
BRUGH!
Tubuh Mas Andre tumbang setelah aku memukulnya dengan lampu tidur dari belakang. Aku terpaksa bertindak nekat, jika tidak … sudah dipastikan aku akan berakhir terkurung di dalam kamar.
Mengingat apa yang telah ia perbuat semalam, aku sudah tidak sudi lagi berada di dalam satu ruangan dengannya. Mas Andre memperlakukan aku layaknya binatang, menggagahiku dengan paksa dan tanpa belas kasihan. Padahal aku sudah memohon dan menjerit kesakitan, tapi dia tetap tidak berhenti.
Apa kamu bisa bayangkan rasanya dikoyak berkali-kali? Rasanya aku hampir mati. Ditambah tidak ada rasa penyesalan dari pria itu. Sungguh, meninggalkannya adalah keputusan terakhirku.
Aku berjalan melewati Mas Andre, juga pakaian yang sudah tidak berbentuk sambil menahan perih menyengat di inti tubuh. Aku terdiam sejenak karena kakiku yang lemas, kemudian terduduk di depan pintu dan kembali terisak meratapi kisah hidupku yang menyedihkan.
Tidak menunggu lama, aku teringat jika Mas Andre bisa terjaga kapan saja. Dengan kekuatan yang masih tersisa aku memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, menghapus jejak pria itu. Aku menggosok seluruh tubuhku hingga kemerahan berharap tidak ada yang tertinggal. Aku sangat trauma, bahkan melihat tubuhku yang polos membuatku mual.
“Huek, huek!”
Setelah mengeluarkan semua isi perut yang hanya cairan saja, aku terkulai lemas dan bertumpu pada closet. Pandanganku mengabur, semua terlihat berputar-putar disertai nyeri. ‘Apakah aku akan benar-benar mati?’
__ADS_1
‘Tidak! Aku tidak mau mati di sini!’ tekadku dalam hati. Berbekal semangat hidup, aku pun berusaha bangkit meski kembali terjatuh.
“Kamu bisa Keysha, ayo!”
Kini aku mencoba merayap layaknya binatang melata, menyeret tubuhku yang kehabisan tenaga dan juga kesakitan. Dengan penuh perjuangan akhirnya aku bisa keluar dari kamar mandi menuju ruang tamu. Manikku liar mengamati sekeliling mencari barang-barang berhargaku dan menemukannya.
“Tasku!” bisikku senang melihat koper dan tasku tidak jauh dari sofa. Di dalam tas ada ponsel yang bisa aku gunakan untuk menghubungi seseorang, aku butuh pertolongan.
***
Tut, tut, tut … Klik!
[Keysha? Ada apa?] tanya Ayu.
“Tolong aku, Ayu! Tolong aku!” pintaku dengan suara bergetar. Disaat ditanya kenapa, aku malah menangis.
__ADS_1
[Keysha kamu nangis? Kenapa? Mau minta tolong apa?] ayu juga ikut panik karena terbawa oleh nada bicaraku.
“Tolong jemput aku di rumah, nanti aku jelaskan! Sekarang aku mohon kamu cepat ke sini!” kembali aku mendesak Ayu untuk cepat datang.
[O-Ok! Kamu tunggu ya, aku ke sana sekarang!]
Panggilan pun terputus, meski begitu ada perasaan lega setelah berhasil menghubungi Ayu. Aku menatap ponsel sejenak, melihat daftar panggilan yang tertera di sana.
[Haris 10x panggilan.]
[Keysha, kamu sedang apa? Teleponku tidak kunjung diangkat, tolong hubungi aku jika kamu tidak sibuk.]
[Keysha? Kamu baik-baik saja?]
[Keysha, aku akan berpisah dengan Diana.]
__ADS_1
Aku menutup mulutku menahan pekikan terkejut karena pesan yang aku baca dari Haris. Dia akan menceraikan Diana? Apa semua karena aku? Seketika aku merasa berdosa, setelah secara nyata aku melakukan hal diluar akal sehat. Aku sudah berselingkuh dengan suami orang.
Sejak awal aku sadar, tapi aku terlena oleh kenyamanan yang diberikan Haris. Tidak bisa dipungkiri jika aku mencintainya. Namun, tetap saja apa yang sudah aku lakukan adalah kesalahan. Andai aku tidak menyambut Haris, pasti rumah tangga mereka baik-baik saja. Aku ingin Haris bahagia, bukan merusak hidupnya.