
...HAPPY READING...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Sebulan telah berlalu sejak kejadian jatuhnya Aurel di lapangan. Semenjak itu Naf dan Ardhan semakin gencar untuk mendekati Aurel.
Sedangkan yang di kejar tidak mengerti apapun hanya saja ia bingung melihat tingkah aneh kedua pria itu.
Dan untuk teror yang selama ini menimpa Aurel pun juga tidak pernah terjadi lagi , apakah mereka menyerah? atau mereka menyiapkan rencana besar? kita liat saja kedepannya.
Sama seperti biasanya , pagi ini pasti akan ada keributan di kediaman keluarga Nelson dan itu semua di sebabkan oleh Naf dan Ardhan yang berebut untuk mengantarkan Aurel ke sekolah.
"Woi om! biar gua aja yang nganterin Aurel , lagian kami juga satu sekolahan."ucap Ardhan.
"Om?? kau memanggilku ku om? kita hanya beda 3 tahun! dasar bocah!! aku tidak setua itu untuk kau panggil om."balas Naf dengan tatapan sengitnya.
"Sama aja , bagi gua Lo udah tua!!".ucap Ardhan.
"Terserah dirimu! pokoknya aku yang akan mengantarkan Aurel pergi sekolah."ujar Naf.
"Tidak!! dia yang pergi bareng gue!!."balas Ardhan.
Beralih ke keluarga Nelson , mereka semua Sedang menikmati sarapan dengan tenang.
Tapi itu semua tak bertahan lama setelah mendengar keributan di ruang tamu.
"Itu pasti mereka lagi"ucap Abas.
"Sampai kapan mereka akan seperti itu , bahkan aku belum mengizinkan adikku untuk berpacaran"ucap Farez dengan wajah datarnya.
"Mami , itu suara ribut apa?"tanya Aurel.
"Tidak usah di dengarkan sayang , lanjutkan saja sarapannya ya"ucap Ceysa.
Aurel membalas dengan mengangguk kan kepalanya.
Setelah selesai sarapan , mereka semua langsung menuju keluar untuk melanjutkan aktivitas masing-masing.
Sesampai di ruang tamu Mereka melihat Naf dan Ardhan sedang beradu mulut seperti biasanya.
"Apakah kalian akan menghabiskan waktu untuk bertengkar?"tanya Brata.
Seketika kedua laki-laki itu menghentikan kegiatan absurd nya.
"Hari ini aku yang akan mengantarkan putriku, kalian berdua silahkan pergi dari sini"ucap Brata dengan nada dingin dan datarnya.
"Aku saja yang mengantar Aurel"ucap Naf.
"Tidak!! aku saja"balas Ardhan.
"Aku ini ayah kandungnya jadi aku yang akan mengantarkan putriku!!"ucap Brata tak ingin di bantah.
Kedua laki-laki itu menghela nafas kasar , bagaimana pun mereka tidak bisa membantah ucapan Brata.
Aurel diam saja , ia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dibahas papinya dan kedua laki-laki itu.
"Ayok sayang kita berangkat"ucap Brata sembari menarik lembut tangan Aurel.
"Tapi Ardhan sama Naf gimana Pi?"tanya Aurel.
"Biar aja , nanti Mereka juga berangkat"ucap Brata.
__ADS_1
Sedangkan para abangnya sudah berangkat dari tadi.
...*****...
Kini Aurel sedang berjalan menuju perpus untuk meminjam buku paket , entah kenapa ia sampai lupa membawa bukunya.
saat di koridor ia tidak sengaja ia bertemu Zeline.
"Hai Zeline"sapa Aurel.
"Hai Rel , hmm kamu mau kemana?"tanya Zeline
"Aku mau ke perpus buat pinjam buku sejarah , Aurel lupa bawa bukunya."jawab Aurel.
"Kalau gitu kita bareng aja , aku juga mau kesana"ucap Zeline.
"Oke , jadi Aurel punya temen deh"ucap Aurel.
"Oh ya Rel , maaf ya waktu kamu sakit aku gak bisa jenguk soalnya aku gak tau kamu dirawat dimana"ucap Zeline.
"Hmm,. gak papa kok lagian aku juga bentar dirawatnya"Balas Aurel.
"Kapan-kapan kamu mau gak pergi main bareng aku?"tanya Zeline?
"Pergi kemana?"tanya Aurel.
"Ke mall atau kemana gitu"jawab Zeline.
"Hm , aku mau aja tapi takut gak di izinin sama abang"ucap Aurel sendu.
"Kamu coba izin dulu aja , pasti di bolehin kok"ucap Zeline
"Nanti Kalau gak boleh gimana?"tanya Aurel.
"Coba tanya aja dulu, kan kita perginya cuma bentar"Jawab Zeline.
"okedeh , nanti aku coba tanya dulu"ucap Aurel.
Aurel dan Zeline pun telah sempai di perpus , setelah mengambil buku yang mereka butuhkan , mereka pun kembali ke kelas masing-masing.
...*****...
Altez sedari tadi memperhatikan Aurel seperti tidak semangat memakan makanannya.
"Adek kenapa lemes gitu?"tanya Altez.
"Gak kok , Adek gak papa"jawab Aurel.
Sejujurnya Aurel Sangat ingin membicarakan hal tadi dengan para abanganya tapi ia tahan lebih baik membahas dirumah saja.
"Kalau gitu semangat dong makanya, jangan lemes gitu"timpal Abas.
"Ia Abang"jawab Aurel lalu kembali makan makanannya.
Tidak terasa jam pulang sekolah pun telah tiba , kedua abang Aurel bahkan telah berdiri di depan kelasnya bersama para sahabatnya juga.
Tidak menunggu begitu lama akhirnya kelas Aurel telah di bubarkan.
"Ayok Abang, kita pulang Adek ngantuk banget"ujar Aurel dengan mata yang sudah satu.
Melihat Aurel seperti akan tidur Ardhan pun berinisiatif menggendong Aurel dan langsung menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.
"WOI ARDHAN ADEK GUA MAU LO BAWA KEMANA ITU"teriak Abas.
Ardhan tetap tenang melangkah tanpa mendengar teriakan dari para sahabatnya.
"Udah ikutin aja , Ardhan gak mungkin macam-macam sama Adek"ucap Altez.
mereka semua pun berjalan menuju parkiran untuk mengambil kendaraan masing-masing.
Setelah sampai di kediaman Nelson , Ardhan memarkirkan mobilnya. Sebelum keluar ia memperhatikan wajah Aurel yang sedang terlelap , ia merasa sangat-sangat terjatuh akan pesona gadis kecil itu.
Sudah puas memandangi Aurel , Ardhan bergegas menggendong Aurel dan langsung membawanya kedalam.
Sesampai di dalam Aurel langsung membawa Aurel menuju kamar gadis tersebut. meletakkannya secara perlahan agar tidur Aurel tidak terganggu.
__ADS_1
Sebelum keluar dari kamar ia mengecup singkat pelipis gadisnya terlebih dahulu.
Sedangkan di tempat lain terlihat seorang laki-laki sedang menatap komputer sambil menahan amarah ketika melihat gadisnya di sentuh pria lain , siapa lagi kalau bukan Naf.
"Dasar bocah sialan!! berani-beraninya ia mencium gadisku"gumam Naf.
...ββββ...
Malam pun telah tiba , di kediaman Nelson semuanya sedang berkumpul di ruang keluarga setelah menyelesaikan makan malam tadi. minus para orang tua yang sedang pergi ke Singapore untuk urusan pekerjaan.
"Abanggg"panggil Aurel.
kelima abangnya pun menoleh kearah Aurel.
"Apa sayang?"tanya Farez yang saat ini berada di samping Aurel.
"Adek boleh gak , keluar bareng temen Adek?tanya Aurel.
"Teman Adek yang mana? trus mau kemana?"tanya Farez penasaran.
"Adek mau ke mall sama zeline bang , boleh gak?"
"Boleh , tapi Abang temenin"timpal Altez.
"Tapi Adek mau pergi berdua sama zeline aja"balas Aurel.
"Kalau gitu , Abang gak izinin kamu"ucap Farez final.
"Abang jahat!!"ucap Aurel lalu bergegas pergi ke kamarnya.
"Apa kita tidak terlalu keras pada Aurel?"tanya El.
"Tidak , kalian semua tau kan Aurel itu sangat polos aku tak ingin seseorang memanfaatkan kepolosan Aurel"ujar Farez.
"Aku setuju dengan bang Farez"timpal Altez.
"Oh ya ,siapa zeline? yang Abang teman Aurel hanya Qila dan Rafa"ucap Farez.
"Zeline anak kelas lain bang , waktu itu Adek ngeliat zeline di bully sama temen kelasnya sendiri jadi Adek minta bantuan aku buat tolongin zeline"ujar Farez.
"hm , sebentar"ucap Farez sembari mengeluarkan ponsel di saku celananya dan langsung menelepon seseorang.
"Halo , tolong kau Carikan data tentang siswi yang bernama zeline , aku tunggu sampai besok"
"baik tuan"balas orang itu.
dan Farez segera memutuskan panggilan tersebut.
"Kenapa bang?"tanya Altez penasaran.
"Tidak , abang hanya memastikan semua orang yang berteman dengan Aurel harus dari keluarga baik-baik , bahkan Qila dan Rafa juga Abang selidiki , begitu juga dengan semua sahabat kalian"jawab Farez.
"Itu harus , kita semua tidak boleh kecolongan sedikit pun , apalagi menyangkut Aurel"ujar El menimpali.
Semuanya mengangguk membenarkan perkataan El tersebut.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Hai semuaaa ππ
Masih pantengin cerita Aurel kan? 2 hari gak up jadi kangen sama Aurel:)
Setelah ini ada sesuatu yang akan terungkap:)
__ADS_1
hm... jangan lupa like dan komen ya Babay:*