Possesive Brothers

Possesive Brothers
__33__


__ADS_3

Flashback on


Terlihat dua anak kecil yang bermain ayunan di sebuah taman...


"Dadan kalau Caca udah gede Dadan mau gak jadi pacal Caca?"


"Mau mau , Dadan pasti jadi pacar Caca"


"Yeeee yeeee Caca seneng , Dadan halus Janji jangan pernah Tinggalin Caca , cuma Dadan yang Caca punya ,cuma Dadan yang mau temenan sama Caca"


"Dadan janji gak akan kemana-mana, Dadan akan selamanya di Deket Caca"


"plomise?"tanya Caca sembari mengangkat jari kelingkingnya.


"I promise" balas Dadan sambil mengaitkan jari kelingkingnya ke jari Caca"


"Dadan punya sesuatu buat Caca"


"apa?"


Dadan mengeluarkan dua gelang dari dalam saku celananya. lalu memberikan satu pada Caca dan tak lupa untuk memasangkan nya.


"ini gelang couple namanya ca , jaga gelangnya yaa jangan sampai hilang"


"iya Caca janji akan jaga gelang ini , makasi ya Dadan"


"sama-sama caca nya Dadan"


tapi..


sudah seminggu lamanya Caca tidak bertemu dengan dadan nya. dengan tekat dia menelusuri jalan untuk menuju rumah Dadan. jaraknya pun tak terlalu jauh.


sesampai Disana Caca tidak menemukan siapa-siapa. hanya ada seorang penjaga kebun yang sedang merapikan tanaman.


"cari siapa neng?"


"Dadan ada pak?"


"Dadan?"


"iya Dadan , yang tinggal disini"


"oo , pemilik rumah ini sudah pindah ke luar negeri 3 hari yang lalu neng"


"pelgi?"


"iya neng pergi , semuanya pergi mereka gak tinggal disini lagi neng"


"oo begitu ,makasi ya pak"


"Sama-sama neng.


Caca pulang dengan penuh rasa kecewa.

__ADS_1


ia masih teringat Saat Dadan nya berjanji tidak akan meninggalkannya.


"Dadan jahat!! hikss..dadan ingkal hikss janji!! Caca benci hiksss Dadan!!"gumam Caca di sela-sela tangisnya.


flashback off


"aku ingin segera menjadikanmu milik ku , tunggulah sebentar lagi " gumam seorang laki-laki sambil memandangi foto dia dengan seorang gadis di sampingnya.


...****...


sudah seminggu sejak kejadian yang menimpa putri satu-satunya keluarga Nelson. Dan selama itupun pelakunya belum ketemu. Bahkan Farez sudah beberapa kali memecat orang yang ia tugaskan untuk mencari dalang atas kejadian yang menimpa princess nya.


"Kalian sangat bodoh!! kenapa mencari orang saja harus memakan waktu sangat lama!! , apa saja yang kalian lakukan Haa?? dasar tidak becus!!"bentak Farez lalu keluar dari dalam kantornya.


sudah seminggu juga Aurel rutin menjalani pengobatan dari psikiater handal yang di rekomendasikan El Abang sepupunya. Saat kejadian itu keluarganya langsung mengabari keluarga yang lain , karena El seorang dokter jadi dialah yang mencarikan psikiater terbaik untuk Aurel.


buktinya Aurel telah kembali menjadi Aurel sebelumnya.


di kediaman Nelson pagi ini..


"jemput Adek ke kamar bang"suruh Ceysa pada Abas.


baru saja Abas akan berdiri..


"Tidak usah mi , Adek udah disini"saut Aurel yang sudah berjalan ke meja makan.


"Adek yakin mau sekolah hari ini?"tanya Ceysa


"Tapi ingat , jangan jauh-jauh dari Abang , kalau kemana-mana harus minta temenin sama Abang ya"ujar Ceysa.


"Iya mamiku sayang"jawab Aurel sambil mengecup kedua pipi Ceysa.


"Sudah-sudah lanjutkan makan kalian nanti terlambat ke sekolah"ucap Brata


Hari ini Aurel di antar oleh Brata-papinya. sebenernya ia masih belum mengizinkan Aurel untuk sekolah hari ini , tapi mau bagaimana mana lagi ia juga tak tega melihat wajah memelas Putrinya.


Sebelum masuk keluar dari mobil Aurel diberi petuah dulu oleh Brata.


"Sayang jangan lupa Sama ucapan Mami tadi ya"ucap Brata.


"iya Pi , Adek janji"balas Aurel.


"Yaudah , ke kelas gih"suruh Brata sembari mengecup seluruh wajah Putrinya.


"Dada papi"


"Dada sayang"


Sebelum menjalankan mobilnya Brata menelpon seseorang terlebih dahulu.


"Tolong perketat penjagaan Aurel , saya minta kalian semua jangan lalai!!"ucap Brata. setelah itu ia langsung menjalankan mobilnya menuju kantor.


Saat keluar dari mobil Aurel sudah di tunggu oleh kedua Abangnya di parkiran. Tentu saja sahabat mereka juga ada disana.

__ADS_1


" Pagi Aurel"sapa Rian.


"Pagi juga kak Rian"Balas Aurel.


"Seminggu gak ketemu neng Aurel tambah cantik aja"gombal Rian.


"Bisa aja lu buaya , pagi-pagi udah gombalin anak gadis orang. Lo gak liat tuh pawang nya pada ngeliatin semua"timpal Raka.


Benar saja , Abas Altez dan ada satu orang lagi yang melihat ke arah Rian Dengan tatapan tajam.


"Ah elah , Lo semua tenggang banget pagi-pagi bercandaan dong ini"ucap Rian dengan cengiranya.


"Yuk sayang , jangan dengerin dia nanti kamu ketularan gak waras"ucap Abas nan menarik lembut tangan Aurel untuk pergi ke kelas dan juga di ikuti oleh yang lainnya tanpa Rian yang di tinggal sendirian.


"Gini nih , kalo punya temen es balok semua"ucap Rian dengan langkah kaki yang di hentak-hentakkan seperti perempuan yang Sedang merajuk.


Sampai di kelas Aurel langsuang di sambut hangat oleh Qila dan juga Rafa.


"Akhirnya gua gak duduk sendiri lagi"ujar Qila sambil memeluk Aurel.


"Maafin Aurel ya , gara-gara Aurel Qila jadi duduk sendiri."ucap Aurel.


"Gapapa kok , Lo ada salah jadi jangan minta maaf"ujar Qila.


"Kalian berdua bisa gak kalo pagi-pagi itu bahagia , kebiasaan banget pagi-pagi pasti melow"ujar Rafa jengah melihat kedua perempuan tsb.


"Sirik aja Lo"balas Qila


dan obrolan mereka pun berhenti saat seseorang guru memasuki kelas.


Selama pelajaran Rafa tak henti-hentinya memperhatikan Adel yang sedari tadi terlihat sangat mencurigakan di matanya. Bagaimana mana tidak mencurigakan ia selalu melihat ke arah Aurel sambil sesekali membalas pesan pada ponselnya.


"Sangat mencurigakan"gumam Rafa.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


gantung gak? gak sih kayaknya:)


Segitu dulu ya , salam sayang buat semuanya:)

__ADS_1


__ADS_2