
...HAPPY READING...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Brata dan Ceysa baru saja sampai dirumah sakit pagi ini. sudah 1 minggu sejak kejadian itu. setiap hari juga mereka bergantian untuk menjaga Aurel. Contohnya pagi ini mereka berdua akan bergantian dengan Farez dan El , karena ada rapat penting yang harus di datangi oleh Farez sedangkan El akan melakukan operasi di rumah sakit yabg berbeda untuk mengganti dokter yang sedang berhalangan. Dan Naf juga akan ke kantor untuk mengurus sesuatu.
"Pagi semua"ucap Ceysa yang baru saja memasuki ruangan Aurel.
"Pagi mami"jawab mereka serentak.
"Cuma berdua mi? bunda sama ayah mana mi?"tanya El.
"Bunda dan ayah akan menyusul nanti , hm kalau begitu kalian semua pulanglah terlebih dahulu baru ke kantor"ucap Ceysa.
"Baik mi , kalau gitu kita bertiga berangkat dulu mi"ucap Farez mewakili yang lain.
"Kalau ada apa-apa jangan sungkan mengabari ku ibu Mertua"ucap Naf sembari mengedipkan matanya.
Ceysa terkekeh melihat kelakuan calon mantunya satu ini.
__ADS_1
"Tidak usah kedip-kedip segala"ucap Brata.
"Papi posesif sekali , tenang saja aku kasih suka yang muda"balas Naf.
"Jadi menurut mu mami sudah tua?"ucap Ceysa dengan wajah masam.
"Bukan begitu maksud ku mi , ah sudahlah aku tidak ingin berdebat dengan ibu mertua ku , aku mengalah"ucap Naf Sembari mengangkat kedua tangan tanda menyerah.
"Sudah-sudah , lebih baik kalian berangkat nanti terlambat"ucap Brata.
Kemudian mereka semua keluar dari ruangan Aurel untuk menjalankan aktivitas masing-masing.
Sekarang hanya ada Ceysa dan juga Brata di ruangan Aurel.
"Pi , bagaimana dengan Hidel? apa ia sudah di musnahkan?"tanya Ceysa.
"Kata anak-anak belum , tapi ia sudah sekarat sekarang."jawab Brata.
Hidela Yogaswara orang yang telah menculik Aurel sekaligus ayah kandung dari Zeline.
Ceysa mendudukkan dirinya di samping Aurel. Sungguh ia sangat merindukan Aurel.
Brata yang duduk di sofa hanya bisa menyembunyikan air matanya , sungguh berat melihat kedua wanita yang sangat ia cintai dalam keadaan terpuruk seperti ini.
Tiba-tiba tubuh Aurel kejang-kejang dan membuat Ceysa khawatir sekaligus panik.
Brata yang melihat itu langsung menekan tombol yang ada di samping brankar untuk memanggil dokter.
bep...
bep...
beeeeeeppppppp........
Ceysa semakin panik dan menangis kencang ketika melihat mesin EKG menunjukkan garis lurus.
__ADS_1
Dokter datang ketika mendengar panggilan dari kamar Aurel.
"Dok tolong anak saya dok , hikss... tolong selamatkan anak saya!!!"ucap Ceysa yang histeris di pelukan suaminya.
"Saya mohon untuk tuan dan nyonya menuggu di luar , saya akan berusaha sebaik mungkin"ucap dokter itu.
Brata dan Ceysa keluar dari ruangan , dan menunggu di depan, Ceysa tak henti-hentinya menangis.
"Sayang , jangan menangis Aurel kita pasti akan selamat , aku mohon berhenti lah menangis"ucap Brata.
Melihat tangis Ceysa mulai reda Brata langsung mengabari keluarganya yang lain.
15 menit menunggu akhirnya dokter keluar dari ruangan Aurel.
"Bagaimana keadaan putri saya dok?"tanya Brata.
"Kami hampir saja kehilangannya tapi untunglah , Aurel gadis yang sangat kuat. Komanya sudah berakhir kejang-kejang tadi adalah penyesuaian untuk ia kembali sadar , saat ini Aurel tertidur karena efek samping obat mungkin akan terbangun 3 jam lagi"ucap dokter itu.
"Syukurlah , aku sangat bahagia mendengarnya , apakah kami sudah bisa masuk?"tanya Ceysa.
"Sudah nyonya , kalau begitu saya permisi dulu"ucap dokter itu sembari beranjak dari sana.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
...jangan lupa tinggalkan jejak kalian:)...