Possesive Brothers

Possesive Brothers
__81__


__ADS_3

...Happy Reading...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Aurel pun diantar oleh Naf pulang ke rumah, dalam perjalanan pulang Aurel kembali tertidur, dan Naf pun tidak mempersalahkan hal tersebut ia merasa ada hal yang tidak beres akhir-akhir ini pada Aurel, tapi Aurel tetap tidak mau bercerita hal apapun, sekarang yang bisa dilakukan oleh Naf hanya menjaga Aurel dengan penjagaan yang super ketat oleh para penjaga nya, ia tidak mau ambil resiko gadis nya terluka atau dalam keadaan yang berbahaya sekalipun,,,,


"sayangg, bangun yuk, kita udah di rumah" ujar Naf pelan sembari membelai rambut Aurel pelan


"Hmmm" ucap Aurel sambil menggeliatkan tubuh nya


"aku gendong aja ya baby" pinta Naf


"beneran gapapa? Aurel masih ngantuk" ujar nya sambil memejamkan mata nya kembali


akhirnya Naf pun turun dari mobil lalu berjalan mengelilingi nya dan membuka pintu mobil untuk menggendong Aurel,,,,


"loh loh loh ini Adek kenapa?" tanya Ratih yang saat itu tengah bersantai dengan Bram di ruang tamu


"ya ampun Aurel, Aurel kenapa Naf ?" tanya Bram sambil melihat kondisi Aurel


"tadi dia ikut praktek lari sprint disekolahan yah, trus tiba-tiba pingsan, dan akhirnya Al, Rei, Abas dan juga saya memutuskan untuk membawa Aurel pulang biar bisa istirahat dirumah saja" ujar Naf menjelaskan pada Bram


"Aduhhhhh sayang, ko bisa jadi gini, ayok bawa ke kamar saja, sebentar ya bunda panggilkan El untuk memeriksa keadaan Aurel" kata Ratih sambil mencari keberadaan El


" yuk Naf ayah antar keatas" ujar Bram


"mami mana yah?" ujar Naf sambil melihat isi keseluruhan rumah tetapi tidak menemukan Ceysa


"oh mami lagi ikut rapat pimpinan pemegang saham sama papi dari tadi pagi, kayaknya bentar lagi pulang deh" ujar Bram


"yaudah nanti saya telfon saja sampai diatas" ucap Naf sambil melirik Bram


"Gausah nanti mereka panik, dan bisa berbahaya juga dijalan, biar aja mereka sendiri yang liat saat sampai rumah" ujar Bram


akhirnya Naf pun membaringkan Aurel dikamar nya dan menyelimuti seluruh bagian tubuh perempuan yang sangat dicintainya itu,,,


"Naf Aurel gapapa, jangan khawatir ya" ucap Aurel sambil melirik Naf


"beneran kamu gapapa sayang?, kita periksa sama Abang El aja yaa?" ujar Bram sambil duduk disebelah Naf


"Gausah yah, Adek gapapa" kata Aurel lalu berusaha untuk duduk

__ADS_1


Naf pun membantu Aurel untuk duduk lalu tanpa sengaja ia melihat memar di lengan atas Aurel yang tampak membiru dan berwarna sedikit ungu


"loh ini kamu kenapa? karna jatuh tadi baby?" ujar Naf panik


"coba ayah lihat?" ucap Bram sambil memeriksa lengan Aurel


"gapapa ko, ga sakit yah Naf " ucap Aurel


dalam batin nya Aurel ia pun kembali takut ruam yang dulu kembali muncul saat ini tapi ia menyembunyikan nya dari seluruh keluarganya tanpa terkecuali Naf pun tidak tau perihal ini


"sayang udah bangun nak?" tanya Ratih sambil berjalan ke arah Aurel dengan El


"Abang periksa dulu ya dek" ujar El sambil memeriksa detak jantung Aurel dengan stetoskop


kemudian saat ia menurunkan baju Aurel Ratih, Bram, Naf dan El pun kembali dikejutkan karena mendapati memar di bagian atas dada Aurel dan itu lebih kecil tapi jumlahnya cukup banyak,,


"ini kenapa dek?" tanya El sambil memperhatikan ruam tersebut


"Adek Gatau" jawab Aurel pelan


kemudian El pun kembali memeriksa kelopak bawah mata Aurel dan mendapati warna nya merah pucat yang menandakan bahwa Aurel bisa jadi anemia, dari hasil pemeriksaan yang El lakukan ia merasa Aurel saat ini dalam kondisi yang tidak sehat bahkan bisa dibilang mulai drop,,,


"Adek kita ke RS aja yaa, kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut yaa, Abang El gama Adek sakit kaya gini, kita berobat yah" bujuk El pada Aurel


"Abang Adek tu gapapa, beneran deh, cuman kecapean aja kali" ujar Aurel pelan


" big no baby, kita ke rumah sakit sekarang , aku gamau kamu kenapa-kenapa" ujar Naf bangkit dari duduknya


"baiknya tunggu mami dan papi Aurel dulu ya Naf, Abang-abangnya nya juga belum pada balik kan, kamu istirahat aja dulu yaa, sebentar lagi mereka balik" ujar Bram tenang


El pun tidak mungkin menunggu mereka balik dan memutuskan untuk berangkat ke rumah sakit, jadi nanti ia menunggu Aurel dirumah sakit saja untuk melanjutkan pada dokter spesialis nya,,,


"sayang kamu kenapa nak?" tanya Ceysa panik


"anak gadis papi kenapa sayang, ada yang sakit nak?" timpa Brata sambil memegang tangan anak nya itu


"gapapa Mi, Pi , Adek baik-baik aja ko" ujar Aurel sambil memeluk mami nya


tak lama kemudian terdengar kegaduhan dari bawah yang menandakan para Abang-abangnya sudah berada dirumah


"Adek sayang, Adek kenapa?" tanya Farez


"gapapa Abang" jawab Aurel pelan


"apanya yang gapapa, jelas kamu jatuh pingsan terus kamu bilang gapapa, ga bisa kita harus kerumah sakit, Abang gamau kamu kenapa-kenapa, kita harus periksa ke dokter" balas Abas yang khawatir dengan keadaan adik kembarnya itu


"Adek gapapa Abang tian" ucap Aurel sambil menunduk takut


Naf pun hanya diam memperhatikan Aurel yang saat ini mulai takut,,,


"bener kata Abas, kita ke rumah sakit ya nak, papi khawatir nak, nurut ya sayang" ujar Brata pelan


akhirnya mereka semua pun berangkat menuju rumah sakit tempat El bekerja, karena disana Aurel akan melakukan medical check up seperti pengambilan darah buat pengecekan laboratorium ,Rontgen dari kepala hingga kaki,, dan juga pemeriksaan urin, pemeriksaan ini cukup memakan banyak waktu, tapi Naf dengan sabar selalu menunggu Aurel saat pemeriksaan, dan tentu saja ia berada di ruangan presiden suite agar tidak bergabung dengan pasien lain, untuk kenyamanan dan keamanan keluarga Aurel dan juga pasien lainnya, bagaimana tidak yang periksa hanya satu orang tapi yang menemani pemeriksaan udah kaya se kecamatan yang lagi nunggu antrian bansos, rame banget,,,


akhirnya pemeriksaan demi pemeriksaan pun telah selesai dijalani Aurel dan sekarang saat nya penjelasan dari dokter spesialis yang menangani Aurel dari awal medical check up tadi


"Nona Princessa Aurellia Nelson, silahkan masuk keruangan dokter" ujar suster yang berada di ruangan tersebut


seluruh keluarga Aurel pun ikut berdiri dan ikut mendengarkan penjelasan dari dokter tersebut termasuk Naf yang sangat ingin mendengarkan hasil pemeriksaan gadis nya itu,,,

__ADS_1


"Aurel sebelumnya saya ingin menanyakan beberapa hal kepada kamu, tolong dijawab dengan jujur ya? ini berguna untuk memastikan Masalah kesehatan yang saat ini kamu alami" ucap dokter Pinka tersebut


"Adek, Adek ceritakan saja ya, dan jawab semampunya kamu dan sejujur-jujur nya yaa" ucap El yang saat itu juga berada di ruangan tersebut menemani dokter Pinka


keluarga Aurel pun ikut mendengarkan pertanyaan demi pertanyaan yang ditanyakan oleh dokter Pinka pada Aurel


"baik dok" jawab Aurel pelan


"apakah dalam 6 bulan terakhir ini kamu sering merasa pusing dan mudah lelah?"


" hmm, iya dok, Aurel sering kecapean dan juga pusing dok" jawab Aurel


"pada saat aktivitas seperti apa kamu merasa kelelahan?" tanya Dokter pinka


" kalau Aurel banyak aktivitas dok terus telat tidur juga sering pusing dok" jawab Aurel jujur


"apakah kamu pernah mimisan?" tanya dokter Pinka lagi untuk memastikan


"hmm pernah dok satu kali setelah bersepeda sama Abang tian" jawab Aurel sambil melirik kearah Tian


"loh kamu ko ga pernah cerita sayang" tanya Ceysa


"kok ga pernah kasih tau Abang dek?" tanya Al panik


"lu gimana si, Adek mimisan ga bilang sama gua" tanya Al dingin


Naf hanya diam mendengarkan pembicaraan keluarga tersebut,,,,,


"baik sudah ya, di harapkan tenang dulu okey?" jawab dokter Pinka menengahi perdebatan tersebut


"berdasarkan hasil pemeriksaan radiologi tidak di temukan keretakan pada seluruh tulang Aurel, baik itu tengkorak kepala, kedua tangan, dada, dan juga kaki, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait hasil pemeriksaan darah Aurel , disini hasil nya dapat dilihat bahwa Aurel kekurangan hemoglobin atau kita sering menyebut nya dengan anemia, selanjutnya jumlah sel darah putih dalam tubuh Aurel saat ini cukup tinggi dari ambang batas normal, dan dari hasil analisis saya saat ini Aurel mengidap kanker darah atau dalam istilah medis leukimia stadium 3b yang berarti jika kondisi ini dibiarkan maka keadaan terburuknya Aurel akan tidak mampu lagi untuk beraktivitas seperti anak seusia dia pada umumnya"


penjelasan dari dokter pinka membuat seluruh keluarga Aurel bahkan Bram dan juga Ratih serasa seperti dihantam oleh batu yang sangat besar, begitu juga dengan seorang Nafdhan yang tiba-tiba ia merasa dunia nya terasa sangat hancur,,,,


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


habis di teror terbitlah penyakit:') kasian Aurel..


Kadang gak tega bikin cerita si tokoh utama banyak masalah , tapi kalau aku buat itu-itu aja nanti kalian bosan :( , kalau kalian lupa Aurel punya memar , balik aja ke chapter awal-awal tapi aku lupa chapter berapašŸ™ƒ


Pantengin terus ya , jangan lupa tinggalin jejak kalian supaya aku lebih semangat nulisnya..


Kata-kata penyemangat dari kalian berdampak besar buat kelanjutan cerita ini:')

__ADS_1


salam sayang untuk semua readers ku :**


__ADS_2