Possesive Brothers

Possesive Brothers
__16__


__ADS_3

Pagi ini Aurel masih berada dalam dunia mimpinya , sedangkan para abangnya sudah bangun setengah jam yang lalu.


Farez membangunkan kedua adiknya agar tidak terlambat pergi ke sekolah. Sebenarnya Altez dan Abas ingin membolos hari ini dengan alasan ingin menemani Aurel dirumah sakit tetapi tidak di bolehkan oleh Farez ia tau itu hanya akal-akalan adiknya saja.


untuk pakaian kedua adiknya sudah diantarkan oleh supir tadi malam , sebenernya kedua orang tuanya yang akan mengantarkan tapi tidak jadi , karena Ceysa tadi malam mendadak demam dan tidak bisa pergi kerumah sakit.


"Cepatlah berangkat, kau tidak melihat jam?"ucap Farez


"Baiklah , aku berangkat kak. Oh iya jika Aurel merindukanku , cepat kabari adikmu ini pasti aku akan bergegas kerumah sakit"ucap Abas dengan PD nya.


"Aurel tidak akan merindukanmu , cepatlah pergi"usir farez sembari mendorong adiknya keluar dari ruang rawat.


tringgg.... tringgg...


Farez mengecek hpnya yang berbunyi ternyata panggilan dari maminya.


"Halo mi"


Ceysa : "Apa Aurel sudah bangun sayang?"


"Belum mi , mungkin sebentar lagi."


Ceysa : baiklah , mami dan papi sebentar lagi akan kerumah sakit.


"Oke , mami , hati-hati di jalan.


Ceysa :" iya sayang"


Setelah mengangkat telpon dari ibunya Farez merasakan sakit perut sepertinya ingin BAB.


"Aku ke kamar mandi sebentar"monolog Farez lalu memasuki toilet yang berada didalam ruangan Aurel.


Selang beberapa menit Farez masuk kedalam toilet terlihat seorang laki-laki yang memakai pakaian serba hitam dan masuk keruang Aurel.


Ia seperti sedang menyuntikan sesuatu ke cairan infus Aurel. setelah selesai ia langsung bergegas meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


Farez yang baru saja keluar dari toilet langsung terkejut melihat adiknya kejang-kejang. lalu ia menekan tombol yang ada di samping ranjang untuk meminta bantuan pada dokter.


dokter masuk ke dalam ruang rawat Aurel dengan tergesa gesa, juga diikuti oleh dua orang perawat dibelakangnya.


Didalam ruang rawat Aurel hanya ada dokter dan tim medisnya, setelah sebelumnya seluruh Farez dipersilahkan keluar.


Tubuh Aurel kejang kejang, suhu tubuhnya tinggi membuat Farez semakin kalut. Tidak ayal peluh membanjiri pelipis Aurel.


selang beberapa menit akhirnya dokter keluar dari ruangan Aurel.


"Dokter apa yang terjadi dengan Aurel?" tanya Farez.


"Aku belum bisa menyimpulkan apa apa, semua akan jelas setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, ku harap semua akan baik baik saja,"


Setelah melakukan berbagai tes pada Aurel , akhirnya Aurel kembali keruangan rawat inapnya.


sudah hapal siapa pelakunya. seluruh keluarganya masuk ke dalam ruang rawat Aurel.


"Sebentar lagi Adek akan sadar Mi. Jangan khawatir " ucap farez menangkap raut kecemasan yang berani singgah di wajah cantik maminya.


"H-haus..,"


Suara lirih Aurel lagi lagi menarik atensi semua orang, cepat cepat farez mengambil air putih diatas nakas, membantu adiknya minum.


"Ada yang sakit princess?" tanya papi Aurel, dibalas gelengan lemah.


"Panggil dokter," perintah farez, entah pada siapa.


"Aku aja!" semangat Abas, langsung berlari, takut didahului oleh Altez.


Tiba tiba saja dokter dan dua perawatnya masuk ke dalam ruang rawat Aurel.


"Aurel sudah siuman, ada yang sakit Rel?" sapaan hangat dokter.


"Udah sembuh," balas Aurel tersenyum.

__ADS_1


Jadi bagaimana dok?" Kini Brata yang terlihat tidak sabaran.


"Sebaiknya kita membicarakan kan hal ini di ruangan saya saja"


"Hufft..," dokter menghela nafas berat.


"Cepat katakan dok! Jangan membuat kami menunggu lebih lama," perasaan Brata tiba tiba tidak enak.


"Jauh dari prediksi ku sebelumnya. Awalnya kemungkinan terburuk yang ku pikirkan Aurel hanya akan terkena gangguan psikis akibat kejadian yang dulu pernah menimpanya Tapi setelah melakukan medical check-up. Aurel..," lidah dokter keluh untuk menyampaikan hasil laboratorium Aurel.


"Aurel apa dok?! Jangan membuat kami menunggu lagi," kecemasan kini menyelimuti Farez.


"Aurel dinyatakan mengidap pembekakan pada saraf otaknya , itu semua di sebabkan oleh racun yang masuk ke tubuh adik anda. itu bisa mengakibatkan hancurnya saraf motorik yang sewaktu-waktu akan membuat Aurel lupa ingatan sementara atau bisa juga permanen.


"apa penyakit itu bisa disembuhkan?" Abas berucap ragu.


"Lakukan yang terbaik dokter!" ujar Brata, matanya sudah berkaca kaca, tatapannya kian redup.


"Kita dapat melakukan perawatan dan pengobatan yang intensif terhadap kesehatan Aurel tuan, untuk sekarang itu lah jalan satu satunya.


Runtuh sudah pertahanan keluarga Nelson kesedihan apa lagi ini.


.......


.......


.......


.......


.......


...Maaf up-nya lama :')...


...diriku drop , tapi author masih usaha buat up walaupun agak lama...

__ADS_1


...salam sayang untuk readers ku tersayang...


__ADS_2