Rahim Impian

Rahim Impian
Ingin Pisah


__ADS_3

(POV Andre)


“Perselingkuhanmu memakan korban. Puas kamu sekarang?” ucapku pada Keysha yang sedang memasak di dapur. Seperti biasa, perempuan itu sedang menyiapkan makan malam saat aku pulang. Keysha tersentak kaget. Sontak gerakan tangannya  memotong wortel terhenti seketika.


“Jangan bilang kamu belum baca beritanya.” Aku berkata pelan memastikan Keysha mendengar ucapanku.


‘Diana Sarasvati notaris muda mengalami kecelakaan di jalan raya usai bertengkar dengan suaminya.’


“Kamu lihat, kan, perbuatanmu sudah memakan korban.  Masih mau mengelak kalau kamu berselingkuh dengan Haris?”


Keysha membeku. Dia pasti mendengar semua yang aku katakan. Aku membalikkan badannya. Dia menunduk di hadapanku. Sekarang perempuan ini sudah tidak punya kekuatan lagi untuk melawan. Seperti biasanya, dia hanya terdiam seribu bahasa.


“Aku benar-benar malu punya istri kamu. Disuruh diam di rumah malah keluyuran. Aku memang menyarankan kamu untuk bekerja, tetapi sebaiknya kamu cerdas sedikit. Bekerjalah  dari rumah, enggak perlu keluar. Beginilah akibatnya kalau kamu enggak nurut sama suami. Sekarang kamu mau bicara apa? Perselingkuhanmu ini sudah menodai pernikahan kita, Keysha.”


Perempuan itu menundukkan wajahnya. Bahkan menatapku saja ia tidak berani.


“Kalau aku ini perempuan, mungkin aku selemah Diana.  Rasanya sakit diselingkuhi seperti ini. Ke mana pikiranmu, Key?  Ternyata kamu tidak hanya bodoh, tapi juga rendah dan hina!"


Aku terus menyerangnya dengan kata-kata tajam seperti biasa.  Aku harus mendidik istriku dengan benar dan inilah cara satu-satunya untuk membuat Keysha yang bebal menjadi sadar.


“Sekarang Diana dirawat di rumah sakit. Aku tidak tahu apakah lukanya parah. Bisa jadi dia lumpuh atau mengalami cacat fisik setelah kecelakaan. Makanya kalau mau bertindak itu dipikir dulu, masih untung aku tidak menceraikan kamu.”


“Mas Andre boleh melakukannya,” ucapnya seraya mendongakkan wajah.


“Mas Andre benar, aku memang hina dan bodoh jadi aku tidak pantas menjadi istrimu. Aku terima salah. Ceraikan aku, Mas. Kalau tidak aku yang mengajukan gugatan cerai ke pengadilan.”

__ADS_1


Berani sekali perempuan ini. Dia yang berselingkuh, tetapi dia yang menantang cerai? Dia pikir semudah itu aku akan mengabulkannya?


“Kamu sekarang sudah enggak punya malu, ya? Berani berbicara seperti ini kepada suamimu. Kalau kamu merasa bersalah setidaknya berpikirlah cerdas untuk memperbaiki kesalahanmu, jangan malah menantang suami.  Sok-sokan banget kamu. Hidupmu saja masih aku yang menanggung, setiap butir nasi yang kamu makan itu hasil keringatku, untuk membeli lipstik saja kamu tidak mampu, aku yang menanggung semuanya. Lalu sekarang kamu sok-sokan minta cerai? Pikiranmu ke mana, sih? Begini, ya, kalau istri sudah melakukan zina dengan pria lain. Dia jadi bebal!”


“Ini jalan terbaik, Mas Andre. Aku mengakui salah, tapi aku tidak pernah melakukan berzina dengan laki-laki yang bukan suamiku. Demi Tuhan, aku tidak pernah melakukannya.”


“Omong kosong apa lagi yang mau kamu katakan? Sudahlah jangan banyak sandiwara, terima kalau kamu salah. Perbaiki semua, tidak usah menantangku meminta cerai karena aku tidak akan melepaskan kamu. Dengar sekali lagi, tempatmu di sini di rumah ini, di dapur ini, kamu tidak akan ke mana-mana, Keysha.”


Aku memang harus menegaskan berkali-kali kalau Keysha sudah tidak punya kesempatan di luar.  Aku tidak akan mengizinkannya.  Enak sekali dia. Aku bekerja keras mencari nafkah dia enak-enakan berselingkuh dengan laki-laki lain, lalu setelah ketahuan dia meminta cerai begitu saja. Dasar betina ******!


Tiga hari lalu aku bertemu dengan Diana. Kami bertemu di restoran.  Saat itulah aku mengatakan pada Diana bahwa aku telah mengetahui perselingkuhan suaminya dengan istriku.


Aku sudah men-screenshot pesan Haris di ponsel Keysha. Tentu saja itu bisa jadi barang bukti selain foto-foto yang sempat diambil oleh Diana di hotel.


“Anda lihat sendiri, kan, bagaimana agresifnya Haris mendekati istriku? Keysha itu memang bodoh. Dia tidak bisa membedakan mana laki-laki tulus dan modus. Dia pikir Haris benar-benar menyukainya. Padahal saya yakin Haris itu hanya ingin bersenang-senang, bermain-main saja dengannya,” ucapku pada Diana.


“Benar, Mas Andre. Suami saya memang begitu. Bukan hanya Keysha saja yang menjadi korban.  Masih ada perempuan lain; teman sekantor, relasi, banyak sekali karena memang Haris punya kebiasaan buruk itu. Sukanya berselingkuh meski berkali-kali ketahuan, tetapi dia tetap melakukannya.”


“Anda luar biasa sekali, Bu Diana.”


“Panggil saja Diana.”


“Diana, kamu benar-benar perempuan kuat, bisa menerima suami yang berselingkuh berkali-kali. Apa kamu tidak merasa sakit hati?” tanyaku ingin tahu.


“Saya lebih suka melanjutkan daripada mengawali. Pernikahan dengan Haris sebenarnya tidak terlalu disetujui oleh orang tua. Papa dan Mama ingin menjodohkan saya dengan laki-laki yang lebih pantas. Ya, pasti Mas Andre tahu yang saya maksud. Laki-laki yang lebih segalanya dari Haris. Tapi saat itu Haris memohon-mohon untuk menikah dengan saya. Dasarnya saya memang cinta sama dia, jadi saya memperjuangkan dia di depan Papa dan Mama.”

__ADS_1


Diana menarik napas panjang seolah ingin melepas beban, sebelum melanjutkan ucapannya.


“Ternyata benar firasat orang tua.  Mereka tidak setuju karena melihat Haris yang entahlah, namanya juga orang tua pasti punya feeling sendiri. Bodohnya saya tidak mengikuti kemauan orang tua. Saya hanya mengejar cinta dan akhirnya seperti ini, kecewa berkali-kali.”


“Wah, Diana. Kalau sudah berkali-kali apa enggak sebaiknya kamu mengambil sikap?”


“Kamu sendiri apakah akan menceraikan Keysha setelah mengetahui ia berselingkuh dengan Haris?” tanya Diana.


“Kalau bagiku tidak semudah itu. Keysha tidak akan ke mana-mana. Dia itu tipe perempuan rumahan. Hanya saja mungkin dia sering bertemu Haris di klinik. Biasalah, awalnya cuma chat biasa lama-lama chat mesra, sepertinya Keysha memang harus dikurung di rumah saja.”


“Saya setuju, sih, kalau perlu tidak usah dikasih pegang HP. Bukankah itu hukuman yang tepat? Mas Andre, kita sama-sama ingin mempertahankan rumah tangga masing-masing, bukan? Jadi sebaiknya kita bekerja sama. Anda menghukum Keysha dengan cara Anda. Saya juga menghukum Haris dengan cara saya.”


“Wow. Saya suka sekali gayamu, Diana. Sepertinya kamu sudah sangat mengenal suamimu, jadi tahu hukuman terbaik untuknya,” ucapku.


“Tentu saja. Seorang istri selalu punya 1001 cara untuk mempertahankan pernikahannya. Karena bagi perempuan meskipun disakiti berkali-kali, dia tetap punya samudra maaf tanpa batas.”


“Aku semakin kagum dengan prinsip kamu, Diana."


Aku terdiam sesaat. Seandainya Keysha bisa bersikap begitu. Tangguh pada prinsipnya. Tapi tidak, Keysha terlalu lemah, saking lemahnya dia hanya mampu menerima amukan-amukan dariku. Dan itu membuatku terhibur.


Aku mengira kecelakaan yang terjadi di jalan itu salah satu cara Diana untuk mempertahankan Haris. Rasanya aku perlu bertemu sekali lagi dengannya dan mengucapkan selamat karena aktingnya sungguh luar biasa.


Aku yakin, setelah ini Haris pasti berpikir dua kali untuk meninggalkan istrinya. Aku pun akan berada di posisi yang aman. Dengan bukti-bukti perselingkuhan mereka, meskipun Keysha mengajukan gugatan cerai, aku bisa melawannya dengan mengatakan bahwa dia tukang selingkuh, tetapi aku masih punya iktikad baik untuk mendidiknya menjadi istri yang lebih baik.


Ya, kali ini Keysha dan Haris yang akan menjadi jadi penjahatnya.

__ADS_1


__ADS_2