naf"panggil Aurel ketika memasuki kamar Naf.


Ia mengecek sekeliling tapi tidak menemukan Naf sama sekali.


"Mungkin di balkon"Batin Aurel.


Dan benar saja Naf sedang bersandar di balkon sembari Menghisap rokoknya.


"Kamu merokok Naf?"tanya Aurel yang membuat Naf terkejut dan langsung mematikan rokoknya.


"Hanya saat aku sedang banyak pikiran saja"ucap Naf sembari menarik tangan Aurel agar mendekat kepadanya.


"Jangan sering-sering itu bahaya , aku tidak ingin Naf sakit."ucap Aurel sembari mengelus rahang Naf.


"Iya , apapun aku lakukan untuk mu"ucap Naf.


Dialog Aurel dan Naf


"Kenapa?"


"Kenapa apanya?


"kenapa Naf meninggalkan meja makan disaat makanan Naf belum habis?"


"Aku kenyang"


"Naf bohong"


"Hm, aku hanya kesal sama papa. Ia selalu mengejek ku"


"Hanya itu?"


"Tentu"

__ADS_1


"Apa karena aku belum bisa menerimamu?"


"Tidak baby , jangan berfikiran seperti itu"


"Maaf"


"Kenapa minta maaf? kau tidak salah sama sekali"


"Maaf , karena aku belum menjawab pertanyaan mu"


"Tidak papa ,aku tidak akan memaksa mu untuk menjawabnya."


"Hmm , a-apa Naf bisa mengulang pertanyaan itu lagi? ucap Aurel dengan rona merah di pipinya.


"Pertanyaan yang mana?"tanya Naf dengan kerutan di keningnya.


"Pertanyaan yang itu"


"Yang mana?"


"Tidak perlu , tidak usah di tanyakan lagi".


Hmm , Naf mengerti maksud gadisnya hanya saja ia ingin bermain sedikit.


"Hahaha , baiklah. Aku mengerti maksud mu baby"


"Kau mengerjai ku?"


"T-tidak hanya saja aku baru mengerti apa maksudmu"ucap Naf gelagapan.


"Hm , aku percaya"


Posisi seperti ini membuat jantung Aurel berdetak lebih kencang dan membuat kedua pipinya merona.


"Jangan menunduk , tatap aku"


Dengan segera Aurel mendongakkan kepala dan matanya langsung bertubrukan dengan kedua mata Naf yang menatapnya.


"Aku harap ini pernyataan terakhir ku , dan aku berharap semoga kali ini kau menerima ku Aurellia"ucap Naf sungguh-sungguh.


Aurel membalas dengan senyuman manis di bibirnya.


"Aku sangat mencintaimu Aurellia , sangat-sangat mencintaimu. Kau tau bukan aku sudah tertarik padamu sejak kecil tapi aku masih belum menyatakannya karena ingin menjadi pria yang pantas untuk bisa mencintaimu. Dan saat ini waktunya. Aku tidak ingin menunggu terlalu lama lagi , aku ingin kau , ingin kau menjadi milikku seutuhnya.


Aku bahkan rela menjadikan nyawaku menjadi jaminan dari kata-kata yang aku ucapkan. Aku bersungguh-sungguh, aku sangat mencintaimu dan menyayangimu. Untuk itu maukah kau hidup bersama ku dan menjadi milikku selamanya?"Ucap Naf dengan ketulusan dan kesungguhan di setiap ucapannya.


Tunggu! Bukan ini yang Aurel maksud. Ia hanya ingin Naf menembaknya dan menyatakan cinta pada dirinya tapi kenap ini seperti Naf sedang melamarnya?


"Kau menyatakan cinta atau melamar ku Naf?"


"Kalau aku bisa mendapatkan keduanya kenapa tidak. Dan aku ingin mendengar jawaban mu sekarang"


Aurel terdiam mendengar ucapan laki-laki yang ada di depannya. Tapi ia juga tak bisa menampik perasaannya sendiri. Ia mencintai Naf , sangat mencintai pria ini , tapi apakah harus secepat ini? Bagaimana dengan semua abangnya? apa mereka menyetujui? walaupun ia yakin orangtuanya pasti merestui tapi tidak dengan semua abangnya. Apa yang harus ia Jawab sekarang?


"Jika kau memikirkan para Abang mu. biar aku yang bicara pada mereka secara langsung."


Aurel terkejut , bagaimana Naf bisa tahu apa yang sedang ia pikirkan. apa Naf cenayang?


"Hmm , A-aku..."

__ADS_1


"Aku apa? jangan membuat ku penasaran baby"


"A-aku ju-ga mencintai mu Naf"


"Ulang , aku tidak mendengarnya."


"Aku juga mencintaimu , Sangat mencintai mu"ucap Aurel dalam satu tarikan nafas. Membuat Naf tak kuasa menahan ribuan kupu-kupu yang berterbangan di dadanya.


"Jadi kau menerima ku dan mau menjadi milikku sepenuhnya?"tanya Naf memastikan.


"Hmm"jawab Aurel sembari menganggukkan kepalanya.


Langsung saja Naf memeluk tubuh mungil itu dengan erat. Ia sangat bahagia sekarang. gadis yang Ia cintai sejak kecil sekarang membalas perasaannya bahkan Setuju untuk menikah dengannya.


"Terimakasih karena telah menerimaku baby , aku bahagia sangat bahagia"ucap Naf sembari mengecup pelipis Aurel berkali-kali.


Tanpa sadar b*b*r Naf sudah berada di depan b*b*r Aurel. Tinggal berjarak 1cm lagi akhirnya bibir itu menyatu. B*b*r Naf yang mulanya hanya mengecup b*b*r Aurel kini telah berubah menjadi lum*tan. Naf menarik tengkuk Aurel untuk memperdalam c***annya.


Naf melanjutkan aksinya dengan menggigit kecil b*b*r Aurel dan Yaps b*b*r itu terbuka langsung saja l*dah Naf menelusuri setiap rongga mulut gadisnya.


mmpphh... mmpphh.. N-naf...


Naf mel*mat , dan mengg*git l*dah dan b*b*r Aurel dengan rakus dan semakin memperdalam ciuman tersebut.


sedangkan tangan Aurel mengusap rambut Naf dan mendorong kepala Naf agar lebih memperdalam lum*tan demi lum*tan. Mereka berdua sama-sama terhanyut dalam kegiatan p*n*s ini


Mmpphh....Naf..... mmpphh...


Berselang 15 menit ci**an panas itu akhirnya berhenti karena mereka sama-sama kehabisan nafas.


Naf mengelap sisa-sisa Sal*va nya yang ada di b*b*r Aurel.


"Manis , aku suka dan selalu akan menjadi candu ku"Ucap Naf Membuat Aurel tersipu malu dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada Naf.


"secepatnya aku akan melamar mu di depan semua keluarga mu baby , dan semoga saja semuanya berjalan lancar"ucap Naf sembari mengecup kening Aurel dengan penuh sayang.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Kasih sensor sendiri , takut kasih peringatan lagi hihihi.......


...Mau happy apa sad nih?๐Ÿ™ƒ๐ŸŒš...


...Sad aja kali yaaaa๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘ˆ...

__ADS_1


__ADS_2