Possesive Brothers

Possesive Brothers
__47__


__ADS_3

Di sebuah rumah mewah terlihat seorang anak dan ayahnya sedang Berbincang.


Sampai kapan aku menunggu seperti ini? , kenapa papa mengundur waktu terlalu lama? kesabaran aku sudah tidak tersisa sedikit pun!! Tinggal membunuhnya saja dan semuanya selesai , kali ini aku tidak ingin mendengarkan kata-kata papa lagi!! aku sudah muak melihat dirinya hidup bahagia!!"ucap seorang anak pada ayahnya.


"Tenanglah sayang , kita harus mengatur rencana dengan baik , apalagi sekarang ada mafia yang juga menjaga gadis itu apa kau mau semua rencana yang sudah kita susun selama ini hancur begitu saja?"


"Tidak!! itu tidak akan terjadi mau bagaimana manapun Aurel harus mati di tanganku!"


"Kalau begitu ikuti alurnya dan nikmati sayang , jika waktunya telah tiba kau pasti kan Merasa sangat bangga pada dirimu sendiri.


"Baiklah pa , aku pasti menunggu saat itu tiba"ujar gadis itu dengan senyuman miring di bibirnya.


...******...


Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit kemaren akhirnya Aurel sudah bisa kembali kerumah. Tapi tetap saja ia belum di perbolehkan untuk kembali bersekolah.


Pagi ini Aurel sedang memakan sarapannya dengan ogah-ogahan , ia menatap bubur itu dengan tatapan sendu.


"Makan sayang , jangan diliatin aja"ucap Brata.


"Gak enak Pi , papi dan yang lain mah enak bisa makan nasi goreng bikinan mami , tapi Aurel cuma makan bubur"ujar Aurel sembari menunduk dengan bibir yang sudah melengkung ke bawah.


"Tapi bubur yang kamu makan juga mami yang bikin Lo sayang"ucap Ceysa.


"Tapi Adek mau makan nasi kayak kalian juga"balas Aurel.


"Sayang , mami udah capek Lo masakin kamu bubur masa kamu gak mau maka?"ucap bunda.


"Aurel cuma udah bosen Bun , bukannya gak mau"ucap Aurel dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Semua menghela nafas dengan kasar , sangat sulit untuk memaksa Aurel yang notabennya anak yang sangat keras kepala.


"Yasudah , kamu makan nasi goreng aja nanti buburnya papi aja yang makan"ucap Brata sembari menukar piringnya dengan piring Aurel.


Aurel menatap papinya dan dibalas senyuman oleh Brata.


"Ayo makan dek , dihabiskan ya"ujar Farez sembari mengelus kepala Aurel.


"Iya Abang , Adek pasti abisin"ujar Aurel dengan tersenyum membuat kedua pipinya naik ke atas dan membuat matanya menjadi sipit teramat sangat menggemaskan.


"Adik siapa sih ini , gemesin banget ujar El sembari mencubit pelan kedua pipi Aurel.


"Sudah-sudah lanjutkan makan kalian , nanti kali bisa terlambat kalau ngobrol terus."ujar Bram.


semuanya kembali makan dengan tenang , sesekali melihat Aurel yang memakan nasi gorengnya dengan penuh semangat.


...^^^^...


Kini rumah kembali sepi , hanya ada Ceysa dan Ratih yang sedang mengobrol di taman belakang sedangkan Aurel memilih untuk membaca novelnya saja di dalam kamar.


Sedang asik membaca buku tiba-tiba ada seorang yang mengetuk pintu kamarnya.


tok


tok

__ADS_1


tok


Aurel berdiri dan langsung membuka pintunya.


"Ada apa bi?"tanya Aurel.


"Ada seorang pria yang mencari non Aurel di bawah"Jawab maid itu.


"Suruh dia tunggu sebentar , sebentar lagi Adek turun"ujar Aurel.


"Baik non"balas maid itu sembari kembali turun kebawah.


setelah beberapa menit Aurel turun kebawah dari tangga ia dapat melihat mami dan bundanya sedang mengobrol dengan seorang pria.


"Tuh Aurel nya udah datang"ujar Ceysa kepada pria itu.


Aurel mendekat dan ternyata pria tersebut adalah Dadan nya.


"Nafff..."ucap Aurel sembari memeluk tubuh Naf.


Saat dirumah sakit Naf meminta Aurel memanggil dirinya dengan sebutan Naf bukan ia tak mau di panggil Dadan hanya saja panggilan tersebut sangat mirip dengan laki-laki yang bertengkar dengannya di sekolah Aurel , siapa lagi kalau buka. ardhan.


"Kangen banget kayaknya , sampe meluk erat gini"ucap Naf membuat kedua pipi Aurel merah karena malu.


"Ih Naf , jangan gitu"ucap Aurel merajuk sembari mengeratkan pelukannya.


"Masih ada mami sama bunda disini Lo dek"ucap Ceysa menyindir Aurel.


Aurel langung melepaskan dirinya dari pelukan Naf dan menghampiri Ceysa dan Ratih.


"Maafin Adek mi , Bun"ucap Aurel sembari Memeluk Keduanya.


"Beneran?"tanya Ceysa sambil menghadap ke arah Naf.


Naf menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


"Yaudah kalau gitu ayok kita pergi"ucap Aurel sembari menarik tangan Naf.


"Semangat banget anak mami"ledek Ceysa.


"Mami jangan gitu"ucap Aurel menutup wajah dengan kedua tangannya karena malu.


"Hm , kalau gitu saya permisi dulu Tante ,"ucap Naf.


"Kok masih Tante sih? kan tadi mami bilang panggil mami sama bunda aja jangan formal gitu ngomongnya."ujar Ceysa.


"Eh iya mi , kalau gitu Naf dan Caca pergi dulu mi , bun"ucap Naf


"Hati-hati ya , jagain anak gadis mami jangan sampai lecet"gurau Ceysa.


"Mami tenang saja , keselamatan Caca paling utama bahkan nyawa Naf jadi taruhannya.


Mendengar jawaban dari Naf Ceysa Sangat yakin bahwa Naf benar-benar mencintai Putrinya.


...****...

__ADS_1


Kini Abas dkk sedang berada di apartemen Ardhan , mereka sudah berada disini sejak awal jam sekolah , tepatnya mereka semua meliburkan diri hari ini kalau ada Aurel pasti dia akan mengamuk jika tau Abas membolos.


"Woi Dhan , diem aja lo dari tadi"ucap Raka.


"kalau lo ada masalah cerita sama kita siapa tau kita bisa bantuin atau gak ngasih solusi deh sama Lo"ujar Abas.


"Aurel"balas Ardhan singkat.


"Hmm ,, jadi Lo beneran suka sama adik gua Dhan?"tanya Abas.


"Lo pikir gua bohong?Lo gak percaya sama temen Lo sendiri?"tanya Ardhan sembari mendelikan matanya pada Abas.


"Bukan gak percaya , gua cuma memastikan aja Lo tau kan Aurel itu adik yang paling gua sayang. satu-satunya wanita yang paling gua jaga setelah mami jadi gua gak mau liat Adik gua terluka apalagi sakit hati karena cinta"ucap Abas panjang lebar.


"Gua tau , dan gua bener-bener cinta sama adik Lo"ucap Ardhan dengan tegas.


"Kalau gitu perjuangin dia , Lo ingatkan saingan Lo tu berat Dhan Jangan sampe Lo keduluan sama sia Naf"ucap Abas.


"Oh ya bas , menurut si Naf baik gak sih?"tanya Raka


"Sejauh yang gua liat sih baik , dan kayaknya dia cinta Banget sama Adek gua buktinya di jagain Aurel dari kecil"ucap Abas.


"Hm , gua juga liat waktu di rumah sakit di keliatan banget gak mau jauh-jauh dari Adek Lo lagi"ucap Rian menimpali.


"Denger tu Dhan saingan Lo berat kali ini , Lo harus berjuang sebaik mungkin tapi ingat bersaing secara sehat jangan sampe Aurel benci sama Lo karena pakai cara kotor"ucap Abas.


"Iya gua tau , gua juga gak segila itu juga kali"ucap Ardhan.


"Kalau gitu gua pulang dulu Dhan , udah sore nih nanti gua di cariin sama Aurel."ucap Abas.


"Gua juga Dhan , gua balik ntar dicariin nyokap"ujar Raka.


"Kalau gua pasti juga ikut pulang Dhan gua nebeng sama Raka soalnya."ujar Rian.


"Yaudah , hati-hati kalian semua"ucap Ardhan.


Setelah semua temannya pergi Ardhan Langsung menuju kamar dan merebahkan dirinya di atas ranjang.


Ia mengingat semua ucapan teman-temannya tadi ia harus berjuang sangat keras untuk bisa menjadikan Aurel miliknya.


"Lo pasti jadi milik gue Rel , dan gua yakin itu"gumam Ardhan dan dia akhirnya tertidur.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


^^^Double up nih jangan lupa tinggalin jejak ya :) sampai berjumpa dua hari lagi teman-teman😌^^^


__ADS_2